Clonazepam

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23/04/2020 . 1 menit baca
Bagikan sekarang

Kegunaan clonazepam

Untuk apa clonazepam?

Clonazepam adalah obat yang berguna untuk mencegah dan mengontrol kejang-kejang. Obat ini dikenal sebagai obat antikejang atau anti-epilepsi (antikonvulsan). Clonazepam adalah obat yang juga berguna untuk mengatasi serangan panik.

Clonazepam adalah obat yang bekerja dengan menenangkan otak dan saraf. Obat ini termasuk dalam kelas obat bernama benzodiazepine.

Bagaimana aturan minum clonazepam?

Baca petunjuk pengobatan yang diberikan oleh apoteker sebelum Anda mulai menggunakan clonazepam dan setiap Anda mendapatkan isi ulang. Jika Anda mempunyai pertanyaan, tanyakan kepada dokter atau apoteker.

Clonazepam adalah obat oral yang biasanya diminum 2 atau 3 kali sehari. Penentuan dosis clonazepam biasanya akan bergantung pada kondisi medis, umur, dan respon terhadap pengobatan.

Sementara itu, dosis untuk clonazepam untuk anak adalah diberikan berdasarkan berat badan. Dosis untuk lansia diberikan dengan dosis rendah untuk mengurangi risiko efek samping. Jangan menaikkan dosis, minum lebih sering atau lebih lama daripada yang dianjurkan.

Clonazepam adalah obat yang harus digunakan secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Untuk membantu Anda mengingat, gunakan pada waktu yang sama setiap hari.  Jangan berhenti menggunakan obat tanpa berkonsultasi kepada dokter.

Clonazepam adalah obat yang mungkin menyebabkan reaksi putus obat (sakau), terutama bila telah digunakan secara teratur dalam waktu yang lama atau dalam dosis tinggi. Dalam kasus seperti ini, gejala putus obat mungkin muncul kalau Anda mendadak berhenti minum obat ini.

Untuk mencegah reaksi putus obat, dokter mungkin mengurangi dosis sedikit demi sedikit. Konsultasikanlah kepada dokter atau apoteker untuk lebih banyak detail, dan laporkan reaksi sakau apapun segera.

Jika obat ini digunakan dalam jangka panjang, obat ini mungkin tidak akan bekerja dengan baik. Bicarakan dengan dokter bila obat berhenti bekerja dengan baik.

Clonazepam adalah obat yang berpotensi menyebabkan kecanduan. Risiko Anda mengalami kecanduan akan meningkat jika pernah menyalahgunakan alkohol atau obat-obatan terlarang sebelumnya. Minum obat ini persis sesuai dengan resepnya untuk mengurangi risiko kecanduan.

Bila Anda memiliki beberapa jenis kejang, Anda mungkin mengalami kejang yang semakin memburuk saat Anda mulai minum clonazepam. Konsultasi pada dokter secepatnya jika ini terjadi. Dokter mungkin perlu menambah atau menyesuaikan dosis obat lainnya yang Anda konsumsi untuk mengendalikan kejang.

Beri tahu dokter jika kondisi Anda tidak kunjung membaik atau bertambah buruk.

Bagaimana cara penyimpanan obat ini?

Clonazepam adalah obat yang paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan menyimpannya di kamar mandi atau membekukannya. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda.

Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis Clonazepam

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis clonazepam untuk orang dewasa?

Clonazepam adalah obat yang bisa digunakan untuk kejang profilaksis dengan dosis sebagai berikut:

  • Dosis awal: Tidak boleh melampaui 1,5 mg/hari dalam 3 dosis terpisah.
  • Dosis mungkin dinaikkan sebanyak 0,5-1 mg setiap 3 hari sampai kejang bisa dikendalikan atau sampai efek samping tidak lagi meningkat.
  • Dosis pemeliharaan: Berbeda-beda untuk setiap pasien tergantung respons.
  • Dosis harian maksimal clonazepam adalah 20 mg.

Dosis dewasa untuk mengatasi gangguan bipolar:

  • Dosis awal: Tidak boleh melampaui 1,5 mg/hari dalam 3 dosis terpisah.
  • Dosis mungkin dinaikkan sebanyak 0,5-1 mg setiap 3 hari sampai kejang bisa dikendalikan atau sampai efek samping tidak lagi meningkat.
  • Dosis pemeliharaan: Berbeda-beda untuk setiap pasien tergantung respons.
  • Dosis harian maksimal clonazepam adalah 20 mg.

Dosis clonazepam untuk serangan panik:

  • Dosis awal: 0,25 mg bid.
  • Dosis pemeliharaan: Kemungkinan peningkatan dosis target untuk sebagian besar pasien sebanyak 1 mg/hari setelah 3 hari.
  • Dosis mungin ditingkatkan sebanyak 0,125-0,25 mg bid setiap 3 hari sampai serangan panik terkendali atau efek samping hilang. Untuk mengurangi rasa kantuk, pemberian satu dosis pada jam tidur mungkin perlu.
  • Dosis maksimal clonazepam adalah 4 mg/hari

Pengobatan harus dihentikan secara bertahap, dengan pengurangan sebanyak 0,125 mg bid setiap 3 hari, sampai obat habis.

Bagaimana dosis clonazepam untuk anak-anak?

Berikut adalah dosis clonazepam untuk anak di bawah 10 tahun:

  • Dosis awal: Untuk mengurangi rasa kantuk, dosis awal harus di antara 0,01-0,03 mg/kg/hari tapi tidak melebihi 0,05 mg/kg/hari dalam 2 atau 3 dosis terpisah.
  • Dosis harus ditingkatkan tidak lebih dari 0,25-0,5 mg setiap 3 hari sampai dosis pemeliharaan harian sebanyak 0,1-0,2 mg/kg dari berat badan telah dicapai, jika kejang tidak terkontrol atau efek samping memburuk.
  • Dosis harian harus terbagi menjadi 3 dosis (tiga kali pemberian) sebisa mungkin. Kalau dosis tidak terbagi sama rata, dosis tertinggi harus diberikan sebelum berhenti.

Sementara itu, berikut adalah dosis clonazepam untuk anak di atas usia 10 tahun:

  • Dosis awal tidak boleh melebihi 1,5 mg/hari dalam 3 dosis terpisah.
  • Dosis mungkin dinaikkan sebanyak 0,5-1 mg setiap 3 hari sampai kejang terkontrol atau sampai efek samping hilang.
  • Dosis pemeliharaan berbeda-beda untuk setiap pasien tergantung respon.

Dosis harian maksimal clonazepam untuk anak-anak adalah 20 mg.

Dalam dosis dan sediaan apakah clonazepam tersedia?

Clonazepam adalah obat yang tersedia dalam sediaan tablet 0,5 mg,  1 mg, dan 2 mg.

Efek Samping Clonazepam

Efek samping apa yang mungkin terjadi akibat clonazepam?

Clonazepam adalah obat yang bisa menyebabkan efek samping. Cari pertolongan darurat jika Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi. Gejala alergi clonazepam adalah:

  • gatal-gatal
  • kesulitan bernapas
  • pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan

Laporkan gejala yang baru atau yang memburuk kepada dokter. Berikut adalah gejala yang perlu Anda waspadai setelah minum clonazepam:

  • perubahan suasana hati atau kebiasaan
  • depresi
  • cemas
  • merasa mudah marah
  • agresif
  • tidak bisa tenang
  • hiperaktif (secara mental atau fisik)
  • berpikir untuk bunuh diri atau melukai diri sendiri

Segera hubungi dokter bila Anda mengalami efek samping serius. Efek samping yang berbahaya dari clonazepam adalah:

  • kebingungan, berhalusinasi, berpikir atau bertindak aneh
  • lemah lesu atau napas dangkal
  • lebih nekat mengambil risiko, tidak ada rasa takut
  • pergerakan mata yang tidak biasa atau secara tidak sadar
  • detak jantung cepat
  • sulit atau sakit saat buang air kecil, lebih jarang buang air kecil
  • kulit pucat, mudah memar atau berdarah
  • kejang baru atau bertambah buruk

Efek samping yang lebih ringan dari clonazepam adalah:

  • mengantuk, pusing, sulit berpikir atau mengingat
  • merasa lelah, lemah otot, kehilangan keseimbangan atau koordinasi
  • bicara tidak jelas, mengeluarkan air liur atau mulut kering, sakit pada gusi
  • pilek atau hidung tersumbat
  • kehilangan nafsu makan, mual, diare, sembelit
  • penglihatan buram
  • sakit kepala
  • insomnia
  • ruam
  • perubahan berat badan

Tidak semua orang mengalami efek samping yang telah disebutkan. Bisa saja beberapa orang tidak mengalami efek samping di atas atau ada pula yang belum disebutkan.

Bila Anda mengalami kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan Pencegahan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan clonazepam?

Sebelum minum clonazepam, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan, antara lain:

1. Alergi

Beri tahu dokter jika Anda mengalami reaksi tak biasa atau alergi pada obat ini atau obat lain. Beri tahu dokter juga jika Anda memiliki alergi lain, seperti alergi makanan, pewarna, pengawet, atau alergi hewan. Untuk produk tanpa resep, baca label pada kemasan secara saksama.

2. Anak-anak

Clonazepam adalah obat yang belum dapat dipastikan tingkat keberhasilannya pada anak-anak. Keamanan dan kemanjuran untuk anak dengan serangan panik belum jelas.

3. Lansia

Penelitian memadai sampai saat ini belum menunjukkan masalah spesifik pada orang lanjut usia yang akan mengurangi manfaat clonazepam pada kelompok usia ini.

Namun, pasien lansia biasanya lebih rentan mengalami kebingungan dan rasa kantuk yang luar biasa, atau penyakit jantung, hati, atau ginjal karena faktor usia. Hal ini mungkin memerlukan penyesuaian dosis atau peringatan khusus sebelum minum obat ini.

Apakah clonazepam aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Clonazepam adalah obat yang belum dapat dipastikan risiko penggunaannya untuk ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori D (ada bukti bahwa berisiko) menurut US Food and Drugs Administration (FDA), sebuah organisasi yang setara dengan badan POM di Indonesia.

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  • A = Tidak berisiko
  • B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C = Mungkin berisiko
  • D = Ada bukti positif dari risiko
  • X = Kontraindikasi
  • N = Tidak diketahui

Interaksi Obat

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan clonazepam?

Sama seperti obat lainnya, clonazepam adalah obat yang juga bisa berinteraksi dengan obat lainnya. Interaksi obat ini dapat memengaruhi kinerja obat atau meningkatkan risiko efek samping.

Walau beberapa obat tidak boleh dikonsumsi bersamaan sama sekali, pada beberapa kondisi tertentu, obat juga bisa digunakan bersamaan walau ada kemungkinan interaksi.

Pada kasus seperti ini, dokter mungkin akan mengubah dosisnya atau melakukan antisipasi lain. Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat lain baik yang dijual bebas maupun dari resep dokter.

Menggunakan obat ini dengan beberapa obat-obatan di bawah ini biasanya tidak direkomendasikan, tapi pada beberapa kasus mungkin dibutuhkan, antara lain:

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan clonazepam?

Obat-obatan tertentu tidak bisa digunakan pada waktu makan atau mengonsumsi makanan/minuman tertentu karena potensi interaksi obat.

Merokok tembakau atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan dokter, perawat, atau apoteker.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan obat ini?

Adanya masalah medis lainnya mungkin mempengaruhi penggunaan obat ini. Pastikan Anda memberi tahu dokter kalau Anda memiliki masalah medis lainnya, khususnya:

  • Depresi
  • Masalah paru-paru atau pernapasan—Gunakan dengan hati-hati. Mungkin memperburuk kondisi.
  • Glaukoma, akut atau kronis
  • Penyakit ginjal
  • Penyakit hati—Gunakan dengan hati-hati. Efek obat mungkin meningkat karena proses pembuangan obat yang lambat dari dalam tubuh.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Kenapa Penderita Epilepsi Perlu Rajin Minum Minyak Ikan?

    Satu lagi manfaat baik minum minyak ikan bagi kesehatan, yaitu mencegah kejang pada orang dengan epilepsi. Bagaimana bisa, ya? Begini penjelasannya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. Hendry Wijaya
    Nutrisi, Hidup Sehat 24/10/2017 . 4 menit baca

    Bahaya yang Terjadi Bila Mengganjal Mulut Pakai Sendok Saat Kejang

    Banyak orang percaya bahwa mengganjal lidah dengan sendok saat kejang dapat membantu menangani kejang. Tapi cara ini tidak disarankan. Bahayanya bisa fatal.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Hidup Sehat, Tips Sehat 28/09/2017 . 4 menit baca

    Tanda-tanda Anjing Rabies dan Gejalanya Kalau Sudah Menular Pada Manusia

    Waspada rabies! Anda harus tahu apa saja gejala anjing rabies dan gejalanya pada manusia yang tertular. Begini cara membedakannya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina
    Hidup Sehat, Tips Sehat 05/09/2017 . 3 menit baca

    Apakah Orang Dewasa Masih Perlu Suntik Tetanus?

    Suntik tetanus biasanya diberikan untuk anak-anak. Tapi beberapa orang dewasa tetap perlu mendapatkan vaksin tetanus, lho! Siapa saja, dan kenapa?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina
    Hidup Sehat, Tips Sehat 04/09/2017 . 5 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    spasminal adalah

    Spasminal

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 09/03/2019 . 1 menit baca
    obat clobazam adalah

    Clobazam

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 17/09/2018 . 1 menit baca
    kejang otot punggung

    5 Cara Efektif untuk Mengatasi Kejang Otot Punggung

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 30/04/2018 . 4 menit baca
    mulut berbusa

    3 Penyebab Mulut Berbusa yang Perlu Anda Waspadai

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 25/03/2018 . 5 menit baca