3 Aktivitas Seru dan Menyenangkan untuk Si Kecil yang Gagap

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 7 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Mendapati buah hati gagap (stuttering), pasti membuat Anda jadi khawatir. Pasalnya, kondisi ini kerap kali membuat anak sulit berkomunikasi, sehingga ia jadi lebih sensitif, mudah tersinggung, dan menarik diri dari lingkungan. Sebagai orangtua, Anda dapat membantu meningkatkan kemampuan berbicara anak melalui berbagai aktivitas di rumah. Memangnya, apa saja aktivitas menyenangkan yang sesuai untuk anak gagap? Lihat ulasannya berikut ini.

Aktivitas menyenangkan untuk anak gagap

Menurut Ikatan Dokter Indonesia, anak yang gagap biasanya ditandai dengan pengulangan sebagian atau keseluruhan kata ketika berbicara, seperti “sa…sa…sa…tu” atau “satu satu satu”. Bisa juga ditandai dengan keraguan saat berbicara sehingga melakukan pemanjangan pengucapan suatu kata, seperti “sssssatu”.

Pengucapan yang terbata-bata ini biasanya menyerang anak-anak usia 3 hingga 5 tahun. Anak akan bisa berbicara lancar dan kembali normal ketika memasuki usia sekolah. Akan tetapi, ada juga yang tetap mengalami kondisi ini hingga dewasa.

Penyebab gagap pada anak tidak diketahui secara pasti. Namun,  kemungkinan besar ini berhubungan dengan faktor genetik dan lingkungan. Selain melakukan terapi wicara, orangtua juga bisa mengasah kemampuan anak yang gagap dengan beberapa aktivitas di rumah.

American Speech Language Hearing Association menyebutkan berbagai aktivitas menyenangkan untuk anak gagap, seperti:

1. Bermain kata dan tebak benda

Memasuki usia 2 tahun ke atas, anak-anak akan mempelajari berbagai kata baru. Meskipun ia sering melakukan pengulangan, Anda bisa melancarkan kata per kata yang didapat anak setiap hari. Lewat aktivitas, Anda bisa memilih permainan kata.

Dengan bermain kata, si kecil akan lebih banyak melatih diri untuk berbicara lebih sering. Ini memungkinkan anak jadi lebih jelas dan lancar menyebutkan suatu kata.

Aktivitas untuk anak yang gagap ini sangat mudah dan bisa dilakukan di mana pun. Misalnya, Anda menyebut “bola” dan meminta si kecil mengikutinya. Ucapkan kata ini dengan jelas, baik pelafalan maupun gerak mulut yang sesuai.

Selama melakukan permainan anak ini, pusatkan konsentrasi dan tubuh Anda pada si kecil, seperti berbicara dan menatap wajahnya sambil menunjukkan bola.

Setelahnya, tanyakan pada anak sambil menunjuk bola, “Apa ini?” Gunakan pertanyaan yang sederhana dan mudah dimengerti anak.

Lakukan secara berulang dengan berbagai benda yang ada di rumah. Setiap kali anak berhasil mengucapkan kata, beri ia senyuman atau tepuk tangan sebagai hadiah atas keberhasilannya. Ini dilakukan untuk memacu semangat dalam mengikuti permainan.

2. Baca buku cerita bersama

Membaca buku bisa jadi aktivitas menyenangkan untuk anak yang gagap. Dengan aktivitas ini, Anda dan si kecil memungkinkan bermain banyak kata.  Namun, pilihan buku untuk anak dengan kondisi ini perlu disesuaikan dan cara penyampaian cerita juga perlu diperhatikan.

Pilih buku yang berisi pengenalan berbagai hal yang ada di sekitar anak, seperti jenis warna, nama benda atau hewan.

Jika buku berbentuk cerita, cara menyampaikan isi buku tidak boleh terburu-buru. Anda tidak harus membaca isi cerita secara menyeluruh. Cukup mengenalkan siapa saja tokohnya, apa yang dilakukan tokoh, atau bunyi khas dari hewan yang ada di dalam buku.

3. Minta anak mengatur benda dengan kategori tertentu

Aktivitas menyenangkan untuk anak yang gagap selanjutnya adalah mengorganisasi benda. Kumpulkan berbagai benda yang ada di rumah, seperti apel, pisang, permen, bola, boneka, dan pesawat mainan menjadi satu.

Kemudian, minta anak untuk menyebutkan nama setiap benda beserta warnanya. Jelaskan pada anak bahwa benda tersebut merupakan makanan dan mainan. Lalu minta si kecil untuk menentukan mana benda yang termasuk dalam kategori mainan dan makanan.

Hal yang harus diperhatikan orangtua

Meskipun aktivitas ini bisa Anda praktekan sendiri di rumah, Anda tetap butuh kerja sama dengan dokter atau terapis yang menangani kondisi anak. Laporkan setiap perkembangan anak yang Anda amati selama melakukan aktivitas. Supaya tidak lupa, buat catatan setelah aktivitas tersebut dilakukan.

Selain merespons setiap kata yang diucapkan anak, Anda harus berbicara dengan jelas dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya ketika melakukan permainan saja. Luangkan waktu lebih untuk si kecil agar Anda bisa mengamati perkembangan anak lebih baik. Hindari memarahi atau memotong pembicaraan anak.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kulit Bayi Mengelupas di Minggu Pertamanya, Apakah Berbahaya?

Ketika bayi mengalami gejala tertentu, pasti orangtua akan cemas. Apalagi jika bayi baru lahir. Bagaimana jika kulit bayi mengelupas di minggu pertamanya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Waktu Memandikan Bayi, Sebaiknya Pagi atau Sore Hari?

Ada yang bilang sebaiknya memandikan bayi di pagi hari, tapi ada juga yang bilang sore lebih pas. Yang benar yang mana? Simak jawabannya di sini, ya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 16 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Informasi Seputar Jam Bayi Tidur, Cara Menidurkan, dan Posisi yang Tepat

Bayi memiliki waktu tidur yang berbeda dengan orang dewasa. Ketahui informasi seputar jam dan posisi bayi tidur agar ia nyaman.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 5 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Tanda yang Muncul Jika Anak Anda Jadi Korban Bullying

Bullying bisa terjadi pada siapa saja termasuk anak Anda. Kenali tanda saat anak menjadi korban bullying dalam ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 1 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

demam pada anak

Demam Anak Tidak Sembuh-Sembuh Meski Sudah Minum Obat, Harus Bagaimana?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
berat badan ideal balita

Ketahui Berat Badan yang Ideal untuk Anak Usia 1-5 Tahun

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Konten Bersponsor
laktosa untuk anak

Manfaat Laktosa pada Susu Pertumbuhan Anak & Takaran Konsumsi yang Aman

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
obat mual anak cara mengatasi mual anak

Daftar Obat Mual untuk Anak, Mulai dari Resep Dokter Sampai Perawatan di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit