Berapa Banyak Susu Formula yang Diperlukan Bayi?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Ada banyak alasan kenapa seorang ibu memutuskan untuk memberi susu formula pada bayinya. Entah karena masalah pada produksi ASI, pada kondisi kesehatan ibu, atau pada bayi. Namun, Anda harus memberi perhatian lebih dalam menyajikan susu formula pada bayi Anda. Salah-salah, susu formula mungkin dapat menyebabkan bayi Anda sakit, seperti diare. Selain itu, Anda juga harus memerhatikan jumlah susu formula yang diberikan ke bayi Anda, apakah sudah mencukupi kebutuhannya, atau jangan-jangan kurang, atau malah terlalu banyak? Berapa banyak susu formula yang seharusnya diberikan?

Berapa banyak susu formula untuk bayi?

Saat bayi menangis, biasanya Anda mengartikan tangisan tersebut sebagai sinyal lapar. Sehingga, Anda segera memberikannya susu formula agar bayi kenyang. Saat bayi sudah kenyang, ia tidak ingin lagi diberi botol susu dan kemudian Anda akan menarik botol susu dari mulut bayi Anda. Begitulah biasanya Anda memberikan susu formula ke bayi, yaitu sesuai dengan keinginan bayi.

Benar bahwa sebaiknya Anda memberikan susu formula sesuai dengan keinginan bayi Anda, kapan saja ketika Anda merasa bayi Anda sedang lapar. Namun, berikan bayi susu formula secara bertahap, dengan aturan seperti di bawah ini.

Bayi baru lahir

Biasanya membutuhkan susu formula sebanyak 45-90 ml setiap 2-3 jam. Bayi baru lahir masih mempunyai ukuran lambung yang kecil, sehingga ia membutuhkan susu lebih sedikit, tetapi bisa lebih sering. Jumlah ini bisa meningkat seiring pertumbuhan bayi, dan jika bayi Anda juga mampu menghabiskan lebih banyak setiap kali ia menyusu. Jangan memaksa bayi untuk menghabiskan susunya jika ia sudah tidak mampu menyusu lebih.

Bayi yang berusia sekitar 2 bulan

Biasanya sudah bisa menghabiskan susu formula sebanyak 120-150 ml setiap kali menyusu. Ukuran lambung bayi sudah lebih besar dibandingkan ketika ia baru lahir. Bayi mungkin akan menyusu setiap 3-4 jam.

Bayi usia 4 bulan

Sudah bisa menghabiskan 120-180 ml setiap menyusu, tergantung dari frekuensi menyusunya (setiap berapa jam ia butuh susu) dan ukuran tubuhnya. Biasanya bayi yang memiliki tubuh lebih besar mampu menghabiskan susu lebih banyak. Jika bayi sudah mencapai berat badan 5,4 kg, mungkin ia tidak membutuhkan minum susu tengah malam karena biasanya ia sudah lebih banyak menyusu pada siang hari.

Bayi usia 6 bulan

Biasanya dapat menyusu sebanyak 180-230 ml setiap 4-5 jam. Jika Anda sudah memperkenalkan bayi dengan makanan padat, mungkin jumlah ini bisa menyesuaikan. Anda mungkin harus mengurangi jumlah pemberian susu formula ke bayi jika Anda sudah memberikan makanan padat kepadanya.

BACA JUGA: Aturan Memberi Susu Formula Pada Bayi yang Baru Lahir

Berat badan bayi juga berpengaruh

Jangan memberikan bayi Anda lebih dari 960 ml susu formula dalam sehari. Biasanya bayi membutuhkan 150 ml sampai 200 ml susu formula per kilogram berat badannya dalam sehari. Misalnya, berat badan bayi Anda adalah sebesar 3,5 kg, artinya ia mungkin membutuhkan susu formula sebanyak 525 ml sampai 700 ml per hari.

Namun, kebutuhan ini bisa berbeda antar bayi karena bayi memiliki nafsu makan yang bervariasi setiap hari. Kadang di hari ini bayi dapat menyusu lebih banyak dan di hari berikutnya ia hanya mampu menghabiskan susunya dalam jumlah lebih sedikit. Jika bayi masih gelisah dan mudah terganggu selama menyusui, mungkin ia sudah kenyang. Jika bayi masih mengisap botol susunya dalam mulutnya, mungkin ia masih lapar.

Awalnya, Anda sebaiknya memberikan susu formula pada bayi mengikuti keinginan bayi, setiap kali ia lapar. Seiring waktu, bayi mungkin dapat mengembangkan jadwal minum susunya sendiri dengan teratur. Lama-kelamaan jadwal minum susu akan terbentuk dengan sendirinya. Kebiasaan menyusu bayi bisa berbeda-beda antar bayi, termasuk dalam segi jumlah maupun frekuensi menyusu. Kenalilah kebiasaan menyusu dan kebutuhan nutrisi bayi Anda sendiri.

Bagaimana cara mengetahui apakah bayi sudah cukup menyusu atau belum?

Setiap bayi memiliki perkembangannya masing-masing dan memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda-beda. Untuk mengetahui apakah bayi Anda sudah cukup menyusu atau belum, Anda bisa memerhatikan hal-hal di bawah ini:

1. Timbang bayi setiap bulan

Berat badan bayi bisa menunjukkan apakah bayi sudah mendapatkan cukup nutrisi yang dibutuhkannya. Jika berat badan bayi naik setiap bulan, artinya bayi Anda sudah cukup nutrisi. Jika bayi Anda mengalami masalah kenaikan berat badan, sebaiknya jangan menunggu bayi Anda menunjukkan sinyal lapar untuk memberikannya susu formula. Bahkan, jika perlu Anda harus membangunkan bayi dari tidurnya untuk diberi susu. Terutama selama 1 bulan pertama kehidupan bayi, jika bayi Anda tidur lebih lama dari 4-5 jam dan melewatkan waktu menyusunya, tidak masalah jika Anda membangunkan bayi untuk minum susu.

2. Frekuensi buang air

Lihat berapa kali bayi Anda buang air besar dan buang air kecil dalam sehari. Bayi yang mendapatkan cukup nutrisi setidaknya akan buang air besar sebanyak 4 kali dalam sehari dan buang air kecil sebanyak 6 kali dalam hari.

3. Tanda lain

Tanda lainnya, yaitu biasanya bayi terlihat tidak puas setelah ia menyusu.

BACA JUGA: Begini Cara Aman Menyajikan Susu Formula untuk Bayi

Apakah bayi saya terlalu banyak minum susu formula?

Kadang, karena Anda mengikuti keinginan bayi untuk susu formula, Anda menjadi tidak sadar bahwa Anda sudah terlalu banyak memberikannya susu formula. Memberikan susu formula kepada bayi juga tidak baik karena hal ini dapat mendorong bayi mengalami kelebihan berat badan.

Berikut ini merupakan tanda-tanda bayi Anda terlalu banyak mendapatkan susu formula:

  • Banyak ludah. Bayi yang terlalu banyak mendapatkan susu formula dapat mengeluarkan ludah lebih banyak.
  • Kenaikan berat badan berlebih. Jika berat badan bayi bertambah terlalu cepat dan tidak diikuti dengan penambahan tinggi badannya, mungkin ia mendapatkan susu formula berlebih.

Mencegah obesitas pada bayi yang diberi susu formula

Jika bayi Anda menunjukkan tanda-tanda terlalu banyak susu formula seperti dijabarkan di atas, Anda bisa melakukan hal-hal di bawah ini untuk meminimalkan risiko obesitas pada bayi Anda.

  • Berikan bayi susu formula hanya pada saat ia lapar, bukan karena hal lain (seperti bayi bosan atau tidak nyaman dengan lingkungan sekitarnya).
  • Menawarkan empeng saat bayi ingin mengisap dan tidak sedang lapar.
  • Pastikan Anda menyajikan susu formula dalam takaran yang tepat. Terlalu sedikit air yang ditambahkan pada susu formula dapat meningkatkan jumlah kalori yang terkandung dalam susu formula. Sedangkan, terlalu banyak air yang Anda tambahkan untuk melarutkan susu formula justru dapat menyebabkan ketidakseimbangan natrium dalam susu.

BACA JUGA: Cara Memilih Susu Formula yang Tepat untuk Anak

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Air Putih untuk Bayi: Kapan Boleh Diberikan dan Apakah Berbahaya?

Meski air putih adalah minuman sehat, nyatanya tidak bisa sembarangan diberikan untuk bayi, lho! Jadi, kapan bayi boleh mulai diberi minum air putih?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Posisi Tidur yang Baik untuk Ibu Hamil agar Lebih Nyenyak

Perut membesar dan nyeri punggung jadi alasan kenapa ibu hamil sering sulit tidur. Namun ternyata, ada satu posisi tidur yang bikin ibu hamil nyenyak, lho!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 14 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Panduan Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) Bayi

Makanan pertama untuk bayi (MPASI) perlu diberikan secara bertahap selepas ASI eksklusif selama 6 bulan pertamanya. Bagaimana aturannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 8 Januari 2021 . Waktu baca 19 menit

8 Macam Makanan untuk Mendukung Kecerdasan dan Perkembangan Otak Bayi

Otak bayi berkembang pesat sejak dalam kandungan hingga usia 2 tahun. Ini daftar nutrisi dari makanan untuk kecerdasan otak bayi.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 7 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kms

Kartu Menuju Sehat (KMS), Manfaat dan Cara Membacanya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
susu formula untuk bayi

Aturan dalam Memberikan Susu Formula untuk Bayi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 1 Februari 2021 . Waktu baca 16 menit
susu formula yang tidak bikin sembelit untuk bayi anak

Pilihan Susu Formula agar Bayi Tidak Sembelit

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 29 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
kwashiorkor adalah

Kwashiorkor, Masalah Gizi Anak karena Kurangnya Asupan Protein

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 29 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit