home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

9 Obat Asam Urat Alami (Herbal) yang Dapat Dicoba di Rumah

9 Obat Asam Urat Alami (Herbal) yang Dapat Dicoba di Rumah

Asam urat adalah bentuk penyakit radang sendi yang terjadi karena kadar asam urat (uric acid) yang tinggi di tubuh. Penyakit ini perlu dikontrol untuk mencegah asam urat kambuh pada masa mendatang. Adapun untuk mengontrol penyakit tersebut, beberapa orang memilih menggunakan obat herbal atau alami selain obat asam urat yang diberikan dokter. Lantas, apa saja obat alami dan tradisional yang terbukti dapat meringankan asam urat?

Daftar obat alami atau herbal untuk membantu mengatasi asam urat

Obat yang terbuat dari bahan alami dianggap lebih aman untuk mengatasi penyakit, seperti asam urat, karena minim risiko efek samping. Namun, sebenarnya belum tentu semua obat tradisional dapat digunakan untuk mengatasi gejala asam urat.

Beberapa yang dinilai efektif pun mungkin berisiko untuk kesehatan Anda karena bisa berinteraksi dengan obat medis yang Anda konsumsi. Oleh karena itu, sebaiknya Anda selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat herbal tertentu.

Perlu diingat pula, tidak disarankan untuk menggunakan obat herbal sebagai satu-satunya pengobatan asam urat. Pasalnya, bahan alami ini bukanlah obat paten yang pasti menyembuhkan asam urat. Adapun fungsinya hanya sebagai terapi komplementer atau tambahan, yang digunakan untuk meredakan gejala dan meningkatkan kesehatan tubuh secara holistik.

Berikut beberapa contoh obat herbal yang sudah pernah diteliti secara medis manfaatnya untuk asam urat.

1. Jahe

Jahe adalah tanaman herbal yang dipercaya dapat meredakan nyeri karena peradangan pada penderita asam urat. Hal ini diduga karena zat aktif di dalam jahe, yaitu gingerol, gingerdione, dan zingeron, yang bersifat sebagai antiinflamasi. Ketiga zat aktif tersebut bekerja dengan menghambat leukotrien dan prostaglandin di dalam tubuh yang merupakan pemicu inflamasi.

Untuk mendapatkan manfaat tersebut, Anda dapat mencampurkan jahe dengan air hangat atau mendidih, kemudian diminum seperti teh. Selain itu, jahe juga dapat dijadikan dalam bentuk pasta untuk digunakan sebagai kompres atau obat oles (topikal) ke area sendi yang terkena. Tanaman herbal ini dapat Anda gunakan setiap hari sebagai obat tradisional untuk membantu mengatasi asam urat Anda.

2. Kunyit

Curcumin adalah senyawa kimia antiradang dalam kunyit yang membantu meredakan peradangan. Studi yang diterbitkan pada 2019 oleh jurnal Arthritis Research & Therapy mendapati bahwa curcumin dapat menekan protein yang disebut faktor nuklir-kappa B (NF-kappa B) dalam uji coba hewan.

Protein NF-kappa B adalah zat yang menghasilkan peradangan dalam tubuh. Ketika produksi protein tersebut ditekan, peradangan yang disebabkan oleh pengkristalan asam urat di sendi pun dapat mereda.

Sebuah uji coba yang dilakukan pada manusia juga menemukan hal serupa setelah memurnikan ekstrak curcumin menjadi fexofytol. Uji coba tersebut diterbitkan dalam Open Journal of Rheumatology and Autoimmune Diseases pada 2013. Hasilnya, fexofytol efektif memblokir NF-kappa B.

Namun, ada baiknya konsultasi dulu ke dokter sebelum menggunakan kunyit sebagai obat herbal untuk asam urat. Pasalnya pada beberapa kasus, kunyit dapat menyebabkan efek samping.

3. Cuka apel

Keasaman cuka apel disinyalir dapat membantu mengurangi rasa sakit akibat radang sendi, termasuk asam urat. Pasalnya, cuka dapat meningkatkan alkalinitas (kebasaan) tubuh dan memiliki sifat antiinflamasi.

Berdasarkan penelitian di Jepang pada 2010, pola makan atau makanan tertentu, seperti cuka apel, yang dapat meningkatkan alkalisasi urin dapat pula meningkatkan pembuangan asam urat (uric acid) dari tubuh. Dengan demikian, hal ini dapat mengurangi kemungkinan terjadinya penumpukan uric acid yang merupakan penyebab penyakit asam urat.

Untuk bisa mendapat manfaat tersebut, Anda dapat mengonsumsi dua sendok makan cuka apel dalam tiga kali sehari. Untuk mengurangi keasamannya, Anda dapat mencampurkan cuka apel dengan madu, yang juga sama-sama memiliki sifat antiinflamasi.

Meski demikian, Anda pun perlu berhati-hati ketika mengonsumsi cuka apel, sebab rasa asam yang tinggi dapat mengikis jaringan kerongkongan dan enamel gigi. Selain itu, cuka apel juga mungkin memiliki interaksi negatif dengan beberapa obat, seperti obat diabetes. Perlu diketahui pula, tidak semua penderita asam urat pun efektif menurunkan kadar uric acid-nya dengan obat alami ini.

4. Biji seledri

Penelitian yang dipublikasikan di Molecular Medicine Reports pada 2019 menunjukkan bahwa ekstrak biji seledri memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan yang bermanfaat bagi penderita asam urat. Penggunaan ekstrak biji seledri disebut dapat mengurangi pembengkakan di sekitar sendi akibat peradangan penyakit asam urat .

Biji seledri disebut mengandung berbagai senyawa aktif, termasuk luteolin dan 3-n-butylphthalide (3nB), yang sudah diteliti bermanfaat untuk mengatasi peradangan dan mengendalikan produksi asam urat. Oleh karena itu, tanaman obat herbal ini diklaim bisa menjadi salah satu cara untuk mengobati asam urat secara alami.

Meski demikian, berbagai penelitian mengenai biji seledri dan khasiat asam urat ini baru diuji pada hewan. Masih dibutuhkan penelitian lanjutan pada manusia untuk memastikan manfaatnya.

5. Kembang sepatu

Kembang sepatu atau hibiscus diyakini dapat menjadi salah satu obat tradisional penurun asam urat. Menurut penelitian tentang kembang sepatu dari Journal of Functional Foods, kadar asam urat pada tikus yang diberikan ekstrak kembang sepatu menurun cukup signifikan.

Biasanya ekstrak kembang sepatu dikonsumsi dalam bentuk suplemen tablet atau teh. Akan tetapi, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan efektivitas penggunaannya sebagai obat asam urat herbal pada manusia.

6. Brotowali

Melansir ulasan studi dari Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry pada 2017, ekstrak jus batang brotowali dapat menjadi obat herbal alami untuk asam urat. Pasalnya, brotowali diyakini dapat membantu menetralkan peningkatan kadar asam urat dalam tubuh.

Selain itu, penelitian pada 2014 dari Journal Clinical and Evaluation Research menunjukkan brotowali dapat menjadi tumbuhan obat pereda nyeri alami untuk serangan asam urat setelah diuji coba pada tikus. Namun, penelitian ini belum dilakukan pada manusia. Konsultasi ke dokter untuk penggunaan lebih lanjut.

7. Meniran hijau

Meniran hijau atau lab grade Chanca Piedra, yang populer sebagai obat herbal untuk batu ginjal dan batu empedu, juga bisa menjadi menjadi salah satu cara untuk menurunkan asam urat secara alami.

Meniran hijau dipercaya dapat menghambat produksi asam urat berlebih dalam tubuh, sekaligus memecah dan membilas penumpukan kristal asam urat. Dengan begitu, obat alami ini dapat mencegah terjadinya serangan asam urat.

Namun, konsultasikan dulu pada dokter sebelum menggunakan tanaman ini sebagai obat tradisional asam urat. Pasalnya, belum ditemukan jelas penelitian yang menyatakan bahwa meniran hijau dapat menjadi obat tradisional asam urat yang benar-benar ampuh dan bebas efek samping.

8. Tanaman jelatang

Tanaman jelatang (stinging nettle), atau dalam bahasa latin disebut sebagai urtica dioica, adalah tanaman herbal yang dipercaya dapat menjadi obat tradisional untuk asam urat.

Dilansir dari Arthritis Foundation, sebuah penelitian di Jerman menemukan bahwa ekstrak tanaman jelatang mengandung zat antiradang bernama hox alpha, yang dapat menekan pelepasan sitokin sebagai pemicu peradangan pada persendian. Selain itu, jelatang juga kaya akan kalium, kalsium, dan magnesium, yang dapat membantu mengobati asam urat secara alami.

Anda dapat mengonsumsi ekstrak tanaman jelatang dalam bentuk kapsul, tablet, teh, atau daun utuh. Dalam bentuk kapsul atau tablet, sebaiknya konsumsi sebanyak 1.300 mg setiap hari, sedangkan untuk teh sebanyak satu cangkir dalam tiga kali sehari. Anda pun bisa menempelkan daun jelatang langsung ke area sendi yang terkena asam urat untuk mengurangi peradangan.

9. Bunga dandelion

Teh atau ekstrak bunga dandelion dipercaya bisa jadi ramuan obat herbal untuk membantu mengatasi asam urat. Penelitian tahun 2016 dari jurnal Reinal Failure menemukan bahwa bunga dandelion dapat menurunkan kadar asam urat pada penderita yang berisiko sakit ginjal.

Namun, hal ini belum ditemukan kebenarannya secara medis. Masih dibutuhkan banyak penelitian lagi untuk memastikan manfaat bunga dandelion untuk mengatasi asam urat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Arthritis Foundation. 2020. Gout and Supplements: What You Need to Know. https://www.arthritis.org/health-wellness/treatment/complementary-therapies/supplements-and-vitamins/gout-and-supplements-what-you-need-to-know. Accessed September 21, 2020. 

Arthritis Foundation. 2020.Supplement and Herb Guide for Arthritis Symptoms. https://www.arthritis.org/health-wellness/treatment/complementary-therapies/supplements-and-vitamins/supplement-and-herb-guide-for-arthritis-symptoms. Accessed September 21, 2020. 

Kidney Atlas. 2020. 8 Gout Home Remedies.. But Only 1 Works Well. https://www.kidneyatlas.org/gout-home-remedies/. Accessed September 21, 2020. 

Mayo Clinic. 2020. Gout. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gout/diagnosis-treatment/drc-20372903. Accessed September 21, 2020.

Kanbara, A., Hakoda, M., & Seyama, I. (2010). Urine alkalization facilitates uric acid excretion. Nutrition journal9, 45. https://doi.org/10.1186/1475-2891-9-45.

Li, S., Li, L., Yan, H., Jiang, X., Hu, W., Han, N., & Wang, D. (2019). Anti‑gouty arthritis and anti‑hyperuricemia properties of celery seed extracts in rodent models. Molecular medicine reports20(5), 4623–4633. https://doi.org/10.3892/mmr.2019.10708.

Ding, Y., Shi, X., Shuai, X., Xu, Y., Liu, Y., Liang, X., Wei, D., & Su, D. (2014). Luteolin prevents uric acid-induced pancreatic β-cell dysfunction. Journal of biomedical research28(4), 292–298. https://doi.org/10.7555/JBR.28.20130170.

Chen, B., Li, H., Ou, G., Ren, L., Yang, X., & Zeng, M. (2019). Curcumin attenuates MSU crystal-induced inflammation by inhibiting the degradation of IκBα and blocking mitochondrial damage. Arthritis research & therapy21(1), 193. https://doi.org/10.1186/s13075-019-1974-z.

Goel, B., Pathak, N., Nim, D. K., Singh, S. K., Dixit, R. K., & Chaurasia, R. (2014). Clinical evaluation of analgesic activity of guduchi (tinospora cordifolia) using animal model. Journal of clinical and diagnostic research : JCDR8(8), HC01–HC4. https://doi.org/10.7860/JCDR/2014/9207.4671.

Kuo, C., Kao, E., Chan, K., Lee, H., Huang, T., & Wang, C. (2012). Hibiscus sabdariffa L. extracts reduce serum uric acid levels in oxonate-induced rats. Journal Of Functional Foods, 4(1), 375-381. doi:10.1016/j.jff.2012.01.007. 

Karakuş, A., Değer, Y., & Yıldırım, S. (2016). Protective effect of Silybum marianum and Taraxacum officinale extracts against oxidative kidney injuries induced by carbon tetrachloride in rats. Renal Failure, 39(1), 1–6. https://doi.org/10.1080/0886022X.2016.1244070.  

Appelboom, T., & MsciBiost, C. M. (2013). Flexofytol, a Purified Curcumin Extract, in Fibromyalgia and Gout: A Retrospective Study. Open Journal of Rheumatology and Autoimmune Diseases. 3:104-107. http://dx.doi.org/10.4236/ojra.2013.32015.

Promila, Singh, S., & Devi, P. (2017). Pharmacological potential of Tinospora cordifola (Willd.) Miers ex hook. & Thoms. (Giloy): A review. Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry. 6(6): 1644-1647. http://www.phytojournal.com/archives/2017/vol6issue6/PartW/6-6-239-262.pdf.

Yuniarti, E. V., Windartik, E., Akbar, A. (2017). Effect of Red Ginger Compress to Decrease Scale of Pain Gour Arthritis Patients. International Journal of Scientific & Technology. 6(10):133-137. http://www.ijstr.org/final-print/oct2017/Effect-Of-Red-Ginger-Compress-To-Decrease-Scale-Of-Pain-Gout-Arthiris-Patients.pdf.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui 24/11/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri