Keju Feta: Baik Atau Buruk untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ada banyak jenis keju di dunia ini. Setiap keju tentunya mempunyai karakteristik berbeda, termasuk rasa, tekstur, warna, dan lainnya. Salah satu jenis keju yang mungkin sudah Anda tahu adalah keju feta. Mungkin Anda sudah sering menemukan jenis keju ini di supermarket. Keju feta mempunyai warna dan tekstur yang berbeda dari keju biasanya. Apa itu keju feta dan apa saja manfaat keju feta?

Apa itu keju feta?

Keju feta merupakan keju yang berasal dari Yunani. Berbeda dari keju biasanya, keju ini terbuat dari susu domba atau kambing, bukan dari susu sapi. Domba dan kambing ini secara khusus dibesarkan di daerah padang rumput lokal. Sehingga, domba dan kambing tersebut menghasilkan susu dengan karakteristik unik untuk dibuat menjadi keju. Keju feta memiliki karakteristik berwarna putih, mempunyai tekstur yang agak kenyal dan bisa hancur saat dipotong, serta mempunyai rasa yang creamy saat di mulut.

Manfaat keju feta untuk kesehatan

Karena terbuat dari susu, keju tentu memiliki banyak nutrisi penting bagi tubuh. Beberapa nutrisi yang terkandung dalam keju feta adalah kalsium, vitamin B2, vitamin B12, vitamin B6, fosfor, selenium, dan zink. Tak hanya itu, keju ini juga mengandung lemak dan kalori yang lebih sedikit dari keju lainnya, seperti keju cheddar atau parmesan.

Karena banyak mengandung nutrisi penting, tak heran keju feta menawarkan banyak manfaat untuk kesehatan Anda. Beberapa manfaat keju feta adalah:

1. Mendukung kesehatan tulang

Keju feta mengandung kalsium, fosfor, dan protein sehingga dapat mendukung kesehatan tulang Anda. Kalsium dan protein dapat membantu mempertahankan kepadatan tulang, sedangkan fosfor merupakan salah satu mineral tulang yang cukup penting.

Kandungan kalsium dalam keju feta bahkan lebih banyak dibandingkan keju lain, seperti keju mozzarella, ricotta, dan keju cottage. Hal ini karena susu domba dan kambing (sebagai asal dari keju feta) mengandung lebih banyak kalsium daripada susu sapi. Sehingga, konsumsi keju feta dapat membantu Anda dalam memenuhi kebutuhan kalsium harian.

2. Membantu menjaga kesehatan usus

Keju feta dibuat dengan cara menambahkan bakteri asam laktat ke dalam susu domba atau kambing sehingga keju ini mengandung probiotik yang baik untuk kesehatan usus Anda. Probiotik merupakan bakteri baik yang hidup di usus.

Keju feta mengandung probiotik dengan jenis Lactobacillus plantarum. Bakteri baik ini dapat melindungi saluran cerna dari bakteri jahat penyebab penyakit, seperti E. coli dan Salmonella. Tak hanya itu, bakteri baik dalam usus juga terbukti dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh.

3. Membantu meningkatkan komposisi tubuh

Keju yang terbuat dari susu domba mengandung asam linoleat terkonjugasi atau conjugated linoleic acid (CLA) yang jumlahnya lebih tinggi dibandingkan keju yang terbuat dari susu sapi atau kambing. CLA ini ternyata mempunyai banyak manfaat bagi tubuh. CLA dapat membantu meningkatkan komposisi tubuh, dengan menurunkan massa lemak dan meningkatkan massa tubuh tanpa lemak. Tak hanya itu, CLA juga dapat membantu menurunkan risiko diabetes.

Namun hati-hati, keju feta mengandung natrium tinggi

Dalam proses pembuatan keju feta, dadih susu kambing atau domba ditambahkan dengan garam. Selama penyimpanan, keju feta juga direndam dalam air garam. Maka tak heran jika keju feta mengandung natrium tinggi yang berasal dari garam. Dalam 1 ons (28 gram) keju feta mengandung natrium sebanyak 312 mg.

Bagi Anda yang mempunyai tekanan darah tinggi, penyakit jantung, penyakit ginjal, dan diabetes, mungkin harus membatasi atau bahkan menghindari konsumsi keju feta. Orang dengan penyakit tersebut disarankan untuk membatasi asupan natrium tidak lebih dari 1500 mg per hari.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Diet Susu Dinilai Dapat Menurunkan Risiko Diabetes dan Hipertensi

Hampir semua orang menyukai susu dan produk olahannya karena menawarkan segudang manfaat. Bahkan, diet tinggi susu disebut turunkan risiko diabetes.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Diet, Nutrisi 7 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Susu Kurma, Olahan Kurma yang Disebut Memiliki Segudang Manfaat untuk Tubuh

Siapa yang tak kenal kurma yang disebut-sebut sebagai buah mujarab bagi kesehatan tubuh? Apabila dicampurkan dengan susu, adakah manfaat dari susu kurma?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Fakta Gizi, Nutrisi 1 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

6 Tips Menyimpan Keju Agar Awet dan Tahan Lama

Menyimpan keju tidak bisa dilakukan sembarangan, karena dapat membuatnya kering, keras dan berjamur. Berikut 6 tips menyimpan keju yang benar.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Tips Makan Sehat, Nutrisi 26 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Tips Mengonsumsi Susu untuk Penderita Intoleransi Laktosa

Seseorang yang intoleransi laktosa umumnya akan mengalami gangguan pencernaan sesudah mengonsumsi produk susu. Berikut cara aman menghindarinya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 24 April 2020 . Waktu baca 4 menit


Direkomendasikan untuk Anda

7 Olahraga untuk Membantu Menambah Tinggi Badan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
makanan untuk penderita eksim

Mencegah Eksim dengan Menghindari Pantangan, Apa Saja?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 9 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
keju untuk bayi

Usia Berapa Bayi Mulai Diperbolehkan Makan Keju?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
pantangan penderita psoriasis

Daftar Pantangan Makanan yang Patut Diperhatikan oleh Penderita Psoriasis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 6 menit