home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apakah Memasak Dengan Minyak Safflower Lebih Baik Ketimbang Pakai Minyak Sayur Biasa?

Apakah Memasak Dengan Minyak Safflower Lebih Baik Ketimbang Pakai Minyak Sayur Biasa?

Anda mungkin lebih familiar dan lebih sering menggunakan minyak kelapa sawit untuk memasak. Namun sebenarnya, ada beragam jenis minyak goreng yang lebih menyehatkan. Kriteria minyak goreng yang baik adalah yang mengandung lemak jenuh lebih sedikit dibanding lemak tak jenuhnya. Minyak goreng yang baik juga seharusnya memiliki titik didih tinggi. Salah satu jenis minyak memasak yang memenuhi semua kriteria ini adalah minyak safflower. Namun, benarkah otomatis masakan Anda jadi lebih sehat apabila diolahh dengan minyak safflower?

Apa itu minyak safflower?

safflower
Sumber: tipdisease.com

Minyak safflower adalah minyak nabati yang berasal dari proses ekstraksi biji tanaman safflower (Carthamus tinctorius L.). Bunga safflower tampak bergerombol berwarna oranye cerah dan memiliki daun lebar. Bunga safflower dari keluarga Compositae atau Asteraceae yang banyak tumbuh di Asia, Timur Tengah, dan Afrika.

Minyak safflower terdiri dari dua jenis, yaitu yang tinggi linoleat dan tinggi oleat. Minyak safflower tinggi linoleat kaya akan lemak tak jenuh ganda, sementara minyak safflower tinggi oleat mengandung lebih banyak lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated).

Apakah memasak dengan minyak safflower lebih sehat dibanding dengan minyak goreng biasa?

minyak goreng sehat untuk memasak

Minyak safflower termasuk minyak yang kaya akan asam lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda. Menurut American Health Association, kedua lemak ini termasuk dalam golongan lemak baik. Kandungan asam lemak tak jenuh dapat membantu menurunkan kolesterol jahat di dalam darah.

Minyak safflower yang kaya akan oleat mengandung 78 persen lemak tak jenuh tunggal, 15 persen tak jenuh ganda, dan 7 persen lemak jenuh. Minyak ini memiliki smoke point yang cukup tinggi yakni sekitar 107 derajat celcius untuk minyak mentah dan 266 derajat celcius untuk minyak yang telah dimurnikan. Selain itu, minyak yang satu ini juga memiliki rasa yang netral sehingga tidak akan mengganggu rasa masakan yang Anda buat.

Minyak safflower monounsaturated sangat ideal digunakan untuk memasak pada suhu tinggi karena memiliki titik didih yang tinggi sehingga lebih stabil saat dipanaskan, alias tidak cepat teroksidasi dan menciptakan radikal bebas. Sementara itu, minyak safflower polyunsaturated lebih cocok untuk dijadikan dressing pada olahan mentah seperti salad, atau ketika memasak dengan api kecil seperti tumisan.

minyak sayur, minyak goreng

Nah, biasanya Anda menggunakan minyak kelapa sawit untuk memasak. Minyak goreng ini juga memiliki titik didih tinggi sehingga aman untuk dipakai menggoreng maupun menumis. Namun, kandungan lemak jenuh dari minyak kelapa sawit lebih banyak daripada safflower. sekitar 50% kandungan minyak kelapa sawit terdiri dari lemak jenuh.

Mengonsumsi lemak jenuh berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat LDL dalam darah. Hal ini meningkatkan risiko Anda terkena penyakit jantung. Oleh karena itu, untuk menurunkan risikonya disarankan untuk mengonsumsi makanan dan bahan yang rendah lemak jenuh. Dalam hal ini, minyak safflower menjadi pilihan yang lebih sehat dibandingkan dengan minyak sawit yang biasa digunakan untuk menggoreng.

Jangan pakai minyak berulang kali

Selain jenis minyaknya, Anda juga perlu memerhatikan cara penggunaan minyak. Usahakan untuk tidak menggunakan minyak berulang kali (minyak jelantah). Minyak yang dipakai berulang kali akan mengalami proses oksidasi yang lebih cepat hingga akhirnya rusak. Hal ini memicu kemunculan radikal bebas yang bersifat karsinogenik (pemicu kanker).

Selain itu, penggunaan minyak berulang kali juga dapat meningkatkan kandungan asam lemak trans yang menyebabkan kadar kolesterol jahat meningkat. Kondisi ini bisa menyebabkan penyumbatan pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Oleh karena itu, bijaklah dalam memilih minyak untuk memasak. Selain perlu memerhatikan jenisnya, Anda juga perlu paham bahwa minyak tidak bisa digunakan berulang kali karena dapat membahayakan kesehatan Anda dan keluarga.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Safflower Oil: A Healthier Cooking Oil

https://www.healthline.com/health/safflower-oil-healthy-cooking-oil#takeaway accessed on July 24th 2018

Minyak Sawit dengan Beberapa Karakter Unggulnya

http://gapki.id/wp-content/uploads/2016/04/Buku-Mengenal-Minyak-Sawit-Dengan-Beberapa-Karakter-Unggulnya-GAPKI.pdf  accessed on July 24th 2018

By The way Doctor: Is Palm Oil Good for You?

https://www.health.harvard.edu/newsletter_article/By_the_way_doctor_Is_palm_oil_good_for_you  accessed on July 24th 2018

Palm Oil: Good or Bad?

https://www.healthline.com/nutrition/palm-oil#section4 accessed on July 24th 2018

Six Health Benefits of Safflower Oil

https://www.medicalnewstoday.com/articles/322245.php accessed on July 24th 2018

Fast Facts About Safflower Oil

https://articles.mercola.com/herbal-oils/safflower-oil.aspx accessed on July 24th 2018

 

Foto Penulis
Ditulis oleh Widya Citra Andini pada 16/08/2018
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
x