Spironolactone obat apa?

Oleh

Nama Generik: Spironolactone Merek: Carpiaton-25/Carpiaton-100, Letonal, Spirolacton, Spironolactone Otto, Aldactone dan Spirola.

Penggunaan

Untuk apa Spironolactone?

Spironolactone adalah obat dengan fungsi untuk mengobati tekanan darah tinggi. Menurunkan tekanan darah tinggi dapat mencegah stroke, serangan jantung, dan masalah pada ginjal. Ini juga bisa digunakan untuk mengobati pembengkakan (edema) yang disebabkan oleh kondisi tertentu (contoh, gagal jantung kongestif) dengan mengeluarkan kelebihan cairan dan meningkatkan gejala seperti masalah pernapasan.

Obat ini juga digunakan untuk mengobati kadar kalium rendah dan kondisi abnormal tubuh, dimana tubuh akan mengeluarkan banyak zat kimia alami (aldosterone).

Spironolactone dikenal sebagai “water pill” (potassium-sparing diuretic).

KEGUNAAN LAIN: Bagian ini memuat penggunaan obat ini yang tidak tercantum dalam label yang sudah disetujui, namun mungkin saja diresepkan oleh ahli kesehatan Anda. Gunakan obat ini untuk kondisi yang tercantum di bawah hanya jika sudah diresepkan oleh dokter dan ahli kesehatan Anda.

Obat ini juga telah digunakan untuk mengobati pertumbuhan rambut berlebih (hirsutism) pada wanita penderita penyakit ovarium poliklistik.

Dosis spironolactone dan efek samping spironolactone akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Bagaimana cara penggunaan Spironolactone?

Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Minum obat ini sesuai arahan dokter. Jika Anda merasa mual, bisa dibarengi dengan makanan atau susu. Sangat baik untuk meminum obat pada pagi hari (sebelum pukul 6 sore) agar menghindari terbangun pada malam hari untuk buang air kecil. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker jika Anda memiliki pertanyaan.

Dosis selalu diberikan berdasarkan kondisi kesehatan Anda dan bagaimana Anda merespon terapi. Pada anak-anak, dosis juga didasarkan pada berat badan.

Minum obat ini secara teratur agar mendapatkan hasil yang maksimal. Ingatlah untuk selalu meminumnya pada waktu yang sama setiap harinya sesuai arahan. Sangat penting untuk melanjutkan mengonsumsi obat walau Anda merasa sudah lebih baik. Kebanyakan orang dengan tekanan darah tinggi tidak merasa dirinya sakit.

Minum obat ini sesuai dengan yang disarankan. Jangan menambah dosis Anda, mengonsumsinya lebih sering dari yang disarankan, atau berhenti minum obat tanpa konsultasi dengan dokter Anda. Kondisi Anda mungkin akan bertambah parah ketika Anda berhenti mengonsumsi obat dengan tiba-tiba.

Informasikan dokter Anda jika kondisi Anda semakin memburuk (contoh, jika Anda menyadari tekanan darah Anda semakin meninggi).

Bagaimana cara penyimpanan Spironolactone?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Spironolactone untuk orang dewasa?

Dosis untuk dewasa dengan Edema:

25 sampai 200 mg/hari dibagi menjadi 1 atau 2 dosis

Dosis untuk dewasa dengan Hipertensi:

25 sampai 200 mg/hari dibagi menjadi 1 atau 2 dosis

Dosis untuk dewasa dengan Hypokalemia:

25 sampai 200 mg/hari dibagi menjadi 1 atau 2 dosis

Dosis untuk dewasa dengan diagnosis awal Hyperaldosteronism:

100 sampai 400 mg/hari dibagi menjadi 1 atau 2 dosis

Dosis untuk dewasa dengan Hirsutism:

50 sampai 200 mg/hari dibagi menjadi 1 atau 2 dosis

Dosis untuk dewasa dengan gagal jantung kongestif:

25 mg/hari. Bisa ditambah atau dikurangi berdasarkan respon dan bukti dari hyperkalemia.

Dosis untuk dewasa dengan Hyperaldosteronism Tahap Awal:

Dosis awal: 100 mg sehari sekali. Dosis mungkin akan terbagi menjadi dua dosis harian dan meningkat setiap dua sampai tiga hari hingga batas dosis maksimal yang diajurkan setiap harinya (400 mg). Dianjurkan bahwa dosis dititrasi untuk mengurangi retensi natrium, hipertensi, letih, hipokalemia, dan tanda atau gejala lain primer hiperaldosteronisme pada pasien.

Jika pasien memiliki adenoma adrenal atau karsinoma, dosis terendah spironolactone akan diberikan ketika menjelang operasi. Namun bagi penderita hiperplasia adrenal, biasanya tidak memberikan respon terhadap operasi, dan terapi spironolactone kronis dianjurkan.

Pasien dengan hiperplasia adrenal sering membutuhkan terapi antihipertensi lainnya untuk mengontrol hipertensi yang berhubungan dengan mereka.

Bagaimana dosis Spironolactone untuk anak-anak?

Dosis untuk anak-anak dengan hipertensi:

Neonatal: 1 sampai 3 mg/kg/hari setiap 12 hingga 24 jam.

Anak-anak: 1.5 sampai 3.3 mg/kg/hari atau 60 mg/m2/hari dosis dibagi menjadi setiap 6 sampai 12 jam tidak melebihi 100 mg/hari.

Dosis untuk anak-anak dengan diagnosis primer hiperaldosteronisme:

Anak-anak: 100 sampai 400 mg/m2/hari terbagi menjadi 1 atau 2 dosis

Dalam dosis apakah Spironolactone tersedia?

Tablet: 25 mg; 50 mg; 100 mg

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena Spironolactone?

Cari pertolongan medis jika Anda memiliki tanda-tanda reaksi alergi ini: gatal-gatal, sulit bernafas, bengkak pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Hentikan menggunakan spironolactone dan segera hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping serius, seperti:

  • Mati rasa atau perasaan geli
  • Nyeri otot atau lemah
  • Lambat, cepat, atau detak jantung tidak beraturan
  • Merasa lelah, gelisah, atau pusing
  • Jarang buang air kecil atau tidak sama sekali
  • Napas cepat
  • Tremor, kebingungan
  • Mual, perut bagian atas terasa sakit, gatal, kehilangan nafsu makan, air seni berwarna gelap, tinja berwarna seperti tanah liat, sakit kuning (menguning pada kulit atau mata); atau
  • Reaksi alergi pada kulit – demam, sakit tenggorokan, bengkak pada wajah dan lidah, mata terasa panas, kulit terasa sakit, diikuti dengan ruam berwarna kemerahan atau keunguan yang menyebar (khususnya pada wajah dan tubuh bagian atas) dan menyebabkan kulit melepuh dan mengelupas

Efek yang tidak terlalu serius, termasuk:

  • Mual ringan atau muntah-muntah
  • Pusing, sakit kepala
  • Perut sakit
  • Muncul ruam pada kulit

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Spironolactone?

Sebelum menggunakan obat tertentu, pertimbangkan risiko dan manfaatnya terlebih dahulu. Ini adalah keputusan yang harus dibuat Anda dan dokter Anda. Untuk obat ini, perhatikan hal berikut:

Alergi

Beri tahu dokter jika Anda mengalami reaksi tak biasa atau alergi pada obat ini atau obat lain. Beri tahu dokter juga jika Anda memiliki alergi tipe lain seperti pada makanan, pewarna, pengawet, atau alergi hewan. Untuk produk tanpa resep, baca label pada kemasan secara saksama.

Anak-anak

Tidak ada informasi yang tersedia antara hubungan usia dengan efek obat ini pada pasien anak. Keamanan dan kemanjuran belum ditetapkan.

Lansia

Tidak ada informasi yang tersedia antara hubungan usia dengan efek obat ini pada pasien manula.

Apakah Spironolactone aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  •  A= Tidak berisiko
  •  B= Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  •  C= Mungkin berisiko
  •  D= Ada bukti positif dari risiko
  •  X= Kontraindikasi
  •  N= Tidak diketahui

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Spironolactone?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Walaupun beberapa obat tidak boleh digunakan secara bersamaan, pada kasus lain dua obat berbeda mungkin dapat digunakan secara bersamaan walaupun jika interaksi mungkin terjadi. Dalam kasus ini, dokter Anda mungkin akan mengubah dosis, atau tindakan pencegahan lain mungkin akan diperlukan. Beritahu dokter jika Anda sedang menggunakan resep lain atau obat nonresep.

Menggunakan obat ini dengan salah satu obat berikut ini tidak dianjurkan. Dokter Anda mungkin akan memutuskan untuk tidak mengobati Anda dengan obat ini atau mengubah beberapa obat yang telah Anda gunakan.

  • Eplerenone
  • Triamterene

Menggunakan obat ini dengan salah satu obat berikut ini biasanya tidak dianjurkan, tetapi mungkin diperlukan pada beberapa kasus. Jika kedua obat terdapat bersamaan dalam resep, dokter Anda mungkin akan mengubah dosis atau frekuensi Anda menggunakan salah satu atau kedua obat tersebut.

  • Alacepril
  • Arginine
  • Arsenic Trioxide
  • Benazepril
  • Captopril
  • Cilazapril
  • Delapril
  • Digoxin
  • Droperidol
  • Enalaprilat
  • Enalapril Maleate
  • Fosinopril
  • Imidapril
  • Levomethadyl
  • Lisinopril
  • Lithium
  • Moexipril
  • Pentopril
  • Perindopril
  • Potassium
  • Quinapril
  • Ramipril
  • Sotalol
  • Spirapril
  • Tacrolimus
  • Temocapril
  • Trandolapril
  • Trimethoprim
  • Zofenopril

Menggunakan obat ini dengan salah satu obat berikut ini akan meningkatkan risiko pada efek samping tertentu, tetapi menggunakan kedua obat secara bersamaan mungkin merupakan pengobatan terbaik bagi Anda. Jika kedua obat terdapat bersamaan dalam resep, dokter Anda mungkin akan mengubah dosis atau seberapa sering Anda menggunakan salah satu atau kedua obat tersebut.

  • Aceclofenac
  • Acemetacin
  • Amtolmetin Guacil
  • Aspirin
  • Bromfenac
  • Bufexamac
  • Celecoxib
  • Choline Salicylate
  • Clonixin
  • Dexibuprofen
  • Dexketoprofen
  • Diclofenac
  • Diflunisal
  • Digitoxin
  • Dipyrone
  • Etodolac
  • Etofenamate
  • Etoricoxib
  • Felbinac
  • Fenoprofen
  • Fepradinol
  • Feprazone
  • Floctafenine
  • Flufenamic Acid
  • Flurbiprofen
  • Gossypol
  • Ibuprofen
  • Ibuprofen Lysine
  • Indomethacin
  • Ketoprofen
  • Ketorolac
  • Licorice
  • Lornoxicam
  • Loxoprofen
  • Lumiracoxib
  • Meclofenamate
  • Mefenamic Acid
  • Meloxicam
  • Morniflumate
  • Nabumetone
  • Naproxen
  • Nepafenac
  • Niflumic Acid
  • Nimesulide
  • Oxaprozin
  • Oxyphenbutazone
  • Parecoxib
  • Phenylbutazone
  • Piketoprofen
  • Piroxicam
  • Pranoprofen
  • Proglumetacin
  • Propyphenazone
  • Proquazone
  • Rofecoxib
  • Salicylic Acid
  • Salsalate
  • Sodium Salicylate
  • Sulindac
  • Tenoxicam
  • Tiaprofenic Acid
  • Tolfenamic Acid
  • Tolmetin
  • Valdecoxib

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Spironolactone?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Spironolactone?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • Penyakit Addison (masalah adrenal)
  • Anuria (tidak dapat mengeluarkan air seni)
  • Hiperkalemia (tingginya kalsium pada darah)
  • Penyakit ginjal parah⎯tidak boleh digunakan pada pasien kondisi ini
  • Elektrolit yang tidak seimbang (contoh, klorida rendah, magnesium atau sodium pada tubuh)
  • Ketidakseimbangan cairan (disebabkan oleh dehidrasi, muntah atau diare)
  • Penyakit hati parah⎯gunakan dengan hati-hati. Dapat memperparah kondisi

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala-gejala overdosis, termasuk:

  • Mengantuk
  • Bingung
  • Ruam pada kulit
  • Mual
  • Muntah-muntah
  • Pusing
  • Diare
  • Kesemutan pada lengan dan kaki
  • Otot terasa lemah
  • Terasa lemas atau kaku pada kaki
  • Detak jantung yang tidak teratur

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 14, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca