home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

6 Tips Menyimpan Keju Agar Awet dan Tahan Lama

6 Tips Menyimpan Keju Agar Awet dan Tahan Lama

Pernahkah Anda menyimpan keju di kulkas selama beberapa waktu, lalu menjadi keras dan berjamur saat akan digunakan? Hal ini bisa terjadi bukan karena kualitas keju yang Anda miliki buruk. Namun, kemungkinan hal ini karena Anda salah menyimpannya. Lalu, bagaimana menyimpan keju yang membuatnya awet dan tahan lama?

Tips menyimpan keju yang membuatnya awet

Keju merupakan produk berbahan dasar susu yang berasal dari hewan. Selayaknya makanan yang berasal dari hewan lainnya, keju pun harus disimpan di kulkas untuk menjaga kesegarannya. Dengan begitu, manfaat keju pun tetap dapat dirasakan.

Meski demikian, meletakkan keju di kulkas tidak bisa sembarang. Keju yang tersimpan dengan baik dapat digunakan selama beberapa waktu dan diolah menjadi berbagai resep makanan atau camilan dari keju yang bisa dinikmati keluarga.

Berikut ini tips menyimpan keju yang baik dan benar agar tetap dapat dinikmati untuk waktu yang lama.

1. Bungkus keju dengan kertas

Bila Anda membeli keju dan hanya menggunakan sebagian, Anda bisa menyimpan sisanya di kulkas. Namun, sebelum menyimpan di kulkas, Anda perlu membungkusnya agar tekstur dan rasanya tetap terjaga.

Cara terbaik untuk membungkus keju, yaitu menggunakan kertas lilin atau kertas roti. Kedua jenis kertas ini dapat memberikan ruang untuk keju bernafas dan juga mencegah keju menjadi kering dan keras. Rekatkan bungkus kertas tersebut agar tidak mudah terbuka.

2. Jangan campurkan keju dalam satu bungkus

Dalam membungkus keju, Anda perlu melakukannya satu per satu. Jangan campurkan berbagai keju ke dalam satu bungkus dan jangan pula campurkan keju yang dibeli pada tanggal berbeda,

Setelah dibungkus, tuliskan nama dan tanggal pembelian keju tersebut. Dengan demikian, Anda dapat mengetahui keju apa yang ada di bungkus tersebut tanpa perlu membukanya dan berapa lama keju tersebut telah tersimpan di kulkas.

3. Jangan bungkus keju dengan plastik

Plastik memang lebih mudah ditemui di rumah dibandingkan kertas lilin atau kertas roti saat ingin menyimpan keju. Namun, sebaiknya jangan gunakan plastik untuk langsung membungkus keju.

Plastik membuat keju tidak bisa bernafas dan tidak bisa menyerap oksigen. Bila hal ini terjadi, rasa pada keju dapat rusak dan bahkan memungkinkan bakteri tumbuh di dalamnya.

4. Beri bungkus tambahan saat menyimpan keju

Bila Anda menginginkan keju lebih tahan lama, Anda perlu memberi bungkusan tambahan untuk keju. Sebab, keju yang sudah dibungkus kertas masih mungkin untuk menjadi kering dan keras bila terlalu lama dibiarkan. Pada saat membutuhkan bungkus tambahan inilah plastik boleh digunakan.

Caranya, keju yang sudah terbungkus kertas dimasukkan ke dalam kantong plastik yang bisa ditutup. Namun, jangan terlalu rapat dalam menutupnya. Buka sedikit plastik tersebut untuk memberi ruang untuk udara ketika menyimpan keju.

Hal ini juga bisa dilakukan untuk mencegah bau keju tersebar ke seluruh kulkas bila keju membusuk atau juga mencegah keju menyerap bau dari makanan lainnya di dalam kulkas.

5. Potong bagian keju yang terdapat jamur

Ketika ingin menggunakan keju, tetapi ada sedikit bagian yang berjamur pada keju Anda, jangan langsung membuang keju tersebut. Anda bisa memotong bagian keju yang terkena jamur tersebut dan sisanya aman untuk digunakan.

Namun, hal ini tidak bisa dilakukan untuk semua jenis keju. Beberapa jenis keju yang bertekstur lembut, seperti blue cheese, chevre atau keju dari susu kambing, ricota, dan mozarella tidak aman dikonsumsi meski ada sedikit bagiannya yang terkena jamur. Adapun keju yang bertektur keras atau agak keras, seperti cheddar, parmesan, gouda, atau emmental boleh dilakukan hal tersebut.

6. Upayakan menyimpan keju di dalam kulkas

Tempat terbaik untuk menyimpan keju adalah di dalam kulkas. Namun, jangan sampai Anda menyimpannya di tempat yang salah. Letakkan keju di bagian bawah kulkas atau di rak yang paling jauh dari freezer. Setidaknya, keju harus berada di suhu 35 – 45 derajat fahrenheit atau setara dengan 1,5-7 derajat celsius.

Meletakkan keju di dalam freezer memang bisa membuat keju lebih tahan lama dibandingkan bila hanya diletakkan di kulkas. Namun, keju bisa menjadi lebih kering, lebih rapuh, dan lebih kasar. Sementara keju paling enak dinikmati pada kondisi segar, dengan rasa dan tekstur yang pas.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

WebMD. 2020. Slideshow: Pantry, Fridge, Countertop: Where To Store Your Food. [online] Available at: <https://www.webmd.com/food-recipes/ss/slideshow-where-to-store-food> [Accessed 6 April 2020].

Huffpost.com. 2020. How to Store Cheese: Keeping It Fresh Longer. [online] Available at: <https://www.huffpost.com/entry/how-to-store-cheese_n_1910373?guccounter=1> [Accessed 6 April 2020].

Huffpost.com. 2020. The Right Way to Store Cheese. [online] Available at: <https://www.huffpost.com/entry/the-right-way-to-store-ch_b_4513445> [Accessed 6 April 2020].

Healthline. 2020. Can You Freeze Cheese, And Should You?. [online] Available at: <https://www.healthline.com/nutrition/can-you-freeze-cheese> [Accessed 6 April 2020].

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Ihda Fadila
Tanggal diperbarui 26/04/2020
x