Piroxicam

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Piroxicam obat apa?

Kegunaan obat piroxicam

Piroxicam adalah obat untuk mengurangi rasa sakit, pembengkakan, dan peradangan sendi akibat rheumatoid arthritis. Piroxicam termasuk ke dalam golongan nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID).

Piroxicam juga sering digunakan untuk mengobati encok atau asam urat. Cara kerja piroxicam adalah dengan menghalangi produksi zat tertentu pada tubuh Anda yang mengakibatkan peradangan.

Bagaimana aturan minum piroxicam?

Ikutilah petunjuk dokter saat minum obat ini. Piroxicam biasanya diminum sehari sekali secara oral. Sebaiknya Anda tidak berbaring setidaknya 10 menit setelah meminum obat. Untuk mencegah rasa mual, minum obat ini dengan makanan, susu, atau antacid.

Untuk mengurangi risiko perdarahan pada lambung dan efek samping lainnya, minum obat ini dosis terendah untuk waktu sesingkat mungkin. Jangan menambah dosis, meminum obat lebih sering, atau menggunakannya lebih dari waktu yang telah disarankan.

Jika Anda menggunakan obat ini “sesuai kebutuhan” (tidak rutin), ingatlah bahwa obat bekerja lebih baik ketika digunakan pada tanda pertama terjadinya rasa sakit. Jika Anda menunggu sampai kondisi bertambah parah, obat mungkin tidak bekerja dengan baik.

Membutuhkan waktu beberapa minggu setelah meminum obat ini secara teratur hingga Anda mendapatkan hasil yang maksimal. Laporkan pada dokter jika kondisi Anda tidak lebih baik atau bertambah parah.

Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Bagaimana cara menyimpan obat ini?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi atau membekukannya. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan berbeda.

Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis piroxicam untuk orang dewasa?

Berikut adalah dosis piroxicam yang dianjurkan untuk orang dewasa:

  • Untuk pasien osteoarthritis: 20 mg sehari sekali atau 10 mg sehari dua kali. Maksimal dosis harian yang dianjurkan adalah 20 mg.
  • Untuk meredakan rasa sakit/nyeri: 20 mg sehari sekali atau 10 mg sehari dua kali. Maksimal dosis harian yang dianjurkan adalah 20 mg.
  • Untuk pasien rheumatoid arthritis: 20 mg sehari sekali atau 10 mg sehari dua kali. Maksimal dosis harian yang dianjurkan adalah 20 mg.

Bagaimana dosis piroxicam untuk anak-anak?

Dosis piroxicam untuk mengatasi rasa sakit/nyeri pada anak-anak adalah 0,2 hingga 0,3 mg/kg berat badan sehari sekali. Maksimal dosis harian 15 mg.

Dalam dosis apakah Piroxicam tersedia?

Piroxicam tersedia dalam bentuk kapsul, dengan kandungan 10 mg dan 20 mg.

Efek samping piroxicam

Efek samping obat piroxicam yang mungkin terjadi?

Seperti obat lainnya, piroxicam juga berpotensi memicu terjadinya efek samping pada beberapa orang.

Jika terjadi efek samping, hentikan penggunaan piroxicam dan carilah bantuan medis atau segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Nyeri pada dada, letih, napas pendek, bicara tidak jelas, mengalami masalah pada penglihatan atau keseimbangan
  • Tinja berwarna hitam atau berdarah
  • Batuk berdarah atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi
  • Pembengkakan atau berat badan bertambah dengan cepat
  • Buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau tidak sama sekali
  • Mual, sakit perut, demam, kehilangan nafsu makan, air seni berwarna gelap, tinja berwarna seperti tanah liat, sakit kuning (menguningnya kulit atau mata)
  • Demam, sakit tenggorokan, dan sakit kepala serta terdapat ruam merah pada kulit
  • Memar, kesemutan yang parah, mati rasa, nyeri, lemah otot
  • Demam, sakit kepala, leher kaku, menggigil, sensitif terhadap cahaya meningkat, bintik-bintik ungu pada kulit atau kejang-kejang

Efek yang kurang serius dari piroxicam termasuk:

  • Mual, mulas ringan atau sakit perut, diare, sembelit
  • Kembung
  • Pusing, sakit kepala, gugup
  • Kulit gatal, ruam
  • Pandangan kabur; atau
  • Dengung di telinga Anda

Tidak semua orang mengalami efek samping di atas setelah mengonsumsikan piroxicam. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas.

Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan perhatian

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan obat ini?

Sebelum memutuskan untuk meresepkan atau menggunakan suatu obat, dokter akan mempertimbangkan manfaat yang didapat dengan risiko yang mungkin dihadapi. Itu sebabnya, keputusan ini harus dibuat bersama dengan dokter Anda.

Terdapat beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum minum obat  piroxicam, yaitu:

Alergi

Beri tahu dokter jika Anda pernah memiliki reaksi berbeda atau alergi terhadap obat piroxicam atau obat lain. Serta beri tahu dokter jika Anda punya alergi tertentu, seperti terhadap makanan, pewarna, pengawet, atau binatang.

Untuk produk tanpa resep, baca label atau bahan pada kemasan secara teliti.

Anak-anak

Belum terdapat penelitian yang cukup terkait penggunaan piroxicam untuk anak-anak. Belum diketahui keampuhan atau keamanan obat ini untuk kelompok usia tersebut.

Lansia

Penelitian yang dilakukan hingga saat ini belum menunjukkan masalah spesifik terkait terbatasnya kegunaan piroxicam pada pasien lanjut usia.

Namun, pasien lanjut usia lebih sensitif pada bagian lambung (seperti tukak lambung dan perdarahan) dibandingkan dengan pasien berusia dewasa muda, dan lebih cenderung terkena masalah ginjal.

Maka itu, pasien lansia memerlukan kewaspadaan dan penyesuaian dosis bagi saat menjalani pengobatan dengan piroxicam.

Apakah obat piroxicam aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan piroxicam untuk ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C (mungkin berisiko) menurut US Food and Drugs Administration (FDA) atau setara dengan badan POM di Indonesia.

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  • A = Tidak berisiko
  • B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C = Mungkin berisiko
  • D = Ada bukti positif dari risiko
  • X = Kontraindikasi
  • N = Tidak diketahui

Penelitian pada wanita menunjukkan bahwa piroxicam hanya menimbulkan risiko minimal terhadap bayi ketika digunakan selama menyusui.

Interaksi obat

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan piroxicam?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam artikel ini.

Simpan daftar semua obat-obatan yang Anda gunakan, baik resep, obat bebas, termasuk produk herbal dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter.

Menggunakan obat piroxicam dengan salah satu obat berikut ini tidak dianjurkan. Dokter Anda mungkin akan memutuskan untuk tidak mengobati Anda dengan obat ini atau mengubah beberapa obat yang telah Anda gunakan.

Menggunakan obat piroxicam dengan salah satu obat berikut ini biasanya tidak dianjurkan, tetapi mungkin diperlukan pada beberapa kasus. Jika kedua obat terdapat bersamaan dalam resep, dokter Anda mungkin akan mengubah dosis atau frekuensi Anda menggunakan salah satu atau kedua obat tersebut.

  • Abciximab
  • Argatroban
  • Beta Glucan
  • Bivalirudin
  • Ceritinib
  • Certoparin
  • Cilostazol
  • Cyclosporine
  • Dabigatran Etexilate
  • Dabrafenib
  • Dalteparin
  • Danaparoid
  • Desirudin
  • Dicumarol
  • Dipyridamole
  • Duloxetine
  • Enoxaparin
  • Eptifibatide
  • Femoxetine
  • Feverfew
  • Flesinoxan
  • Fluoxetine
  • Fondaparinux
  • Ginkgo
  • Gossypol
  • Heparin
  • Lepirudin
  • Levomilnacipran
  • Meadowsweet
  • Methotrexate
  • Milnacipran
  • Nadroparin
  • Nefazodone
  • Nitisinone
  • Parnaparin
  • Paroxetine
  • Pemetrexed
  • Pentosan Polysulfate Sodium
  • Pentoxifylline
  • Pralatrexate
  • Prasugrel
  • Protein C
  • Reviparin
  • Rivaroxaban
  • Sibutramine
  • Tacrolimus
  • Ticlopidine
  • Tinzaparin
  • Tirofiban
  • Venlafaxine
  • Vilazodone
  • Vortioxetine
  • Zimeldine

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan piroxicam?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi.

Merokok atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan obat ini?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat memengaruhi penggunaan obat piroxicam. Informasikan kepada dokter bila Anda memiliki masalah kesehatan lain sebelum mengonsumsi piroxicam, khususnya:

  • Anemia atau masalah perdarahan
  • Penggumpalan darah
  • Edema (retensi cairan atau pembengkakan akibat cairan yang menumpuk)
  • Memiliki riwayat serangan jantung
  • Penyakit jantung (contoh, gagal jantung kongestif)
  • Riwayat hepatitis
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Penyakit ginjal
  • Riwayat tukak lambung atau perdarahan lambung
  • Riwayat stroke—Gunakan dengan hati-hati. Dapat membuat kondisi semakin parah
  • Riwayat asma
  • Riwayat sensitif terhadap aspirin—sebaiknya tidak diberikan pada pasien dengan kondisi ini
  • Operasi jantung (seperti, coronary artery bypass graft [CABG] operasi)—sebaiknya tidak digunakan untuk mengurangi rasa sakit baik sebelum maupun sesudah operasi
  • Penyakit hati—gunakan dengan hati-hati. Efek mungkin akan meningkat karena lambatnya obat keluar dari tubuh

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Tanda-tanda overdosis piroxicam termasuk:

  • Kurangnya tenaga
  • Mengantuk
  • Mual
  • Muntah-muntah
  • Sakit perut
  • Tinja berwarna hitam dan berdarah
  • Muntah zat yang berdarah atau terlihat seperti bubuk kopi
  • Sulit bernapas
  • Koma (hilangnya kesadaran untuk jangka waktu)

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat piroxicam, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Septic Arthritis

Septic arthritis adalah infeksi yang menimbulkan rasa sakit di persendian. Simak penjelasan mengenai gejala, penyebab hingga pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Trigger Finger

Trigger finger adalah kondisi yang menyebabkan jari tangan kaku pada posisi tertentu. Berikut informasi gejala, penyebab dan pengobatan yang tepat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Osteochondritis Dissecans

Osteochondritis dissecans adalah masalah kesehatan sendi karena kerusakan tulang akibat kekurangan aliran darah. Berikut informasi lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Tendinitis

Tendinitis adalah peradangan yang terjadi pada tendon. Lalu, bagaimana kondisi ini bisa terjadi? Simak penjelasan lengkapnya pada artikel berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit kaki pada lansia

7 Masalah Pada Kaki yang Umum Terjadi Seiring Bertambahnya Usia

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
nyeri sendi

Pseudogout

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
kostokondritis adalah

Kostokondritis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
terlalu banyak minum obat

5 Tanda Anda Sudah Terlalu Banyak Minum Obat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit