backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Masuk Sekolah Terlalu Pagi Berisiko Mengganggu Kesehatan Anak

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 09/03/2023

Masuk Sekolah Terlalu Pagi Berisiko Mengganggu Kesehatan Anak

Waktu mulai kegiatan belajar mengajar di Indonesia termasuk yang paling pagi di seluruh dunia. Bahkan, di daerah NTT, kabar terbaru sampai dengan hari ini (3/3/2023), para siswa diminta untuk masuk sekolah pukul 5 pagi. Jam masuk sekolah yang dinilai terlalu pagi ini tak ayal sempat dibanjiri kritik pedas dari berbagai kalangan.

Adakah dampaknya pada anak jika jam masuk sekolah terlalu pagi? Lalu, sebenarnya kapan waktu yang paling tepat untuk anak masuk sekolah?

Adakah dampak jam masuk sekolah terlalu pagi pada anak?

kewajiban siswa di sekolah

Kewajiban anak sekolah memang untuk belajar sebaik mungkin. Meski demikian, ada satu hal yang sama pentingnya tapi sering diabaikan, yakni tidur yang cukup.

Tidur merupakan salah satu kebutuhan anak. Ini karena tidur mendukung proses otak yang sangat penting untuk belajar, pengawetan memori, dan pengaturan emosi.

Namun, jam masuk sekolah yang terlalu pagi menjadi salah satu alasan kenapa banyak anak kurang tidur.

Padahal, sama seperti orang pada umumnya, tidur merupakan hal yang sangat penting bagi anak dan remaja.

Tak sedikit penelitian yang sudah membuktikan bahwa kurang tidur akan berdampak buruk bagi kualitas hidup anak secara keseluruhan.

Nah, jika jam masuk sekolah anak terlalu pagi, ia berisiko kurang tidur sehingga menimbulkan dampak berikut ini.

1. Sulit konsentrasi

Saat kurang tidur, tubuh akan lebih mudah merasa lelah. Hal ini bisa membuat anak lebih sulit untuk berkonsentrasi saat belajar.

Anak juga bisa tiba-tiba tertidur saat sedang belajar di kelas bila ia tidak mampu menahan rasa kantuk karena waktu tidur yang tidak cukup di malam hari.

Jika terjadi terus-menerus, anak berisiko kesulitan dalam melakukan kewajiban sekolahnya. Akibatnya, anak mungkin akan mengalami penurunan prestasi di sekolah.

2. Kelebihan berat badan

Anak yang kurang tidur berisiko lebih besar memiliki berat badan berlebih atau obesitas.

Ini disebabkan oleh nafsu makan yang meningkat dan keinginan untuk makan makanan dengan kalori yang lebih tinggi saat tubuh kekurangan waktu tidur.

Saat kurang tidur, anak akan menjadi lebih sering ngemil atau makan dengan porsi yang lebih banyak.

3. Mengalami gangguan mental

Dilansir dari Sleep Foundation, diketahui bahwa waktu tidur yang kurang bisa meningkatkan risiko gejala depresi dan gangguan kecemasan pada anak.

Bahkan, kurang tidur bisa meningkatkan risiko upaya bunuh diri yang tentunya bisa berbahaya bagi anak.

Kurang tidur juga meningkatkan risiko anak sekolah jadi ketergantungan pada obat-obatan antikecemasan dan obat tidur.

Nantinya, efek dari penyalahgunaan obat-obatan ini memicu anak semakin cemas dan sulit tidur.

Berdasarkan penelitian dalam jurnal Eur Child Adolesc Psychiatry, ditemukan juga bahwa remaja laki-laki berusia 16一18 tahun lebih rentan mengalami insomnia dan depresi dibandingkan remaja perempuan.

Sementara itu, beberapa anak lainnya juga bisa mengalami gejala menyerupai ADHD, misalnya rewel dan hiperaktif.

4. Berperilaku menyimpang

Selain mengganggu kesehatan mental anak, kurang waktu tidur juga bisa memicu timbulnya perilaku menyimpang pada anak.

Penyimpangan perilaku tersebut di antaranya anak lebih berisiko untuk memiliki kebiasaan merokok atau mengonsumsi alkohol maupun ganja.

5. Kurang aktif

Kekurangan waktu tidur akibat jam masuk sekolah terlalu pagi bisa membuat tubuh kekurangan tenaga untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Hal ini bisa membuat anak kehilangan motivasi dan semangat untuk bergerak aktif. Anak pun dapat terlihat lemas saat menjalani setiap kegiatannya.

6. Kurang waspada

Saat konsentrasi anak berkurang karena masuk sekolah sangat pagi, ia juga bisa menjadi kurang waspada saat melakukan sesuatu.

Ini dapat menyebabkan anak lebih berisiko mengalami bahaya, seperti cedera atau kecelakaan, terutama jika anak harus membawa kendaraan atau berangkat ke sekolah sendiri.

7. Memiliki gangguan kesehatan

Jika tubuh tidak mendapat waktu istirahat yang cukup, ini bisa menyebabkan berbagai macam penyakit, termasuk pada anak-anak.

Beberapa penyakit yang mungkin dialami anak akibat kurang tidur, di antaranya sebagai berikut.

  • kolesterol tinggi,
  • diabetes melitus tipe 2,
  • tekanan darah tinggi (hipertensi), dan
  • risiko stroke.

Sebuah studi juga menemukan bahwa efek jangka pendek dari kurang tidur, seperti pilek, flu, dan gangguan pencernaan, lebih sering timbul ketika anak tidur kurang dari 10 jam.

Kapan waktu masuk sekolah yang paling ideal bagi anak sekolah?

membantu anak sukses di sekolah dasar

Dalam Kurikulum Merdeka Belajar, anak sekolah di Indonesia rata-rata mulai sekolah pukul 06.30 hingga 07.00 pagi, dan selesai pukul 15.00 siang.

Sepulang sekolah mereka mungkin disibukkan oleh rentetan kegiatan ekstrakurikuler, seperti klub olahraga dan les atau kursus di sana-sini, sehingga mereka mungkin pulang larut malam.

Ironisnya, nilai yang ditunjukkan anak Indonesia setelah melalui 8 jam lebih belajar nonstop tetap terbukti lebih rendah daripada pelajar Singapura, yang notabene hanya belajar 5 jam.

The American Academy of Pediatrics menekankan agar setiap sekolah mengundur jam waktu mulai kegiatan belajar untuk anak-anak, terutama remaja, karena efeknya yang lebih baik untuk kesehatan mental dan fisik mereka.

Jadi, kapan sebenarnya jam masuk sekolah yang paling ideal untuk anak sekolah jika dilihat dari durasi tidurnya? Berikut rekomendasinya sesuai usia anak.

1. Sekolah Dasar (usia 6-13 tahun)

Durasi tidur yang dibutuhkan bagi anak usia sekolah dasar (6—13 tahun) adalah sekitar 9—11 jam per hari.

Jika waktu tidur malam anak disamaratakan pada pukul 8 malam, artinya mereka harus bangun pagi sekitar pukul 06.15—06.30 pagi.

Dengan mempertimbangkan lama waktu anak bersiap-siap serta sarapan pagi, jam masuk anak sekolah SD di Jakarta yang tadinya pukul 06.30 seharusnya digeser menjadi 07.30 pagi.

2. Sekolah Menengah (13—18 tahun)

Jika mempertimbangkan lama waktu anak bersiap-siap serta sarapan pagi, jam masuk sekolah yang ideal bagi pelajar SMP dan SMA di Jakarta seharusnya mulai pukul 9 pagi.

The American Academy of Sleep Medicine menyarankan durasi waktu tidur yang ideal bagi anak remaja berusia 13一18 tahun yaitu sekitar 8—10 jam per hari.   

Sedikit berbeda dengan anak SD, kecenderungan anak sekolah SMP dan SMA untuk tidur larut malam selain karena tumpukan PR namun juga karena gejolak hormon selama masa puber.

Pergeseran ritme sirkadian tubuh membuat otak anak remaja tidak mulai memproduksi melatonin (hormon tidur) sampai nanti larut malam.

Selain itu, remaja memiliki dorongan tidur yang lebih lambat dari anak-anak kecil yang berarti mereka tetap bisa terjaga lebih lama, bahkan ketika mereka kurang tidur.

Itu sebabnya, menunda jam mulai sekolah mungkin lebih masuk akal dan lebih efektif daripada menyuruh anak tidur lebih cepat.

Idealnya remaja memerlukan waktu tidur kurang lebih 9 jam per hari. Beberapa remaja yang super aktif dan sibuk seharian khususnya membutuhkan 10 jam tidur nyenyak.

Dengan demikian, jika waktu tidur anak remaja dipukul rata menjadi pukul 23.00 malam, mereka harus bangun pagi sekitar pukul 08.00 dan masuk pukul 09.00 pagi.

Kesimpulan

  • Ada banyak dampak yang mungkin terjadi bila jam masuk sekolah anak terlalu pagi.
  • Risiko anak untuk tidak fokus, kurang motivasi, hingga mengalami gangguan mental dan kesehatan jadi lebih besar bila ia harus masuk sekolah terlalu pagi.
  • Usia SD (6—13 tahun) idealnya masuk sekolah sekitar pukul 07.30 pagi.
  • Sementara usia SMP dan SMA idealnya masuk sekolah sekitar pukul 09.00 pagi.
  • Jam masuk sekolah anak sebaiknya turut mempertimbangkan waktu kebutuhan tidur anak sesuai usianya.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 09/03/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan