7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Bagi sebagian anak, pengalaman pergi ke dokter gigi adalah pengalaman yang menyeramkan. Mereka sudah membayangkan alat-alat dokter akan masuk ke dalam mulut mereka. Atau anak sudah punya pengalaman buruk waktu ke dokter gigi sebelumnya. Hal itu tentu akan membuat anak takut ke dokter gigi lagi. Padahal, memeriksa dan merawat gigi ke dokter itu sangat penting dan tidak bisa dihindari.

Tenang saja, kalau si kecil takut diajak ke dokter gigi, Anda dan pasangan bisa menggunakan cara-cara di bawah ini.

1. Ajak ke dokter gigi sejak kecil

Usahakan untuk membawa anak ke dokter gigi sedini mungkin. Kalau anak baru pertama kali diajak ke dokter saat usianya sudah cukup besar, misalnya 7 tahun, bisa jadi anak sudah mendengar berbagai macam kisah menakutkan soal kunjungan ke dokter gigi. Maka, sebaiknya sejak balita si kecil sudah mulai periksa ke dokter gigi. Jangan tunggu sampai ada keluhan baru ke dokter karena besar kemungkinan kunjungan pertamanya akan melibatkan prosedur yang cukup menakutkan bagi anak. Dengan periksa rutin, anak juga akan semakin rileks dan terbiasa dengan kunjungan tersebut.  

BACA JUGA: Tahap Pertumbuhan Gigi: Dari Bayi Sampai Usia Anak-anak

2. Beri tahu intinya saja

Biasanya agar anak tidak terlalu ribut dan takut ke dokter gigi, orangtua cenderung berjanji pada anak bahwa prosedur yang akan dijalani tidak akan terasa sakit. Kalau ternyata nanti anak benar-benar harus dibius atau dicabut giginya dan ia merasakan sakit, bisa jadi anak kehilangan kepercayaan pada orangtuanya. Sebaiknya untuk menjawab kecemasan anak, beri tahu intinya saja.

Jangan memberi tahu terlalu banyak bocoran detail karena anak akan tambah penasaran dan takut. Gunakan analogi seperti ketika si kecil menunjungi dokter anak saat flu. Anda bisa mengatakan, “Kamu akan diperiksa sama dokter, seperti waktu itu. Cuma kali ini mulut dan gigimu yang akan diperiksa.”

3. Biarkan dokter gigi yang menjelaskan soal prosedurnya

Ada juga anak yang terus bertanya akan diapakan nanti di dokter gigi. Katakan saja bahwa dokter gigi akan melihat ke dalam mulut anak dan mengobati kalau ada masalah tertentu. Ingatlah bahwa tenaga kesehatan gigi dan mulut sudah terbiasa menangani anak yang takut ke dokter gigi. Mereka akan lebih mampu menjelaskan prosedurnya pada anak dengan cara yang mudah dicerna. Jadi, serahkan saja detailnya pada dokter gigi atau asistennya.

BACA JUGA: Perhatikan, Ini 10 Tanda Gigi Bayi Anda Mau Tumbuh

4. Jangan menceritakan pengalaman buruk Anda ke dokter gigi

Anda dan pasangan mungkin pernah memiliki pengalaman yang kurang baik saat ke dokter gigi. Tak berarti bahwa pengalaman tersebut juga akan terjadi pada anak. Maka, usahakan untuk tidak menceritakan kisah tersebut di depan anak. Kalau si kecil punya kakak yang sudah pernah periksa ke dokter gigi, minta bantuan kakak untuk membujuk adiknya. Bila kakaknya pernah kesakitan di dokter gigi, si kecil tidak perlu mengetahuinya.

5. Tetap tenang dan bersikap positif selama prosedur

Sebisa mungkin, Anda atau pasangan menemani si kecil saat ke dokter gigi. Apalagi pada kunjungan pertamanya ke dokter gigi. Kehadiran Anda dan pasangan bisa membuatnya lebih rileks dan percaya diri. Selama dokter menjalani pemeriksaan atau tindakan, mungkin Anda sendiri merasa tidak tega dan cemas.

Namun, ingat bahwa risiko yang harus ditanggung anak kalau tindakan tersebut tidak dijalani justru lebih besar. Oleh karena itu, tetaplah tenang dan dampingi anak. Jika anak masih kecil, Anda bisa membawa boneka kesayangan anak untuk menemaninya selama periksa gigi. Untuk menenangkan anak, Anda juga bisa sembari bercerita supaya pikiran anak teralihkan dari rasa sakit.

6. Berikan pujian, tapi hindari memberi hadiah

Hindari memberikan anak hadiah setiap kali ia mau ke dokter gigi. Anak jadi akan melihat rutinitas tersebut sebagai suatu beban yang harus diseimbangkan dengan hadiah. Maka, lebih baik berikan pujian dan ucapan terima kasih atas keberanian dan ketegaran anak selama berkunjung ke dokter gigi.

Sesekali Anda memang boleh memberikan hadiah untuk mendorong anak tetap rutin periksa gigi. Namun, jangan memberi hadiah yang berlebihan. Hal tersebut bisa jadi sebuah kebiasaan nantinya. Anak tak akan mau ke dokter kalau tidak ada hadiah yang diinginkannya.

BACA JUGA: 3 Kerusakan Gigi pada Anak dan Penyebabnya

7. Tekankan pada anak pentingnya menjaga kesehatan gigi

Supaya anak mau pergi ke dokter gigi, jelaskan pada anak apa saja pentingnya menjaga kesehatan gigi. Anda juga sebaiknya menerangkan pada anak mengapa suntik bius atau ekstraksi (pencabutan) gigi itu penting dengan bahasa yang bisa dimengerti anak. Sehari-harinya, biasakan anak untuk menjaga kesehatan gigi dan mulutnya, misalnya dengan rajin sikat gigi.

Jangan mengancam anak, misalnya ketika ia makan permen terlalu banyak, dengan kunjungan ke dokter gigi. Contohnya, “Kamu kalau makan permen terus nanti giginya harus dicabut ke dokter gigi, lho!”. Lebih baik katakan, “Makan permen memang enak, ya. Tapi kalau kebanyakan lama-lama gigi bisa bolong atau keropos. Kamu tidak mau kan, punya gigi bolong-bolong?”

BACA JUGA: Kenapa Makanan Manis Bikin Gigi Berlubang?

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Positif Hamil Atau Gejala Mau Haid? Begini 10 Cara Membedakannya

Mungkin Anda sedang harap-harap cemas menunggu jadwal mens selanjutnya. Membedakan tanda hamil atau haid itu susah-susah gampang, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 14 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit

Setelah Kuret, Kapan Bisa Menstruasi Lagi Seperti Biasa?

Setelah kuret, seringkali wanita merasa khawatir dengan siklus menstruasinya. Kapan menstruasi terjadi kembali setelah keguguran?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Persalinan, Melahirkan, Kehamilan 11 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

6 Hal yang Katanya Bisa Menentukan Jenis Kelamin Bayi. Mitos atau Fakta?

Faktor-faktor berikut ini mungkin turut andil dalam menentukan apakah bayi Anda perempuan atau laki-laki, tapi mungkin juga hanya kebetulan belaka.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Trimester 2, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Radiasi dari TV cembung zaman dulu memang mungkin merusak mata. Namun apakah efek yang sama dihasilkan dari perangkat televisi modern?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Kapan kehamilan bisa terdeteksi

Kapan Kehamilan Bisa Mulai Terdeteksi dengan Test Pack?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
anak mulai menyikat gigi

Di Usia Berapa Sebaiknya Anak Mulai Menyikat Gigi? Ternyata Begini Anjurannya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
gigi anak hitam

6 Hal Ini Bisa Sebabkan Gigi Anak Berwarna Hitam, Bagaimana Cara Mencegahnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
cara menggugurkan kandungan

Cara Menggugurkan Kandungan Ketika Kehamilan Bermasalah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit