Memilih Keju yang Paling Baik untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Rasa keju yang gurih dan kaya membuat bahan pangan yang satu ini jadi favorit banyak orang di seluruh belahan dunia. Selain itu, keju juga bisa diolah menjadi beragam jenis masakan. Namun, keju sudah dikenal sebagai sumber lemak, kalori, kolesterol, dan sodium. Padahal jika dikonsumsi secara bijak, keju baik untuk kesehatan dan kaya akan nutrisi penting seperti protein dan kalsium. Keju sendiri ada berbagai macam jenisnya. Maka, Anda harus pintar-pintar memilih keju yang sehat. Tak perlu khawatir, berikut ini sudah disiapkan berbagai informasi penting seputar jenis-jenis keju. Simak baik-baik.

Jenis-jenis keju dan efeknya pada kesehatan

Jenis keju dibedakan menurut bahan dasar serta metode pengolahannya. Maka, kandungan nutrisi dan ciri-ciri setiap keju tentu beragam. Karena tubuh dan kebutuhan gizi setiap orang berbeda-beda, Anda harus cermat dalam memilih keju yang sehat untuk Anda.  

1. Keju cedar (cheddar)

Jenis keju cedar paling mudah ditemui di Indonesia. Biasanya keju dari susu sapi ini dijual dalam bentuk balok yang agak beku atau lembaran. Keju cedar telah melalui proses fermentasi. Jadi, kandungan kalsium dari 100 gram keju cedar cukup tinggi, yaitu 72% dari kebutuhan kalsium harian Anda. Namun, hati-hati karena kandungan lemak jenuh dari 100 gram keju cedar adalah 33 gram atau 51% dari kebutuhan lemak harian Anda. Kadar kolesterol dalam takaran keju yang sama yaitu 35% dari kebutuhan harian. Dari 100 gram keju cedar, Anda akan mendapatkan 451 kalori dan 24 gram protein. Untuk kandungan sodium, keju ini mencapai 27% dari kebutuhan harian.

Maka, Anda yang punya penyakit jantung, stroke, atau obesitas sebaiknya membatasi konsumsi keju cedar. Sementara, cedar adalah keju yang sehat untuk anak dalam masa pertumbuhan. Kalsium yang tinggi bisa membantu pembentukan tulang yang kuat.

BACA JUGA: 9 Tips Memilih Makanan yang Baik untuk Jantung

2. Keju parmesan

Makan pasta mungkin tidak lengkap kalau tidak ditaburi keju parmesan. Keju yang biasanya disajikan dalam bentuk bubuk ini ternyata mengandung kalsium yang paling tinggi dibandingkan jenis keju lainnya. Dalam setiap 100 gram keju parmesan, Anda bisa memenuhi kebutuhan nutrisi harian yaitu 125% kalsium, 42% lemak, 24% kolesterol, 74% sodium, 415 kalori, dan 38 gram protein.

Kadar lemak, kolesterol, dan kalori parmesan memang lebih rendah dari cedar. Namun, Anda yang punya tekanan darah tinggi atau penyakit ginjal sebaiknya tidak mengonsumsi keju parmesan terlalu banyak. Pasalnya, kadar sodium yang sangat tinggi berisiko menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

BACA JUGA: 7 Makanan yang Bisa Memicu Darah Tinggi

3. Keju mozzarella

Anda mungkin sering mengonsumsi keju mozarella yang sudah dilelehkan, misalnya pada pizza. Setiap 100 gram keju yang terbuat dari susu sapi ini bisa memenuhi kebutuhan nutrisi harian Anda sebanyak 57% kalsium, 38% lemak, 30% kolesterol, 18% sodium, 318 kalori, dan 22 gram protein.

Dibandingkan keju cedar dan parmesan, Anda yang menghindari asupan lemak dan kalori berlebihan bisa memilih keju mozzarella dalam takaran yang wajar. Penderita hipertensi atau penyakit ginjal juga tak perlu khawatir karena sodium dalam keju ini sangatlah rendah. Namun, kadar kalsium dan mineral mozzarella memang tidak setinggi kedua keju tersebut.

BACA JUGA: 5 Makanan yang Harus Dikurangi Oleh Penderita Gangguan Ginjal

4. Keju feta

Ini dia yang sering disebut sebagai juara dari keju lain. Keju feta terbuat dari susu kambing yang diolah secara tradisional. Biasanya keju berwarna agak putih ini dijual dalam bentuk balok dengan tekstur yang lembut. Keju feta banyak dikonsumsi karena kadar kalori dan lemaknya yang rendah. Dalam 100 gram keju yang sehat ini, Anda bisa memenuhi kebutuhan nutrisi harian sebanyak 33% lemak, 30% kolesterol, 49% sodium, 264 kalori, dan 14 gram protein. Namun, kalsium dan mineral pada keju feta paling sedikit dibanding keju lainnya, yaitu 49% dari kebutuhan harian.

Akan tetapi, kalau Anda ingin menghindari kebanyakan asupan lemak, kalori, dan sodium, keju feta adalah pilihan terbaik Anda. Orang yang sedang menjalani program penurunan berat badan juga biasanya akan mengonsumsi keju feta. Jadi, sebaiknya Anda mulai mengganti keju yang biasa Anda beli dengan keju jenis feta.

BACA JUGA: Tips Diet Rendah Kalori untuk Turunkan Berat Badan

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

7 Resep Oatmeal Sehat dan Mudah untuk di Rumah

Oatmeal bukan hanya lezat, tapi juga penuh serat., mengenyangkan, dan cocok untuk Anda yang sedang berdiet. Simak 7 resep oatmeal berikut.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Resep Sehat, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

3 Manfaat yang Bisa Didapat dari Minum Kopi Sebelum Olahraga

Suka olahraga di pagi hari dan harus minum kopi dulu biar segar? Penelitian membuktikan kalau minum kopi sebelum olahraga ternyata baik buat tubuh, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gizi Olahraga, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Gejala tipes umumnya dapat diobati di rumah. Selain minum obat dari dokter, apa saja cara mengobati tipes lainnya di rumah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
olahraga malam hari

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
sakit kepala setelah makan

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
strategi menahan lapar

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit