Manfaat Obat Ranitidine 150 mg

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 Desember 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Tubuh manusia menghasilkan asam untuk membantu sistem pencernaan dalam mencerna makanan. Namun pada beberapa kondisi, produksi asam ini berlebihan hingga akhirnya mengganggu kinerja organ-orang pencernaan yang lain. Ranitidine adalah salah satu obat yang dapat digunakan untuk mengatasi produksi berlebihan asam pencernaan tersebut. Ranitidine sering kali tersedia dalam bentuk tablet berukuran 150 mg dan 300 mg. Apa saja manfaat ranitidine 150 mg?

Ranitidine dapat dikonsumsi dengan resep maupun tanpa resep. Namun sangat disarankan untuk Anda mendiskusikannya dengan dokter dan perhatikan instruksi dalam kemasannya lebih dulu sebelum mengkonsumsinya. Ranitidine biasa dikonsumsi melalui mulut (oral). Dosis yang akan Anda konsumsi bergantung kepada sejauh mana kondisi kesehatan Anda.

Manfaat ranitidine 150 mg

Ranitidine selain memiliki kemampuan untuk menurunkan kandungan asam dalam tubuh Anda, juga memiliki beberapa manfaat lain seperti:

  • Mengatasi luka dan pendarahan pada dinding kerongkongan Anda yang disebabkan oleh tingginya asam lambung.
  • Saat dikombinasikan dengan antibiotik tertentu, ranitidine 150 mg mampu menangani infeksi pada lambung Anda.
  • Mengatasi gangguan pencernaan yang disebabkan oleh naiknya asam lambung menuju kerongkongan atau yang biasa dikenal dengan gastroesophageal reflux disease (GERD),
  • Mengatasi peningkatan produksi hormon gastrin, hormon yang merangsang sekresi asam lambung, dalam tubuh.
  • Mengatasi hingga menghentikan peningkatan sekresi asam lambung. Kondisi banyaknya asam ini dapat menyebabkan nyeri, kesulitan mencerna hingga perut terasa panas (heartburn).
  • Mencegah timbulnya luka pada dinding lambung sebagai efek samping dari penggunaan suatu obat.
  • Menghentikan penghasilan asam lambung sementara saat tindakan anestesi tengah berlangsung.

Siapa yang harus berhati-hati sebelum minum ranitidine?

Sebelum minum ranitidine, sebaiknya diskusikan dahulu kepada dokter Anda bila Anda sedang berada dalam beberapa kondisi, di antaranya:

  • Memiliki kanker lambung.
  • Memiliki gangguan ginjal.
  • Memiliki ulkus lambung dan mengkonsumsi obat anti pembengkakan non-steroid seperti aspirin (NSAID).
  • Memiliki penyakit keturunan kurangnya hormon glisin yang berfungsi membentuk komponen sel darah merah.
  • Berusia lebih dari 65 tahun.
  • Memiliki penyakit paru-paru, diabetes dan gangguan sistem imun.
  • Sedang mengkonsumsi obat lain, baik sesuai resep dokter maupun tidak.
  • Sedang mengandung maupun menyusui.
  • Memiliki alergi ranitidine atau substansi lain yang terkandung di dalamnya.

Apa efek samping ranitidin?

Sayangnya mengonsumsi ranitidine 150 mg terkadang bisa menimbulkan beberapa efek samping, di antaranya:

  • Reaksi alergi, seperti muncul ruam atau rasa gatal pada kulit, bengkak pada beberapa bagian tubuh (wajah, bibir, lidah dll), mulai kesulitan bernafas dan timbulnya rasa nyeri pada dada, demam hingga terasa pusing saat berdiri.
  • Gangguan pada ginjal yang menyebabkan timbulnya rasa nyeri pada bagian punggung hingga munculnya darah pada urin.
  • Nyeri pada bagian perut yang teramat sakit.
  • Melambatnya detak jantung.
  • Munculnya rasa mual dan kesulitan buang air besar (sembelit).

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Keracunan Makanan

Keracunan makanan dapat berujung pada kematian. Pelajari pertolongan pertama untuk menagtasi keracunan makanan di sini sebelum terlambat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 19 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Semua Hal yang Penting Diperhatikan Pasca Operasi Usus Buntu

Pasca operasi usus buntu Anda tidak dianjurkan kembali beraktivitas. Anda juga perlu menghindari beberapa pantangan setelah operasi usus buntu.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Pencernaan, Radang Usus Buntu 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

5 Manfaat Propolis, Getah Lebah yang Penuh Khasiat (Tidak Kalah dari Madu!)

Propolis disebut-sebut berkhasiat sebagai obat herbal untuk mengatasi gejala herpes, mengobati luka kulit, dan meredakan maag. Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Manfaat Buah Stroberi yang Baik untuk Kesehatan Tubuh

Tahukah Anda, buah stroberi dapat membantu mencegah katarak dan menurunkan tekanan darah? Apalagi manfaat buah merah asam ini untuk kesehatan tubuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Fakta Gizi, Nutrisi 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

menghangatkan tubuh

6 Cara Menghangatkan Tubuh Saat Sedang Kedinginan

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
suplemen herbal yang harus dihindari menjelang operasi

Hati-hati, 8 Suplemen Herbal Ini Tak Boleh Dikonsumsi Sebelum Masuk Ruang Operasi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
kayu manis

Konsumsi Kayu Manis Berlebihan, Hati-hati Risikonya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
hidung meler

7 Penyebab Hidung Meler serta Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit