Berbagai Metode untuk Menyapih Bayi Anda

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/10/2019 . 3 menit baca
Bagikan sekarang

Peralihan dari ASI ke makanan padat bisa membuat Anda, dan juga bayi Anda, kewalahan. Saat ingin mengenalkan anak kepada makanan padat pertamanya, Anda dapat menyapih buah hati dengan dua cara: spoon-led atau baby-led.

Menyapih dengan sendok

Metode yang juga dikenal dengan nama spoon-led weaning ini masih menjadi metode yang paling popular untuk menyapih bayi sampai saat ini. Anda akan menyuapi si kecil dengan makanan padat khusus bayi (puree/bubur tumbuk). Kemudian, secara bertahap Anda dapat mulai mengenalkan anak Anda pada makanan yang lebih kenyal, berbentuk bongkahan, sampai si kecil terbiasa dengan makanan padatnya (makanan yang agak susah dikunyah dapat dipotong kecil-kecil terlebih dulu). Anda juga dapat memberikan snack untuk anak Anda “comot”, guna melatih si kecil untuk makan mandiri.

Menyapih dengan makan sendiri

Di usianya yang menginjak 6 bulan, anak Anda telah siap untuk mencoba makanan yang lebih padat. Menyapih dengan membiarkan bayi makan sendiri, atau dikenal dengan metode baby-led weaning (BLW), adalah saat Anda membiarkan si kecil untuk mengambil dan mencicipi sendiri makanan yang telah Anda hidangkan di hadapannya. Saat si kecil belajar untuk makan mandiri, hal ini menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi Anda dan anak Anda.

Spoon-led weaning cocok untuk Anda, jika…

  • Anda suka keteraturan. Kebersihan akan lebih terjaga saat Anda menyuapi si kecil dengan tangan Anda sendiri, walaupun tidak sepenuhnya begitu. Menyuapi anak dengan sendok juga memberikan Anda rentang waktu yang terjadwal, misal: kapan akan mengganti dari bubur ke biskuit bayi atau bubur padat.
  • Anda lebih ingin untuk memulai dengan cara yang aman. Kebanyakan orangtua memulai penyapihan dengan cara ini.
  • Anda memutuskan untuk menyapih saat bayi kurang dari 6 bulan. Bayi berusia kurang dari enam bulan belum memiliki kemampuan (atau motivasi) untuk makan mandiri. Tapi ingat, ada beberapa makanan yang harus Anda hindari sebelum usia enam bulan.

Baby-led weaning cocok untuk Anda yang…

  • Cuek dengan “kekacauan”. Anak Anda akan mulai bereksplorasi dan bermain dengan makanan barunya, dan pastinya akan berantakan.
  • Anak Anda menolak untuk disuapi.
  • Tidak keberatan untuk membiarkan si kecil bermain dan bersenang-senang dengan makanan padat pertamanya.
  • Santai. Membiarkan si kecil untuk makan mandiri dengan makanan yang ia pilih sendiri artinya proses belajar si kecil akan lebih lama dibandingkan dengan spoon-feeding, di mana Anda bisa menentukan kapan untuk mengganti makanan si kecil. Baby-led weaning memberikan kuasa penuh pada si kecil tentang pola makannya dan kapan ia akan siap berganti ke makanan lain.
  • Tidak keberatan dengan cara “out of the box” dalam mengasuh anak. Kebalikan dari cara konvensional menyuapi si kecil, baby-led weaning masih dianggap sebagai cara yang tidak biasa untuk penyapihan bayi oleh sebagian orangtua.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Tak Cemas Berat Badan Naik, Ini Pilihan Camilan Selama di Rumah Saja

    Takut naik berat badan karena kerja sambil ngemil? Coba beberapa camilan tepat dan sehat ini sebagai teman ngemil saat Anda bekerja!

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Coronavirus, COVID-19 30/04/2020 . 5 menit baca

    Perlukah Memilih Makanan yang Rendah IG Meski Tak Terkena Diabetes?

    Makanan rendah indeks glikemik (IG) bisa dikonsumsi para diabetesi ataupun yang bukan, karena memberikan manfaat untuk kesehatan tubuh keseluruhan.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Nutrisi, Hidup Sehat 24/04/2020 . 5 menit baca

    4 Sumber Protein Rendah Kalori yang Bisa Bantu Turunkan Berat Badan

    Untuk mendukung penurunan berat badan, Anda bisa mengonsumsi deretan sumber sehat dengan tinggi protein dan rendah kalori berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Nutrisi, Hidup Sehat 24/04/2020 . 5 menit baca

    Beras Merah vs Beras Shirataki, Mana yang Efektif untuk Diet?

    Bagi yang sedang diet, konsumsi beras atau nasi mungkin akan dibatasi. Beras merah atau beras shirataki dapat menjadi pilihan, tapi mana yang lebih efektif?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Nutrisi, Hidup Sehat 29/03/2020 . 4 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    kacang almond

    Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca
    frozen yogurt vs es krim sehat mana

    Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . 5 menit baca
    menu sahur untuk diet keto

    3 Resep Menu Makan Sahur untuk Diet Keto Tanpa Ribet

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 16/05/2020 . 4 menit baca
    sirtfood diet

    Kenali Sirtfood Diet yang Bikin Berat Badan Adele Turun

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020 . 6 menit baca