home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Makan Keju Saat Hamil: Mana yang Aman, Mana yang Bahaya?

Makan Keju Saat Hamil: Mana yang Aman, Mana yang Bahaya?

Saat hamil, ada berbagai pantangan makanan yang harus dipatuhi. Anda mungkin sudah tahu bahwa ibu hamil disarankan untuk tidak menyantap makanan mentah seperti sushi atau telur setengah matang. Namun, bagaimana dengan keju? Bolehkah makan keju saat hamil? Untuk mengetahuinya, simak ulasan berikut ini, ya.

Bolehkah ibu hamil makan keju?

roti panggang keju telor resep mpasi 9 bulan

Keju adalah produk olahan susu yang difermentasi. Proses fermentasi ini melibatkan bakteri seperti Lactobacillus dan Lactococcus.

Namun, jangan khawatir ketika mendengar istilah bakteri. Bakteri yang tumbuh dalam proses fermentasi adalah bakteri baik. Bakteri baik bersifat asam sehingga dapat mematikan bakteri yang jahat karena ia tidak bisa hidup dalam kondisi yang asam.

Mengutip situs Harvard Health Publishing, makan keju saat hamil aman untuk dilakukan. Bakteri baik dari proses fermentasi justru dibutuhkan untuk menjaga kesehatan ibu dan janin.

Beberapa manfaat makan keju saat hamil seperti membantu pertumbuhan tulang pada janin dan mencegah ibu dari osteoporosis. Ini karena keju kaya akan kalsium yang berasal dari susu yang menjadi bahan utamanya.

Akan tetapi, tidak semua jenis keju bebas dari risiko penyakit. Pasalnya, beberapa jenis keju dapat berbahaya bagi kehamilan karena mudah terkontaminasi oleh bakteri jahat.

Jenis keju yang sebaiknya tidak dikonsumsi saat hamil

Jika ingin makan keju saat hamil, Anda sebaiknya menghindari jenis keju berikut ini.

1. Keju yang berasal dari susu yang mentah

Sebenarnya, keju merupakan cara alami untuk mengawetkan susu. Sayangnya, tidak semua susu yang digunakan untuk membuat keju itu aman dikonsumsi oleh ibu hamil.

Keju yang terbuat dari susu mentah berbahaya bagi kehamilan. Ini karena kemungkinan tumbuhnya bakteri jahat menjadi lebih besar. Sehingga Anda akan berisiko mengalami berbagai penyakit akibat infeksi bakteri.

2. Keju yang terlalu lunak

Anda mungkin sering menemukan beberapa jenis keju yang teksturnya sangat lunak sehingga sulit diparut atau bahkan berupa krim.

Keju jenis ini disebut dengan soft cheese. Contohnya yaitu cream cheese, cottage cheese, camembert, feta, Neufchatel, dan quark.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan oleh Assiut Veterinary Medical Journal, soft cheese lebih berisiko terkontaminasi bakteri jahat seperti Salmonella.

Ini karena keju tersebut mengandung air sebanyak 50% atau lebih sehingga bersifat sangat lembap. Makanan yang lembap dan basah sangat disukai oleh bakteri penyebab penyakit.

Risiko makan keju saat hamil

hamil 2 bulan

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, tidak semua keju itu aman dari bakteri jahat. Kontaminasi bakteri jahat pada keju berisiko menyebabkan masalah-masalah berikut.

1. Salmonellosis

Menurut Alshimaa A. Hassanien dari Sohag University Mesir, jenis keju yang lunak rentan tercemari oleh bakteri Salmonella sehingga menyebabkan penyakit salmonellosis.

Jika terkena penyakit ini, Anda akan mengalami demam, perut mulas, mual, muntah dan diare. Gejala tersebut biasanya baru muncul beberapa hari setelah makan keju yang tercemar bakteri Salmonella.

2. Salmonellosis pada bayi

Selain pada ibu hamil, infeksi Salmonella juga dapat berdampak pada bayi dalam kandungan.

Bayi yang terkena bakteri tersebut berisiko mengalami berat badan lahir rendah, gangguan tumbuh kembang dan meningitis setelah ia lahir.

3. Sindrom Reiter pada ibu hamil

Melansir Stanford Health Care, infeksi salmonella yang tidak segera diobati dalam jangka panjang dapat menyebabkan Reiter’s syndrome yaitu sindrom yang dapat menyebabkan nyeri sendi.

4. Listeriosis

Selain infeksi Salmonella, makan keju yang terbuat dari susu mentah saat hamil juga berisiko terhadap infeksi bakteri jahat lainnya yaitu Listeria monocytogenes.

Penyakit akibat bakteri ini disebut listeriosis. Centers of Disease Control and Prevention menyatakan bahwa listeriosis dapat menyebabkan kematian. Menurut data, kematian terjadi pada 2 dari 10 orang yang mengalami penyakit ini

5. Keguguran atau kematian janin

Tidak hanya berakibat pada ibu, infeksi akibat makan keju yang terkontaminasi bakteri saat hamil dapat menyebar ke kandungan. Melansir March of Dimes, infeksi tersebut berisiko terhadap keguguran atau kematian bayi.

6. Berisiko menyebabkan bayi lahir cacat

Seharusnya, infeksi bakteri patogen dapat diatasi dengan minum obat antibiotik. Sayangnya, hal ini sangat tidak dianjurkan karena antibiotik dapat menyebabkan bayi terlahir cacat.

Ini tentu menjadi dilema bagi ibu yang mengalaminya. Oleh karena itu, berhati-hatilah jika ingin menyantap keju saat hamil. Pastikan keju yang Anda makan terjamin aman.

Tips memilih keju yang aman bagi ibu hamil

Pada dasarnya, makan keju saat hamil tidaklah dilarang. Boleh saja ibu hamil makan keju selama memastikan keju yang disantap tidak terkontaminasi bakteri jahat. Agar tidak salah pilih, ikutilah tips-tips berikut.

1. Baca peringatan pada kemasan

Biasanya keju yang berasal dari pabrik yang sudah melalui proses uji dari lembaga pengawas makanan akan menyertakan peringatan keamanan.

Saat memilih keju untuk ibu hamil, sebaiknya Anda tidak melewatkan membaca peringatan tersebut. Jika terdapat informasi bahwa produk tersebut tidak cocok untuk ibu hamil, sebaiknya Anda tidak membelinya.

2. Pilih keju yang terbuat dari susu yang sudah dipasteurisasi

Pasteurisasi adalah proses mengolah susu menggunakan suhu tinggi untuk mematikan kuman dan bakteri berbahaya.

Produk keju yang menggunakan susu yang sudah dipasteurisasi cenderung lebih aman untuk ibu hamil.

3. Pilih jenis keju yang keras

Biasanya keju yang keras cenderung aman dari kontaminasi bakteri dan terbuat dari susu yang sudah dipasteurisasi. Beberapa contohnya keju keras seperti keju cheddar, parmesan, dan mozarella.

Ketika Anda makan di restoran atau bertamu di rumah kerabat, jangan segan untuk menanyakan jenis keju apa yang disajikan. Namun, untuk amannya lebih baik Anda tidak makan keju sama sekali saat sedang hamil.

health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 hari

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Salmonella and Food. (2020). Retrieved 11 June 2021, from https://www.cdc.gov/foodsafety/communication/salmonella-food.html

Dairy and Eggs from Food Safety for Moms to Be. Retrieved  11 june 2021, from https://www.fda.gov/food/people-risk-foodborne-illness/dairy-and-eggs-food-safety-moms-be

Listeria (Listeriosis) | Listeria | CDC. Retrieved 11 June 2021, from https://www.cdc.gov/listeria/

https://www.cdc.gov/listeria/

Reactive Arthritis (Reiter’s Syndrome) Causes. Retrieved 11 June 2021, from https://stanfordhealthcare.org/medical-conditions/bones-joints-and-muscles/reactive-arthritis/causes.html

Food poisoning during pregnancy. (2016). Retrieved 11 June 2021, from https://www.marchofdimes.org/complications/food-poisoning-during-pregnancy.aspx

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x