backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

8 Cara Mengasuh Balita Saat Anda Punya Bayi Baru

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 29/02/2024

8 Cara Mengasuh Balita Saat Anda Punya Bayi Baru

Memiliki anak balita tentu punya tantangan tersendiri. Meski baru berusia 2 atau 3 tahun, tingkah lakunya yang aktif ke sana kemari bisa membuat Anda kelelahan menghadapinya. Terlebih jika Anda juga baru saja melahirkan anak kedua. Sudah terbayang kan repotnya seperti apa? Lantas, bagaimana cara mengasuh balita saat punya bayi? Simak tipsnya di sini.

Cara mengasuh balita saat Anda baru punya bayi lagi

kakak cemburu pada adik

Merawat dua anak kecil di rumah tentunya akan melelahkan, terutama bagi ibu.

Namun tenang, berikut ini beberapa tips membagi waktu untuk mengurus balita saat Anda baru punya bayi lagi.

1. Daftarkan anak ke playgroup atau PAUD

Tips pertama untuk mengasuh balita saat Anda juga punya bayi adalah masukkan si kakak ke playgroup atau pendidikan anak usia dini (PAUD) selama tiga hari seminggu dalam beberapa jam.

Cara ini dapat memberikan kesempatan kepada anak balita Anda untuk berinteraksi sambil belajar dengan teman-temannya.

Anda pun jadi punya waktu dan kesempatan untuk tidur ataupun bersantai sebentar bersama bayi Anda.

2. Siapkan area khusus bermain di rumah

Jika Anda mengasuh balita dan bayi, menyiapkan area untuk anak-anak bermain sendiri sangatlah penting.

Buatlah area bermain khusus di rumah dengan beragam pilihan mainan anak yang kreatif dan mengedukasi, seperti puzzle, flash card, balok susun, dan perlengkapan mewarnai yang umumnya disukai oleh anak.

Tempat ini akan jadi tempat favorit si Kecil untuk menghabiskan waktu bermain di rumah. Ketika si kecil sedang bermain, Anda bisa melakukan aktivitas lain, mulai dari menyusui atau bahkan membersihkan rumah.

3. Atur jam tidur siang kedua anak supaya sama

Tampaknya cara ini akan lebih mudah diucapkan dibandingkan untuk dilakukan jika Anda mengurus balita saat punya bayi.

Memang akan membutuhkan waktu dan usaha yang lumayan keras agar bisa membiasakan si Kecil tidur siang.

Namun, nyatanya dengan mengatur jam tidur siang si Kecil dan bayi secara bersamaan akan sedikit membantu ibu untuk bisa sekadar beristirahat melakukan kegiatan lain di rumah.

Lagi pula, selain memberikan waktu beristirahat bagi si Kecil, tidur siang juga bermanfaat untuk perkembangan anak Anda. Cara ini dapat membantu mengajarkan anak untuk disiplin waktu.

4. Bercerita bersama

Untuk membujuk balita agar mau tidur, Anda bisa mengajaknya bercerita. Entah itu cerita suatu dongeng ataupun tentang masa kecilnya.

Anda juga bisa menceritakan bagaimana dulu ketika merawat si kakak sewaktu bayi dan kemudian membandingkannya dengan bagaimana Anda merawat ia saat ini.

Buatlah cerita yang menarik agar si Kecil mau mendengarkan cerita Anda.

5. Libatkan balita dalam merawat adiknya

Melibatkan anak balita Anda dalam mengasuh saat ia baru punya adik bayi bisa membantu mereka merasa lebih dekat dan saling menyayangi.

Anda bisa ajak si kakak untuk membantu Anda mengganti popok, memberi makan, atau menghibur bayi Anda yang baru.

Namun, tentu saja Anda harus tetap mendampingi anak balita Anda dalam melakukan kegiatan tersebut dan memastikan bahwa ia tidak merasa kesulitan.

Sebaiknya, jangan pula memaksa si kakak melakukan kegiatan bersama jika ia sedang tidak mau.

6. Buat momen-momen khusus

Saat fokus Anda tertuju pada bayi baru, penting untuk memastikan bahwa anak balita Anda merasa tetap diperhatikan.

Melansir dari Raising Children, Anda bisa berikan perhatian ekstra, pujian, dan waktu khusus untuk si kakak.

Carilah waktu khusus untuk menghabiskan waktu bersama balita Anda tanpa gangguan dari bayi baru.

Ini bisa menjadi waktu Anda dan balita untuk berbicara, bermain, atau melakukan aktivitas yang mereka sukai.

7. Beri pengertian pada balita

Jika anak balita Anda sedang rewel dan manja untuk mencari perhatian, tetapi Anda sedang menyusui bayi, coba berikan pengertian kepadanya.

Namun, pastikan Anda mengatakannya secara halus. Misalnya, “Sebentar ya sayang…” atau “Satu menit saja sayang, Ibu mau menyusui adek dulu…”

Dengan begitu, si kakak akan mengerti dan memahami kondisi Anda.

8. Minta bantuan pada orang lain

Ingatlah bahwa mengasuh balita saat punya bayi baru adalah tugas yang menantang. Oleh karena itu, tidak ada salahnya meminta bantuan kepada orang lain.

Mintalah bantuan kepada pasangan Anda, anggota keluarga, atau kerabat terdekat.

Mereka bisa membantu dengan mengasuh balita atau menyelesaikan tugas rumah tangga lainnya, sehingga Anda bisa fokus pada bayi baru Anda.

Apakah hal yang buruk memiliki bayi dan balita sekaligus?

Tidak bisa dikatakan bahwa memiliki bayi dan balita sekaligus adalah hal yang buruk secara mutlak, tetapi tentu saja itu bisa menjadi tantangan yang besar bagi orangtua. Namun demikian, banyak keluarga yang berhasil menghadapi tantangan ini dengan cara yang positif. Dengan dukungan yang tepat, perencanaan yang baik, dan fleksibilitas, orangtua dapat menemukan keseimbangan antara merawat bayi dan balita.

Yang harus diperhatikan ketika mengasuh balita jika Anda punya bayi

perkembangan balita

Jika Anda mengurus balita saat punya bayi lagi, manfaatkanlah pengalaman Anda dalam mengurus anak pertama.

Walaupun anak pertama berbeda dengan anak kedua, paling tidak pengalaman saat mengurus anak pertama akan berguna. 

Jika usia anak Anda terpaut dua tahun atau kurang, hadapi kenyataan bahwa dalam waktu beberapa bulan ke depan Anda akan menghadapi hari-hari yang berat, baik secara logistik, sosial, maupun waktu tidur. 

Hal ini akan terus berlangsung hingga anak-anak Anda sudah bisa ke toilet sendiri dan sudah bisa melakukan hal-hal kecil sendiri.

Lambat laun, Anda pasti akan terbiasa dengan kesibukan mengurus dua anak.

Meskipun melelahkan, percayalah hari-hari Anda juga penuh dengan kelucuan, canda, dan tawa.

Hal yang terpenting, jangan lupa istirahat selagi bisa dan jaga kondisi kesehatan Anda agar tetap prima untuk mengurusi si buah hati dan keluarga.

Selain itu, limpahkan juga kasih sayang yang sama dengan keduanya. Jangan pernah berat sebelah dengan lebih mencintai salah satu di antara mereka.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 29/02/2024

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan