home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenal "Nama Samaran" Gula yang Sering Ditulis di Label Kemasan Makanan

Mengenal "Nama Samaran" Gula yang Sering Ditulis di Label Kemasan Makanan

Ada berapa nama gula yang Anda tahu? Jika selama ini Anda sering menggunakan gula pasir sebagai campuran makanan dan minuman, ternyata masih ada banyak nama lain gula yang biasanya muncul pada label kemasan makanan.

Hati-hati, jangan sampai Anda terkecoh karena tidak melihat tulisan ‘gula’. Padahal produk tersebut masih tetap mengandung gula, hanya saja dengan nama yang berbeda. Lantas, apa saja nama “samaran” dari gula yang kerap muncul di label kemasan makanan?

Kenapa gula bisa punya nama yang berbeda-beda?

Saat hendak membeli suatu produk makanan ataupun minuman, seberapa sering Anda mengecek kandungan gula di dalamnya? Jika suatu ketika Anda tidak menemukan tulisan ‘gula’ yang tertera pada label kemasan makanan, bukan berarti produk tersebut bebas dari gula.

Pasalnya, ada berbagai nama lain gula yang ditambahkan ke dalam produk makanan, sehingga sering kali mengecohkan Anda sebagai pembeli. Perbedaan nama gula ini dikarenakan gula diolah dari berbagai sumber yang berbeda-beda sehingga kadang hasil olahan gula yang telah jadi pun memiliki rasa dan tekstur yang tidak sama.

Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat (FDA) mengatakan bahwa produsen makanan memang telah diwajibkan untuk mencantumkan semua bahan yang terkandung dalam produknya. Namun, adanya berbagai macam nama lain gula, yang menyebabkan kehadiran gula dalam produk makanan dan minuman menjadi sulit untuk dideteksi.

Untuk itu, Anda sebaiknya lebih teliti lagi saat membaca label kemasan makanan. Sebab, masing-masing gula yang dicampurkan dalam produk makanan dan minuman, akan berpengaruh terhadap jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh.

Apa saja nama lain gula yang sering muncul pada label kemasan makanan?

Selama proses pengolahan makanan dan minuman kemasan, gula merupakan salah satu komponen penting yang hampir selalu ditambahkan guna memperbaiki rasa, tekstur, serta umur simpan produk makanan dan minuman tersebut.

Meski sering kali ditulis dengan nama yang berbeda, tapi penting bagi Anda untuk tetap mengetahui apa saja nama lain dari gula. Dilansir dari laman Healthline, setidaknya ada sekitar 56 jenis nama lain gula yang kerap muncul pada label kemasan makanan.

Namun, beberapa yang tertera di bawah ini merupakan yang paling umum ditemui:

  • Sukrosa
  • Sirup jagung tinggi fruktosa
  • Sirup agave
  • Gula bit
  • Molasses/molase blackstrap
  • Brown sugar
  • Buttered syrup
  • Gula tebu
  • Karamel
  • Gula kastor
  • Gula demerara
  • Gula confectioners/gula bubuk
  • Sirup maple
  • Sorghum
  • Raw sugar/gula mentah
  • Refiner’s syrup
  • Barley malt
  • Dextrin
  • Corn syrup/sirup jagung
  • Dekstrosa
  • Glukosa
  • Malt syrup/sirup malt
  • Maltose
  • Rice syrup/sirup beras
  • Fruktosa
  • Galaktosa

Bagaimana cara mengetahui adanya gula tambahan pada produk makanan dan minuman?

Bagi Anda yang sedang mengurangi konsumsi gula, kandungan gula yang tidak diketahui di dalam produk makanan dan minuman kemasan bisa mengacaukan rencana kesehatan Anda. Beberapa cara sederhana berikut ini bisa membantu Anda mendeteksi jenis gula dan berapa banyak jumlahnya:

1. Cek kandungan gula

Tidak semua produk makanan minuman kemasan mencantumkan dengan jelas kandungan gula pada nutrition facts atau informasi nilai gizi, seperti pada label nutrition facts di atas. Kebanyakan produk umumnya hanya menampilkan angka Total Carbohydrate.

Solusinya, Anda bisa periksa komposisi bahan seperti pada langkah berikutnya.

2. Periksa semua komposisi bahan

Untuk mengetahui kandungan gula di dalam suatu produk makanan atau minuman, cara selanjutnya adalah dengan memeriksa daftar komposisi bahan. Semakin tinggi kandungan suatu bahan, umumnya diletakkan di awal urutan dari komposisi bahan.

Jadi apabila Anda tidak menemukan informasi total gula pada nutrition facts, namun gula dituliskan paling awal atau di urutan-urutan awal pada komposisi bahan atau ingredients, maka berarti kandungan gula dalam produk tersebut cukup banyak.

Selain itu, temukan apakah ‘gula’ ataupun ‘nama gula lainnya’ tertera dalam daftar. Semakin banyak nama lain gula yang muncul, maka semakin tinggi pula kandungan gula dalam produk tersebut.

3. Bandingkan produk

Setelah Anda tahu jumlah serta kandungan gula apa saja yang ada dalam produk makanan dan minuman yang akan Anda beli, selanjutnya coba bandingkan dengan beberapa produk lainnya guna mengetahui produk mana yang memiliki kandungan gula lebih sedikit.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

The 56 Most Common Names for Sugar (Some Are Tricky). https://www.healthline.com/nutrition/56-different-names-for-sugar Diakses pada 16 Mei 2018.

Food Labels: How to Spot Hidden Sugars. https://www.huffingtonpost.com/pooja-r-mottl/food-labels-hidden-sugars_b_808881.html Diakses pada 16 Mei 2018.

Sugar’s Many Disguises. https://www.verywellfit.com/sugars-many-disguises-2242526 Diakses pada 16 Mei 2018.

Hidden in Plain Sight. http://sugarscience.ucsf.edu/hidden-in-plain-sight/#.WvvzwaSFPIV Diakses pada 16 Mei 2018.

How to Identify Natural Sugar and Added Sugar on Nutrition Labels. http://www.eatingwell.com/article/119944/how-to-identify-natural-sugar-and-added-sugar-on-nutrition-labels/ Diakses pada 16 Mei 2018.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal diperbarui 11/11/2018
x