home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Makan Keju Saat Hamil: Mana yang Aman, Mana yang Bahaya?

Makan Keju Saat Hamil: Mana yang Aman, Mana yang Bahaya?

Saat Anda hamil, ada berbagai pantangan makanan yang harus dipatuhi. Anda mungkin sudah tahu bahwa ibu hamil disarankan untuk menghindari makan makanan mentah seperti sushi atau telur. Namun, bagaimana dengan keju? Apakah boleh makan keju saat hamil? Untuk meluruskan berbagai mitos seputar risiko makan keju saat hamil, simak ulasan berikut ini, ya.

Benarkah keju penuh bakteri?

Keju adalah produk olahan susu yang difermentasi. Dalam proses fermentasi, susu sapi atau kambing akan dikultur sedemikian rupa sehingga bakteri pun berkembang biak. Bakteri-bakteri yang terdapat pada produk fermentasi susu antara lain Lactobacillus dan Lactococcus.

Namun, jangan khawatir ketika mendengar istilah bakteri. Bakteri yang tumbuh dalam proses fermentasi adalah bakteri baik. Bakteri baik bersifat asam, sehingga bakteri yang jahat dan berbahaya justru akan mati. Ini karena bakteri jahat tidak bisa hidup dalam kondisi yang asam.

Bolehkah makan keju saat hamil?

Makan keju saat hamil aman untuk dilakukan. Bakteri baik justru dibutuhkan oleh ibu hamil untuk menjaga kesehatan janin dan kehamilannya. Akan tetapi, tidak semua jenis keju bebas dari bakteri jahat. Keju yang terbuat dari susu mentah atau susu yang tidak melalui proses pasteurisasi berbahaya bagi kehamilan.

Susu yang dipasteursasi telah melewati pengolahan dengan suhu yang sangat tinggi untuk membunuh kuman dan bakteri jahat. Sementara, kalau susu yang dipakai untuk mengolah keju masih mentah, kemungkinan tumbuhnya bakteri jahat bernama Listeria jadi lebih besar.

Sementara itu, beberapa jenis keju yang teksturnya sangat lembut (keju yang tidak bisa diparut) juga lebih rentan terhadap pertumbuhan bakteri jahat. Ini karena keju yang lembut kadar keasamannya sangat rendah. Bakteri jahat pun bisa berkembang biak dengan mudah.

Risiko makan keju saat hamil

Kalau saat hamil Anda makan keju dari susu yang belum dipasteurisasi, Anda berisiko terserang infeksi bakteri. Infeksi bakteri Listeria biasanya ditandai dengan demam, menggigil, nyeri punggung, nyeri otot, dan lemas. Gejala baru akan muncul kira-kira seminggu setelah Anda makan keju yang mengandung bakteri jahat. Pengobatannya adalah minum antibiotik. Sebagai catatan, infeksi bakteri dan minum obat antibiotik tertentu bisa mengakibatkan gangguan pertumbuhan janin.

Keju yang aman bagi ibu hamil

Untuk memastikan Anda tidak salah makan keju saat hamil, perhatikan keterangan pada kemasan. Bila ada indikasi seperti “raw cheese” atau “unpasteurised”, keju tersebut tidak aman bagi Anda. Namun, biasanya keju beku yang bentuknya balok aman dan sudah dipasteurisasi.

Keju cheddar, parmesan, dan mozarella aman dikonsumsi ibu hamil. Sementara itu, keju yang perlu dihindari adalah yang teksturnya sangat lembut seperti keju feta, brie, dan camembert. Jadi, jika Anda makan di restoran atau ketika bertamu di rumah kerabat, jangan segan untuk menanyakan jenis keju apa yang disajikan. Namun, untuk mencari aman Anda boleh saja menghindari makan keju sama sekali saat sedang hamil.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Can I eat cheese during pregnancy? http://www.parenting.com/article/can-i-eat-cheese-during-pregnancy Diakses pada 1 Februari 2017.

Is it safe to eat cheese http://www.babycenter.com.au/x3175/is-it-safe-to-eat-cheese-when-youre-pregnant Diakses pada 1 Februari 2017.

Foto Penulis
Ditulis oleh Irene Anindyaputri
Tanggal diperbarui 10/02/2017
x