Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Cara Membuat Air Tajin yang Aman untuk Bayi Anda

Cara Membuat Air Tajin yang Aman untuk Bayi Anda

Air tajin atau air rebusan beras memang sudah turun-temurun dimanfaatkan oleh masyarakat. Rebusan air beras ini menurut sejumlah penelitian memiliki manfaat untuk bayi, seperti membantu memperkenalkan makanan padat pada bayi. Namun, bagaimana cara membuat air tajin yang benar? Ikuti langkah-langkah pembuatannya berikut ini.

Cara membuat air tajin yang benar untuk bayi

Saat menanak nasi, Anda akan mendapati air berwarna keputihan atau kecokelatan yang sedikit kental. Inilah yang Anda kenal dengan sebutan air tajin.

Air rebusan beras ini telah diamati oleh pakar kesehatan mengenai manfaatnya untuk bayi. Selain membantu kelancaran MPASI, air tajin juga bisa dijadikan sebagai obat untuk diare jika diminum.

Kandungan nutrisi air tajin dapat menggantikan cairan tubuh yang hilang seperti halnya oralit. Tidak hanya itu, air rebusan beras juga membantu merawat kesehatan rambut dan kulit bayi.

Jika Anda tertarik dengan manfaat air tajin ini, Anda bisa membuatnya sendiri. Akan tetapi, cara membuat air tajin tidak boleh asal. Supaya tidak gagal, ikuti beberapa langkah air rebusan beras berikut ini.

1. Siapkan bahan yang dibutuhkan

cara menyimpan beras

Untuk membuat air rebusan beras, Anda perlu menyiapkan dua bahan utama, yaitu beras sebanyak dua sendok makan ukuran besar dan 1 gelas kecil air.

Pastikan wadah dan alat memasak yang Anda gunakan sudah dicuci bersih sebelum digunakan.

Takaran air dan beras di atas hanya digunakan untuk satu atau dua kali minum. And bisa membuatnya lebih banyak jika ingin menggunakan air rebusan beras untuk mandi atau masker rambut.

Pilih beras yang berkualitas baik untuk membuat air tajin.

2. Cuci beras dengan air

manfaat air cucian beras

Cara membuat air rebusan beras ini sama seperti jika Anda hendak menanak nasi. Pertama-tama, cucilah berasnya terlebih dahulu.

Tempatkan pada sebuah wadah kemudian tambahkan air hangat dan bersihkan beras dari kotoran. Kemudian, buang air bekas cucian beras.

3. Rebus beras

Tempatkan beras dalam panci dan tambahkan air. Rebus kedua bahan tersebut hingga beras menjadi lunak dan empuk. Kemudian, matikan api dan pisahkan nasi dengan air rebus dengan menggunakan saringan.

4. Siap disajikan

Air beras telah jadi dan bisa Anda berikan pada bayi Anda. Jika diberikan pada bayi usia di atas 12 bulan, Anda boleh tambahkan sedikit garam untuk menambah rasa.

Perhatikan hal ini sebelum memberikan air tajin

manfaat air tajin untuk bayi

Selain cara membuat air tajin yang harus diperhatikan, konsultasi dokter juga sangat diperlukan sebelum memberikan air tajin.

Dokter akan memberi tahu Anda kapan waktu yang tepat untuk memberikan air tajin untuk bayi.

Selain itu, periksa kemungkinan adanya alergi. Caranya, oleskan sedikit air beras pada kulitnya atau minumkan sedikit rebusan air tersebut ke mulutnya.

Jika setelah diberi air tajin, bayi muntah atau muncul ruam, sebaiknya Anda mengurungkan niat untuk memberikan air tajin kepada anak Anda.

Hindari menambahkan susu kedelai bersamaan dengan air tajin karena bisa memicu adanya masalah pencernaan atau reaksi alergi.

Jika Anda menggunakan beras merah, pastikan Anda menyaringnya dengan benar. Pasalnya, kandungan serat beras merah lebih tinggi ketimbang beras putih.

Serat yang lebih tinggi biasanya membuat tubuh bayi harus berusaha lebih keras mencerna serat. Jadi, untuk awal percobaan, lebih baik menggunakan beras putih.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Development of Hair-Care Products from Rice Water. http://www.spring8.or.jp/pdf/en/indu_appli/p10-11.pdf. Accessed on may 27th, 2019.

Gregorio, G., Gonzales, M., Dans, L. and Martinez, E. (2016). Polymer-based oral rehydration solution for treating acute watery diarrhoea. Cochrane Database of Systematic Reviews.

Rice Water for Infants: How to Make & Health Benefits. https://parenting.firstcry.com/articles/rice-water-for-babies-know-what-are-the-benefits-uses/. Accessed on may 27th, 2019

 


Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 16/08/2021
Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team
x