Tak Hanya dari Fisik, Kenali 10 Ciri-Ciri Bayi yang Sehat

    Tak Hanya dari Fisik, Kenali 10 Ciri-Ciri Bayi yang Sehat

    Terlihat aktif dan selalu riang bukan menjadi satu-satunya tolak ukur untuk menilai bayi tumbuh sehat. Sebagai orangtua, Anda perlu tahu ciri-ciri lainnya yang menandakan perkembangan dan pertumbuhan bayi sehat serta berada di jalur yang normal. Kenali beragam tanda bayi tumbuh sehat dan baik yuk, Bu!

    Tanda tumbuh kembang bayi sehat

    Penilaian sekilas hanya dari postur tubuh yang gemuk atau gerak-gerik yang lincah tidak cukup akurat untuk menyimpulkan bahwa buah hati Anda tumbuh sehat.

    Ada berbagai hal lain yang juga perlu Anda perhatikan untuk mengenali seberapa sehat dan baik tumbuh kembang bayi saat ini.

    Nah, berikut ciri-ciri pertumbuhan dan perkembangan bayi sehat dan berada di jalur yang semestinya:

    1. Frekuensi bayi cukup saat menyusu ASI

    nutrisi ibu menyusui

    Bayi baru lahir dianjurkan untuk minum ASI sampai usianya 6 bulan atau disebut sebagai ASI eksklusif.

    Selama masa pemberian ASI eksklusif, Anda disarankan untuk tidak memberikan minuman maupun makanan lainnya kepada si kecil.

    Hal ini dikarenakan ASI merupakan satu-satunya makanan sekaligus minuman yang paling baik untuk bayi sejak baru lahir sampai berusia 6 bulan.

    Itu sebabnya, Anda perlu memerhatikan berapa kali frekuensi bayi menyusu dalam sehari sesuai dengan usianya untuk menilai apakah ia tumbuh dengan sehat.

    Melansir dari laman Kids Health, frekuensi menyusui bayi di beberapa minggu pertama sejak kelahiran umumnya tidak menentu tergantung kapan ia merasa lapar dan haus.

    Biasanya, bayi bisa menyusu setiap 2-3 jam sekali. Itu artinya, frekuensi menyusu bayi baru lahir dalam sehari yaitu sekitar 8-12 kali.

    Awalnya, jadwal menyusui bayi baru lahir tergantung kapan ia lapar. Seiring bertambahnya usia, jadwal menyusui ini akan berubah menjadi lebih teratur.

    Ketika usia bayi sudah mencapai 1-2 bulan, frekuensi menyusunya bisa berubah menjadi sekitar 7-9 kali sehari.

    Kemudian di usia 3-6 bulan, bayi umumnya dapat menyusu kurang lebih 7-8 kali sehari. Tiba di akhir masa ASI eksklusif atau saat usia 6 bulan, si kecil kuat menyusu sebanyak 4-6 kali sehari.

    Saat usia bayi di atas 6 bulan, frekuensi menyusunya akan semakin jarang karena ia mulai belajar makan makanan pendamping ASI (MPASI).

    2. Berat badan bayi bertambah

    berat badan bayi ideal

    Asupan ASI ditambah dengan pemberian MPASI saat usia bayi 6 bulan ke atas tentu akan memengaruhi pertumbuhan berat dan tinggi badan bayi.

    Bayi laki-laki yang baru lahir biasanya memiliki berat sekitar 2,5-3,9 kilogram (kg). Sementara berat badan bayi perempuan yang baru lahir biasanya berkisar 2,4-3,7 kg.

    Ketika usianya 3 bulan, berat badan bayi laki-laki idealnya sudah bertambah kurang lebih 2,5-3,3 kg dari berat awalnya.

    Sementara itu, berat badan bayi perempuan meningkat sekitar 2,1-2,9 kg sejak baru lahir.

    Kemudian 3 bulan setelahnya atau sekitar usia 6 bulan, berat badan bayi laki-laki Anda seharusnya sudah bertambah 1,4-1,6 kg.

    Sementara perubahan berat badan bayi perempuan mengalami peningkatan sekitar 1,2-1,6 kg di usia 6 bulan.

    Menginjak usia 9 bulan, perubahan berat badan bayi laki-laki sudah bertambah lagi kurang lebih 0,7-1,1 kg terhitung dari usia 6 bulan.

    Berbeda dengan bayi perempuan yang berat badannya bertambah sekitar 0,8-1,1 kg.

    Hingga saat usia 11 bulan, bayi laki-laki idealnya mengalami peningkatan berat badan di rentang angka 0,5-0,6 kg.

    Di usia yang sama, berat badan bayi perempuan seharusnya bertambah sekitar 0,4-0,7 ketimbang saat usianya 9 bulan.

    Penambahan berat badan yang masih dalam rentang normal ini menandakan tumbuh kembang bayi sehat dan baik.

    3. Peningkatan tinggi badan bayi

    tinggi badan bayi kurang

    Sedikit berbeda dengan berat badan, penambahan tinggi badan bayi mungkin tidak terlalu kentara karena tumbuh ke atas.

    Mungkin Anda lebih mudah memerhatikan perubahan bobot bayi yang semakin bertambah karena ukuran tubuhnya semakin besar dan berat saat digendong.

    Sementara perubahan tinggi badan bayi biasanya baru benar-benar kentara ketika ia sudah tampak jauh lebih panjang ketimbang sebelumnya.

    Menurut Mayo Clinic, sejak baru lahir sampai usia 6 bulan, tinggi badan bayi bisa bertambah sekitar 1,5-2 sentimeter (cm).

    Selanjutnya di rentang usia 6-11 bulan, tanda bayi sehat tampak saat tinggi badannya bertambah lagi 1 cm setiap bulannya.

    4. Jam tidur bayi optimal

    Cara agar hamil anak laki-laki

    Selain memantau asupan makanan serta perubahan berat dan tinggi badan bayi, ciri-ciri bayi sehat juga ditandai dengan jam tidur yang cukup.

    Jam tidur bayi sejak baru lahir sampai usia 3 bulan umumnya sekitar 14-17 jam dalam sehari.

    Ketika usianya 3-6 bulan, jam tidur si kecil biasanya berubah semakin sedikit menjadi 15-16 jam per hari.

    Sampai akhirnya usia bayi 6-11 bulan, waktu tidurnya hanya 14-15 jam dalam sehari.

    Jam tidur bayi memang berbeda dengan anak-anak dan orang dewasa. Bahkan, waktu tidur malam bayi juga bisa lebih cepat.

    Kebanyakan bayi biasanya sudah mulai terlelap antara pukul 6-8 malam. Meski waktu tidurnya lebih awal, bayi umumnya akan terbangun di tengah malam, misalnya karena ingin menyusu.

    5. Bayi tampak responsif saat mendengar suara

    bayi suka ditiru

    Salah satu acuan bayi dikatakan sehat yakni saat indra di tubuhnya berfungsi sebagaimana mestinya, seperti pendengaran.

    Telinga bayi diharapkan mampu mendengar dengan baik. Hal ini ditandai dengan respons bayi ketika mendengar suara Anda maupun orang-orang di sekitarnya.

    Meski sejak baru lahir pendengaran bayi sudah berfungsi, butuh waktu beberapa minggu sampai indra yang satu ini berkembang optimal.

    Saat mendengar bunyi biasanya bayi merespons dengan senyum, tertawa, atau bahkan menoleh ke arah sumber suara.

    6. Bayi mampu fokus melihat wajah orang di sekitarnya

    makan bawang putih saat menyusui

    Tanda bayi tumbuh dan berkembang dengan sehat juga terlihat saat ia dapat melihat objek di sekitarnya dengan fokus.

    Ambil contohnya selama menyusui, bisanya si kecil terus menatap wajah Anda, khususnya mata. Seiring bertambahnya usia, penglihatan bayi mampu mengenali objek yang sering dilihatnya.

    Hal ini bisa terlihat saat ia tampak tersenyum senang ketika ayahnya datang sepulang bekerja.

    Bukan itu saja, fungsi penglihatan bayi yang sehat juga mampu mengikuti pergerakan objek maupun bayangan.

    Mudahnya begini, saat Anda menggelindingkan bola di depan bayi, matanya ikut bergerak mengikuti arah larinya bola.

    7. Ocehan bayi terdengar semakin mahir dari hari ke hari

    perkembangan kemampuan bahasa bayi

    Bayi memang belum mahir bicara. Itu sebabnya, menangis dan mengoceh merupakan kemampuan komunikasi utama yang dimilikinya.

    Menariknya, Anda akan terus dikejutkan dan dibuat gemas melihat perkembangan kemampuan bicara bayi yang semakin lancar mengoceh seiring bertambahnya usia.

    Ini terlihat saat Anda mengajak bayi bicara, ia akan merespons dengan mengeluarkan celoteh-celoteh khasnya layaknya sedang berkomunikasi dua arah.

    8. Bayi punya koordinasi tangan yang baik

    vitamin penambah nafsu makan bayi

    Kira-kira di usia 7 bulan, bayi umumnya sudah mulai belajar makan sendiri.

    Ini karena si kecil mulai memahami cara menggerakkan kedua tangan dan jari-jarinya untuk memegang benda, baik itu makanan maupun mainan.

    Berawal dari sini, koordinasi kedua tangannya semakin baik karena nantinya Anda akan melihat ia mampu menggunakan sendok dan minum sendiri.

    Lama-lama, buah hati Anda mampu mengambil, meletakkan, memasukkan, hingga mengeluarkan objek dengan lancar.

    Memerhatikan hal ini tentu memberi Anda tanda bahwa bayi tumbuh dan berkembang dengan sehat sebagaimana mestinya.

    9. Bayi mampu mengendalikan kepala dan mengubah posisi tubuh

    penyakit pompe adalah pompe disease

    Semakin bertambah kekuatan otot-otot di tubuh bayi, semakin baik pula ia mampu mengendalikan kepala dan tubuhnya.

    Hal ini terbukti saat bayi tampak mengangkat kepala selama posisi tubuhnya tengkurap. Anda juga mungkin kerap kali melihat bayi berusaha mendorong tubuhnya untuk berubah posisi.

    Usaha-usaha tersebut merupakan tanda penting bahwa bayi tumbuh sehat.

    10. Bayi belajar duduk hingga berjalan sendiri

    perkembangan bayi usia 37 minggu perkembangan bayi usia 9 bulan 1 minggu

    Perkembangan bayi dari hari ke hari tentu selalu jadi hal menarik untuk diamati.

    Selain kemampuan sensorik bayi, kemampuan kognitif bayi, dan kemampuan bahasa bayi, perkembangan lain yang juga akan diperlihatkannya yakni kemampuan motorik bayi.

    Selama proses tumbuh kembangnya, Anda akan melihat si kecil belajar untuk bangun, duduk, berguling, tengkurap, jongkok, merangkak, berjalan, hingga berlari sendiri.

    Itu artinya, si kecil sudah mampu menahan tubuh, menjaga keseimbangan, serta menggunakan kemampuan ototnya dengan baik.

    Namun, tentu saja, bayi butuh bantuan Anda dan orang-orang sekitar untuk mendukung perkembangannya secara bertahap.

    Jadi, pastikan untuk selalu memerhatikan tumbuh kembang bayi sudah berada di jalur yang sehat dan tepat ya, Bu!

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Damar Upahita

    General Practitioner · None


    Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri · Tanggal diperbarui 27/05/2021

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan