home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Waspada, Ini 5 Jenis Pewarna Makanan Paling Berbahaya!

Waspada, Ini 5 Jenis Pewarna Makanan Paling Berbahaya!

Makanan terkadang memang terlihat lebih menarik jika memiliki warna yang cerah atau berwarna-warni. Industri makanan sendiri tidak bisa dipisahkan dari pengawet dan pewarna makanan. Ini karena zat pewarna dibutuhkan untuk meningkatkan harga jual serta mengurangi risiko rusaknya makanan.

Nah, jika hampir semua produk makanan olahan menggunakan zat pewarna makanan, Anda pasti bingung untuk mengenali mana bahan pewarna makanan berbahaya dan mana yang tidak. Jangan khawatir, artikel ini akan memberi tahu Anda mengenai zat pewarna mana yang berbahaya.

Lima jenis pewarna makanan yang harus Anda hindari

Menurut American Chemical Society, ada beberapa permen cokelat yang terbuat dari petroleum alias minyak mentah. Tidak hanya itu, beberapa makanan dan minuman mungkin saja mengandung pewarna yang dapat memicu kanker. Nah, itulah sebabnya, Anda harus waspada setiap akan mengonsumsi berbagai makanan dan minuman yang memiliki warna cerah dan menarik hati.

The Center for Science in the Public Interest atau CSPI di Amerika Serikat menyatakan bahwa ada 5 jenis pewarna makanan yang berbahaya dan harus Anda hindari. Berikut daftarnya.

1. Pewarna karamel

Sekilas, karamel terdengar lezat dan menggoda. Namun, pewarna makanan yang sering ditemukan di dalam produk permen dan cola justru berbahaya. Pasalnya, pewarna ini ketika diproduksi bersama dengan amonia akan mengandung kontaminan penyebab kanker, yaitu 2-methylimidazole (2-MI) dan 4-methylimdiazole (4-MI).

Efek samping tersebut sebenarnya bergantung pada jenis pewarna karamel yang Anda konsumsi. Namun, batas maksimal yang diperbolehkan Foods and Drugs Administration atau FDA di Amerika Serikat (setara dengan Badan POM di Indonesia) adalah 200 miligram per kilogram berat badan Anda.

2. Allura red

Pewarna allura red alias Red 40 mengandung benzidene, yang disinyalir bersifat karsinogen atau pemicu kanker. Di restoran cepat saji (setidaknya di Amerika), allura red digunakan sebagai campuran bahan pembuatan es krim stroberi. Tidak hanya itu, nyata pewarna ini juga dapat bersembunyi di mana saja termasuk minuman ringan dan permen.

Menurut FDA, takaran aman untuk allura red adalah 7 miligram (mg) per kilogram berat badan.

3. Sunset yellow

Sunset yellow alias Yellow 6 dicurigai bisa menyebabkan tumor testis dan adrenal. Selain itu, pewarna ini juga berpotensi menyebabkan reaksi alergi dan asma bertambah parah, hiperaktif, dan kegelisahan. Di Amerika Serikat, telah dilaporkan sejumlah kasus di mana konsumsi pewarna ini secara berlebihan bisa memicu ADHD.

Menurut FDA, takaran yang aman untuk pewarna ini adalah 3,75 miligram (mg) per kilogram berat badan.

4. Biru berlian

Biru berlian, juga dikenal dengan sebutan Blue 1, adalah salah satu perwarna makanan yang paling banyak digunakan. Umumnya pewarna ini terkandung dalam permen, camilan, hingga produk pembersih gigi dan mulut. Bahkan, pewarna ini juga dapat ditemukan pada makanan atau bahan apa pun yang warnanya tidak biru sekalipun.

Pewarna biru berlian dapat menembus sawar darah otak. Sawar darah otak sendiri adalah perisai pelindung yang bertugas untuk menghalangi masuknya zat-zat berbahaya ke dalam otak. Pewarna biru berlian juga dapat menyebabkan kerusakan-kerusakan sel-sel saraf dan kanker, kerusakan kromosom, reaksi alergi, dan perubahan perilaku.

Menurut FDA, takaran yang aman untuk pewarna ini adalah 12 miligram (mg) per kilogram berat badan.

5. Yellow 5

Yellow 5 yang juga dikenal sebagai tartazine berbahaya bagi kesehatan karena dapat menyebabkan reaksi alergi parah dan merusak sistem informasi sel. Bahkan menurut Feingold Association, pewarna Yellow 5 mungkin dapat menurunkan jumlah sperma Anda. Pada anak-anak, zat pewarna ini diketahui dapat menghambat penyerapan zinc sehingga menyebabkan penurunan pertumbuhan, peningkatan risiko infeksi dan flu, melemahnya memori atau daya ingat, serta menurunnya kemampuan untuk berkonsentrasi. Pewarna ini sering dikombinasikan dengan pewarna biru berlian (Blue 1) untuk menghasilkan warna hijau.

Menurut FDA, takaran yang aman untuk pewarna ini adalah 5 miligram (mg) per kilogram berat badan.

Lantas, bagaimana cara menghindari pewarna makanan yang berbahaya?

Cara menghindari pewarna makanan yang berbahaya adalah dengan membaca label kemasan makanan dan minuman secara teliti agar Anda terhindar dari segala efek seperti yang sudah disebutkan di atas.

Cara terbaik lainnya adalah dengan membatasi konsumsi berbagai makanan dan minuman kemasan yang berwarna-warni. Konsumsilah makanan sehat kaya akan nutrisi yang alami. Ini tidak hanya mencegah Anda terkena efek berbahaya dari pewarna makanan berbahaya saja, tapi juga dapat menjaga kesehatan Anda secara keseluruhan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

The 5 Most Dangerous Food Colorings Every Consumer Should Know About. http://www.livestrong.com/article/1012071-5-dangerous-food-colorings-consumer-should/. Accessed 05/07/2017.

Is Red 40 Food Coloring Dangerous to Your Health?. http://www.livestrong.com/article/445428-is-red-40-food-coloring-dangerous-to-your-health/. Accessed 05/07/2017.

The Health Dangers of Food Dye Blue No. 2. http://www.livestrong.com/article/402118-the-health-dangers-of-food-coloring-blue-no-2/. Accessed 05/07/2017.

Health Effects of Yellow 5 Food Coloring. http://www.livestrong.com/article/370945-health-effects-of-yellow-5-food-coloring/. Accessed 05/07/2017.

Peraturan Menteri Kesehatan RI No: 239/Men.Kes/Per/v/85 Tentang Zat Warna Tertentu yang Dinyatakan Sebagai Bahan Berbahaya

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Tanggal diperbarui 13/07/2017
x