Cara Memperkenalkan Training Toilet atau Potty Training pada Anak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 31/01/2020 . 14 menit baca
Bagikan sekarang

Memperkenalkan training toilet atau potty training, umumnya dapat mulai dilakukan ketika anak sudah bisa mengendalikan hasrat buang air kecil dan besar. Untuk mulai menggunakan training toilet, si kecil juga perlu menguasai kemampuan pergi ke kamar mandi sendiri, membuka celana untuk buang air, duduk di training toilet atau potty training dan memakai kembali celananya.

Berikut penjelasan mengenai usia yang tepat dan cara memperkenalkan training toilet atau potty training yang tepat.

Usia yang tepat untuk memperkenalkan training toilet atau potty training

Menurut Mayo Clinic, tingkat keberhasilan memperkenalkan training toilet atau potty training tidak hanya dilihat dari usia, tapi tergantung pada perkembangan, perilaku, dan kebiasaan anak. Meski umumnya,  anak-anak sudah terlihat siap untuk potty training di usia 18-24 bulan, tapi rata-rata anak bisa menggunakan training toilet di usia balita 27 bulan atau 2 tahun 3 bulan.

Bila di usia balita 36 bulan atau 3 tahun anak belum terlihat tanda siap, tidak perlu terburu-buru. Mungkin anak Anda masih butuh waktu untuk mulai buang air di toilet secara langsung.

Tanda anak sudah siap menggunakan training toilet atau potty training 

Pernah mendapati popok si kecil dalam keadaan kering semalaman? Ini adalah salah satu tanda kalau anak Anda sudah bisa mengendalikan rasa buang air kecil dan siap untuk menggunakan training toilet atau potty training. Namun, setiap anak memiliki tanda berbeda, berikut beberapa tanda anak sudah siap potty training, dilansir dari What To Expect:

Popok anak kering selama 1-2 jam

Ini adalah tanda pertama anak Anda sudah siap buang air di toilet secara langsung. Di usia bayi 20 bulan, intensitas buang air kecil semakin jarang karena ia sedang belajar untuk mengontrol kandung kemih. Secara fisik, anak mulai siap untuk latihan buang air di toilet atau training toilet.

Anak berekspresi ketika ingin buang air

Mengingat di usia 20 bulan anak sudah mulai bisa mengendalikan kantung kemihnya, anak akan berekspresi ketika merasa ingin buang air. Biasanya anak anak meminta untuk ke toilet dan mengutarakan keinginannya untuk buang air besar atau kecil. Terkadang, suara anak cukup lantang ketika sedang kebelet dan terdengar buru-buru. Ini tanda anak sudah siap training toilet.

Anak tidak betah dengan popok kotor

Bila anak Anda terlihat risih dengan popoknya dan menyendiri saat sedang bermain dengan teman, ini salah satu tanda anak siap menggunakan training toilet atau potty training. Jangan tunggu lama, ini adalah kesempatan baik untuk melatih anak buang air di toilet secara langsung.

Waktu buang air lebih teratur

Bila diperhatikan, di usia bayi 18-24 bulan intensitas buang air si kecil lebih teratur dan terjadwal. Sebagai contoh, si kecil buang air besar setiap pagi setelah bangun tidur atau sore hari. Tandai waktu buang air anak apakah sudah pasti di jam tertentu. Bila iya, ini memudahkan Anda untuk meminta anak pergi ke toilet ketika waktunya sudah tiba. Ini salah satu tanda anak Anda siap training toilet.

Anak sudah bisa melepas celana sendiri

Untuk memulai penggunaan training toilet atau potty training, kemampuan dasar anak yang harus dimiliki yaitu melepas celana sendiri. Ini salah satu keterampilan yang cukup mudah dipelajari oleh anak. Untuk mempermudah anak melepas celana, hindari pemakaian bawahan yang menyulitkan anak membuka celana. Misalnya jenis celana overall, pemakaian sabuk, dan ritsleting. 

Anak menunjukkan kemandirian

Pernah mendengar anak mengatakan “aku bisa sendiri” ketika Anda membantunya? Ini salah satu tanda anak siap untuk potty training atau menggunakan training toilet. Secara perlahan Anda bisa mulai membiasakan anak untuk buang air langsung di toilet.

Meski demikian, ada beberapa kondisi yang membuat training toilet ditunda, misalnya anak terlihat stres atau tidak nyaman karena transisi pindah rumah atau memiliki adik baru. Biarkan anak beradaptasi sampai ia merasa aman dan nyaman dengan lingkungannya.

Bagaimana menggunakan training toilet atau potty training di luar rumah? 

Bila anak Anda dititipkan di tempat penitipan anak atau daycare, para ahli menyarankan untuk tidak buru-buru dalam memperkenalkan training toilet atau potty training apalagi memaksa. Menurut Healthline, melatih anak menggunakan training toilet sebelum anak siap bisa menyebabkan masalah pada kandung kemih, stres, dan kecemasan pada anak dan orang tua. 

Bicarakan dengan pihak penitipan anak tentang waktu dan program potty training  yang sedang Anda lakukan di rumah. Beritahu kapan biasanya anak Anda buang air kecil dan besar agar pengasuh di penitipan bisa mencocokkan dan mendampingi anak, sehingga anak tidak mengompol di luar kamar mandi.

Bagaimana menggunakan training toilet atau potty training di malam hari?

toilet training

Menggunakan training toilet di malam dan siang hari merupakan dua kemampuan berbeda. Ketika anak Anda sudah bisa buang air sendiri di toilet ketika siang hari, mungkin berbeda dengan malam hari. Terkadang anak butuh berbulan-bulan kadang tahunan untuk tidak mengompol ketika malam hari. 

Menurut Healthline, rata-rata anak berhasil potty training atau menggunakan training toilet di malam hari ketika usia 4-5 tahun. Namun, biasanya berhasil melatih anak untuk buang air sendiri ketika anak usia 6 tahun. Semua butuh waktu, sehingga sangat penting kesabaran dalam melatih anak ketika menggunakan training toilet atau potty training.

Persiapan yang perlu dilakukan untuk menggunakan training toilet atau potty training

Masa transisi yang baik sangat penting dalam proses pengubahan kebiasaan anak, agar ia tidak terjadi trauma pada anak. Ketika Anda sudah melihat tanda-tanda si kecil bisa mengendalikan kandung kemih dan perutnya, ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan agar anak tidak kaget saat training toilet. Beberapa di antaranya:

Penjelasan ringan ketika sedang mandi

Melansir dari What To Expect, para ahli merekomendasikan untuk memberi penjelasan ringan seputar training toilet ketika sedang mandi. Saat menjelaskan tentang buang air besar dan kecil, disarankan untuk menggunakan kata-kata formal seperti buang air besar (BAB) dan buang air atau pipis. Alasannya, agar anak tidak malu dengan istilah-istilah yang seharusnya sudah ia ketahui.

Beri pemahaman manfaat toilet

Tidak sedikit anak yang lari-lari ketika akan dipakaikan celana atau saat diminta untuk dibersihkan popoknya. Beri pemahaman kalau toilet adalah tempat yang menyenangkan dan tempat buang air yang tidak menakutkan. 

Anda bisa mengatakan, “kamu bisa buang air sendiri di toilet dan menyiramnya dengan air. Seru!” beritahu juga manfaat toilet sebagai tempat untuk menyimpan kotoran agar tidak menumpuk di dalam popok yang membuatnya tidak nyaman. Secara perlahan, ia akan mengerti walau butuh waktu dan si kecil bisa mulai training toilet.

Memilih dudukan toilet yang tepat

Agar anak Anda bersemangat untuk masuk ke fase baru, yaitu buang air di toilet dewasa, Anda bisa memberi dudukan toilet sebagai “hadiah”. Beberapa anak lebih menyukai menggunakan toilet dewasa sambil memakai dudukan toilet dengan model lucu sesuai kesukaan anak. 

Ajak anak Anda untuk memilih dudukan toilet yang sesuai dengan keinginan dan kualitas baik, seperti stabil ketika ditempel di kloset. Beri pilihan dengan menawarkan dudukan kloset yang memiliki injakan kaki atau sandaran punggung. Ini membuat anak lebih nyaman saat training toilet.

Kenalkan cara memakai toilet atau pispot

Anak adalah peniru ulung. Sebelum melatih anak untuk menggunakan toilet sendiri atau training toilet, tunjukkan pada anak cara menggunakan toilet. Anda bisa menjelaskan padanya cara jongkok, membersihkan bokong (cebok), dan menyiramnya. 

Bila anak kesulitan saat mulai buang air di toilet jongkok, Anda bisa memakai pispot sebagai tempat training toilet. Beri pemahaman pada anak bahwa pispot adalah tempat pengganti sementara untuk buang air. Jadi ketika dia merasa ingin buang air besar atau kecil, bisa memakai tempat itu.

Ganti popok di kamar mandi

Di masa transisi, untuk mengenalkan anak dengan kamar mandi, Anda bisa mengganti popok anak di kamar mandi. Ini sebagai cara untuk “pendekatan” antara anak dan toilet sehingga ia bisa lebih mengetahui tentang tempatnya buang air. Sambil mengganti popok, ceritakan bahwa nanti dia akan buang air di toilet dan apa saja yang harus ia lakukan di sana. Ini bisa membuat anak lebih berani saat mulai training toilet.

Cara memperkenalkan penggunaan training toilet atau potty training di rumah

toilet training anak perempuan

Bila melihat si kecil sudah waktunya menggunakan training toilet tapi dia masih ogah-ogahan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu:

Melepas celana anak

Di usia 20 bulan ke atas, anak mulai mengerti rasa malu. Membiarkan anak untuk bermain tanpa celana ketika di rumah bisa meningkatkan kesadaran anak tentang sinyal pada tubuhnya. Beri pemahaman pada anak “kamu sedang tidak memakai popok, jadi kalau mau buang air langsung ke toilet ya.” ketika anak sudah mengerti, ia bisa mulai training toilet.

Sangat sulit untuk menahan kondisi anak agar tidak mengompol dan urinenya berceceran ketika ia berusaha menuju toilet. Akan lebih baik bila aktivitas yang dilakukan tidak jauh dari toilet agar bisa bergerak cepat ketika anak merasa kebelet. Masa perkenalan training toilet memang cukup menantang untuk orang tua, Anda perlu peka saat anak mulai merasa ingin buang air. 

Latihan duduk di atas training toilet

Agar anak terbiasa duduk di atas training toilet, Anda bisa meminta anak untuk duduk di atas toilet selama 5 atau 10 menit. Kebiasaan ini membuat anak menemukan posisi anak yang nyaman di atas toilet.

Pura-pura bermain

Anda bisa mendorong anak untuk menggunakan toilet dengan permainan. Setiap anak menggunakan toilet, Anda berikan poin, misalnya berupa bintang. Semakin banyak bintang, semakian besar kesempatan anak memperoleh hadiah. Dengan demikian anak akan terdorong untuk menggunakan toilet lebih sering.

Namun, Anda tetap harus mengawasi anak ketika menggunakan toilet dan setiap kali anak berhasil, berikan pujian sebagai apresiasi. Ini akan membuat anak semangat untuk training toilet.

Ajari anak bertanggung jawab

Mungkin suatu saat, anak Anda melakukan kesalahan seperti mengompol atau buang air besar di celana. Berikan tanggung jawab pada anak untuk membersihkan dirinya dan menggunakan celana atau popok baru secara mandiri sehingga anak lebih memilih untuk pergi ke toilet daripada nanti harus repot membersihkan diri.

Lebih sering pergi ke toilet

Agar anak terbiasa, cobalah untuk menerapkan anak untuk ke toilet setiap bangun tidur, setelah makan, sebelum mandi, dan ketika akan tidur. Memperbanyak waktu untuk menggunakan toilet mempercepat anak untuk terbiasa dengan hal tersebut. Rutin menggunakan toilet juga menghindari anak terkena sembelit dan anak siap training toilet.

Lepaskan popok

Pada beberapa anak usia 4 tahun masih ada yang menggunakan popok. Seiring berjalannya waktu Anda boleh melepaskan popok yang selalu digunakan oleh anak. Kemudian, beri penekanan bahwa anak tidak boleh pipis atau buang air kecil lagi di celana karena sudah tidak memakai popok. Ini salah satu cara untuk training toilet.

Gunakan toilet dewasa

Pada usia 4 tahun, anak sudah bisa menggunakan toilet orang dewasa. Agar lebih nyaman, Anak bisa menyesuaikan dudukan toilet yang bisa dilepas tersebut. Untuk pertama kalinya, Anda harus mengajari anak dengan mempraktekkan bagaimana menggunakan toilet, baik dengan lisan juga dengan gerakan.

Perhatikan apa yang anak lakukan

Anda perlu memperhatikan yang dilakukan oleh anak ketika menggunakan toilet. Bila sudah terlihat mandiri, Anda bisa menyuruhnya untuk menggunakan toilet sendiri. Kemudian, Anda memperhatikan lebih jauh dan terus mengawasinya. Akan lebih baik bila anak mengungkapkan keinginannya buang air kecil atau buang air besar sendiri. Ini merupakan kemantapan anak bahwa ia ingin mandiri dan siap training toilet.

Bila anak Anda sudah memasuki taman kanan-kanak, ajari mereka untuk berbicara kepada guru bila ia ingin buang air kecil atau buang air besar. Dengan demikian, anak tidak lagi takut atau bingung bagaimana menyampaikan keinginannya untuk ke toilet kepada guru dan siap training toilet.

Hal yang perlu diperhatikan saat memperkenalkan training toilet atau potty training

mengatasi sembelit anak

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh orangtua saat mulai memperkenalkan training toilet atau potty training pada anak:

Lihat kesiapan anak untuk training toilet

Kesiapan potty training (training toilet) tidak hanya berlaku untuk anak, tapi juga orang tua. Biarkan anak Anda yang mengendalikan dan memimpin keinginan dalam latihan buang air di toilet. Coba untuk tidak menyamakan keberhasilan dan kesulitan anak lain ketika sedang training toilet (potty training). 

Mayo Clinic menjelaskan bahwa memaksa anak untuk latihan buang air di toilet bisa menyebabkan kecelakaan. Bila Anda memakai pengasuh, kerjasama dengannya agar proses potty training (training toilet) lebih fokus dan konsisten selama beberapa bulan. Lihat juga kondisi anak dan pastikan anak tidak merasa terpaksa.

Hindari membatasi anak minum

Semakin anak banyak minum, kemungkinannya untuk buang air kecil juga besar. Mungkin beberapa orang tua justru akan membatasi anak untuk minum agar dapat mengurangi intensitas anak buang air. Hal ini adalah pemikiran yang keliru dan dapat merugikan kesehatan anak. Justru kebalikannya, biarkan anak untuk banyak minum agar ia bisa training toilet atau berlatih untuk buang air kecil di toilet secara langsung.

Waspadai sembelit

Sembelit bisa saja terjadi pada anak ketika sedang mulai menggunakan training toilet atau potty training. Biasanya terjadi ketika anak tidak mau menggunakan toilet di tempat tertentu, contohnya toilet sekolah atau  tertekan karena mengikuti latihan menggunakan toilet.

Bila anak mengalami sembelit saat training toilet, Anda perlu coba mengevaluasi kembali apa penyebab anak sembelit. Jika karena penyesuaian diri dengan lingkungan toilet, sebaiknya langkah awal adalah memberikan pengertian bahwa memang toilet tidak selalu sama dengan toilet yang di rumah, tapi fungsinya masih sama yaitu untuk buang air besar atau buang air kecil.

Selain itu, evaluasi kembali makanan yang dimakan oleh anak. Apakah mungkin anak memakan makanan yang kurang berserat. Anda perlu menambahkan makanan berserat dan cairan dalam menu makanannya. Hal ini memudahkan anak untuk buang air besar.

Memperkenalkan anak training toilet atau potty training, mungkin tidak akan selalu berjalan lancar. Kemungkinan Anda akan menemukan hambatan. Anda harus bersabar selama proses tersebut, sehingga akhirnya si kecil mampu menggunakan training toilet secara mandiri.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bayi 6 Bulan Ternyata Suka Saat Gerak-geriknya Ditiru Orang Dewasa

Sebuah penelitian menemukan bahwa bayi ternyata mengerti dan suka bila gerakannya ditiru. Mengapa begitu dan adakah pengaruhnya dalam perkembangan sosial?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 10/06/2020 . 4 menit baca

3 Aktivitas Seru dan Menyenangkan untuk Si Kecil yang Gagap

Orangtua bisa mendorong kemampuan berbicara anak yang gagap lewat aktivitas menyenangkan. Apa saja aktivitas yang cocok untuk anak gagap? Lihat di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Parenting, Tips Parenting 07/06/2020 . 4 menit baca

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Supaya anak mau mendengarkan kata-kata orangtua, Anda perlu siasat khusus. Jangan malah dimarahi atau dibentak. Yuk, simak tips-tipsnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Tips Parenting 30/05/2020 . 4 menit baca

6 Tips Agar BAB Anak Lancar dan Tidak Keras

Ibu perlu menerapkan pola hidup sehat kepada anak, agar BAB si kecil lancar dan tidak keras. Ikuti tips ini untuk membantu melancarkan pencernaan anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 14/05/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

ruam susu bayi

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 menit baca
pelukan bayi perkembangan bayi 14 minggu perkembangan bayi 3 bulan 2 minggu

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 menit baca
akibat anak terlalu sering dibentak

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 8 menit baca
mata plus pada anak

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 5 menit baca