home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Cara Ampuh Mencegah Dehidrasi Saat Diare

5 Cara Ampuh Mencegah Dehidrasi Saat Diare

Diare yang berkepanjangan bisa menimbulkan dehidrasi parah. Penting untuk mengisi kembali cairan tubuh yang hilang selama mengalami diare atau dalam masa pemulihan. Nah, ada berbagai cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah dehidrasi saat diare.

Cara mencegah dehidrasi saat diare

Diare merupakan masalah pencernaan yang bisa menyebabkan gejala serius bila tidak ditangani dengan baik. Hal ini dikarenakan diare membuat tubuh kehilangan banyak air dan garam.

Bila tidak segera dikembalikan, dehidrasi bisa terjadi dan Anda mungkin membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Itu sebabnya, penting untuk mengembalikan cairan yang hilang saat diare. Berikut ini adalah sederet cara mencegah dehidrasi saat diare.

1. Minum lebih banyak air

Normalnya, orang yang mengalami diare disarankan untuk minum lebih banyak air daripada biasanya. Minum banyak air dapat mengganti cairan yang hilang dengan cepat.

Selalu pastikan untuk tetap terhidrasi sepanjang hari dengan minum air lebih banyak guna mencegah dehidrasi saat diare.

Anda bisa menyesuaikan tambahan kebutuhan cairan harian berdasarkan usia, berat badan, dan intensitas aktivitas.

Anda juga bisa minum cairan bening lainnya sebagai pengganti air putih, seperti:

  • kaldu,
  • kuah sup,
  • teh tanpa kafein, atau
  • minuman pengganti elektrolit, seperti air kelapa.

2. Membuat oralit

oralit

Cara lain mencegah dehidrasi saat diare yaitu membuat oralit.

Minum air memang baik untuk menghidrasi tubuh, tetapi ternyata tidak cukup untuk menggantikan garam dan air yang hilang.

Kabar baiknya, Anda bisa membuat oralit di rumah untuk kembali menyeimbangkan kadar cairan tubuh.

Oralit merupakan larutan khusus yang efektif digunakan sebagai minuman untuk mencegah dehidrasi akibat diare.

Larutan berbasis air ini umumnya mengandung elektrolit, seperti natrium, klorida, kalium, serta gula (dekstrosa).

Untuk mendapatkan kebaikan dari oralit, Anda bisa membuatnya di rumah dengan cara berikut.

  • Campurkan 1 liter air dengan 6 sendok teh (sdt) gula pasir dan 1/2 sdt garam di mangkuk besar atau panci.
  • Aduk campuran tersebut hingga gula dan garam larut.
  • Tambahkan penambah rasa untuk mendapatkan rasa yang diinginkan.
  • Minum sampai habis.

3. Mengonsumsi suplemen zinc

Zinc (seng) merupakan salah satu jenis mineral yang penting bagi tubuh, termasuk dalam mengembalikan cairan yang hilang saat diare.

Pemberian suplemen zinc bahkan direkomendasikan untuk anak-anak yang mengalami diare.

Laporan dari Indian Journal of Pharmacology menunjukkan bahwa pemberian seng bersama dengan oralit mengurangi tingkat keparahan diare.

Cara mencegah dehidrasi saat diare ini diklaim bisa mencegah komplikasi lebih lanjut pada bayi.

Walaupun demikian, efek zinc terhadap perpindahan ion di usus belum diteliti lebih lanjut.

Oleh sebab itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk melihat bagaimana mekanisme zinc dapat mengobati diare pada anak-anak.

4. Minum susu rendah lemak

Beberapa dari Anda mungkin tidak pernah menyangka bahwa minum susu rendah lemak bisa membantu menggantikan cairan yang hilang saat diare.

Susu mengandung elektrolit konsentrasi tinggi yang membantu menyeimbangkan cairan tubuh.

Namun, Anda lebih dianjurkan untuk memilih susu rendah lemak atau susu skim sebagai minuman untuk diare daripada susu biasa.

Susu biasa dengan kandungan lemak yang tinggi justru bisa memperparah kondisi diare yang bisa meningkatkan risiko dehidrasi.

5. Makan buah atau sayuran tertentu

Selain dengan menambah asupan cairan, makan buah dan sayuran juga bisa menjadi cara ampuh mencegah dehidrasi saat diare.

Kebanyakan buah dan sayur terdiri dari 80-90% air yang baik untuk memenuhi kebutuhan cairan harian.

Meski begitu, Anda tidak boleh sembarangan memilih buah dan sayuran sebagai camilan saat diare karena bisa jadi malah memperparah gejala.

Beberapa jenis buah dan sayuran yang mengandung banyak air dan aman dikonsumsi saat diare yaitu:

  • buah beri,
  • melon,
  • jeruk,
  • anggur,
  • wortel,
  • selada,
  • kubis, dan
  • bayam.

Usahakan untuk selalu menyediakan berbagai buah dan sayuran segar. Anda bisa menyimpannya dalam keadaan beku guna mempertahankan kandungan gizi di dalamnya.

Kapan perlu segera mencegah dehidrasi saat diare?

Pada dasarnya, mengembalikan cairan tubuh yang hilang saat diare merupakan hal yang penting untuk dilakukan.

Diare yang tidak ditangani dengan tepat bisa membuat tubuh kehilangan terlalu banyak cairan dan merasa lemah. Lebih jauh, gangguan pencernaan ini bisa menyebabkan penurunan berat badan secara drastis.

Jadi, bila Anda tidak ingin kondisi ini terjadi, segera lakukan cara mencegah dehidrasi di atas setelah mengalami diare.

Dengan begitu, Anda membantu mempercepat proses pemulihan diare dan gejala lain yang menyertainya.

Jika memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan diskusikan dengan dokter guna memahami solusi yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Bajait, C., & Thawani, V. (2011). Role of zinc in pediatric diarrhea. Indian journal of pharmacology, 43(3), 232–235. https://doi.org/10.4103/0253-7613.81495. Retrieved 8 September 2021. 

Dehydration – symptoms & causes. (2019). Mayo Clinic. Retrieved 8 September 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dehydration/symptoms-causes/syc-20354086 

Popkin, B. M., D’Anci, K. E., & Rosenberg, I. H. (2010). Water, hydration, and health. Nutrition reviews, 68(8), 439–458. https://doi.org/10.1111/j.1753-4887.2010.00304.x. Retrieved 8 September 2021. 

Diarrhea. (2020). Cleveland Clinic. Retrieved 8 September 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/4108-diarrhea 

Diarrhea and Diet. (n.d). GI Society. Retrieved 8 September 2021, from https://badgut.org/information-centre/health-nutrition/diarrhea-and-diet/ 

Kaneshiro, N.K. (2019). When you have diarrhea. Medline Plus. Retrieved 8 September 2021, from https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000121.htm

Maughan, R. J., Watson, P., Cordery, P. A., Walsh, N. P., Oliver, S. J., Dolci, A., Rodriguez-Sanchez, N., & Galloway, S. D. (2016). A randomized trial to assess the potential of different beverages to affect hydration status: development of a beverage hydration index. The American journal of clinical nutrition103(3), 717–723. https://doi.org/10.3945/ajcn.115.114769. Retrieved 8 September 2021.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 4 hari lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x