Nama Generik: Domperidone Merek: Conpidone, Costil, DOM, Dombaz, Dome/Dome FT, Domeran, Dometa, Dometic/Dometic FDT, Dominal/Dominal FM, Fudo, Galdom, Gerdilium, Grameta, Larmeta, Monell, Periflux, Regit, Vesperum, Vidon, Vomarin FT, Vometa, Vometa FT, Vomidone, Vomistop, Vomitas, Vosedon, Yaridon, Domedon, Domperidone OGB Medikon, Galflux, Lexadon, Motilium, Nomesis, Novotil, Prospep, Tilidon, Vomecho, Vomerin, Vomina dan domperidone-obat-mual-maag.

Fungsi Obat

Untuk apa domperidone?

Obat domperidone adalah obat yang bertujuan untuk meningkatkan pergerakan atau kontraksi lambung dan usus. Domperidone adalah obat yang Anda bisa gunakan untuk mengobati mual dan muntah yang disebabkan obat lain. Obat domperidone adalah obat yang sering digunakan untuk mengobati gejala Penyakit Parkinson.

Apa itu penyakit Parkinson?

Parkinson adalah gangguan progresif pada sistem saraf, dan berpengaruh pada kemampuan bergerak pengidapnya. Penyakit ini dimulai dengan tremor kecil di bagian tangan, atau biasanya otot terasa kaku, dan semakin parah dari waktu ke waktu.

Tidak ada tes untuk mendeteksi Parkinson, maka dari itu diagnosisnya kadang tidak terduga. Dalam keseharian, pengidap Parkinson mungkin sulit bergerak dan bicara. Gejala awal yang terlihat dari luar adalah melambatnya gerakan, berbicara melantur, dan sering kehilangan keseimbangan.

Parkinson pada umumnya menyerang 4 juta penduduk dunia setiap tahunnya. Pasalnya, banyak penelitian yang membuktikan bahwa pria lebih berisiko terkena Parkinson dibanding wanita. Umumnya, Parkinson menyerang orang-orang yang berusia di atas 50 tahun.

 

Aturan Pakai

Bagaimana cara penggunaan domperidone?

Anda bisa mengonsumsi obat ini dengan mengikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum mulai pengobatan. Jika Anda punya pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Obat domperidone adalah obat yang dikonsumsi secara oral dan rektal (lewat anus). Minum obat 15-30 menit sebelum makan dan sebelum Anda tidur jika dibutuhkan. Jangan menggerus atau mengunyah obat.

Bagaimana cara penyimpanan domperidone?

Domperidone adalah obat yang paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau instansi pembuangan sampah setempat mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Dosis domperidone untuk orang dewasa

Dewasa – Mual dan muntah
Dosis domperidone yang bisa diminum untuk mual dan muntah adalah sebanyak:
10-20 mg setiap 4-8 jam. Maks: 80 mg/hari.

Dosis domperidone yang diminum untuk Mual dan muntah  melalui rektal atau lewat anus sebanyak 60 mg 2 kali sehari.  

Dewasa- dispepsia Non-ulkus 

Dosis domperidone yang bisa diminum untuk dispepsia non-ulkus adalah sebanyak:
10-20 mg 3 kali sehari dan malam hari.

Dewasa- Migrain

Dosis domperidone yang bisa diminum untuk migrain adalah sebanyak
20 mg setiap 4 jam, dan dikombinasikan dengan obat paracetamol sesuai kebutuhan. Maksimal 4 dosis dalam 24 jam.

Dosis domperidone untuk anak-anak

Dosis domperidone yang bisa diminum untuk mual dan muntah pada anak-anak adalah sebanyak berikut:

Anak-anak dengan usia 2 tahun ke atas dan berat lebih dari 35 kg, bisa mengonsumsi 10-20 mg dosis 3-4 kali sehari. Maksimal dosis 80 mg sehari. 

Sedangkan untuk pemakaian melalui rektal atau anus, silakan gunakan 60 mg 2 kali sehari. 

Perlu diperhatikan. Setiap anak memiliki berat badan yang berbeda walaupun usianya sama. Anak yang memiliki kelebihan berat badan, rata-rata membutuhkan obat lebih dari dosis yang disarankan pada label kemasan obat domperidone. Ini memang berpengaruh dengan efektivitas obat. Begitu juga kalau anak kekurangan berat badan.

Namun, perlu Anda perhatikan bahwa bila Anda ingin melebihkan dosis, konsultasikan dulu kepada dokter. Pada intinya, kesalahan minum obat pada anak bisa dihindari apabila Anda sudah terlebih dulu minta saran dokter atau apoteker dan mematuhi aturan minumnya.

Efek Samping

Efek samping domperidone

Beberapa efek samping obat domperidone dapat terjadi begitu saja tanpa membutuhkan perawatan medis yang serius. Efek samping ini dapat menghilang selama pengobatan penyakit Parkinson dilakukan, dan selagi tubuh Anda menyesuaikan diri dengan obat. Nantinya, dokter dapat memberi tahu Anda mengenai cara untuk mencegah atau mengurangi beberapa efek samping ini.

Periksakan pada dokter jika Anda mengalami efek samping berikut berkelanjutan atau mengganggu atau jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut:

Efek samping domperidone yang cukup sering terjadi adalah:

  • ASI keluar dari puting susu
  • mulut kering
  • pembesaran payudara pada pria
  • sakit kepala
  • gatal-gatal
  • serangan rasa panas
  • kulit gatal
  • mata gatal, merah, nyeri, atau bengkak
  • menstruasi tidak teratur
  • nyeri pada payudara

Efek samping domperidone yang cukup jarang terjadi:

  • sering buang air kecil
  • perubahan napsu makan
  • konstipasi
  • diare
  • sulit buang air kecil, atau buang air kecil perih atau nyeri
  • sulit bicara
  • pusing
  • mengantuk
  • heartburn
  • gelisah
  • kurang bertenaga
  • kram kaki
  • kelainan mental
  • gugup
  • berdebar-debar
  • lesu
  • kram perut
  • haus
  • lelah
  • lemas

Tidak semua orang mengalami efek samping di atas. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Perlu diperhatikan juga, efek samping di tiap orang berbeda-beda. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, dan bahkan mengalami kondisi lainnya, silakan konsultasi pada dokter atau apoteker Anda.

Efek samping obat domperidone lainnya

Domperidone adalah obat yang biasa digunakan untuk mengobati gejala mual dan muntah pada pasien dengan penyakit Parkinson (Parkinson), dan risiko efek sampingnya terbilang kecil.

Di sisi lain, cardiotoxicity atau kerusakan otot jantung akibat konsumsi obat domperidone terbilang cukup umum. Bahkan aritmia, kematian mendadak, dan serangan jantung dilaporkan terjadi akibat konsumsi domperidone lewat infus tingkat tinggi.

Sedangkan baru-baru ini bahaya kerusakan otot jantung akibat konsumsi obat domperidone muncul lagi. Di mana keamanan obat domperidone untuk pasien usia 60 tahun ke atas yang mengonsumsi obat ini dengan dosis lebih dari 30 mg per hari bisa memicu reaksi fatal.

Meskipun domperidone adalah obat yang diakui sebagai pilihan pertama untuk mengobati gejala mual dan muntah akibat penyakit Parkinson, penggunaan dosis di atas 30 mg perhari masih harus diteliti dan diawasi oleh dokter. Sebab ini bisa memicu serangan jantung dan kematian mendadak pada pasien lanjut usia.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan domperidone?

Beritahukan dokter Anda jika Anda:

  • Alergi (hipersensitif) domperidone atau bahan lain yang mengandung domperidone
  • Tanda reaksi alergi yaitu: ruam, sulit bernapas, bengkak bibir, wajah, tenggorokan, atau lidah
  • Memiliki tumor kelenjar hipofisis (prolaktinoma)
  • BAB hitam, berdarah, berwarna gelap yang bisa menandakan perdarahan lambung atau usus
  • Usus tersumbat atau robek
  • Menderita atau pernah menderita masalah organ hati

Apakah domperidone aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang cukup mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Pasalnya, Foods and Drugs Administration di Amerika Serikat (setara dengan Badan POM di Indonesia) mengambil tindakan atas beberapa laporan yang menyatakan bahwa  beberapa wanita yang menyusui atau melakukan pompa ASI, membeli obat ini untuk meningkatkan produksi ASI-nya. Domperidone diketahui dapat meningkatkan sekresi prolaktin, suatu hormon yang diperlukan oleh laktasi.

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut BPOM di Amerika Serikat. Berikut referensi kategori risiko kehamilanya:

  •      A = Tidak berisiko
  •      B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  •      C = Mungkin berisiko
  •      D = Ada bukti positif dari risiko
  •      X = Kontraindikasi
  •      N = Tidak diketahui

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan domperidone?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam uraian ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/ non-resep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Walaupun obat tertentu tidak dapat digunakan bersamaan, pada kasus lain dua obat berbeda dapat digunakan bersamaan walaupun dapat terjadi interaksi obat. Pada kasus ini, dokter dapat mengubah dosis, atau peringatan lain mungkin dibutuhkan.

Saat Anda menggunakan obat ini, sangat penting untuk dokter Anda mengetahui jika Anda menggunakan obat yang disebutkan di bawah ini. Interaksi berikut dipilih berdasarkan perbedaan potensial obat dan belum tentu semua termasuk di dalamnya.

Menggunakan obat ini dengan obat di bawah ini biasanya tidak dianjurkan. Dokter mungkin memutuskan untuk tidak mengobati Anda dengan obat ini atau mengganti beberapa obat yang Anda gunakan.

  • Amifampridine
  • Bepridil
  • Cisapride
  • Darunavir
  • Dronedarone
  • Fluconazole
  • Ketoconazole
  • Mesoridazine
  • Pimozide
  • Piperaquine
  • Posaconazole
  • Saquinavir
  • Sparfloxacin
  • Thioridazine
  • Ziprasidone

Menggunakan obat ini dengan obat lain biasanya tidak dianjurkan, tapi dapat dibutuhkan pada beberapa kasus. Jika kedua obat diresepkan bersama, dokter Anda mungkin telah mengubah dosis atau frekuensi penggunaan satu atau kedua obat.

  • Abiraterone Acetate
  • Alfuzosin
  • Alprazolam
  • Amiodarone
  • Amitriptyline
  • Amlodipine
  • Amoxapine
  • Amprenavir
  • Anagrelide
  • Apomorphine
  • Aprepitant
  • Aripiprazole
  • Arsenic Trioxide
  • Artemether
  • Asenapine
  • Astemizole
  • Atazanavir
  • Atorvastatin
  • Azithromycin
  • Bedaquiline
  • Bicalutamide
  • Boceprevir
  • Buserelin
  • Ceritinib
  • Chloroquine
  • Chlorpromazine
  • Cimetidine
  • Ciprofloxacin
  • Citalopram
  • Clarithromycin
  • Clomipramine
  • Clozapine
  • Cobicistat
  • Conivaptan
  • Crizotinib
  • Cyclobenzaprine
  • Cyclosporine
  • Dabrafenib
  • Dasatinib
  • Delamanid
  • Delavirdine
  • Desipramine
  • Deslorelin
  • Diltiazem
  • Disopyramide
  • Dofetilide
  • Dolasetron
  • Doxepin
  • Droperidol
  • Ebastine
  • Eribulin
  • Erythromycin
  • Escitalopram
  • Famotidine
  • Felbamate
  • Fingolimod
  • Flecainide
  • Fluoxetine
  • Fluvoxamine
  • Formoterol
  • Fosamprenavir
  • Fosaprepitant
  • Foscarnet
  • Fosphenytoin
  • Galantamine
  • Gatifloxacin
  • Gemifloxacin
  • Ginkgo Biloba
  • Goldenseal
  • Gonadorelin
  • Goserelin
  • Granisetron
  • Halofantrine
  • Haloperidol
  • Histrelin
  • Hydroquinidine
  • Ibutilide
  • Idelalisib
  • Iloperidone
  • Imatinib
  • Imipramine
  • Indinavir
  • Isoniazid
  • Itraconazole
  • Ivabradine
  • Lapatinib
  • Leuprolide
  • Levofloxacin
  • Lithium
  • Lopinavir
  • Lumefantrine
  • Mefloquine
  • Methadone
  • Metronidazole
  • Miconazole
  • Mifepristone
  • Mizolastine
  • Moxifloxacin
  • Nafarelin
  • Nefazodone
  • Nelfinavir
  • Netupitant
  • Nilotinib
  • Norfloxacin
  • Nortriptyline
  • Octreotide
  • Ofloxacin
  • Ondansetron
  • Paliperidone
  • Paroxetine
  • Pasireotide
  • Pazopanib
  • Pentamidine
  • Perflutren Lipid Microsphere
  • Perphenazine
  • Pipamperone
  • Probucol
  • Procainamide
  • Prochlorperazine
  • Promethazine
  • Propafenone
  • Protriptyline
  • Quetiapine
  • Quinidine
  • Quinine
  • Ranitidine
  • Ranolazine
  • Rilpivirine
  • Risperidone
  • Ritonavir
  • Salmeterol
  • Selegiline
  • Sertindole
  • Sevoflurane
  • Sodium Phosphate
  • Sodium Phosphate, Dibasic
  • Sodium Phosphate, Monobasic
  • Solifenacin
  • Sorafenib
  • Sotalol
  • Sunitinib
  • Tacrolimus
  • Tamoxifen
  • Telaprevir
  • Telavancin
  • Telithromycin
  • Terfenadine
  • Tetrabenazine
  • Ticagrelor
  • Tizanidine
  • Tolterodine
  • Toremifene
  • Trazodone
  • Trifluoperazine
  • Trimipramine
  • Triptorelin
  • Vandetanib
  • Vardenafil
  • Vemurafenib
  • Venlafaxine
  • Verapamil
  • Vilanterol
  • Vinflunine
  • Voriconazole
  • Vorinostat

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan domperidone?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Interaksi berikut dipilih berdasarkan perbedaan potensial obat dan belum tentu semua termasuk di dalamnya.

Menggunakan obat ini dengan obat lain biasanya tidak dianjurkan, namun dapat dibutuhkan pada beberapa kasus. Jika kedua obat diresepkan bersama, dokter Anda mungkin telah mengubah dosis atau frekuensi penggunaan satu atau kedua obat, atau memberi Anda aturan khusus mengenai konsumsi makanan, alkohol, atau tembakau.

  • Jus jeruk bali merah

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan domperidone?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Beri tahu dokter Anda bila Anda memiliki masalah kesehatan lain, khususnya:

  • Perdarahan dari lambung atau masalah pencernaan lain
  • Tumor hipofisis (otak)
  • Penyakit hati
  • Sensitif terhadap domperidone

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke IGD rumah sakit terdekat.

Gejala overdosis yang bisa disebabkan karena mengonsumsi obat domperidone adalah:

  • Jadi sulit bicara
  • Disorientasi (linglung)
  • Merasa pusing
  • Pingsan
  • Denyut jantung jadi tidak teratur
  • Kepala terasa melayang
  • Hilang keseimbangan atau hilang kontrol otot

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum langsung dosis normal sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa.

Sebaiknya, jangan, minum obat yang tidak sesuai dengan aturan dari dokter dapat membuat penyakit Anda justru tambah parah. Jika terus berlanjut, tentu ini dapat memungkinkan Anda sampai harus dirawat di rumah sakit, atau bahkan berujung kematian.

Lupa minum obat, menambah atau mengurangi dosis, sembarangan meletakkan obat adalah kesalahan yang perlu dihindari. Dilansir dari Food and Drugs Administration di Amerika Serikat, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan bahwa sembarangan minum obat menyebabkan 30-50 persen kegagalan pengobatan dan 125.000 kematian per tahun.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Agustus 8, 2018 | Terakhir Diedit: Agustus 8, 2018

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan