backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

5

Tanya Dokter
Simpan

Tips Memilih Vitamin Penambah Nafsu Makan yang Aman untuk Anak

Ditinjau oleh dr. Rose Kusuma, Sp.A · Kesehatan anak · KMNC Haji Nawi


Ditulis oleh Riska Herliafifah · Tanggal diperbarui 09/08/2023

Tips Memilih Vitamin Penambah Nafsu Makan yang Aman untuk Anak

Nafsu makan anak sulit untuk ditebak. Satu waktu dia bisa sangat lahap, tapi hari berikutnya berubah drastis, menolak semua makanan yang ditawarkan. Meski sering bikin pusing orangtua, kondisi tersebut wajar terjadi. Pemberian vitamin untuk anak susah makan menjadi pilihan. Namun, bolehkah anak balita diberi vitamin penambah nafsu makan? Berikut penjelasannya.

Cara memilih vitamin penambah nafsu makan anak balita

vitamin untuk anak balita

Sebelum memilih vitamin penambah nafsu makan untuk anak balita, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

Tanyakan apakah anak Anda boleh diberikan suplemen vitamin, terutama jika ia sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Namun sebaiknya tunggu sampai anak berusia 4 tahun jika ingin memberikan suplemen vitamin untuk anak, kecuali jika dokter menyarankan hal lain.

Beberapa hal yang mungkin perlu dipertimbangkan saat memilih vitamin untuk anak susah makan adalah sebagai berikut.

1. Perhatikan kandungan di dalam suplemen

Dalam memilih vitamin untuk anak susah makan, penting mengetahui kandungan di dalam suplemen tersebut.

Ada beberapa kandungan di dalam suplemen vitamin yang berperan sebagai penambah nafsu makan sehingga berat badan balita bisa bertambah. Berikut daftarnya. 

  • Zinc. Kondisi anak balita yang kekurangan zinc bisa menyebabkan penurunan nafsu makan. Zinc bisa meningkatkan nafsu makan dan kandungan seng dalam darah.
  • Zat besi. Nafsu makan anak yang menurun bisa menyebabkan kekurangan zat besi. Pemberian vitamin ini bisa menjadi penambah nafsu makan balita, sehingga dapat membantu menaikkan berat badan anak. Anak usia 1—5 tahun membutuhkan zat besi sekitar 7—10 mg dalam sehari.
  • Minyak ikan. Minyak ikan dikenal sebagai salah satu kandungan yang efektif dalam merangsang nafsu makan anak. Selain itu, minyak ikan bisa meningkatkan kinerja sistem pencernaan dan mengurangi risiko perut kembung pada si kecil.
  • Kalsium. Berat badan balita juga berhubungan dengan kepadatan tulang balita yang masih dalam masa pertumbuhan. Untuk menambah kepadatan tulang, balita dianjurkan mengonsumsi cukup kalsium.
  • Vitamin D. Vitamin penambah nafsu makan ini berperan dalam penyerapan kalsium di dalam tubuh, sehingga juga sangat penting sebagai penguat tulang dan gigi. Suplemen vitamin D biasanya dianjurkan untuk usia 2—5 tahun dengan dosis sekitar 15 mcg per hari.

Perlu diingat, walaupun anak sudah diberikan suplemen vitamin, sebaiknya tetap dorong ia untuk mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang.

Bagaimanapun, kebaikan vitamin dan mineral alami yang terdapat dalam makanan seperti sayur dan buah tidak dapat tergantikan.

Vitamin penambah nafsu makan untuk anak alergi

Penelitian dalam jurnal Clinical and Translational Allergy menemukan bahwa 60% anak yang berusia 4 minggu sampai 16 tahun dan memiliki alergi mengalami kekurangan vitamin D. Anak yang memiliki alergi juga cenderung kekurangan zat gizi berikut:
  • kekurangan zinc,
  • zat besi,
  • kalsium,
  • seng,
  • magnesium, dan
  • asam lemak omega 3.
Maka, penting untuk orangtua mengenali alergi makanan pada anak agar bisa memberikan vitamin untuk anak susah makan yang tepat. Kebutuhan nutrisi yang tidak dipenuhi saat anak masih kecil akan berpengaruh ketika ia dewasa nanti.

2. Pilih vitamin yang bentuknya tidak seperti permen

Bagaimana cara memilih suplemen vitamin penambah nafsu makan untuk anak balita? Poin pertama adalah pilih yang bukan dalam bentuk seperti permen dan tidak mengandung gula tinggi. 

Dikhawatirkan, anak menganggap suplemen tersebut sebagai permen, sehingga ia ingin mengonsumsinya lagi dan lagi. Hal ini akan membuat asupan vitamin dan mineral anak menjadi berlebih.

Hal ini tentu tidak baik. Jika Anda memilih suplemen dalam bentuk seperti permen, sebaiknya jauhkan dari jangkauan anak-anak dan jelaskan ke anak bahwa itu bukan permen.

Anda bisa mengakalinya dengan memberikan vitamin dalam bentuk sirup dengan rasa yang tidak membuat anak trauma ketika mengonsumsinya.

3. Pilih vitamin yang lulus BPOM

Ada banyak suplemen vitamin yang mengklaim sebagai penambah nafsu makan balita dengan harga murah.

Meski begitu, Anda perlu perhatikan apakah produk tersebut sudah lulus sertifikasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) atau belum. 

Pasalnya, vitamin yang tidak atau belum lulus sertifikasi BPOM tidak teruji keamanannya. Hal ini bisa mengancam kesehatan si Kecil.

4. Sesuaikan dengan usia anak

Penting untuk orangtua memilih vitamin penambah nafsu makan yang sesuai dengan usia balita. Waktu paling tepat untuk memberikan vitamin adalah ketika anak berumur 4 tahun.

Namun, akan berbeda bila pemeriksaan dokter menunjukan bahwa si Kecil membutuhkan suplemen tambahan, meski ia belum berusia 4 tahun.

5. Ikuti petunjuk dosis pemakaian

Ketika si Kecil susah makan dan Anda ingin memberi dosis lebih dari yang disarankan, itu bukan langkah yang tepat. Kelebihan dosis vitamin bisa mengganggu penyerapan nutrisi lain yang kurang.

Jika Anda ragu dengan vitamin yang cocok untuk kondisi anak Anda, sebaiknya konsultasikan ke dokter. 

Perlu diingat juga bahwa pada dasarnya vitamin penambah nafsu makan diberikan sesuai dengan kondisi tubuh si Kecil.

Artinya, bukan berarti vitamin tersebut benar-benar murni merangsang nafsu makan, tetapi hanya mencukupi zat gizi yang kurang karena ia tidak mau makan.

Oleh karena itu, rekomendasi dokter akan vitamin apa yang dibutuhkan sangatlah penting.

Kondisi yang membuat balita membutuhkan vitamin penambah nafsu makan

anak kekurangan vitamin

Mengutip dari Mayo Clinic, sebenarnya vitamin penambah nafsu makan tidak diperlukan untuk anak balita yang pertumbuhannya baik dan sehat. 

Anak dengan nafsu makan yang baik tidak membutuhkan suplemen vitamin tersebut. Ini karena semua kebutuhan nutrisinya bisa ia dapatkan dari konsumsi makanan yang beragam setiap hari.

Namun, ada beberapa kondisi yang membuat anak balita dianjurkan untuk diberikan vitamin penambah nafsu makan, seperti berikut ini.

1. Tidak mendapat gizi seimbang

Anak yang tidak makan teratur dan tidak mendapatkan makanan balita dengan gizi seimbang membutuhkan vitamin penambah nafsu makan.

Bila kondisi ini sudah berlangsung cukup lama, pemberian suplemen tambahan penting agar gizi anak tetap tercukupi.

Namun sebelum memberikan suplemen, konsultasikan terlebih dahulu ke dokter anak agar mendapatkan takaran dan resep vitamin yang sesuai dengan kondisi si Kecil.

2. Intoleransi makanan

Apa itu intoleransi makanan? Ini adalah kondisi ketika tubuh tidak bisa mencerna zat tertentu yang terkandung di dalam makanan dan minuman.

Ini berbeda dengan alergi makanan yang berhubungan dengan imun atau sistem kekebalan tubuh.

Bila anak Anda memiliki kondisi tersebut, gejala akan timbul beberapa jam setelah makanan dikonsumsi.

Bahkan bisa dalam waktu yang lebih lama, misalnya 48 jam setelah makan atau minum. Intoleransi makanan membuat nafsu makan si Kecil menjadi menurun drastis.

3. Komposisi makanan kurang tepat

Dari situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dijelaskan bahwa ini salah satu penyebab anak susah makan yang paling sering dijumpai.

Faktor komposisi makanan yang kurang tepat, tekstur, dan cara pemberian juga berpengaruh pada nafsu makan anak.

Sering kali hal ini disebabkan karena komposisi protein hewani yang kurang dalam menu makanan anak

Padahal, sumber makanan dari protein hewani bisa menambah cita rasa makanan yang sesuai jadwal makan balita.  

4. Anak mengalami sembelit

Rasa sakit atau tidak nyaman di tubuh juga berpengaruh terhadap nafsu makan anak. Hal ini kerap membuat orangtua memutuskan untuk memberi vitamin penambah nafsu makan balita.

Sembelit atau konstipasi merupakan kondisi susah buang air besar (BAB) pada orang dewasa dan anak-anak. Frekuensi buang air besar pada anak biasanya sehari sekali.

Namun ketika anak mengalami sembelit, kebiasaan buang air besarnya berubah dan jadi hanya satu kali dalam seminggu.

Kondisi ini bisa membuat anak susah makan, bahkan tidak ingin mencoba jenis makanan baru.

5. Diare

Selain sembelit, diare juga sering membuat nafsu makan anak menurun drastis. Diare yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri bisa membuat anak kekurangan cairan.

Akibatnya, anak menjadi lemas dan tidak bertenaga karena cairan yang berkurang tersebut. Terkadang, kondisi ini membutuhkan vitamin untuk anak susah makan.

6. Anak pemilih makanan

Balita yang sangat pemilih dalam hal menu makanan sangat membutuhkan vitamin penambah nafsu makan. Alasannya ia kemungkinan tidak mendapatkan nutrisi yang cukup dari makanan.

Dalam jurnal berjudul Proceeding of the Nutrition Society, konsekuensi yang diterima anak pemilih makanan atau picky eater adalah:

  • kekurangan zinc dan zat besi,
  • sembelit, dan
  • pertumbuhan anak terhambat.

Ketiga hal tersebut menunjukkan bahwa anak membutuhkan vitamin penambah nafsu makan tambahan demi mendukung pertumbuhan anak balita agar berjalan dengan baik.

7. Anak vegetarian

Anak yang menjalani pola makan vegetarian sangat membutuhkan suplemen tambahan karena kemungkinan gizinya belum terpenuhi.

Mengutip dari NPR, pola makan vegetarian tidak memberikan cukup vitamin dan mineral untuk anak.

Berbagai nutrisi yang biasanya tidak tercukupi, yaitu vitamin D, vitamin B12, zat besi, kalsium, dan zinc.

Bila Anda khawatir seputar kebutuhan nutrisi si Kecil, Anda bisa konsultasi ke dokter terlebih dahulu. Biasanya, dokter akan merekomendasikan suplemen vitamin dan mineral untuk anak.

8. Anak makan makanan kurang bergizi

Bila anak Anda terbiasa mengonsumsi makanan olahan atau minum minuman bersoda, ia membutuhkan suplemen tambahan. 

Alasannya karena anak kurang mendapatkan makanan segar sehingga kemungkinan besar tidak mendapatkan gizi untuk balita yang sesuai, termasuk vitamin dan mineralnya.

Jika anak tidak nafsu makan, sebaiknya rayu anak terlebih dahulu secara perlahan agar ia mau makan, tapi jangan sampai memaksa anak.

Buat suasana yang menyenangkan saat makan. Coba juga sediakan makanan yang disukai anak, tetapi tetap batasi konsumsi camilan.

Jika cara-cara tersebut sudah dilakukan tetapi nafsu makan balita tidak meningkat, mungkin Anda bisa memberikan vitamin penambah nafsu makan untuk merangsang nafsu makannya.

9. Memiliki masalah kesehatan tertentu

Nafsu makan orang dewasa sering menurun ketika merasa tubuhnya kurang sehat, begitu juga dengan anak-anak. Beberapa masalah kesehatan yang membuat anak susah makan yaitu:

  • sariawan,
  • flu,
  • ruam di kulit,
  • radang tenggorokan,
  • demam, atau
  • infeksi saluran kencing.

Masalah kesehatan tersebut sering membuat nafsu makan anak terganggu dan tidak enak makan apa pun.

10. Kondisi lainnya

Mengutip dari About Kids Health, beberapa masalah kesehatan terkadang menyebabkan hilangnya nafsu makan balita.

Kondisinya, yaitu anak mengalami sakit tenggorokan, ruam, demam, batuk, dan pilek. Namun selain penyakit, ada beberapa hal yang menyebabkan anak kehilangan nafsu makan, seperti berikut ini.

  • Si kecil makan di jeda waktu istirahat makan sehingga sudah kenyang pada waktu makan.
  • Anak balita terlalu banyak minum air (misalnya jus) pada jeda waktu makan.
  • Balita usia 1—5 tahun sedang mengalami periode pertumbuhan.
  • Aktivitas yang dilakukan tidak terlalu banyak sehingga energi tidak terbakar.

Kalau tidak mengalami hal di atas tapi anak tetap aktif, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tetap pantau kesehatan si Kecil dan melihat perkembangan balita, apakah semakin maju atau mengalami kemunduran.

Bila mengalami kemunduran, segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan dan pemberian vitamin penambah nafsu makan anak balita.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau oleh

dr. Rose Kusuma, Sp.A

Kesehatan anak · KMNC Haji Nawi


Ditulis oleh Riska Herliafifah · Tanggal diperbarui 09/08/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan