Apa Bahayanya Pada Janin Jika Ibu Hamil Tidak Menjaga Pola Makan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Katanya ketika hamil, wanita akan berbagi makanan dengan janinnya. Jadi setiap apa yang ibu makan, maka sang jain juga akan memakannya pula. Makanya, muncul anjuran kalau pola makan saat hamil harus dijaga, tidak boleh makan makanan yang tidak sehat. Meski sudah sering mendengar anjuran itu, tapi tak sedikit ibu yang masih menerapkan pola makan yang kurang baik ketika hamil. Padahal, risiko yang ditimbulkan akibat hal tersebut tidak main-main lho, dapat memengaruhi perkembangan janin. Lalu, apa saja risiko jika menerapkan pola hidup saat hamil yang tidak sehat?

Pola makan saat hamil yang tidak baik bisa mengganggu tumbuh kembang janin

Telah banyak penelitian yang menyatakan kalau makanan saat hamil akan memengaruhi kesehatan janin. Jadi, ketika hamil Anda memang dituntut untuk lebih disiplin dalam memilih makanan yang sehat, mengatur jadwal makan, dan tentu menerapkan pola hidup yang sehat.

Bahkan, dalam sebuah penelitian yang melakukan percobaan pada hewan, memprediksi bahwa pola makan yang buruk saat hamil bisa menimbulkan dampak buruk bagi tiga generasi selanjutnya. Lalu, risiko apa saja yang bisa terjadi pada janin ketika sang ibu menerapkan pola makan yang tak sehat saat hamil?

1. Bayi lahir cacat

Bukan tak mungkin bayi Anda akan lahir dengan kekurangan risiko tertentu. Kondisi ini, disebabkan karena asupan gizi yang seharusnya didapatkan bayi saat di dalam kandungan tidak ia dapatkan. Contohnya, asam folat, zink, zat besi, atau vitamin dan mineral lainnya.

Bila Anda terlalu sering makan junk food dan tidak cukup makan buah dan sayur, maka risiko ini bisa saja terjadi pada Anda. Maka dari itu, perbanyaklah konsumsi makanan yang mengandung asam folat seperti, alpukat, kacang-kacangan, dan sayur berdaun hijau tua, yaitu brokoli atau bayam.

2. Bayi kekurangan kalsium

Sudah memastikan kalau makanan saat hamil yang Anda konsumsi, telah mengandung kalsium yang cukup? Ya, Anda harus mengonsumsi makanan yang berkalsium tinggi juga ketika hamil. Namun, saat pola makan saat hamil Anda tidak terjaga dan tidak sehat, maka kalsium yang seharusnya janin Anda dapatkan tidak tersedia.

Kalsium diperlukan sang calon bayi untuk membentuk serta pertumbuhan tulangnya. Jika janin kekurangan kalsium, maka bisa saja ketika ia lahir, ia akan mengalami kondisi kesehatan tertentu. Untuk itu, Anda bisa mengandalkan makanan yang mengandung banyak kalsium seperti susu, yogurt, keju, atau bahkan dalam berbagai buah dan sayuran.

3. Berat badan lahir rendah

Berat badan lahir rendah pada bayi adalah tanda yang kurang baik. Hal ini artinya, si kecil kekurangan zat gizi selama di dalam kandungan. Biasanya kondisi ini disebabkan akibat ibu yang tidak mengonsumsi makanan sehat selama kehamilan.

Padahal, berat badan lahir rendah pada bayi akan menyebabkannya mengalami gangguan pertumbuhan hingga ia dewasa. Untuk itu, Anda harus menjaga pola makan saat hamil. jika kesulitan, Anda dapat berkonsultasi pada ahli gizi untuk mengetahui kebutuhan asupan yang tepat selama kehamilan.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Gerakan Janin Berkurang Menjelang Persalinan?

Memasuki minggu ke-16, janin akan semakin aktif bergerak. Namun, menjelang persalinan, gerakan bayi akan berkurang. Apa sebabnya, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Trimester 3, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 1 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Pengalaman 4 Kali Gagal Program Bayi Tabung, Kini Kami Dianugerahi 4 Bayi Kembar

Program kehamilan normal tak bisa kami jalani sebagaimana pasangan lainnya. Kami terpaksa mengikuti program bayi tabung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Menanti Momongan 1 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit

Trimester 2 Kehamilan: Perkembangan Janin, Perubahan Fisik, Sampai Perbedaan Gairah Seksual

Dari 9 bulan kehamilan, trimester kedua adalah waktu yang paling “adem ayem” dan bisa dinikmati. Lantas, apa saja yang terjadi di kehamilan trimester 2?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 25 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit

Memahami Fungsi Hormon FSH dan LH pada Sistem Reproduksi

Fungsi hormon FSH dan LH berperan penting pada sistem reproduksi pria dan wanita. Ketahui apa saja fungsi kedua hormon tersebut lebih lanjut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara membaca hasil usg

Agar Lebih Akurat, Begini Cara Membaca Hasil USG Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit
hamil tua tapi belum kontraksi

Sudah Masuk Usia Hamil Tua, Tapi Kok Belum Kontraksi? Apakah Perlu Cemas?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
minyak kelapa untuk bayi

Manfaat Minyak Kelapa untuk Bayi, Mulai dari Mengatasi Eksim Sampai Melebatkan Rambut

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
perkembangan jantung janin

Mengenal 4 Tahap Perkembangan Jantung Janin di Tiap Trimester

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit