Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Haruskah Balita Mengonsumsi Vitamin Penambah Nafsu Makan?

Haruskah Balita Mengonsumsi Vitamin Penambah Nafsu Makan?

Memiliki balita yang lahap makan menjadi idaman orangtua. Namun harus dipahami bahwa nafsu makan si kecil memang tidak bisa ditebak. Terkadang sangat lahap saat menyantap makanan yang disajikan, tapi di waktu lain bisa menggeleng dan tidak selera makan. Tentu hal ini membuat orangtua cemas karena asupan nutrisi dan gizi anak terganggu. Lalu, perlukah pemberian vitamin penambah nafsu makan pada balita untuk menambah berat badan si kecil? Berikut penjelasannya.

Apa yang membuat anak balita kehilangan nafsu makan?

Mengutip dari About Kids Health, beberapa masalah kesehatan terkadang menyebabkan hilangnya nafsu makan balita. Bila si kecil mengalami sakit tenggorokan, ruam, demam, batuk, dan pilek, hal itu bisa menurunkan nafsu makan anak balita.

Kalau berlangsung lebih dari satu minggu, segera kosultasikan ke dokter anak agar kondisi membaik. Kemungkinan dokter akan memberikan vitamin penambah nafsu makan bila kondisi balita terlihat memburuk.

Namun selain penyakit, ada beberapa hal yang menyebabkan anak kehilangan nafsu makan, yaitu:

  • Si kecil makan di jeda waktu istirahat makan sehingga sudah kenyang di waktu makan.
  • Anak balita terlalu banyak mengonsumsi air (misalnya minum jus) di jeda waktu makan.
  • Balita usia 2-5 tahun sedang mengalami periode pertumbuhan.
  • Aktivitas yang dilakukan tidak terlalu banyak sehingga energi tidak terbakar.

Kalau tidak mengalami hal di atas tapi anak tetap aktif, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dalam penurunan nafsu makan yang bisa berlangsung sementara.

Tetap pantau kesehatan si kecil dan melihat perkembangan balita, apakah semakin maju atau mengalami kemunduran. Bila mengalami kemunduran, segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Perlukah balita diberi vitamin penambah nafsu makan?

nafsu makan balita

Mayo Clinic menjelaskan bahwa vitamin penambah nafsu makan tidak diperlukan untuk sebagian besar anak yang sehat dan tumbuh normal.

Sebaiknya sebelum memberikan vitamin pada si kecil, penuhi nutrisi dan jaga berat badan balita dari makanan yang menjadi sumber gizi terbaik.

Anda bisa mencoba untuk meningkatkan kualitas camilan yang tinggi lemak dan protein untuk menambah berat badan si kecil.

Bagaimana bila balita Anda seorang picky eater? Asupan nutrisi balita bisa dijaga dengan memberikan banyak minum agar tidak dehidrasi dan memberikan makanan kaya vitamin B, vitamin D, kalsium, dan zat besi. Beberapa jenis makanan tersebut misalnya susu UHT, buah alpukat dan pisang, atau sarapan sereal.

Berikut makanan yang mengandung berbagai jenis vitamin, yaitu:

Susu dan produk olahannya

Susu dan produk olahannya mengandung kalsium, fosfor, vitamin D, dan kalsium. Ini bisa ditemukan di dalam produk olahan susu misalnya keju, yogurt, margarin, dan mentega.

Sayur dan buah

Kedua makanan ini menjadi sumber terbaik untuk vitamin, mineral, dan serat untuk si kecil. Bila anak susah makan, berilah buah yang kaya lemak tak jenuh, seperti alpukat.

Sebelum memberi vitamin penambah nafsu makan pada balita, Anda bisa mencoba hal ini sebagai upaya memberikan nutrisi terbaik pada si kecil.

Protein hewani

Berbagai produk protein hewani yang tinggi zat besi dan zinc bisa berperan sebagai penambah nafsu makan balita sebelum memberikannya vitamin. Ini bisa didapatkan lewat beberapa jenis makanan seperti ikan, daging sapi, daging ayam, hati ayam, hati sapi dan telur.

Memberikan vitamin penambah nafsu makan pada balita secara sembarangan bisa menimbulkan risiko kesehatan. Alih-alih membuat anak menjadi sehat, vitamin bisa berubah menjadi racun. Sangat disarankan untuk memberikan suplemen dalam pengawasan dokter.

Kondisi yang membuat balita perlu diberi vitamin penambah nafsu makan

Suplemen vitamin penambah nafsu makan tidak bisa diberikan sembarangan, apalagi pada balita. Bila diberikan tanpa resep atau konsultasi dari dokter, anak balita Anda bisa mengalami beberapa risiko kesehatan, seperti obesitas.

Berikut kondisi yang membuat balita perlu diberikan vitamin penambah nafsu makan dan berat badan, mengutip dari Mayo Clinic:

  • Balita Anda mengalami penyakit asma, diare, dan kondisi kekurangan gizi lainnya
  • Anak sangat susah makan dan asupan gizi dalam makanannya rendah
  • Anak sedang menjalani pola makan tertentu misalnya vegetarian
  • Anak picky eater
  • Anak yang terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji dan olahan
  • Anak yang terlalu banyak minum soda

Bila dokter menyarankan untuk memberi suplemen vitamin, pilih yang dirancang sesuai usia si kecil. Selain itu, pastikan kandungan vitamin dan mineralnya tidak melebihi takaran saji per hari. Beirkan pemahaman pada anak bahwa vitamin penambah nafsu makan bukan permen yang bisa dimakan kapan saja.

Kandungan vitamin yang berperan sebagai penambah nafsu makan balita

Pemberian suplemen vitamin penambah nafsu makan anak harus dengan resep dokter. Ada beberapa kandungan di dalam suplemen vitamin yang berperan sebagai penambah nafsu makan sehingga berat badan balita bisa bertambah. Berikut daftarnya:

Zinc

Kondisi anak balita yang kekurangan zinc bisa menyebabkan penurunan nafsu makan. Vitamin penambah nafsu makan pada si kecil biasanya sudah mengandung zinc yang bisa meningkatkan nafsu makan dan kandungan seng dalam darah.

Namun pemberian vitamin tetap harus dalam pengawasan dokter agar takaran yang diberikan pada si kecil sesuai dengan usianya.

Zat besi

Tubuh manusia membutuhkan zat besi untuk membantu pertumbuhan, perkembangan, dan metabolisme agar lebih sehat.

Zat besi juga penting untuk membuat sel berfungsi dengan benar dan menciptakan beberapa hormon. Tidak heran bila ini terkandung di dalam vitamin penambah nafsu makan balita.

Zat besi berperan dalam membawa oksigen ke dalam sel darah merah. Kemudian, sel darah merah membawa oksigen menuju dan dari otot jaringan di dalam tubuh.

Bila balita memiliki kadar zat besi rendah, sel darah merah tidak membawa oksigen yang cukup ke otot tubuh. Otot yang rendah oksigen tidak bisa membakar lemak sebagai bahan bakar sehingga bisa mengganggu metabolisme di dalam tubuh.

Minyak ikan

Minyak ikan dikenal sebagai salah satu kandungan yang efektif dalam merangsang nafsu makan anak. Selain itu, minyak ikan juga bisa meningkatkan kinerja sistem pencernaan dan mengurangi risiko perut kembung pada si kecil. Minyak ikan biasanya diambil dari ekstrak lemak ikan, seperti ikan salmon, tuna, dan makarel atau sarden.

Vitamin penambah nafsu makan si kecil yang mengandung minyak ikan biasanya berbentuk kapsul. Pastikan melihat takaran sajian di dalam kemasan untuk menghindari kondisi kelebihan minyak ikan.

Vitamin D

Vitamin yang satu ini berperan dalam penyerapan kalsium di dalam tubuh sehingga menjaga kadarnya tetap normal. Inilah yang membuat vitamin D sangat penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi si kecil.

Vitamin penambah nafsu makan untuk si kecil yang mengandung vitamin D berperan sebagai penguat tulang dan gigi . Suplemen ini biasanya dianjurkan untuk 2-5 tahun dengan dosis sekitar 15 mcg per hari.

Kalsium

Berat badan balita juga berhubungan dengan kepadatan tulang balita yang masih dalam masa pertumbuhan. Untuk menambah kepadatan tulang, balita dianjurkan mengonsumsi cukup kalsium. Sumber kalsium yang baik adalah susu, yogurt, keju, dan berbagai makanan yang difortifikasi kalsium.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

AboutKidsHealth. (2020). Retrieved 3 March 2020, from https://www.aboutkidshealth.ca/Article?contentid=637&language=English

Appetite Stimulant: Types, Methods, in Adults, in Toddlers, and More. (2020). Retrieved 3 March 2020, from https://www.healthline.com/health/appetite-stimulant#supplements

The 5 best vitamins to boost metabolism. (2020). Retrieved 3 March 2020, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/322644#iron

Cod Liver Oil vs. Fish Oil: Differences, Benefits, Risks, and Dosage. (2020). Retrieved 3 March 2020, from https://www.healthline.com/health/cod-liver-oil-vs-fish-oil#buying-supplements

Do young kids need a daily vitamin?. (2020). Retrieved 3 March 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/expert-answers/multivitamins/faq-20058310

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui 31/05/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x