home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

3 Cara Membuat Kue yang Lebih Sehat Namun Tetap Lezat

3 Cara Membuat Kue yang Lebih Sehat Namun Tetap Lezat

Kue kerap berasa manis dan dianggap sebagai camilan tidak sehat. Sebab, bahan yang digunakan mengandung gula, lemak, dan kalori tinggi. Namun, jika Anda sangat suka dengan kue, Anda tetap bisa menikmati kue Anda dengan cara yang lebih sehat.

Tips membuat kue sehat tapi tetap lezat

Sebenarnya, Anda memerlukan camilan untuk membuat perut Anda terus terisi dan mencegah rasa lapar. Tentu saja Anda boleh makan kue yang Anda suka. namun, Anda harus melakukan beberapa tips di bawah ini agar program diet Anda tetap berhasil.

1. Memperhatikan takaran porsi

Entah seberapa sehat kudapan yang Anda buat, program diet Anda akan tetap gagal jika tidak melihat dan memerhatikan porsi kue yang Anda makan.

Jika Anda memang ingin membuat kue sehat demi membantu program diet Anda, Anda dapat memulainya dengan menentukan jumlah porsi kue yang akan dibuat nanti.

Anda bisa memilih cetakan kue yang berukuran mini, sehingga Anda cenderung bisa menakar porsi kue yang telah Anda makan.

2. Menambahkan bahan makanan yang mengandung berbagai nutrisi

Ketimbang pusing memikirkan dan memilih mana yang harus dihilangkan dari resep, lebih baik tambahkan beberapa bahan yang bisa membuat kudapan Anda lebih sehat. Di bawah ini beberapa di antaranya.

  • Coba tambahkan sayur atau buah pada kue. Anda bisa menambahkan parutan apel, wortel, atau jenis sayuran hijau serta buah segar lain untuk meningkatkan nutrisi dari kue sehat Anda. Bisa dipastikan, kudapan sehat yang Anda buat akan memiliki kandungan serat yang cukup tinggi.
  • Menggunakan tepung whole-grain. Jika Anda memutuskan untuk menjadikan kue sehat tersebut menjadi camilan di tengah program diet Anda, maka tidak ada salahnya untuk mengganti tepung biasa menjadi tepung whole-grain. Tepung whole-grain mengandung serat yang lebih banyak ketimbang tepung kue biasanya. Anda bisa menggunakan tepung whole-grain sesuai dengan takaran tepung kue yang biasa Anda gunakan.
  • Menggunakan produk rendah lemak. Ganti mentega dengan susu rendah lemak yang dicampurkan dengan sedikit perasan air lemon atau cuka. Meskipun rasa kue Anda sedikit berubah, tapi dijamin rasanya tetap enak. Atau, Anda juga bisa mengganti mentega dengan yogurt tawar.

3. Mengurangi kadar lemak jenuh dan gula

Untuk mengurangi kadar lemak jenuh dan gula di dalam kue, Anda dapat melakukan beberapa modifikasi berikut ini.

  • Menggantikan sebagian jumlah mentega dengan minyak sehat. Ketika memodifikasi resep, Anda bisa mencoba untuk mengganti sebagian jumlah mentega dengan beberapa minyak nabati yang mengandung lemak jenuh rendah, seperti minyak kanola. Tapi hati-hati, jangan menggantikan semua mentega dengan minyak nabati, karena hanya akan mengubah tekstur kue Anda.
  • Kurangi gula yang Anda gunakan. Untuk membuat kue sehat, Anda haru mengurangi menggunakan gula dalam jumlah yang terlalu banyak. Cobalah untuk mengurangi 25 – 50% takaran gula yang ada di resep. Apabila di resep tertera bahwa gula yang diperlukan yakni 4 sendok makan, sebaiknya gunakan gula sebanyak 2 – 3 sendok makan saja. Hal ini akan sangat membantu mengurangi kalori pada kue sehat Anda tersebut.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Academy of Nutrition and Dietetics. (2017). Healthy Baking Alternatives. [online] Available at: http://www.eatright.org/resource/food/planning-and-prep/cooking-tips-and-trends/healthy-baking-alternatives  [Accessed 12 Apr. 2017].

Eatingwell.com. (2017). How to Bake: Must-Have Baking Substitutions (Page 7) – EatingWell. [online] Available at: http://www.eatingwell.com/healthy_cooking/healthy_cooking_101_basics_techniques/how_to_bake_must_have_baking_substitutions?page=7  [Accessed 12 Apr. 2017].

 

Foto Penulis
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M Diperbarui 07/07/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus