home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

3 Cara Mencuci Botol Susu Bayi, Mulai dari Menggunakan Tangan Sampai Mesin

3 Cara Mencuci Botol Susu Bayi, Mulai dari Menggunakan Tangan Sampai Mesin

Botol susu termasuk perlengkapan bayi yang bisa menjadi sarang kuman bila tidak dibersihkan dengan benar. Ada berbagai cara mencuci botol susu bayi, mulai dari menggunakan alat sterilisasi sampai secara manual dengan air hangat. Berikut penjelasannya.

Perlengkapan yang dibutuhkan untuk mencuci botol susu bayi

Sebelum membersihkan botol susu bayi, ada beberapa perlengkapan yang perlu Anda siapkan, yaitu:

  • sikat botol dan dot,
  • handuk atau lap bersih yang lembut,
  • sabun khusus untuk mencuci botol susu, dan
  • baskom atau mangkuk besar untuk menyimpan botol.

Saat menyiapkan perlengkapan di atas, Anda perlu melepaskan semua bagian dari botol susu. Mulai dari tutup, leher botol, sampai dot yang berbahan silikon.

Cara ini untuk memudahkan Anda dalam membersihkan setiap celah bagian dot agar tidak ada yang terlewat dan menjadi sarang kuman.

Mengutip dari Pregnancy, Birth & Baby, bayi di bawah usia 1 tahun belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang sempurna.

Ini membuatnya lebih mudah sakit yang dipicu oleh berbagai hal, salah satunya botol dan dot susu yang tidak bersih.

Penyakit yang rentan dialami bayi karena bakteri bersarang di botol susu adalah diare dan muntah-muntah.

Cara mencuci botol susu bayi memakai air hangat

Ini adalah salah satu cara membersihkan botol susu bayi yang sangat mudah dilakukan.

Metode penggunaan air hangat bisa dilakukan di rumah atau penginapan ketika tidak ada alat sterilisasi.

Berikut cara mencuci botol susu bayi yang juga disterilkan dengan air panas:

  1. Cuci tangan Anda memakai sabun.
  2. Cuci botol, dot, leher dan tutup botol dengan sabun cuci peralatan bayi dengan bersih.
  3. Taruh botol, dot, leher, dan tutup botol di dalam tempat yang bersih.
  4. Taruh panci yang berisi air secukupnya di atas kompor, lalu rebus air hingga mendidih.
  5. Matikan kompor, lalu masukkan botol, dot, dan tutup botol ke dalam panci dan tutup panci, kemudian biarkan selama 5 menit.
  6. Setelah dingin, angkat semua bagian botol.
  7. Keringkan dengan cara diangin-anginkan atau disimpan beralaskan handuk.

Akan lebih memudahkan bila Anda menggunakan alarm atau timer saat sedang mencuci botol bayi dengan cara direbus.

Namun, dikutip dari NHS, cara ini bisa membuat dot dan botol bayi lebih cepat rusak.

Sebaiknya periksa secara berkala apakah ada goresan atau kerusakan lain pada botol atau dot susu bayi.

Cara mencuci botol susu bayi dengan metode uap

Alat sterilisasi botol susu bayi sangat populer karena bekerja sangat cepat dan mudah.

Umumnya, alat sterilisasi botol susu bayi menggunakan cara atau metode uap.

Alat ini memanaskan air sampai titik didih tinggi, sehingga uapnya cepat membunuh bakteri.

Berikut beberapa cara membersihkan botol susu bayi dengan alat sterilisasi:

  1. Pastikan semuan bagian botol sudah dicuci bersih dengan sabun peralatan bayi
  2. Taruh semua bagian botol yang sudah dilepaskan ke dalam mesin sterilisasi.
  3. Pastikan ada cukup ruang di antara semua bagian botol agar uap bisa masuk ke sela-sela.
  4. Masukkan air sesuai dengan petunjuk pemakaian.
  5. Nyalakan dan tekan tombol untuk memulai proses sterilisasi.
  6. Setelah selesai, keringkan dengan cara diangin-anginkan, tidak perlu dilap.
  7. Bila ada botol yang tidak langsung digunakan, simpan dalam wadah dan masukkan ke kulkas.
  8. Sterilkan kembali semua bagian botol bila tidak memakainya dalam waktu 24 jam.

Menyimpan botol susu yang sudah disteril ke dalam kulkas, bertujuan untuk menghindari bakteri di dalam botol berkembang biak.

Akan lebih baik bila Anda langsung memakai botol susu bayi dalam waktu 24 jam setelah dicuci bersih.

Hindari langsung mencuci botol susu bayi di dalam wastafel atau tempat cuci piring. Ini karena bakteri dari wastafel bisa menempel di dalam botol dan dot.

Cara mencuci botol susu bayi memakai air dingin

Selain dengan air panas, Anda bisa membersihkan botol susu bayi menggunakan air dingin.

Berikut beberapa langkah membersihkan botol susu bayi memakai air dingin, mengutip dari Center for Disease Control and Prevention (CDC):

  1. Cuci tangan Anda sampai sela-sela jari menggunakan sabun selama 20 detik.
  2. Lepaskan semua bagian botol dan simpan di dalam baskom.
  3. Bilas botol menggunakan air mengalir.
  4. Isi baskom dengan air dan tuangkan sedikit sabun khusus untuk membersihkan perlengkapan bayi.
  5. Gunakan sikat lembut untuk membersihkan pinggir dan sela-sela bagian botol
  6. Isi dot dengan air lalu peras sampai air mengalir dari lubang dot untuk memastikan kebersihannya.
  7. Bilas kembali dengan air dingin yang mengalir.

Hindari mengusap atau mengelapnya menggunakan handuk atau tisu karena bisa memindahkan kuman yang menempel.

Sebaiknya, keringkan dengan cara dianginkan sampai kondisi botol tidak basah. Bersihkan sikat dan spons botol bayi secara berkala untuk menghindari kuman menumpuk di dalamnya.

Anda bisa merebus atau menyiram sikat dan spons menggunakan air hangat dan sabun. Botol berisi ASI biasanya lebih berminyak di bagian dindingnya karena kandungan lemak yang tinggi.

Bila botol akan langsung digunakan setelah dibersihkan, hal itu tidak masalah. Namun, bila botol akan disimpan lebih dari 24 jam, sebaiknya bersihkan secara menyeluruh menggunakan sabun.

Penyimpanan dalam waktu yang lama akan membuat lemak yang menempel berkembang menjadi bakteri yang bisa mengganggu kesehatan si kecil.

Untuk penggunaan dot, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tidak menyarankan pada bayi usia 1-4 minggu karena bisa menimbulkan masalah saat menyusui, seperti bingung puting.

Pada anak yang lebih besar dan sudah terbiasa minum pakai dot, mereka jadi terbiasa dan sulit berhenti ngedot di usia balita.

Maka, orangtua perlu mulai mengenalkan pemakaian gelas saat minum susu pada anak dan tidak membiasakannya menggunakan dot apalagi hingga besar.

Selain itu, cara mencuci gelas bekas minum susu juga jauh lebih praktis ketimbang botol bayi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How to Sterilize and Warm Baby Bottles Safely. (2021). Retrieved 15 January 2021, from https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/formula-feeding/Pages/How-to-Sterilize-and-Warm-Baby-Bottles-Safely.aspx

Sterilising baby bottles. (2020). Retrieved 15 January 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/baby/breastfeeding-and-bottle-feeding/bottle-feeding/sterilising-baby-bottles/#:~:text=Clean%20bottles%2C%20teats%20and%20other,them%20in%20hot%20soapy%20water.

How to Clean, Sanitize, and Store Infant Feeding Items | Healthy Childcare | Hygiene | Healthy Water | CDC. (2021). Retrieved 15 January 2021, from https://www.cdc.gov/healthywater/hygiene/healthychildcare/infantfeeding/cleansanitize.html

Cleaning and sterilising baby bottles. (2021). Retrieved 15 January 2021, from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/cleaning-and-sterilising-baby-bottles

Bottle-feeding: cleaning and sterilising equipment. (2021). Retrieved 15 January 2021, from https://raisingchildren.net.au/newborns/breastfeeding-bottle-feeding/bottle-feeding/bottle-feeding-equipment

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Riska Herliafifah
Tanggal diperbarui 15/02/2021
x