Nama Generik: Lisinopril Merek: Odace, Tensinop, Tensiphar, Zestril, Inhitril, Interpril, Linoxal, Noperten dan Nopril.

Penggunaan

Untuk apa Lisinopril?

Lisinopril adalah obat dengan fungsi untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi). Menurunkan tekanan darah membantu mencegah stroke, serangan jantung, dan masalah ginjal. Obat ini juga digunakan untuk mengobati gagal jantung dan meningkatkan kelangsungan hidup setelah serangan jantung. Lisinopril merupakan ACE inhibitor dan bekerja melemaskan pembuluh darah sehingga darah dapat mengalir lebih mudah.

PENGGUNAAN LAIN: Section ini berisi penggunaan obat yang tidak disebutkan di label yang disetujui profesional namun dapat diresepkan oleh dokter Anda. Gunakan obat ini pada kondisi yang disebutkan pada section ini hanya bila diresepkan oleh dokter Anda.

Obat ini juga dapat digunakan untuk melindungi ginjal dari komplikasi diabetes.

Dosis lisinopril dan efek samping lisinopril akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Bagaimana cara penggunaan Lisinopril?

Minumlah obat ini dengan atau tanpa makanan sesuai anjuran dokter, biasanya sekali sehari.

Jika Anda menggunakan bentuk suspensi, kocok botol terlebih dahulu setiap sebelum menggunakan. Ukur dosis dengan cermat menggunakan alat/sendok pengukur dosis. Jangan menggunakan sendok rumah karena dosis dapat tidak sesuai.

Dosis disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan respon Anda pada terapi. Untuk anak, dosis juga berdasarkan berat badan.

Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Untuk membantu Anda, gunakan setiap hari dalam waktu yang sama. Tetap lanjutkan pengobatan walaupun Anda sudah merasa sehat. Kebanyakan orang dengan tekanan darah tinggi tidak merasa dirinya sakit.

Untuk terapi tekanan darah tinggi, obat ini membutuhkan 2-4 minggu untuk mendapatkan manfaat maksimal. Untuk terapi gagal jantung, dapat membutuhkan waktu beberapa minggu hingga bulan. Beritahukan dokter jika kondisi Anda tidak membaik atau bahkan memburuk (misalnya tekanan darah Anda tetap tinggi atau meningkat).

Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Bagaimana cara penyimpanan Lisinopril?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Lisinopril untuk orang dewasa?

Dosis Dewasa untuk Hipertensi

Dosis awal: 10 mg secara oral sekali sehari; 5 mg secara oral sekali sehari

Dosis rumatan: 20-40 mg secara oral sekali sehariDosis maksimal: 80 mg secara oral sekali sehari

Dosis Dewasa untuk Gagal Jantung Kongestif

Dosis awal: 2.5-5 mg secara oral sekali sehariDosis rumatan: dosis ditingkatkan sesuai toleransiDosis maksimal: 40 mg secara oral sekali sehari

Dosis Dewasa untuk Infark Miokard

Dosis awal: 5 mg secara oral (dalam 24 jam setelah onset infark miokard akut)Dosis selanjutnya: 5 mg secara oral setelah 24 jam, lalu 10 mg secara oral setelah 48 jam.Dosis rumatan: 10 mg secara oral sekali sehari. Dosis harus dilanjutkan selama minimal 6 minggu.

Dosis Dewasa untuk Nefropati Diabetik

Dosis awal: 10-20 mg secara oral sekali sehariDosis rumatan: 20-40 mg secara oral sekali sehariDosis dapat dititrasi naik setiap 3 hari

Bagaimana dosis Lisinopril untuk anak-anak?

Dosis Anak untuk Hipertensi

Pasien anak ≥6 tahun:Dosis awal: 0.07 mg/kg secara oral sekali sehari (Dosis awal maksimal 5 mg sekali sehari)Dosis rumatan: dosis harus disesuaikan dengan respon tekanan darah dengan interval 1-2 minggu.Dosis maksimal: Dosis di atas 0.61 mg/kg atau lebih dari 40 mg belum diteliti pada anak

Dalam dosis apakah Lisinopril tersedia?

Lisinopril tersedia dalam dosis-dosis sebagai berikut: tablet oral 2.5 mg, 5 mg, 10 mg, 20 mg, 30 mg, 40 mg.

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena Lisinopril?

Segera cari bantuan medis darurat jika Anda mengalami tanda reaksi alergi gatal-gatal, sulit bernapas; bengkak wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping serius seperti:

  • Merasa ingin pingsan
  • Buang air kecil lebih jarang atau tidak sama sekali
  • Bengkak, berat badan meningkat
  • Demam, menggigil, nyeri badan, gejala flu
  • Rasa lelah, lemah otot, dan denyut jantung berdebar atau tidak teraba
  • Psoriasis (kulit mengering dan muncul serpihan-serpihan yang agak timbul)
  • Nyeri dada
  • Tinggi potassium (denyut jantung lambat, nadi lemah, lemah otot, rasa kesemutan)

Efek samping yang lebih ringan yaitu:

  • Batuk
  • Pusing, mengantuk, sakit kepala
  • Mood depresi
  • Mual, muntah, diare, sakit perut
  • Kulit gatal atau ruam ringan

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Lisinopril?

Sebelum menggunakan lisinopril,

  • Beri tahukan pada dokter dan apoteker jika Anda alergi lisinopril, enalapril (Vasotec), benazepril (Lotensin), captopril (Capoten), fosinopril (Monopril), moexipril (Univasc), perindopril (Aceon), quinapril (Accupril), ramipril (Altace), trandolapril (Mavik), atau obat lain
  • Beri tahukan pada dokter jika Anda menderita diabetes (gula darah tinggi) dan Anda menggunakan aliskiren (Tekturna, in Amturnide, Tekamlo, Tekturna HCT). Dokter Anda mungkin akan memberitahu Anda untuk tidak menggunakan lisinopril jika Anda menderita diabetes dan Anda juga menggunakan aliskiren
  • Beri tahukan pada dokter dan apoteker Anda obat resep dan non resep, vitamin, suplemen gizi, dan produk herbal yang Anda gunakan atau berencana gunakan. Pastikan Anda menyebutkan obat berikut ini: aspirin dan nonsteroidal anti-inflammatory medications (NSAIDs) lain seperti indomethacin (Indocin); diuretik (‘pil air’); lithium (Eskalith, Lithobid); dan suplemen potassium. Dokter mungkin perlu mengubah dosis atau memonitor ketat efek samping yang timbul
  • Beri tahukan dokter jika Anda menderita atau pernah menderita penyakit jantung atau ginjal; diabetes; lupus; scleroderma; atau angioedema, kondisi yang menyebabkan sulit menelan atau bernapas dan bengkak yang nyeri pada wajah, tenggorokan, lidah, bibir, mata, tangan, kaki, ankle, atau kaku bagian bawah
  • Berit ahukan dokter jika Anda berencana hamil atau menyusui
  • Jika Anda akan melakukan operasi, seperti operasi gigi, beri tahu dokter atau dokter gigi bahwa Anda menggunakan lisinopril
  • Anda harus tahu bahwa diare, muntah, tidak konsumsi cukup air, dan banyak berkeringat dapat menyebabkan penurunan tekanan darah, yang dapat menyebabkan kepala terasa melayang dan pingsan

Apakah Lisinopril aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori D menurut US Food and Drugs Administration (FDA)

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

A= Tidak berisiko,

B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian,

C=Mungkin berisiko,

D=Ada bukti positif dari risiko,

X=Kontraindikasi,

N=Tidak diketahui

Belum ada informasi yang memadai tentang keamanan dalam menggunakan obat ini selama masa kehamilan dan menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Belum diketahui apakah lisinopril masuk ke ASI atau apakah obat ini dapat membahayakan bayi menyusu. Jangan menggunakan obat ini tanpa persetujuan dokter jika Anda sedang menyusui.

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Lisinopril?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

  • Obat tekanan darah lain
  • Nijeksi emas untuk mengobati radang sendi
  • Lithium
  • Suplemen potassium
  • Pengganti garam yang mengandung potassium
  • Insulin atau obat diabetes oral
  • NSAIDs (non-steroidal anti-inflammatory drugs)–ibuprofen (Advil, Motrin), naproxen (Aleve), celecoxib, diclofenac, indomethacin, meloxicam, dan lain-lain
  • Diuretik atau “pil air.”

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Lisinopril?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Lisinopril?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Beri tahukan dokter Anda bila Anda memiliki masalah kesehatan lain, khususnya:

  • Riwayat angioedema (bengkak pada wajah, bibir, lidah, tenggorokan, lengan atau kaki) dengan ACE inhibitors lain—dapat meningkatkan risiko terjadi kondisi ini lagi
  • Penyakit vaskuler kolagen ( penyakit autoimune) bersama dengan penyakit ginjal—meningkatkan risiko kelainan darah
  • Diabetes
  • Gangguan ginjal—meningkatkan risiko tingginya kadar potassium dalam darah
  • Pasien diabetes yang juga menggunakan aliskiren (Tekturna®)
  • Angioedema Herediter atau idiopatik
  • Pasien dengan gangguan ginjal dan menggunakan aliskiren (Tekturna®)—tidak boleh digunakan pada pasien dengan kondisi ini
  • Ketidakseimbangan elektrolit (misalnya, kadar sodium rendah dalam darah)
  • Ketidakseimbangan cairan (disebabkan oleh dehidrasi, muntah, atau diare) atau
  • Masalah jantung atau pembuluh darah (misalnya, stenosis aorta, kardiomiopati hipertrofik)
  • Penyakit hati—gunakan dengan hati-hati. Dapat memperburuk kondisi

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala overdosis yaitu:

  • Kepala seperti melayang
  • Pingsan

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 14, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan