Yang Terjadi Pada Tubuh Ketika Mengalami Peradangan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Hal paling pertama yang mungkin terlintas dalam benak ketika mendengar peradangan adalah rasa sakit. Tidak salah, karena entah itu radang tenggorokan atau radang usus, pasti menyebabkan sakit. Memang enar bahwa peradangan adalah respon tubuh terhadap suatu bahaya, seperti stres, infeksi organisme asing (seperti bakteri dan virus), serta bahan kimia beracun. Akan tetapi, tahukah Anda apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh ketika mengalami peradangan?

Peradangan adalah mekanisme pertahanan tubuh

Inflamasi atau peradangan adalah bagian dari sistem imun tubuh. Ketika tubuh mengenali adanya bahaya, sistem kekebalan tubuh akan merespon dengan melepaskan sel darah putih dan senyawa kimia lainnya ke dalam darah untuk melindungi sel dan jaringan tubuh yang terancam.

Pelepasan sel darah putih ini kemudian meningkatkan aliran darah ke daerah yang mengalami cedera atau infeksi, sehingga area ini akan terasa hangat dan terlihat kemerahan. Beberapa zat kimia yang dilepas sistem imun juga dapat mengakibatkan kebocoran cairan ke dalam jaringan sehingga area tersebut membengkak. Pelepasan zat-zat kimia tersebut juga dapat merangsang serabut saraf dan menyebabkan nyeri. Peradangan memang akan menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi hal ini penting dalam proses penyembuhan.

Namun, mekanisme ini harusnya hanya muncul di situasi tertentu dan berlangsung dalam waktu singkat. Misalnya ketika suatu bagian tubuh mengalami luka terbuka, mekanisme inflamasi akan membantu menghilangkan sel yang rusak dan mempercepat proses penyembuhan. Sebaliknya, saat peradangan terjadi dalam waktu yang lebih lama dari yang dibutuhkan, hal tersebut cenderung bersifat merugikan.

Yang terjadi pada tubuh jika peradangan terjadi terlalu lama

Mekanisme peradangan yang terjadi dalam waktu yang lama dapat merusak tubuh. Peradangan bisa berubah menjadi kronis (menetap lama) ketika tubuh tidak dapat menghilangkan penyebab inflamasi, terpapar penyebab peradangan secara terus-menerus, dan juga bentuk respon autoimun di mana sistem imun menyerang jaringan yang sehat.

Penyakit yang sering berkaitan dengan peradangan kronis diantaranya:

  • Inflamasi pada jantung (miokarditis), dapat menyebabkan sesak napas atau retensi cairan.
  • Inflamasi pada ginjal (nefritis), dapat menyebabkan tekanan darah tinggi atau gagal ginjal.
  • Inflamasi pada tabung kecil yang mengangkut udara ke paru-paru bisa menyebabkan sesak napas dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).
  • Peradangan usus dapat menyebabkan Inflammatory Bowel Disease (IBD).
  • Peradangan sendi dapat menyebabkan rematik.
  • Peradangan tulang meningkatkan risiko tulang keropos.
  • Peradangan pada kulit, menyebabkan psoriasis atau penuaan dini
  • Peradangan pada gusi, bisa menyebabkan periodontitis (penyakit yang membuat gusi surut dan struktur rangka di sekitar gigi menjadi lemah atau rusak).

Selain mempengaruhi organ tubuh bagian dalam, inflamasi juga dapat memengaruhi tubuh Anda dengan cara lainnya.

Studi tahun 2015 yang diterbitkan dalam JAMA Psychiatry menyebutkan bahwa peradangan pada otak dapat terkait dengan gangguan mood, seperti depresi, yang kemudian jadi menyebabkan kurang nafsu makan dan pola tidur yang buruk. Bahkan, studi sebelumnya menemukan bahwa orang yang depresi cenderung memiliki tingkat zat peradangan dalam darah yang lebih tinggi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Saat mendengar kata inflamasi, yang terbayang pasti penyakit. Padahal, proses inflamasi justru diperlukan tubuh untuk melawan penyakit. Begini mekanismenya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Hidup Sehat, Fakta Unik 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Cari Tahu Gejala, Penyebab dan Pengobatan untuk Sakit Pinggang

Sakit pinggang adalah keluhan yang umum dengan banyak kemungkinan penyebab. Cari tahu gejala, pengobatan, dan cara mengatasi nyeri pinggang di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Apakah Benar Otak Lebih Besar Artinya Lebih Pintar?

Meskipun terdapat beragam pendapat, tapi ada satu hal yang disepakati para ilmuwan: ukuran otak tidak bisa dijadikan indikator kecerdasan seseorang.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 26 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

Makanan pedas sering kali diandalkan untuk mengatasi rasa sakit kepala atau migrain. Tapi benarkah makanan itu dapat menyembuhkan sakit kepala Anda?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat, Fakta Unik 26 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perut kosong hindari makan pedas dan asam

Kenapa Makanan Pedas Tidak Boleh Dimakan Saat Perut Kosong?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 30 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
mitos tentang tidur

Mengenal 4 Tahapan Tidur: Dari “Tidur Ayam” Hingga Tidur Pulas

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
manfaat menangis

3 Manfaat Menangis Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat efek musik pada otak

5 Efek Musik Terhadap Kinerja Otak Manusia

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit