Apa Peran Keseimbangan Mikrobiota Usus dalam Cegah Alergi Anak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Mikrobiota usus adalah kumpulan bakteri yang “tinggal” di dalam sistem pencernaan (gastrointestinal) tubuh manusia. Walaupun kehadiran bakteri membentuk kesan tidak baik pada tubuh, mikrobiota usus dan tubuh manusia justru bahu-membahu dalam menciptakan hubungan yang saling menguntungkan. Ini karena tidak semua bakteri merupakan hal yang jahat bagi tubuh. Yuk, simak tentang keseimbangan mikrobiota usus dalam kesehatan tubuh, seperti mencegah alergi anak.

Fungsi mikrobiota usus di tubuh manusia

Bakteri dalam mikrobiota usus merupakan dunia yang sangat luas. Harvard Health Publishing menyatakan, ada 100 triliun bakteri di sistem pencernaan manusia. Bakteri tersebut terdiri dari bakteri jahat dan baik. Mengingat rumitnya mikrobiota ini, para peneliti masih kesulitan menemukan bakteri tertentu yang paling berguna bagi tubuh. Akan tetapi, mikrobiota usus telah diakui bermanfaat bagi kesehatan.

Mikrobiota usus membantu dalam hal:

  • Pencegahan alergi
  • Memproses nutrisi dari makanan dan sejumlah obat-obatan
  • Melindungi saluran usus dari infeksi
  • Memproduksi vitamin K yang bermanfaat untuk protein pembekuan darah

Bakteri di dalam mikrobiota usus juga berfungsi untuk menghasilkan energi dari makanan, menjaga keseimbangan bakteri baik dan jahat di tubuh, dan terlibat dalam fungsi sistem kekebalan tubuh. Selain itu, keseimbangan mikrobiota usus juga berpengaruh dalam pencegahan alergi anak.

Peran keseimbangan mikrobiota usus dalam pencegahan alergi anak

perut kembung pada anak

Tak hanya manfaat mikrobiota usus di poin sebelumnya, keseimbangan mikrobiota usus juga membantu kesehatan anak. Kajian berjudul Nutrition, Gut Microbiota and Child Health Outcomes menjelaskan bahwa mikrobiota yang seimbang membantu anak terhindar dari alergi. Misalnya, jumlah bakteri Enterobacteriaceae atau Bacteroidetes yang tinggi membuat anak lebih rentan mengeluarkan reaksi berlebihan terhadap makanan tertentu.

Mikrobiota usus yang seimbang juga membantu respons sistem kekebalan tubuh, seperti sel-sel imun yang terdapat di dalam usus. Misalnya, interaksi bakteri baik B. breve (Bifidobacterium breve) dengan sistem imun efektif meredakan sensitivitas terhadap protein susu sapi. Studi di tahun 2018 juga menunjukkan jumlah B. breve yang sedikit berkaitan dengan kerentanan bayi terhadap alergi.

Dengan kata lain, B. breve membantu sistem imun anak melawan alergi sekaligus menjaga kesehatan perutnya.

Selanjutnya, jumlah bakteri Ruminococcaceae yang sedikit juga membuat anak-anak sensitif terhadap jenis-jenis makanan tertentu. Selain alergi makanan, para peneliti juga menemukan bahwa feses bayi yang terkena eksem (dermatitis atopik) cenderung mengandung jumlah bakteri Ruminococcaceae yang sedikit.

Apabila jumlah bakteri ini sedikit, peneliti juga menyimpulkan hal ini berkaitan dengan respons sistem imun yang berlebihan. Kekurangan bakteri-bakteri yang mengatur sistem imun juga meningkatkan risiko perkembangan alergi di dalam tubuh.

Masalah alergi pada anak memang cukup rumit. Selain keseimbangan mikrobiota usus berpengaruh dalam alergi anak, faktor genetik juga dapat menjadi pemicunya. Walaupun anak cenderung berisiko mengalami alergi karena keturunan, orangtua sebaiknya tidak berkecil hati. Penyakit akibat alergi umumnya timbul setelah terpapar pemicu alergi pada lingkungan dan makanan atau minuman.

Selain itu, faktor keturunan hanya membuat seseorang lebih rentan memiliki alergi. Alergi yang diturunkan juga cenderung tidak sama dan tidak berarti semua anak akan memiliki alergi jika orangtua memiliki masalah alergi.

Menjaga keseimbangan mikrobiota usus dalam cegah alergi anak 

kandungan susu soya

Menjaga keseimbangan mikrobiota usus, seperti banyaknya B. breve di tubuh merupakan salah satu cara dalam menjaga kesehatan dan mencegah alergi anak. Berikut adalah cara-cara yang dapat dicoba agar mikrobiota usus tetap seimbang:

  • Makan makanan hasil fermentasi: baik untuk bakteri yang hidup di usus
  • Hindari ketergantungan terhadap antibiotik: sering mengonsumsi antibiotik dapat menurunkan jumlah bakteri baik di dalam usus
  • Nutrisi yang mengandung sinbiotik, yaitu kombinasi prebiotik FOS:GOS dan prebiotik B.breve
  • Mengonsumsi makanan kaya prebiotik, zat yang membantu pertumbuhan probiotik

Selain itu, hal yang tak kalah penting adalah menjaga keseimbangan mikrobiota usus dengan sinbiotik. Apabila probiotik adalah bakteri baik, maka prebiotik merupakan makanan untuk menjaga keberlangsungan hidup bakteri baik di dalam perut. Kerja sama antara prebiotik dan probiotik akan menghasilkan efek sinbiotik bagi tubuh, yaitu keseimbangan mikrobiota usus yang baik.

Dengan kata lain, sinbiotik merupakan istilah dari sinergi antara manfaat campuran prebiotik dan probiotik. Kombinasi kedua hal ini dapat menguntungkan bagi kesehatan tubuh manusia.

Untuk memilih asupan sinbiotik untuk anak, pilih yang sudah terbukti, yakni kombinasi prebiotik FOS:GOS (fructo-oligosaccharide dan galacto-oligosaccharides) dengan probiotik B. breve (Bifidobacterium breve).

Mengapa harus memilih kombinasi sinbiotik tersebut? Studi terbaru yang dirilis di tahun 2020 menyimpulkan bahwa kombinasi tersebut mampu menjaga keseimbangan mikrobiota di saluran pencernaan. Selain itu, keseimbangan mikrobiota usus memiliki peran penting dalam melindungi anak dari konsekuensi gangguan kesehatan jangka panjang, yaitu perkembangan alergi.

Menjaga keseimbangan tersebut juga berperan penting pada kesehatan dan sistem kekebalan tubuh anak. Kombinasi prebiotik FOS:GOS dengan probiotik B. breve sendiri juga terdapat pada produk susu anak. Susu ini mampu membantu anak dengan risiko sensitivitas untuk terhindar dari alergi sekaligus menjadi asupan nutrisi untuk tumbuh kembangnya.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ingin Meningkatkan Daya Tahan Tubuh? Coba Konsumsi Makanan Probiotik

Probiotik dapat memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Tak hanya untuk pencernaan tapi juga daya tahan tubuh.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan, Informasi Kesehatan 23 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Demam Anak Tidak Sembuh-Sembuh Meski Sudah Minum Obat, Harus Bagaimana?

Demam anak umumnya mudah ditangani dengan obat penurun panas. Tapi jika demamnya tidak kunjung sembuh setelah minum obat, bahayakah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Gejala Umum pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Memahami Fungsi dan Anatomi Sistem Pencernaan Manusia

Anatomi sistem pencernaan manusia terdiri atas berbagai organ yang bekerja sama untuk mengubah makanan menjadi energi dan nutrisi.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Pencernaan 14 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit

Bolehkah Orang yang Punya Maag Makan Yogurt?

Ada beberapa jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari penderita maag. Lalu, bolehkah penderita maag makan yogurt?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Kesehatan Pencernaan, Gastritis dan Maag 5 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
manfaat sensory play

Mengenal Manfaat Smell Sensory Play untuk Kecerdasan Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Nadhila Erin
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
panduan memilih makanan untuk gastroparesis

7 Panduan Memilih Makanan untuk Penderita Gastroparesis

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Mata Kucing Pada Anak? Waspada Gejala Kanker Mata

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
gaya pengasuhan

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit