Lisinopril obat apa?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Nama Generik: Lisinopril Merek: Odace, Tensinop, Tensiphar, Zestril, Inhitril, Interpril, Linoxal, Noperten dan Nopril.

Penggunaan

Untuk apa Lisinopril?

Lisinopril adalah obat dengan fungsi untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi). Obat ini termasuk golongan ACE inhibitor (angiotensin converting enzyme).

ACE inhibitor bekerja dengan cara menghambat produksi angiotensin dalam tubuh. Angiotensin merupakan senyawa kimia yang menyebabkan pembuluh darah arteri mengencang dan menegang. Dengan minum obat ini, pembuluh darah menjadi kendur sehingga darah dapat mengalir lebih mudah dan lancar.

Selain menurunkan tekanan darah, obat hipertensi ini juga bermanfaat untuk mengobati gagal jantung dan gagal ginjal kronis. Obat ini juga membantu mencegah serangan jantung, stroke, serta melindungi ginjal dari komplikasi diabetes.

Dokter mungkin dapat meresepkan obat ini untuk hal yang tidak disebutkan dalam ulasan berikut. Silakan bertanya langsung ke dokter untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat ini.

Penting untuk diketahui, Lisinopril adalah obat keras yang penggunaannya harus diawasi ketat oleh dokter. Pastikan obat ini digunakan sesuai dengan yang dianjurkan dokter supaya terhindar dari risiko efek samping yang berbahaya.

Bagaimana cara penggunaan Lisinopril?

Obat ini dapat diminum sebelum atau setelah makan. Tanyakan pada dokter kapan waktu terbaik Anda untuk mengonsumsi obat ini.

Bila dokter meresepkan obat cair, kocok botolnya terlebih dulu. Pastikan Anda menggunakan sendok ukur yang biasanya tersedia di dalam kemasan obat. Jangan menggunakan sendok rumah biasa karena dosis dapat tidak sesuai. Bila tidak tersedia sendok ukur, tanyakan langsung pada apoteker.

Pemberian dosis obat disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan respon pasien terhadap pengobatan. Inilah sebabnya, dosis untuk setiap orang mungkin dapat berbeda.

Gunakan obat Lisinopril secara teratur untuk mendapatkan manfaat terbaik. Agar tidak ada dosis yang terlewat, gunakan obat di waktu yang sama setiap harinya. Sebaiknya jangan memulai atau menghentikan pengobatan tanpa berkonsultasi dulu ke dokter.

Banyak orang dengan tekanan darah tinggi tidak merasakan sakit atau gejala apa pun yang menyiksa. Maka itu, tetap minum obat ini sampai batas waktu yang ditentukan dokter meski Anda sudah merasa sehat.

Segera hubungi dokter jika Anda terus-terusan muntah, diare, atau berkeringat lebih banyak dari biasanya. Selama minum obat ini, Anda juga mungkin akan lebih mudah mengalami dehidrasi.

Dehihdrasi menyebabkan tekanan darah sangat rendah. Itu sebabnya, rutin memeriksakan tekanan darah saat berkunjung ke dokter jadi salah satu hal yang sebaiknya tak terlewatkan.

Pasien tekanan darah tinggi mungkin membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 4 minggu untuk merasakan manfaat yang optimal dari obat ini. Sementara untuk pesien gagal jantung, mereka mungkin membutuhkan perawatan yang lebih lama.

Berapa pun lamanya menggunakan obat ini, pastikan selalu memberi tahu dokter mengenai perkembangan kondisi Anda. Jika tekanan darah terus naik, jangan ragu untuk meminta alternatif obat lainnya ke dokter.

Yang paling penting, selalu ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan hingga sejelas-jelasnya.

Bagaimana cara penyimpanan Lisinopril?

Lisinopril adalah obat hipertensi yang sebaiknya disimpan pada suhu ruangan. Jauhkan obat dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi.

Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Lisinopril untuk orang dewasa?

Setiap orang mungkin akan mendapatkan dosis obat yang berbeda. Hal ini karena pemberian dosis disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan respon pasien terhadap pengobatan.

  • Untuk mengatasi hipertensi, dosis awal yang dianjurkan adalah 10 miligram (mg) per hari. Dosis perawatan adalah 20 mg per hari. Jika diperlukan, dosis juga dapat dinaikkan hingga 80 mg per hari.
  • Pada kasus gagal jantung, dosis Lisinopril yang aman adalah 2,5-5 mg per hari. Dosis dapat dinaikkan hingga 40 mg per hari, dengan peningkatan dosis kurang dari 10 dan interval pemakaian minimal 2 minggu.
  • Sementara untuk mencegah masalah ginjal akibat diabetes, obat dapat diberikan dengan dosis 10 mg sehari sekali. Dosis dapat dinaikkan menjadi 20 mg sehari sekali, atau hingga tekanan diastolik pasien kurang dari 90 mmHG.

Dokter bisa saja mengubah dosis obat untuk memastikan bahwa Anda mendapat takaran yang tepat. Patuhi resep yang diberikan dokter meski berubah beberapa kali.

Jangan minum obat lebih banyak atau lebih sedikit dari yang tertera di resep. Jika dokter meminta Anda berhenti meminumnya, hentikan saat itu juga. Sebaliknya, jika dokter belum meminta Anda untuk terus minum obat, ikuti aturannya meski Anda mungkin merasa sehat atau baik-baik saja.

Sebaiknya segera memberi tahu dokter atau apoteker bila kondisi Anda tidak membaik atau semakin memburuk. Dokter mungkin akan memberikan obat lain yang lebih cocok dan aman untuk kondisi Anda.

Bagaimana dosis Lisinopril untuk anak-anak?

Pemberian dosis untuk anak-anak berdasarkan usia dan berat badan mereka. Dokter juga mempertimbangkan kondisi kesehatan serta respon anak terhadap obat.

Maka itu, dosis obat untuk setiap anak bisa berbeda-beda. Untuk mengetahui dosis pastinya, silakan berkonsultasi langsung ke dokter.

Dalam dosis apakah Lisinopril tersedia?

Lisinopril tersedia dalam bentuk tablet dengan kekuatan 5 mg dan 10 mg.

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena Lisinopril?

Sama seperti obat lainnya, obat ini juga berpotensi menyebabkan efek samping. Beberapa efek samping paling umum dari obat Lisinopril adalah:

  • Batuk kering
  • Pusing
  • Sakit kepala ringan
  • Mengantuk
  • Mual
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Kulit gatal

Dalam kasus yang jarang terjadi, obat ini juga dapat kerusakan ginjal. Untuk itu jika Anda mengalami mual dan muntah terus-terusan, nafsu makan menurun drastis, sakit perut, urine berwarna gelap, serta kulit dan mata kuning, segera konsultasikan ke dokter.

Anda juga perlu ke dokter bila mengalami efek samping serius seperti:

  • Merasa ingin pingsan
  • Gejala seperti ingin flu seperti badan pegal-pegal, sakit tenggorokan, demam ringan
  • Badan lemas dan tidak bertenaga
  • Pembengkakan bagian tubuh tertentu
  • Berat badan naik
  • Sesak napas
  • Kencing lebih sedikit dari biasanya atau tidak sama sekali
  • Kadar kalium di dalam darah tinggi, ditandai dengan denyut jantung lambat, nadi lemah, dan lemah otot

Obat ini juga bisa menyebabkan reaksi alergi parah yang disebut dengan syok anafilaktik. Ketika hal ini terjadi, Anda akan mengalami:

  • Ruam kulit
  • Gatal-gatal
  • Sulit bernapas
  • Pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan
  • Kesadaran hampir hilang

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Lisinopril?

Beberapa hal yang perlu diketahui dan dilakukan sebelum minum Lisinopril adalah:

  • Beri tahu dokter dan apoteker jika Anda alergi terhadap Lisinopril atau obat ACE inhibitor lainnya. Tanyakan apoteker Anda untuk daftar bahan penyusunnya
  • Beri tahu dokter dan apoteker semua obat, vitamin, suplemen, dan herbal yang sedang dikonsumsi.
  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki diabetes dan Anda mengonsumsi aliskiren (Tekturna, di Amturnide, Tekamlo, Tekturna HCT).
  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki atau pernah memiliki gagal jantung atau penyakit ginjal atau penyakit hati.
  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki kadar kalsium tinggi dalam darah.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang atau berencana hamil dalam waktu dekat dan atau sedang menyusui.

Obat ini bisa menyebabkan pusing ringan ketika Anda bangun terlalu cepat dari berbaring atau duduk. Hal ini biasanya terjadi ketika Anda pertama kali meminumnya.

Untuk membantu menghindari masalah ini, bangunlah dari tempat tidur secara perlahan-lahan. Posisikan kaki Anda di lantai selama beberapa menit sebelum berdiri.

Obat ini juga bisa menyebabkan mengantuk. Maka itu, Anda sebaiknya tidak berkendara atau mengoperasikan mesin sampai efek obat benar-benar hilang.

Jika selama minum obat ini Anda mengalami diare, muntah, dan berkeringat dengan derasnya, hati-hati. Pasalnya kondisi ini bisa menurunkan tekanan darah hingga membuat Anda pingsan.

Katakan kepada dokter Anda jika Anda memiliki masalah ini atau mengalaminya selama melakukan pengobatan Anda

Apakah Lisinopril aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori D menurut Food and Drugs Administration (FDA) di Amerika Serikat, atau setara dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia.

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  • A = Tidak berisiko
  • B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C = Mungkin berisiko
  • D = Ada bukti positif dari risiko
  • X = Kontraindikasi
  • N = Tidak diketahui

Belum ada informasi yang memadai tentang keamanan dalam menggunakan obat ini selama masa kehamilan dan menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Belum diketahui apakah obat ini dapat masuk ke ASI atau membahayakan bayi saat menyusu. Maka dari itu, jangan menggunakan obat ini tanpa persetujuan dokter jika Anda sedang menyusui.

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Lisinopril?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini.

Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker.

Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Beberapa obat-obatan yang mungkin dapat berinteraksi negatif bila digunakan bersamaan dengan Lisinopril adalah:

  • Obat tekanan darah lain
  • Obat-obatan untuk mengatasi radang sendi
  • Lithium
  • Suplemen kalsium
  • Insulin atau obat-obatan diabetes
  • NSAIDs (non-steroidal anti-inflammatory drugs) seperti ibuprofen (Advil, Motrin), naproxen (Aleve), celecoxib, diclofenac, indomethacin, meloxicam, dan lain-lain
  • Diuretik (pil air

Mungkin masih ada banyak obat lain yang belum disebutkan di atas. Itu sebabnya, penting untuk memberi tahu semua obat-obatan yang sedang atau akan rutin Anda konsumsi. Informasi sederhana ini dapat membantu dokter memilih obat lain yang lebih aman dan cocok untuk kondisi Anda.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Lisinopril?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Lisinopril?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Beri tahukan dokter Anda bila Anda memiliki masalah kesehatan lain, khususnya:

  • Angioedema (pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, tenggorokan, lengan, atau kaki).
  • Penyakit kolagen vaskuler (penyakit autoimun) bersama dengan penyakit ginjal atau Scleroderma (penyakit autoimun).
  • Systemic lupus erythematosus (SLE).
  • Ketidakseimbangan elektrolit (contoh: sodium rendah dalam darah).
  • Ketidakseimbangan cairan (disebabkan oleh dehidrasi, muntah, atau diare).
  • Penyakit jantung atau pembuluh darah (seperti aortic stenosis).
  • Penyakit hati.
  • Masalah ginjal (termasuk pasien yang menjalani cuci darah). Efeknya dapat meningkat karena pengeluaran obat dari tubuh lebih lambat.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala overdosis yaitu:

  • Kepala seperti melayang
  • Pingsan

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: November 4, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca