home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tinggi Lemak, Apa Boleh Makan Keju Saat Sedang Diet?

Tinggi Lemak, Apa Boleh Makan Keju Saat Sedang Diet?

Keju merupakan salah satu jenis produk yang berasal dari susu. Karena itulah keju sebenarnya merupakan produk yang sehat dan padat nutrisi. Sayangnya, banyak orang takut mengonsumsi keju karena takut akan kandungan lemaknya. Namun, apa benar makan keju bisa bikin gemuk karena mengandung lemak? Bolehkah makan keju kalau sedang mengurangi berat badan? Cari tahu jawabannya di bawah ini, yuk.

Apa saja zat gizi yang terkandung dalam keju?

Protein

Protein kasein yang terkandung dalam keju memiliki efek menurunkan tekanan darah dan meningkatkan penyerapan mineral dalam usus. Selembar keju cheddar (28 gram) mengandung 6,7 gram protein yang setara dengan segelas susu.

Lemak

Kandungan lemak dalam keju adalah hal yang paling ditakutkan orang yang ingin menurunkan berat badan. Dalam selembar keju cheddar, Anda akan mendapatkan sekitar 9 gram lemak, dan 5 gram di dalamnya adalah jenis lemak jenuh. Kandungan ini bisa memenuhi sekitar 25 persen dari kebutuhan lemak harian Anda.

Angka ini sebenarnya memang cukup tinggi. Akan tetapi, lemak masih diperlukan oleh tubuh setiap orang – termasuk yang sedang berdiet sekalipun. Lemak berguna sebagai cadangan energi bagi sel-sel dalam tubuh ketika asupan karbohidrat sudah terbatas atau habis. Selain itu, lemak juga diperlukan untuk menyimpan berbagai zat gizi penting dalam tubuh.

Kalsium

Penelitian mengindikasikan bahwa mengonsumsi asupan kalsium yang cukup dalam sehari dapat menurunkan berat badan dan meningkatkan komposisi tubuh. Mekanisme hubungan kalsium dan berat badan masih belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli menduga bahwa kalsium–khususnya dari produk susu–dapat membantu pembakaran lemak sehingga semakin sedikit lemak yang disimpan di dalam tubuh.

diabetes boleh makan keju

Bolehkah makan keju saat sedang mengurangi berat badan?

Berdasarkan penelitian tahun 2011 dalam jurnal Current Nutrition & Food Science, mengonsumsi produk susu ataupun susu tidak berdampak pada kenaikan berat badan atau komposisi tubuh anak serta remaja.

Selain itu, penelitian pada tahun 2008 dalam studi analisis National Health and Nutrition Examinaton Survey (NHANES) menemukan bahwa remaja yang mengonsumsi lebih banyak produk susu atau susu memiliki angka BMI (body mass index atau indeks massa tubuh) yang lebih rendah daripada yang kurang mengonsumsi produk olahan susu.

Penelitian dalam International Journal of Obesity menunjukan bahwa mengonsumsi 3-4 produk susu seperti keju, yogurt, atau susu dalam sehari tidak berpengaruh terhadap peningkatan berat dan berbagai komposisi tubuh orang dewasa. Mengonsumsi susu atau keju, atau yogurt setiap hari justru membantu mengendalikan berat badan, sehingga penting untuk menambahkan produk susu ke dalam makanan sehari-hari.

Asupan produk susu yang digabungkan diet lain juga memberikan manfaat dalam mengelola berat badan. Penelitian menunjukan, mengonsumsi makanan produk susu dengan diet protein tinggi dapat mempercepat penurunan massa lemak dan meningkatkan massa non lemak pada wanita obesitas dan kelebihan berat badan.

Protein pada keju justru bisa membantu mengurangi berat badan. Pasalnya, protein memperlambat pergerakan makanan di dalam perut, sehingga Anda merasa kenyang lebih lama dan gula darah lebih stabil.

Keju juga bisa membuat cita rasa makanan meningkat, sehingga Anda lebih semangat untuk mengonsumsi makanan sehat seperti salad atau roti isi (sandwhich) sayur.

Kuncinya, jangan makan keju berlebihan

Orang yang sedang mengurangi berat badan tidak dilarang makan keju. Dengan syarat, jangan berlebihan mengonsumsi keju. Makan selembar keju dalam roti isi sayur Anda tentu tidak bahaya. Namun, kalau makan burger dengan keju serta daging dobel, tentu program diet Anda bisa bubar. Maka itu, kuncinya adalah mengendalikan jumlah keju yang Anda konsumsi.

Kalau ingin makan keju sambil mengurangi berat badan, Anda juga harus mengimbanginya dengan olahraga rutin. Dengan begitu, Anda tidak perlu terlalu khawatir berat badan naik akibat konsumsi keju.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Dairy Council of California. 2017. Dairy_Is It Good for Loosing Weight?. [Online] Tersedia pada: https://www.healthyeating.org/Milk-Dairy/Health-Benefits-of-Milk/Article-Viewer/Article/43/Dairy-Is-It-Good-for-Losing-Weight (Diakses 29/11/2017)

FAO. 2013. Milk and Dairy Products in Human Nutrition. Roma: Food and Agriculture Organization of The United Nations

Dairy Council of California. Tanpa Tahun. Nutrients in Cheese. [Online] Tersedia pada: https://www.healthyeating.org/Milk-Dairy/Nutrients-in-Milk-Cheese-Yogurt/Nutrients-in-Cheese (Diakses 29/11/2017)

Arnarson, Ali. 2014.Cheese 101: Nutrition Facts and Health benefits. [Online] tersedia pada: https://www.healthline.com/nutrition/foods/cheese (Diakses 29/11/2017)

Blankson, Henrietta., Stakkestad, Fagertun, Hans.,Thom, Erling., Wadstein, Jan.,dan Gudmundsen. 2000. Conjugated Linoleic Acid Reduces Body Fat Mass in Overweight and Obese Humans. The Journal of Nutrition vol 130 no. 12; 2943-2948.

Josse, AR., Atkinson, SA., Tarnopolsky, Mark A., dan Phillips, SM. 2012.Diets Higher in Dairy Foods and Dietary Protein Support Bone Health during Diet- and Exercise-Induced Weight Loss in Overweight and Obese Premenopausal Women Volume 97;1; 251-260 https://academic.oup.com/jcem/article/97/1/251/2833482

Spence, LA., Cifelli,CJ., dan Miller, GD. 2011. The Role of Dairy Product in Healthy Weight and Body Composition in Children and Adolescents. Current Nutrition & Food Science 7, 40-49 http://citeseerx.ist.psu.edu/viewdoc/download?doi=10.1.1.271.7402&rep=rep1&type=pdf

Moore, LL., Singer, MR., Qureshi, MM., Bradlee., ML. 2013. Diary Intake and ANthropometric Measures of Body Fat among Children and Adolescents in NHANES. Journal of the American College of Nutrition. 27(6): 702-710 http://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/07315724.2008.10719747?journalCode=uacn20

Abargouei, AS., Janghorbani, M.,Marzijanrani, MS., Esmailzadeh, A. 2005. Effect of dairy consumption on weight and body composition in adults: A systematic review and meta-analysis of randomized controlled clinical trials. International Journal of Obesity DOI: 10.1038/ijo.2011.269 https://www.researchgate.net/publication/221751368_Effect_of_dairy_consumption_on_weight_and_body_composition_in_adults_A_systematic_review_and_meta-analysis_of_randomized_controlled_clinical_trials


Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Tanggal diperbarui 05/12/2017
x