home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Cara Sehat Makan Burger Saat Diet Agar Berat Badan Tetap Terjaga

5 Cara Sehat Makan Burger Saat Diet Agar Berat Badan Tetap Terjaga

Burger memang sajian yang lezat dan mudah dibuat. Tidak heran kalau banyak orang yang menyukai burger. Akan tetapi, tanpa disadari kalori dalam satu buah burger ini cukup besar. Jadi sebaiknya Anda berhati-hati, jangan makan berlebihan apalagi jika sedang dalam diet ketat. Meskipun begitu, bukan berarti Anda tidak bisa makan burger saat diet menurunkan berat badan. Ada tips dan trik supaya burger Anda jadi lebih sehat dan aman untuk berat badan. Lantas, bagaimana membuat burger sehat untuk diet?

Cara bikin burger sehat yang aman untuk Anda yang sedang berdiet

1. Pilih daging yang rendah lemak

daging bakar

Salah satu sumber kalori yang cukup tinggi di dalam burger adalah dagingnya. Ya, kebanyakan orang mungkin lebih memilih daging berlemak, padahal tanpa disadari hal ini yang membuat kalori dalam burger melonjak.

Jadi, trik pertama untuk membuat burger sehat adalah memilih daging yang rendah lemak dan berukuran kecil. Anda bisa merebus daging ini tanpa minyak atau margarin untuk mengurangi kalori yang bertambah dalam burger.

Selain itu, Anda juga bisa memanggang jika menginginkan tekstur yang lebih kering, tapi jangan terlalu lama hingga gosong. Metode ini juga membuat kandungan minyak yang menempel pada daging hilang.

Memanggang daging di atas rak panggangan yang bolong-bolong akan membuat lemak dari dalam daging menetes jatuh ke bawah sehingga jumlah lemak dan kalori akan berkurang. Ini bedanya dengan menggoreng. Jika Anda menggoreng daging justru akan menyerap minyak sehingga menambah kandungan kalori dan lemak lebih besar.

Namun, jangan lupa untuk memastikan daging burger Anda matang dengan sempurna hingga warna merah muda di tengah berubah kecoklatan.

2. Tak melulu daging sapi, gunakan jenis daging lainnya

daging merah vs daging putih

Agar burger sehat dan tidak mengganggu diet, Anda juga bisa mengakalinya dengan memilih jenis daging yang memang rendah lemak dan kolesterol. Misalnya, daging ayam atau daging ikan yang cenderung punya lemak lebih rendah ketimbang daging sapi.

Namun ingat, jika Anda memilih daging ayam, singkirkan kulitnya karena kandungan lemaknya cukup tinggi. Daging merah seperti daging sapi atau babi mengandung lebih banyak kolesterol dan lemak jenuh daripada ikan dan ayam.

Bukan hanya menyumbangkan kalori lebih banyak, tetapi kolesterol dan lemak jenuh pada daging merah lebih tinggi sehingga risiko untuk mengalami penyakit jantung dan pembuluh darah ikut meningkat.

3. Jangan gunakan saus kebanyakan

saus tomat dan sambal

Jangan mengoles bumbu terlalu banyak, seperti mayonaise dan saus lainnya di atas roti. Saus-saus itu tinggi lemak jenuh dan natrium sehingga membuat burger makin tidak sehat.

Mengonsumsi banyak natrium memang dapat membuat berat badan melonjak. Pasalnya, natrium bersifat mengikat air dan membuat berat air di dalam tubuh meningkat. Hal ini yang akhirnya membuat angka di timbangan Anda naik.

4. Pilih roti burger yang sehat

Roti burger adalah sumber karbohidrat yang jika dikonsumsi berlebihan juga bisa berubah jadi tumpukan lemak. Maka itu, pilihlah roti burger dari roti gandum utuh yang mengandung banyak serat. Jika tidak ada roti burger khusus yang terbuat dari gandum utuh, Anda bisa membentuknya dari roti gandum utuh biasa. Potong hingga bentuknya bulat menyerupai burger.

Roti dari gandum utuh akan membuat Anda kenyang lebih lama karena kandungan serat nya sehingga Anda bisa makan lebih sedikit sepanjang hari. Roti gandum utuh juga menyediakan lebih banyak zat gizi daripada roti biasa yang bukan gandum utuh.

Dilansir dalam laman Livestrong, memilih roti gandum utuh justru dapat membantu membakar lemak perut berdasarkan sebuah penelitian dalam American Journal of Clinical Nutrition. Ditemukan bahwa kelompok orang yang makan gandum utuh mengalami penurunan lemak perut paling besar dibandingkan kelompok lainnya.

Ketika Anda pergi ke restoran dan tidak ada jenis roti burger pilihan yang gandum utuh, Anda bisa menyiasatinya dengan makan setengah roti dari burger Anda. Misalnya bagian atas saja atau bagian bawah saja.

5. Tambahkan banyak sayur

manfaat daun selada

Cara sehat makan burger ketika sedang diet yang tidak boleh dilewatkan adalah menambahkan banyak sayur dalam tumpukan burger. Masukan ke dalam tumpukan burger selada, tomat, timun, atau jamur, untuk memenuhi isi burger. Sayuran sangat rendah kalorinya dan mengandung berbagai vitamin mineral penting untuk melancarkan metabolisme tubuh, termasuk pembakaran kalori di dalam tubuh.

Serat dalam sayuran juga membantu Anda untuk cepat kenyang sehingga bisa mengurangi asupan makanan yang lainnya.

Selain itu, jangan lupa untuk menambahkan potongan bawang bombay dalam burger. Bawang bombay mengandung banyak zat gizi, serat, dan antioksidan yang tinggi yang disebut dengan quercetin. Antioksidan quercetin ini dapat membantu meningkatkan pengeluaran energi atau pembakaran kalori di dalam tubuh sembari membantu mengurangi peradangan dalam tubuh.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

https://www.livestrong.com/article/545958-how-to-eat-hamburgers-when-you-are-on-a-diet/ (Diakses 26 Juni 2018)

Nina K. 2017. Is It Good to Eat Whole-Wheat Bread on a Diet?. [Online] Tersedia pada: https://www.livestrong.com/article/466465-is-it-good-to-eat-whole-wheat-bread-on-a-diet/ (Diakses 26 Juni 2018)

American Heart Association. 2013. Eat More Chicken, Fsh, and Beans. [Online] Tersedia pada: http://www.heart.org/HEARTORG/HealthyLiving/HealthyEating/Nutrition/Eat-More-Chicken-Fish-and-Beans_UCM_320278_Article.jsp#.WzHy2qczbIV (Diakses 26 Juni 2018)

Kent Linda Tarr. 2017. Benefits of an Onion a Day for Weight Loss. [Online] Tersedia pada: https://www.livestrong.com/article/272594-benefits-of-an-onion-a-day-for-weight-loss/ (Diakses 26 Juni 2018)

Menza Kaitlin. 2014. Does Eaing Salt Make you Gain Weight?. [Online] Tersedia pada: https://www.womenshealthmag.com/weight-loss/a19952204/salt-weight-gain/ (Diakses 26 Juni 2018)

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji Diperbarui 21/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x