5 Risiko Kesehatan Akibat Langsung Tidur Setelah Sahur

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Berpuasa diawali dengan makan sahur agar kuat menahan lapar dan haus sampai adzan Maghrib berkumandang. Namun karena harus bangun pagi-pagi buta, banyak orang yang memilih langsung tidur setelah sahur supaya tidak mengantuk saat beraktivitas seharian.

Sayangnya, banyak juga yang tidak menyadari betapa bahayanya kebiasaan ini. Langsung tidur setelah makan bisa berdampak negatif pada kesehatan tubuh dalam jangka panjang. Apa saja efek negatif itu? Yuk ikuti penjelasan berikut ini.

Tidak boleh langsung tidur setelah makan

Setelah makanan masuk ke perut, lambung akan mencernanya menjadi sari-sari makanan yang kemudian diserap oleh tubuh untuk dijadikan energi. Sistem pencernaan kita perlu setidaknya 2 jam untuk mengolah makanan sampai menjadi sari makanan.

Proses pencernaan ini membutuhkan suplai darah yang tidak sedikit. Maka sebenarnya kita tidak dianjurkan untuk beraktivitas berat setelah makan yang butuh suplai darah banyak pula, misalnya berolahraga.

Namun ini bukan alasan untuk Anda boleh langsung tidur. Selama Anda tidur, hampir seluruh fungsi tubuh dimatikan sementara kecuali kerja jantung, otak, dan paru-paru. Maka, tidur setelah makan tidak akan memberikan cukup waktu untuk sistem pencernaan bekerja memecah makanan. Akhirnya, makanan tersebut jadi tertimbun sia-sia dalam perut.

Efek negatif langsung tidur setelah sahur

1. Lemak tubuh menimbun

Sebuah penelitian melaporkan bahwa kebiasaan langsung tidur setelah sahur yang dilakukan orang-orang keturunan keluarga gemuk dapat meningkatkan risiko kegemukan (obesitas) hingga dua kali lipat.

Ini karena makanan yang masuk ke perut tidak langsung dicerna oleh lambung ketika Anda terlelap. Kalori dari makanan tersebut justru akan disimpan dalam bentuk lemak. Terlebih jika makanan sahur Anda tinggi karbohidrat, lemak, dan serba digoreng.

Jeremy Barnes, profesor dari Southeast Missouri State University, menjelaskan selama kita tidur, otak justru merangsang lambung untuk meningkatkan kadar hormon grehlin yang membuat kita merasa lebih lapar ketika bangun. 

2. Asam lambung naik (heartburn)

Anda yang punya sakit maag ada baiknya hindari kebiasaan tidur setelah sahur. Tidur setelah makan membuat sistem pencernaan Anda kesulitan mencerna makanan yang masuk. Hal ini akan menyebabkan masalah pada sistem pencernaan Anda, salah satunya adalah asam lambung naik.

Apabila makanan tidak tercerna dengan baik, lambung akan secara otomatis meningkatkan produksi asam lambung untuk mempercepat prosesnya. Ketika Anda tidur, gaya gravitasi akan melonggarkan klep lambung sehingga menyebabkan asam lambung dalam perut mengalir balik ke kerongkongan.

Asam lambung bisa mengikis lapisan dinding kerongkongan dan menyebabkan luka di kerongkongan. Ini dapat bisa menyebabkan perut mulas, nyeri ulu hati, dan sensasi panas perih seperti terbakar pada dada hingga tenggorokan.

sakit gejala usus buntu

3. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau refluks asam lambung

Ketika jumlah asam lambung yang dihasilkan terlalu banyak dan terjadi terus-terusan, masalah asam lambung naik (heartburn) bisa berkembang menjadi GERD )gastroesophageal reflux disease) atau refluks asam lambung.

GERD merupakan kelanjutan dari asam lambung naik yang sering terjadi setidaknya lebih dari dua kali per minggu. GERD terjadi karena klep pemisah antara lambung dan tenggorokan tidak menutup sempurna, sehingga memungkinkan asam lambung mengalir balik hingga ke kerongkongan. Asam lambung dapat melukai tenggorokan, juga menyebabkan berbagai gejala lainnya seperti:

  • Panas seperti terbakar di ulu hati.
  • Makanan terasa naik ke kerongkongan.
  • Asam pada bagian belakang mulut.
  • Mulut pahit.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Perut kembung.
  • Kesulitan menelan.
  • Sendawa.
  • Batuk.
  • Suara serak.
  • Mengi.
  • Nyeri dada, terutama saat berbaring.

4. Diare atau sembelit

Normalnya, dua jam setelah makanan dicerna lambung akan kosong. Sisa makanan akan berpindah ke usus untuk dipadatkan menjadi feses. Namun, tidur setelah makan akan melambatkan proses pencernaan sehingga makanan akan terlalu lama “berdiam diri” dalam perut.

Timbunan makanan dalam perut yang tidak kunjung dicerna bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare atau sembelit, tergantung dari makanan apa yang masuk ke dalam perut kita.

5. Stroke

Tidur setelah makan membuat sistem pencernaan Anda sulit untuk mencerna makanan. Ini artinya lambung membutuhkan asupan darah yang lebih banyak untuk memperlancar pekerjaannya.

Padahal, otak juga tetap membutuhkan asupan darah yang stabil meski kita sedang tertidur. Suplai darah yang terkonsentrasi menuju perut ini membuat otak bisa kekurangan oksigen. Dalam jangka panjang, bila kebiasaan ini terus dilakukan, otak bisa mengalami stroke.

Teori lainnya mengatakan bahwa risiko stroke akibat langsung tidur setelah makan terkait dengan peningkatan asam lambung yang menyebabkan sleep apnea, yang kemudian memicu stroke. Selain itu, setelah makan akan terjadi perubahan kadar gula darah, kadar kolesterol, dan tekanan darah yang mungkin dapat berdampak pada peningkatan risiko stroke.

Jenis stroke yang berhubungan dengan kebiasaan tidur setelah makan adalah stroke iskemik yang terjadi akibat penyumbatan pada pembuluh darah otak.

Daripada tidur, habiskan waktu untuk lakukan kegiatan yang bermanfaat

Bahaya tidur setelah sahur tidak dapat dipandang sebelah mata. Jadi, jangan jadikan ini kebiasaan yang dapat merugikan kesehatan Anda.

Lebih baik lakukan hal yang bermanfaat setelah makan sahur, seperti mengaji, membaca, dan berdzikir. Yuk, tetap jaga kesehatan tubuh selama bulan suci ini!

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

    Urat menonjol pada permukaan kulit memang kerap ditemui pada orang berusia lanjut. Lalu apa artinya kalau masih muda sudah mengalami kondisi ini?

    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesehatan, Informasi Kesehatan 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Segudang Manfaat Daun Sirih Hijau dan Merah yang Sayang Dilewatkan

    Anda pasti sudah akrab dengan manfaat daun sirih untuk hentikan mimisan. Meski begitu, masih ada banyak lagi khasiat daun sirih untuk kesehatan. Penasaran?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

    11 Cara Jitu Mengusir Rasa Sedih dan Galau Dalam Hati

    Ternyata menonton film sedih bukan cuma membuat kita menangis, tapi ada juga manfaat lainnya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

    Manfaat Buah Stroberi yang Baik untuk Kesehatan Tubuh

    Tahukah Anda, buah stroberi dapat membantu mencegah katarak dan menurunkan tekanan darah? Apalagi manfaat buah merah asam ini untuk kesehatan tubuh?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
    Fakta Gizi, Nutrisi 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    mencium bau

    Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    memotong kuku

    Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
    sakit kepala setelah makan

    Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    bahaya rokok, bahaya merokok bagi kesehatan, dampak rokok, efek rokok, berhenti merokok

    Bahaya Merokok Terhadap Daya Tahan Tubuh Manusia

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit