Peran Penting Nutrisi dalam Pertumbuhan Tinggi Badan Anak

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Tinggi badan seseorang tidak hanya ditentukan oleh faktor keturunan, tetapi juga asupan nutrisi. Pemberian gizi seimbang bagi anak-anak memiliki peran penting dalam menjaga pertumbuhan tinggi badan mereka agar sesuai dengan standar. Oleh sebab itu, orang tua tetap harus menyajikan makanan bergizi dan bervariasi untuk menunjang pertumbuhan si Kecil.

Standar panjang dan tinggi badan anak menurut Kementerian Kesehatan

Pertumbuhan di setiap anak tidak selalu sama, begitu pula dengan tinggi badannya. Makanan yang bergizi dan bervariasi akan membantu tumbuh kembangnya. Dengan begitu, pertumbuhannya dapat sesuai dengan standar pertumbuhan tinggi badan anak seusianya.

Panjang dan tinggi badan anak laki-laki menurut umur

tinggi badan anak agar anak tumbuh tinggi

Berikut adalah patokan panjang badan anak laki-laki usia 13-24 bulan menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (KEMENKES). Panjang badan anak diukur saat anak dalam keadaan telentang ya, Bu.

  • 13-18 bulan: 72,1 cm-90,4 cm
  • 19-24 bulan: 77,7 cm-97 cm

Selanjutnya adalah standar tinggi badan anak laki-laki yang berusia 2 hingga 5 tahun:

  • 2-3 tahun: 81,7 cm-107,2 cm
  • 3-4 tahun: 89,2 cm-115,9 cm
  • 4-5 tahun: 95,4 cm-123,9 cm

Tinggi badan anak laki-laki yang berusia tersebut diukur ketika anak dalam keadaan berdiri. Apabila tinggi badan anak berada di bawah rata-rata, Ibu dapat berkonsultasi ke dokter anak jika khawatir terdapat masalah nutrisi pada si Kecil.

Panjang dan tinggi badan anak perempuan berdasarkan usia

Lalu, bagaimana dengan patokan tinggi badan untuk anak perempuan? Ada sedikit perbedaan pada standar yang diterbitkan oleh KEMENKES. Akan tetapi, pengukurannya tetap sama, yakni dilakukan secara telentang ketika usia 13-24 bulan dan dalam kondisi berdiri untuk anak perempuan usia 24-60 bulan:

  • 13-18 bulan: 70 cm-89,4 cm
  • 19-24 bulan: 75,8 cm-96,1 cm

Di bawah ini adalah standar tinggi badan anak perempuan ketika ia menginjak usia 25 bulan (2 tahun ke atas):

  • 2-3 tahun: 79,3 cm-106,5 cm
  • 3-4 tahun: 88 cm-115,7 cm
  • 4-5 tahun: 94,6 cm-123,7 cm

Sekali lagi, pertumbuhan setiap anak berbeda. Silakan konsultasi dengan dokter apabila memiliki kekhawatiran terhadap perkembangan anak.

Peran nutrisi bagi pertumbuhan tinggi badan anak

vegetarian anak

Nutrisi berperan penting dalam pertumbuhan anak agar sesuai dengan standar anak seusianya. Berikut adalah sejumlah nutrisi yang berkaitan dengan tumbuh kembang, seperti tinggi badan anak.

Protein

Protein berfungsi untuk membentuk, menjaga, dan menggantikan jaringan-jaringan di dalam tubuh. Perkembangan sehari-hari di dalam tubuh anak memerlukan nutrisi ini. Pilihan makanan kaya protein yang dapat disiapkan orang tua meliputi telur, tahu, daging, daging ayam, ikan, dan susu.

Protein juga memiliki peran dalam tinggi badan anak. Studi yang dirilis pada tahun 2019 menyatakan protein meningkatkan kadar insulin-like growth factor I (IGF-I). IGF-I merupakan hormon yang berpotensi menstimulasi pertumbuhan tinggi si Kecil.

Zat besi

Studi berjudul Anemia and Growth menyatakan kekurangan zat besi berdampak pada tumbuh kembang yang lebih lambat. Zat besi dibutuhkan oleh seluruh jaringan tubuh anak dalam masa pertumbuhannya. Tanpa zat besi, produksi darah dan pembentukan otot akan terganggu.

Kekurangan zat ini juga memicu anemia. Studi yang sama menunjukkan anak dengan anemia akibat kekurangan nutrisi ini memiliki perbandingan tinggi dan berat badan yang di bawah standar. Supaya anak tidak kekurangan zat besi, Ibu dapat menyajikan sayuran berdaun hijau, menyiapkan sarapan sereal yang diperkaya zat besi, daging sapi, tahu, dan makanan laut.

Vitamin B12

Vitamin B membantu proses metabolisme di dalam tubuh. Nutrisi ini juga mendorong pertumbuhan tinggi badan anak. Bukti dan kesimpulan dari studi Vitamin B12, Folic Acid, and Growth in 6- to 30-Month-Old Children: A Randomized Controlled Trial di India Utara yang diterbitkan di tahun 2015 menyebutkan anak-anak yang mengalami gangguan pertumbuhan menunjukkan perubahan besar pada angka tinggi badan setelah menjalani suplementasi vitamin B12.

Vitamin ini umumnya diperoleh dari makanan hewani. Contohnya adalah ikan, susu, daging unggas, dan produk yang terbuat dari susu.

Vitamin E

Seluruh vitamin dan mineral bermanfaat bagi kesehatan seseorang. Contohnya, vitamin E membantu melindungi sel dan jaringan tubuh si Kecil dari kerusakan.

Selain itu, sebuah kajian Vitamin E Inadequacy in Humans: Causes and Consequences di tahun 2014 menyatakan bahwa kekurangan vitamin E berkaitan dengan pertumbuhan yang terhambat. Kajian tersebut menyatakan kadar nutrisi ini termasuk sedikit pada anak-anak yang mengalami stunting, yaitu masalah pertumbuhan dengan salah satu tanda yakni tinggi badan di bawah rata-rata.

Bayam, brokoli, mangga, alpukat, kacang-kacangan, dan selai kacang dapat menjadi pilihan lezat untuk mencegah gangguan nutrisi pada si Kecil, Bu.

Vitamin D

Manfaat vitamin D dalam pertumbuhan anak adalah membantu pembentukan serta menjaga kesehatan gigi dan tulangnya. Vitamin ini juga membantu penyerapan kalsium oleh tubuh. 

Kebaikan vitamin D untuk tinggi badan anak dibuktikan di studi Vitamin D Supplementation and Growth in Urban Mongol School Children: Results From Two Randomized Clinical Trials  yang dilakukan pada anak-anak perkotaan di Mongolia. Pemberian asupan vitamin D dalam bentuk suplemen selama enam bulan menunjukkan bahwa anak-anak yang menerima asupan tersebut mengalami pertumbuhan tinggi badan yang lebih baik daripada anak-anak di kelompok yang tidak menerima suplemen tersebut.

Orang tua dan keluarga dapat menunjang pertumbuhan tinggi badan dengan menyajikan olahan makanan dari daging merah, kuning telur, dan ikan salmon. Tak lupa meluangkan waktu untuk beraktivitas di halaman rumah supaya terpapar sinar matahari setidaknya 15 menit dan tiga kali seminggu.

Kalsium

Sama seperti vitamin D, kalsium yang diolah oleh tubuh anak berkontribusi terhadap kesehatan tulang. Di sisi lain, kekurangan nutrisi ini akan menghambat tumbuh kembang anak, seperti tinggi badan. Ibu dapat membantu memenuhi kebutuhan kalsium anak dengan menyediakan susu, keju, dan sayuran berdaun hijau seperti bayam sebagai pilihan makanan sehari-hari.

Tips bagi orang tua untuk dukung pertumbuhan anak

protein untuk anak saat puasa

Orangtua mampu mendukung pertumbuhan tinggi badan yang normal dan ideal pada anak. Hal-hal yang dapat dilakukan oleh orangtua adalah:

  • Mengatur jadwal anak agar ia mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Selain memberi tubuh waktu istirahat yang dibutuhkan, pelepasan hormon pertumbuhan di saat tidur akan membantu pertumbuhan anak tetap ideal
  • Mengajak anak olahraga karena olahraga membantu produksi hormon pertumbuhan sekaligus membantu tulang menjadi lebih kuat, contoh olahraga yang dapat dicoba adalah bermain basket, renang, lari, dan push-up
  • Menyajikan makanan bernutrisi dan bervariasi supaya kebutuhan nutrisi anak terpenuhi

Singkat kata, nutrisi memiliki peran penting dalam pertumbuhan tinggi badan anak. Pastikan juga tulang anak tetap kuat agar pertumbuhannya lebih baik. Selain makanan, susu dengan nutrisi tinggi juga dapat menjadi sumber pelengkap gizi yang dibutuhkan anak untuk membantu tumbuh kembangnya. Pilih produk susu dengan protein whey karena berpotensi mendorong pertumbuhan tinggi badan anak.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mulai Kapan Gigi Susu Anak Copot? Apakah Pasti Akan Copot Semua?

Gigi susu anak mulai tumbuh di usia 8-12 bulan. Gigi-gigi kecil ini kemudian akan digantikan oleh 32 buah gigi permanen. Mulai kapan gigi susu copot?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Gigi Anak, Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Rubella (Campak Jerman)

Rubella atau campak Jerman adalah penyakit menular yang disebabkan virus. Apa gejala dan penyebabnya? Bagaimana mencegah kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 2 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Growing Pain

Growing pain biasanya lebih sering terjadi pada anak laki-laki dari pada perempuan. Kenapa itu bisa terjadi? Bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 31 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Menilik Pentingnya Nutrisi bagi Perkembangan Otak Anak Usia Dini

Sebelum terlambat, perhatikan asupan nutrisi demi tumbuh kembang optimal termasuk perkembangan otak anak. Ini dia nutrisi yang dimaksud beserta sumbernya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
perkembangan otak anak usia dini
Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 30 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berat dan tinggi badan ideal anak 6-9 tahun

Berat dan Tinggi Badan Ideal Anak Usia 6-9 Tahun

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
obat mual anak cara mengatasi mual anak

Daftar Obat Mual untuk Anak, Mulai dari Resep Dokter Sampai Perawatan di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
obat pilek bayi

Pilihan Obat Pilek yang Bisa Diberikan pada Anak dan Bayi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
menonton tv terlalu dekat

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit