Amlodipine

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Juni 2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Amlodipine Obat Apa?

Fungsi obat amlodipine (amlodipin)

Amlodipine, atau amlodipin, adalah obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi yang termasuk ke dalam golongan calcium channel blocker. Obat untuk hipertensi ini bekerja dengan cara memasuki jaringan dan pembuluh arteri tertentu, kemudian mengalir ke jantung dan menurunkan tekanan darah. 

Obat antihipertensi ini dapat digunakan sebagai kombinasi dari obat lain untuk mengobati tekanan darah tinggi atau digunakan sebagai pengobatan tunggal. Selain menurunkan tekanan darah tinggi, amlodipine juga membantu mencegah stroke, serangan jantung, dan masalah ginjal.

Amlodipine juga digunakan untuk mencegah beberapa jenis nyeri dada (angina). Obat penurun darah tinggi ini dapat membantu meningkatkan kemampuan Anda untuk berolahraga dan menurunkan frekuensi serangan angina.

Walaupun begitu, obat untuk hipertensi ini tidak boleh digunakan untuk mengobati serangan nyeri dada ketika kondisi tersebut terjadi. Gunakan obat lain, seperti nitrogliserin sublingual untuk meringankan serangan nyeri dada seperti yang diarahkan oleh dokter Anda.

Bagaimana aturan minum amlodipine?

Konsumsi obat untuk menurunkan darah tinggi ini dengan atau tanpa makanan seperti yang diarahkan oleh dokter Anda. Aturan minum amlodipine biasanya adalah sehari sekali. Dosis yang diberikan akan bergantung pada kondisi medis dan cara tubuh Anda merespons pengobatan. Dokter Anda mungkin akan secara bertahap meningkatkan dosis Anda. Maka dari itu, ikuti petunjuk dokter dengan hati-hati.

Gunakan obat antihipertensi ini secara teratur untuk mendapatkan manfaatnya. Untuk membantu Anda mengingat waktu minum obat, pastikan minum di waktu yang sama. Penting untuk terus minum obat ini bahkan jika Anda sudah merasa baik. Pasalnya, kebanyakan orang dengan tekanan darah tinggi tidak merasa sakit.

Jika digunakan untuk angina, obat ini harus diminum secara teratur agar efektif. Beri tahu dokter jika kondisi Anda tidak membaik atau jika memburuk, misalnya:

  • Pembacaan tekanan darah Anda tetap tinggi atau meningkat
  • Nyeri dada berlanjut atau memburuk

Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Bagaimana cara menyimpan obat ini?

Obat amlodipine paling baik disimpan pada suhu ruangan, sehingga harus dijauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi atau dibekukan.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Untuk itu, perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan, supaya tidak rusak kondisinya atau termakan oleh anak.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Dosis Amlodipine

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasi pada dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis amlodipine untuk orang dewasa?

Berikut adalah dosis amlodipine yang dianjurkan untuk orang dewasa:

Dosis dewasa biasa untuk hipertensi

Dosis awal: 5 mg secara oral sekali sehari

Dosis pemeliharaan: 5-10 mg per oral sekali sehari. Pasien yang rentan dapat dimulai pada 2,5 mg oral sekali sehari.

Dosis dewasa biasa untuk angina pektoris

Dosis untuk angina kronis stabil atau vasospastik, atau penyakit arteri koroner angiografi yang dicatatkan pada pasien tanpa gagal jantung kurang dari 40 persen:

Dosis 5-10 mg secara oral sekali sehari. Kebanyakan pasien dengan angina stabil atau vasospastik kronis membutuhkan 10 mg sampai efeknya terasa.

Dalam studi klinis, sebagian besar pasien dengan penyakit arteri koroner diperlukan 10 mg.

Dosis dewasa biasa untuk penyakit arteri koroner

Angina kronis stabil atau vasospastik, atau penyakit arteri koroner angiografi yang didokumentasikan pada pasien tanpa gagal jantung atau fraksi ejeksi kurang dari 40%:

5-10 mg secara oral sekali sehari.  Kebanyakan pasien dengan angina stabil atau vasospastik kronis membutuhkan 10 mg untuk efek yang memadai. Dalam studi klinis, sebagian besar pasien dengan penyakit arteri koroner diperlukan 10 mg.

Bagaimana dosis amlodipine untuk anak?

Berikut adalah dosis amlodipine yang dianjurkan untuk anak-anak:

Dosis anak-anak untuk hipertensi

Usia 6-17 tahun: 2,5-5 mg oral sekali sehari.

Catatan: Dosis lebih dari 5 mg sehari belum diteliti pada pasien anak.

Dalam dosis dan sediaan apakah obat ini tersedia?

Amlodipine hanya tersedia dalam bentuk tablet oral (minum), meliputi dosis 2,5 mg, 5 mg, dan 10 mg.   

Jika Anda mengalami kesulitan meminum obat ini, konsultasikan pada dokter cara mudah lainnya untuk minum obat amlodipine.

Efek Samping

Efek samping apa yang mungkin terjadi karena amlodipine?

Umumnya obat penurun tekanan darah tinggi ini menyebabkan kantuk. Ini merupakan efek samping yang paling ringan. Hentikan menggunakan amlodipine dan hubungi dokter Anda jika Anda memiliki salah satu dari efek samping yang serius berikut ini:

  • Bengkak di tangan, pergelangan kaki, atau kaki
  • Detak jantung berdebar atau berkibar di dada
  • Nyeri dada atau perasaan berat, nyeri menyebar ke lengan atau bahu, mual, berkeringat, perasaan sakit umum

Efek samping amlodipine yang lebih ringan mungkin termasuk:

  • Sakit kepala
  • Pusing, mengantuk
  • Perasaan lelah
  • Sakit perut; atau
  • Flushing (rasa hangat, kemerahan di kulit, atau sensasi kesemutan)
  • Hilang kesadaran

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Bila Anda baru pertama kali menggunakan obat antihipertensi ini atau meningkatkan dosisnya dan merasakan  nyeri dada semakin buruk, kemungkinan Anda mengalami serangan jantung.

Hentikan segera penggunaan jika Anda mengalami hal demikian. Selain nyeri dada, gejala serangan jantung lainnya yang harus Anda waspadai antara lain:

  • Sesak napas
  • Tubuh bagian atas nyeri dan terasa pegal
  • Tubuh terasa lelah dan terus mengeluarkan keringat dingin
  • Mual dan pusing

Pencegahan & Peringatan

Apa yang harus diketahui sebelum menggunakan obat ini?

Sebelum menggunakan amlodipine, pastikan beberapa hal berikut ini:

1. Anda memiliki alergi

Beri tahu dokter dan apoteker jika Anda alergi terhadap amlodipine, obat lain, atau bahan apa pun dalam tablet obat antihipertensi ini. Tanyakan apa saja daftar bahan-bahannya pada apoteker.

Gejala alergi dari penggunaan obat hipertensi ini, meliputi:

  • Kesulitan bernapas
  • Tubuh gatal-gatal
  • Pembengkakan pada wajah, bibir, tenggorokan atau lidah
  • Merasa akan pingsan
  • Mual dan muntah
  • Tubuh terus berkeringat

Jangan minum obat ini lagi jika Anda pernah mengalami alergi setelah meminumnya. Bukannya mengobati hipertensi, minum amlodipine meski alergi bisa membuat Anda mendapatkan masalah kesehatan fatal, bahkan seperti kematian.

2. Hentikan pengobatan jika menimbulkan gejala tidak menyenangkan

Penggunaan obat harus diawasi dokter. Pasalnya, tidak semua orang dapat menggunakan obat ini dengan lancar. Jika menimbulkan gejala yang tidak biasa segera bicarakan pada dokter.

3. Sedang atau akan menggunakan obat lain

Beri tahu dokter dan apoteker tentang obat resep dan obat nonresep, vitamin, suplemen gizi, dan produk herbal yang Anda gunakan atau yang akan Anda gunakan. 

4. Memiliki kondisi tertentu

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat memengaruhi penggunaan obat ini. Beri tahukan dokter Anda bila Anda memiliki masalah kesehatan apa pun.

6. Jangan melewatkan atau berhenti minum obat tanpa arahan dokter

Hipertensi tidak seperti pilek yang benar-benar hilang penyakitnya dari tubuh. Sekali Anda memiliki penyakit ini, Anda akan terus memilikinya. Namun, Anda bisa hidup sehat jika minum obat dengan rutin dan menerapkan hidup sehat. Jadi, jangan coba- tanpa izin dari dokter atau sengaja melewatkannya.

Apakah amlodipine aman untuk ibu hamil atau menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan amlodipine untuk ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA). Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  • A = Tidak berisiko
  • B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C = Mungkin berisiko
  • D = Ada bukti positif dari risiko
  • X = Kontraindikasi
  • N = Tidak diketahui

Interaksi Obat

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan amlodipine?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini.

Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep, nonresep, dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter

Beri tahu dokter Anda tentang semua obat-obatan lain yang Anda gunakan, terutama:

1. Obat jantung

Menggunakan diltiazem dengan amlodipine dapat meningkatkan kadar amlodipine dalam tubuh Anda. Ini dapat menyebabkan lebih banyak efek samping.

2. Obat antijamur

Minum obat ini dengan obat-obatan antijamur dapat meningkatkan kadar amlodipine dalam tubuh. Ini dapat menyebabkan lebih banyak efek samping atau efek samping lebih parah. Contoh, obat-obatan tersebut, antara lain:

3. Obat untuk masalah ereksi

Minum obat darah tinggi dengan obat-obatan untuk masalah ereksi dapat meningkatkan risiko tekanan darah rendah (hipotensi), di antaranya:

  • Sildenafil
  • Tadalafil
  • Avanafil
  • Vardenafil
  • Obat kolesterol

4. Obat-obatan yang mengendalikan sistem kekebalan tubuh

Minum obat penurun darah tinggi dengan obat-obatan ini dapat menggandakan kandungan dosis. Ini dapat menyebabkan lebih banyak efek samping. Contoh, obat-obatan tersebut, yakni:

  • Siklosporin
  • Tacrolimus

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan obat ini?

Obat-obatan tertentu tidak boleh diminum saat makan atau mengonsumsi makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi.

Merokok atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan obat ini?

Jika Anda memiliki kondisi apa pun, selalu beri tahu dokter Anda. Berikut kondisi medis yang harus Anda beritahukan pada dokter, yaitu:

1. Penyakit hati

Obat antihipertensi ini diproses di hati. Jika fungsi hati tidak bekerja dengan baik, obat tidak akan diproses dengan baik. Artinya, efek obat akan bertahan di tubuh lebih lama.

Hal ini membuat Anda berisiko terhadap lebih banyak efek samping. Jika Anda memiliki masalah pada liver Anda, minta pada dokter untuk menurunkan dosis obat.

2. Penyakit jantung

Jika Anda memiliki masalah jantung, seperti penyempitan pembuluh darah, obat dapat meningkatkan beberapa risiko masalah kesehatan. Obat ini dapat menyebabkan nyeri dada jadi lebih buruk, serangan jantung, atau tekanan darah sangat rendah jika Anda meningkatkan dosis.

Jadi, sangat ditekankan untuk memberi tahu dokter mengenai kondisi kesehatan Anda.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala overdosis mungkin termasuk:

  • Pusing
  • Pingsan
  • Denyut jantung cepat

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis tanpa sepengetahuan dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Dua Cara Mendeteksi Endapan Lemak di Pembuluh Darah Anda

Stroke dan serangan jantung bisa terjadi akibat adanya endapan lemak di pembuluh darah Anda. Bagaimana cara mengetahuinya?

Ditulis oleh: dr. Maizan Khairun Nissa
Hidup Sehat, Tips Sehat 28 September 2016 . Waktu baca 5 menit

Pyrazinamide

Pyrazinamide Obat Apa?Untuk apa Pyrazinamide? Pirazinamid adalah obat yang digunakan dengan obat lain dengan fungsi untuk mengobati tuberkulosis (TB). Obat ini adalah antibiotik dan bekerja dengan menghentikan ...

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 1 Januari 1970 . Waktu baca 9 menit

Gallamine Triethiodide

PenggunaanUntuk apa gallamine triethiodide? Galamin thriethiodide adalah obat dengan fungsi sebagai relaksan otot, dan tergolong ke dalam anestesi umum. Bagaimana cara penggunaan gallamine triethiodide? Obat ini ...

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 1 Januari 1970 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

buah untuk sakit pinggang

5 Rekomendasi Buah Terbaik untuk Pengidap dan Penyintas Stroke

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 19 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit
cara mencegah pencegahan penyakit jantung

14 Cara Ampuh Mencegah dan Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 18 November 2017 . Waktu baca 13 menit

Felodipine

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 28 Juli 2017 . Waktu baca 10 menit
obesitas menyebabkan serangan jantung

Mengapa Obesitas Bisa Menyebabkan Serangan Jantung?

Ditulis oleh: dr. Maizan Khairun Nissa
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2016 . Waktu baca 5 menit