7 Cara Membangunkan Bayi yang Benar agar Mau Menyusu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19/02/2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Melihat dan memandangi si kecil yang sedang tidur pulas tentu terasa membahagiakan. Bahkan, mungkin Anda merasa tidak tega untuk membangunkan dan mengganggu tidur nyenyaknya. Namun, bagaimana kalau sekarang sudah masuk waktu bayi untuk menyusu? Bagaimana cara yang tepat untuk membangunkan bayi saat jadwal menyusui sudah tiba?

Kenapa perlu membangunkan bayi untuk menyusu?

vaksin hepatitis b

Sebelum mencari tahu cara membangunkan bayi untuk menyusui, sudahkah Anda tahu alasan mengapa bayi perlu dibangunkan di waktu makannya?

Sebenarnya di awal kehidupan seperti sekarang ini secara tidak langsung bayi sedang belajar untuk menemukan jadwal menyusu dan jam tidur hariannya.

Sebuah pendapat dilontarkan oleh Jennifer Shu, MD, seorang dokter anak di Atlanta, Amerika Serikat. Menurutnya, membiarkan bayi tidur dan bangun dengan sendirinya sebenarnya dapat membantu mereka untuk menemukan jadwal tidurnya.

Namun, bukan berarti Anda bisa diam saja membiarkan si kecil tetap tertidur meski sudah masuk ke jam menyusunya.

Melansir dari laman Mayo Clinic, pilihan untuk membangunkan bayi baru lahir yang sedang tidur tergantung dari beberapa hal.

Hal yang harus diperhatikan meliputi usia, berat badan, serta kesehatan tubuh bayi secara keseluruhan. Ketika beberapa hari atau minggu setelah lahir, bayi mungkin akan kehilangan sedikit berat badannya.

Itu sebabnya, tidak masalah untuk membangunkan bayi agar mau menyusu asalkan dengan cara yang tepat. Terlebih lagi saat bayi sudah tidur terlalu lama dan belum menyusu, maka jangan ragu untuk membangunkannya.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan Anda untuk membangunkan bayi baru lahir yang sedang tertidur pulas, apabila sudah genap 4 jam belum menyusu.

Selain membiasakan bayi untuk mengerti jadwal makan hariannya, hal ini juga bertujuan untuk merangsang produksi ASI pada payudara.

Ini karena semakin sering ASI dikeluarkan, entah dengan cara menyusui maupun dipompa, akan semakin banyak pula ASI yang dihasilkan dalam payudara.

Ketika berat badan bayi dirasa sudah mengalami peningkatan yang kian membaik, Anda bisa menyesuaikan kembali waktu tidur dan makannya.

Itulah alasan mengapa penting untuk mengetahui cara membangunkan bayi yang benar agar mau menyusu.

Berapa jam waktu tidur yang dibutuhkan bayi?

Secara umum, bayi biasanya membutuhkan waktu tidur yang cukup lama, bahkan bisa sampai semalaman. Hal ini kerap terjadi di 1-2 minggu awal setelah bayi lahir.

Namun, kebanyakan bayi lainnya lebih banyak tidur di siang hari dan terjaga di malam hari. Si kecil mungkin tidak akan tidur terlalu lama, tapi kemudian bangun untuk menyusu dan melanjutkan tidur kembali.

Di siang hari, jam tidur bayi dapat berkisar antara 1-2 jam. Akan tetapi, jam tidur bayi ini tidak selalu sama antara satu dan lainnya.

Jika waktu tidur bayi tidak terlalu lama dan lebih sering terjaga, Anda bisa membantunya untuk mendapatkan waktu tidur yang cukup.

Cara yang bisa dilakukan yakni dengan membiarkan bayi tidur nyenyak, menjaga suasana tetap tenang, dan tidak membangunkan bayi untuk menyusu selama belum mencapai 4 jam.

Ketika bayi sudah tidur hampir 4 jam atau lebih dan belum menyusu, Anda bisa membangunkan dengan cara yang benar untuk menyadarkannya.

Namun, usahakan jangan sampai membuatnya kaget hingga ia terbangun dengan suara tangisan yang kencang.

Bagaimana cara membangunkan bayi untuk menyusui?

Bayi yang berusia sekitar 1 bulan rata-rata akan menyusui sekitar 2-3 jam sekali. Jika dihitung dalam sehari, frekuensi bayi menyusu bisa mencapai sekitar 8-12 kali.

Seiring bertambahnya usia, jarak antar waktu menyusui bayi dapat berselang sekitar 2,5-3,5 jam, hingga kemudian mencapai 5 jam.

Biasanya, perubahan rentang waktu bayi untuk menyusu akan terus mengalami perkembangan sampai akhir masa ASI eksklusif alias mencapai usia 6 bulan.

Sementara itu, lama waktu dalam setiap kali menyusui tidak selalu sama, tergantung dari masing-masing bayi. Nah, setelah mengerti alasan serta memahami jadwal menyusui si kecil, kini Anda jadi tahu kapan harus mengganggu sesi tidurnya untuk menyusui.

Hanya saja, sebelumnya penting untuk melakukan cara membangunkan bayi yang benar untuk Anda bisa menyusui menyusui.

Ini karena membangunkan bayi baru lahir yang sedang tidur bukanlah suatu hal yang mudah sehingga perlu tahu cara tepatnya.

Sekali pun si kecil sudah terbangun, Anda mungkin masih akan dihadapkan dengan tantangan apabila ia masih mengantuk dan sulit untuk menyusu. Namun, jangan bingung dan putus asa dulu.

Ada beberapa cara yang bisa dicoba untuk membangunkan bayi yang sedang tertidur lelap, yakni:

1. Ajak si kecil bicara

Sumber: Bebez Club

Sama halnya seperti membangunkan orang dewasa yang sedang tidur nyenyak, Anda juga bisa berusaha untuk mengajak bayi bicara sebagai cara agar mau menyusui.

Cara ini bertujuan agar saat Anda membangunkan si kecil bisa sadar dari tidurnya hingga kemudian bangun perlahan-lahan. Cara membangunkan bayi untuk menyusui biasanya tidak selalu sama.

Meski begitu, tidak ada salahnya untuk memanggil nama bayi dengan lembut sembari mengatakan bahwa ini sudah masuk waktu menyusui sebagai cara membangunkan dirinya.

Dengan mendengar suara ibunya sebagai cara membangunkan ini, bayi bisa saja langsung tersadar dan terbangun untuk siap menyusu.

2. Sentuh si kecil perlahan-lahan

aroma tubuh bayi

Terkadang memanggil namanya dan mengajaknya bicara saja tidak mempan untuk membangunkan bayi. Jika tidak berhasil, Anda bisa mencoba untuk menyentuhnya perlahan.

Jika satu atau dua kali sentuhan tidak kunjung bisa menyadarkannya, coba sedikit gerakkan tubuhnya sebagai cara membangunkan bayi.

Anda juga dapat mengusap-usap bagian lengan, kaki, maupun punggungnya untuk membantu membangunkan bayi dari tidur.

3. Lepaskan selimut dari tubuh bayi

bayi tertawa saat tidur

Jika bayi menggunakan selimut yang menghangatkan tubuhnya, coba lepaskan selimut tersebut secara perlahan agar ia terbangun dari tidur lelapnya.

Cara yang satu ini akan membuatnya merasa tidak hangat dan nyaman karena tidak lagi menggunakan selimut. Dengan begitu diharapkan ia dapat bangun untuk kemudian menyusu.

4. Bawa dan arahkan bayi ke payudara

kulit sensitif pada bayi akibat terlalu higienis

Sudah bingung dan hampir menyerah karena si kecil tidak kunjung mau bangun? Cobalah cara yang lain dari biasanya supaya ia mau bangun.

Untuk membangunkannya, cobalah menggendongnya yang masih tertidur, kemudian arahkan tubuhnya ke dekat payudara Anda seperti hendak menyusu.

Walaupun kondisi bayi masih tertidur, coba dekatkan mulut bayi tepat di depan puting susu Anda dan sentuh sedikit demi sedikit.

Selain itu, Anda juga bisa menyentuh pipi bayi sambil menggendongnya seolah memberi “kode” bahwa ini sudah saatnya untuk menyusu.

Refleks rooting alami pada bayi mungkin dapat membuatnya terbangun dan sadar untuk menyusu, meski masih dalam keadaan mengantuk.

5. Ganti popok bayi

mengatasi bab berdarah bayi

Adanya gerakan dan perubahan posisi tubuh saat Anda berusaha menggantikan popok si kecil dapat membuatnya terbangun.

Ini alasan mengapa Anda bisa mencoba cara membangunkan si kecil untuk menyusui.

6. Usap wajah bayi dengan lembut

Sebelum atau sembari menggantikan popok, Anda bisa menggunakan kain maupun waslap yang sudah dibasahi kemudian usapkan pada wajah bayi.

Cara ini sebenarnya sama seperti saat Anda membasuh wajah setelah bangun tidur. Rangsangan ini diharapkan dapat membuat bayi merasa segar sehingga terbangun dari tidurnya.

Jika dilakukan dengan benar, bayi juga akan merasa lebih sadar dan tidak lagi mengantuk usai wajahnya dibasahi dengan kain.

Namun perhatikan, sebaiknya basahi kain sedikit saja agar bayi tidak terlalu kaget ketika dibangunkan dengan cara ini.

7. Pangku dan bangunkan bayi

Cara lain untuk membangunkan bayi yang bisa Anda coba yakni dengan mengangkat tubuhnya dan kemudian meletakkannya di pangkuan Anda.

Cara ini bisa dilakukan dengan menidurkan bayi di atas paha Anda dengan posisi kaki di dekat perut dan kepalanya di atas lutut.

Langkah selanjutnya, angkat tubuhnya ke posisi duduk secara perlahan seperti sedang melakukan sit-up.

Ulangi gerakan ini beberapa kali sampai bayi benar-benar tersadar. Sembari melakukan gerakan tersebut, Anda juga bisa mengajak bayi bicara.

Bisakah bayi menyusui meski belum benar-benar sadar?

makan jengkol petai saat menyusui

Menariknya, bayi sebenarnya tetap dapat menyusui walaupun belum bangun sepenuhnya. Itulah mengapa kadang ada beberapa bayi yang bisa menyusu sambil tertidur dan memejamkan mata.

Jangan lupa juga untuk selalu menawarkan agar si kecil mau menyusui dari kedua sisi payudara agar produksi ASI lancar pada keduanya.

Namun, jumlah ASI serta jadwal menyusui mungkin akan sedikit berbeda pada bayi yang lahir prematur.

Selain memiliki kebutuhan khusus, bayi prematur juga kemungkinan tidak menunjukkan tanda-tanda lapar sampai usianya bertambah.

Jika Anda memiliki bayi prematur dan memiliki pertanyaan mengenai pola makan serta kenaikan berat badan yang terhambat, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Penyebab Bayi Muntah Setelah Menyusu ASI Beserta Cara Penanganannya

Bukannya senang dan kenyang, ada beberapa bayi yang justru merasa tidak nyaman setelah menyusu atau minum ASI dan akhirnya muntah. Kenapa ini bisa terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Menyusui 18/10/2019 . Waktu baca 8 menit

Normalkah Jika Payudara Bengkak Saat Menyusui?

Saat masa menyusui, Anda mungkin memerhatikan perubahan payudara yang terlihat bengkak. Sebenarnya, apa penyebab kondisi ini dan bagaimana penanganannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Menyusui 18/10/2019 . Waktu baca 8 menit

Mengapa Bayi Sering Tertawa Ketika Tidur?

Anda tentu kerap menyaksikan bayi Anda saat tidur pulas dan tertawa di tengah tidurnya. Pemandangan ini memang menyejukkan, tapi apa sebabnya, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 05/10/2019 . Waktu baca 4 menit

Perlukah Ibu Minum Suplemen Penambah ASI?

Penggunakan suplemen penambah atau pelancar ASI kerap dijadikan jalan pintas guna mengoptimalkan pemberian ASI. Sebenarnya, efektif atau tidak, ya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Menyusui 03/09/2019 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

puasa dan perubahan yang terjadi bagi ibu yang baru setelah melahirkan

4 Kiat Jitu Agar Produksi ASI Tetap Lancar Meski Sedang Berpuasa

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020 . Waktu baca 4 menit
bayi bingung puting

Yuk, Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Bayi Bingung Puting

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020 . Waktu baca 4 menit
Cara menyusui bayi prematur

Ini Cara Menyusui Bayi Prematur Agar Pertumbuhannya Optimal

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 06/01/2020 . Waktu baca 7 menit
ibu dengan diabetes

Bolehkah Ibu Dengan Diabetes Menyusui Bayinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 12/11/2019 . Waktu baca 4 menit