Dalam dunia kuliner, teknik blanching, disebut juga dengan blansir atau penceluran, sering kali digunakan untuk mempertahankan kualitas, warna, dan zat gizi sebelum bahan makanan disimpan.
Dalam dunia kuliner, teknik blanching, disebut juga dengan blansir atau penceluran, sering kali digunakan untuk mempertahankan kualitas, warna, dan zat gizi sebelum bahan makanan disimpan.

Tertarik mencoba? Ketahui lebih lanjut seputar metode blanching dalam memasak berikut ini.
Blanching adalah teknik memasak yang dilakukan dengan merebus sayuran atau buah untuk waktu yang singkat. Setelah itu, makanan akan didinginkan dengan air es.
Tujuan blanching adalah untuk menghentikan kerja enzim dalam sayuan dan buah yang bisa memudarkan rasa, warna, dan tekstur.
Metode ini biasanya dilakukan sebelum menyimpan sayuran atau buah di dalam freezer agar ketika beku, warnanya masih tetap terjaga.
Blansir juga biasa digunakan dalam penyimpanan MPASI agar kualitas ASI tetap terjaga.
Selain dengan cara direbus, ada teknik blansir dengan menggunakan uap (steam blanching) dan microwave (microwave blanching)
Teknik steam melibatkan proses menghangatkan makanan menggunakan uap air panas. Sementara itu, teknik microwave dilakukan dengan memasukkan makanan ke dalam microwave sebentar .

Untuk lebih lengkapnya, berikut manfaat menggunakan metode blansir untuk sayuran dan buah-buahan.
Enzim yang terdapat pada sayur atau buah-buahan dapat mendorong berbagai reaksi kimia, termasuk pematangan.
Hal ini mengakibatkan kualitas makanan lama-kelamaan akan menurun dan warnanya berubah.
Nah, teknik blanching bermanfaat untuk mencegah perubahan warna tersebut. Blansir menghentikan aktivitas enzim yang bisa memicu perubahan pada warna makanan.
Studi dalam jurnal Processes mengungkapkan bahwa proses blanching pada suhu 90°C dapat mengurangi aktivitas enzim yang menyebabkan perubahan warna, seperti polifenol oksidase dan peroksidase pada biji delima hingga 76 persen.
Meskipun tidak semua zat gizi bertahan selama proses blanching. Metode ini secara umum mempertahankan lebih banyak zat gizi dibandingkan dengan metode memasak yang lain, seperti menggoreng.
Studi terbitan Journal of Food Research mengungkapkan bahwa memasak daun kelor dengan menggunakan teknik blanching pada suhu 85 °C selama 7,5 menit bisa mempertahankan kandungan protein, vitamin C, dan meningkatkan vitamin A.
Namun, metode ini dapat menyebabkan sedikit penurunan kandungan saponin di dalam daun kelor sebanyak 3,9 persen.
Merebus sayuran dengan teknik blanching sebelum disimpan atau dibekukan bisa membantu menghilangkan kotoran yang menempel di permukaan sayuran.
Tak hanya itu, proses ini juga dipercaya dapat mengurangi atau menghilangkan bakteri dalam makanan.
Pasalnya, beberapa jenis bakteri pada sayuran atau buah-buahan umumnya sensitif terhadap panas.
Jadi, blanching tidak hanya dapat menjaga kebersihan makanan, tetapi juga meningkatkan keamanannya untuk dikonsumsi.
Metode memasak yang satu ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Jika teknik memblasir tidak tepat, buah atau sayuran malah akan menjadi terlalu matang, lembek, dan hilang gizinya.
Secara umum, terdapat dua langkah dalam memblansir makanan, yakni dengan direbus dalam air mendidih, lalu didinginkan dengan cepat. Ini cara lengkapnya.

Siapkan panci berisi air. Pastikan jumlah air cukup untuk merendam seluruh bagian buah atau sayuran yang akan Anda blansir.
Setelah itu, masak air hingga mendidih. Sambil menunggu, cuci buah dan sayur yang akan digunakan, lalu masukkan ke dalam panci.
Setelah bahan makanan dimasukkan, tutup panci agar suhu panas tetap terjaga. Biarkan sayuran selama 3 – 5 menit sebelum diangkat.
Namun, untuk sayuran yang daunnya mudah layu, seperti sayur kol atau bayam sebaiknya rebus selama sekitar 1,5 menit saja.
Setelah melalui proses perebusan, segera masukkan buah atau sayuran ke dalam baskom atau mangkok besar berisi air dingin.
Jika saat dimasukkan suhu air menjadi kurang dingin, Anda bisa menambahkan es batu untuk menjaga suhunya tetap dingin.
Waktu yang dibutuhkan untuk proses mendinginkan bahan makanan biasanya sama dengan proses perebusan yakni sekitar 3 – 5 menit.
Setelah selesai, keringkan sayuran dan simpan di dalam kulkas untuk dijadikan sayuran beku sehingga kualitasnya tetap terjaga.
Dengan memahami dan menerapkan blanching dengan benar, Anda dapat menjaga kualitas makanan tetap segar, aman, dan bergizi untuk dikonsumsi sehari-hari.
Kesimpulan
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Indriasari, Y., Wignyanto, W., & Kumalaningsih, S. (2016). Effect of Blanching on Saponins and Nutritional Content of Moringa Leaves Extract. Journal of Food Research. Vol 5 No 3; 2016.
Adetoro, A. O., Opara, U. L., & Fawole, O. A. (2020). Effect of blanching on enzyme inactivation, physicochemical attributes and antioxidant capacity of hot-air dried pomegranate (Punica granatum L.) arils (cv. wonderful). Processes, 9(1), 25.
Versi Terbaru
27/02/2025
Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes.
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala