Ini Daftar Makanan yang Boleh dan Tidak Boleh Dimakan Saat Cuci Darah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Biasanya cuci darah dilakukan ketika seseorang telah mengalami gagal ginjal. Artinya ginjal sudah tidak dapat melakukan tugasnya lagi untuk mencuci darah yang ada di dalam tubuh. Maka dari itu, cuci darah dilakukan dengan bantuan alat khusus. Ada beberapa pantangan dan anjuran makanan yang harus dipatuhi selama cuci darah berlangsung, hal ini tentu berhubungan dengan kesehatan ginjal pasien. Lantas, apa saja makanan yang dianjurkan dan dipantang saat cuci darah?

Makanan yang harus dikonsumsi saat cuci darah

Makanan yang tepat akan membantu menjaga kesehatan pasien yang sedang menjalani cuci darah. Maka dari itu, berikut adalah beberapa jenis makanan yang harus dikonsumsi lebih banyak ketika cuci darah dilakukan:   

1. Makanan berkalori tinggi

Pasien yang menjalani cuci darah memerlukan asupan kalori yang cukup tinggi. Hal ini untuk membuat tubuh tetap kuat selama menjalani pengobatan. Selain itu, ketika melakukan cuci darah, pasien lebih rentan untuk mengalami penurunan berat badan. Maka dari itu, sebaiknya asupan makanan yang diberikan adalah makanan padat.

Masing-masing pasien akan memiliki kebutuhan kalori yang berbeda, jadi lebih baik jika Anda berkonsultasi pada dokter dan ahli gizi Anda.

2. Makanan tinggi protein

Pasien yang sedang menjalani cuci darah membutuhkan protein lebih banyak ketimbang dengan orang yang sehat. Hal ini untuk mencegah pasien mengalami kekurangan protein saat cuci darah berlangsung. Pasalnya, proses pencucian darah menggunakan alat khusus ini membuat jumlah protein di dalam tubuh menurun drastis.

Bila protein tidak segera digantikan, maka tubuh akan mengalami gangguan fungsi organ lainnya. Di dalam tubuh, protein berperan dalam membangun serta memperbaiki sel-sel, termasuk otot. Jadi, saat Anda kekurangan protein, maka berat badan akan sangat menurun dan massa otot akan hilang.

Untuk pasien yang menjalani cuci darah, maka asupan sumber protein yang harus dikonsumsi tubuh adalah sebesar 1-1,2 gram/kg berat badan. Ini berarti, misalnya saja Anda memiliki berat badan 60 kg, maka dalam satu hari protein yang harus didapatkan adalah sebanyak 60-72 gram. Untuk mengetahui porsi yang tepat, sebaiknya konsultasikan hal ini pada ahli gizi Anda karena kebutuhan setiap orang berbeda-beda. 

Makanan yang dipantang saat cuci darah

Jenis makanan yang sebaiknya dihindari ketika melakukan cuci darah adalah makanan yang dapat mengganggu atau memperberat kerja ginjal, seperti makanan yang mengandung kalium, fosfor, serta natrium (garam).

1. Makanan dengan natrium tinggi

Bisa dibilang, natrium adalah salah satu musuh yang harus diwaspadai ketika Anda memiliki gangguan ginjal. Saat kadar natrium tinggi, maka sel-sel di dalam tubuh akan menyerap lebih banyak cairan, seperti sponge. Ketika hal itu terjadi, maka tekanan darah akan naik dan akhirnya berdampak pada ginjal Anda.

Maka dari itu, pasien dengan gangguan fungsi ginjal sudah tidak boleh lagi diberikan tambahan garam ke dalam makanannya. Namun, sayangnya natrium tak hanya ada di dalam garam saja, hampir semua makanan kemasan dan olahan mengandung natrium di dalamnya. Jadi, mulai sekarang lebih baik hindari semua makanan dan minuman kemasan.

2. Makanan tinggi kalium

Di dalam tubuh, kalium dapat memengaruhi kerja jantung dan saat cuci darah terjadi, kadar kalium dapat meningkat dan akhirnya berdampak pada jantung. Terlalu banyak makan makanan berkalium tinggi hanya akan membahayakan kesehatan jantung dan dapat berdampak fatal. Jadi, Anda harus menghindari makanan yang mengandung kalium tinggi seperti:

  • Kacang-kacangan
  • Kelapa dan produk berbahan kelapa
  • Gula merah, sirup maple
  • Buah-buahan, seperti melon, pisang, dan jeruk
  • Sayuran, seperti bayam, sawi, tomat, dan labu

Hampir sebagian dari sayur-sayuran mentah memiliki kandungan kalium di dalamnya. Jadi, lebih baik Anda memilih sayur yang sudah matang saja, karena proses pemasakan akan mengurangi kadar kalium pada sayur.

3. Makanan tinggi fosfor

Ketika fungsi ginjal menurun, maka kadar fosfor secara ototmatis akan meningkat di dalam darah. Maka saat hal ini terjadi, kalsium secara spontan akan dikeluarkan dari tulang yang kemudian membuat kesehatan tulang terganggu. Selain itu, adanya kalsium fosfatase (ikatan kalsium dengan fosfor) dalam darah, akan menimbulkan gejala seperti nyeri pada sendi hingga gatal-gatal di permukaan kulit. Makanan yang tinggi fosfor dan harus dihindari adalah:

  • Makanan laut seperti ikan sarden.
  • Makanan kalengan dan olahan, seperti sosis, nuget, dan kornet.
  • Susu dan produk susu
  • Kacang-kacangan
  • Sereal dan oat
  • Jeroan

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tiba-Tiba Susah Kentut? Tak Perlu Pusing, Begini Cara Mengatasinya

Pernah merasakan tidak bisa kentut? Tentu rasanya sangat mengganggu dan membuat perut terasa sakit. Tenang, atasi masalah susah kentut dengan cara alami ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

9 Cara Jitu untuk Mengusir Semut Bandel di Rumah

Setiap rumah pasti ada semutnya. Apalagi rumah yang kotor. Jangan panik dulu, air lemon ternyata bisa jadi cara mengusir semut di rumah yang terjamin ampuh.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Saat Anda sakit, makan dan minum apapun jadi tak selera. Hal ini karena mulut dan lidah terasa pahit. Nah, ini dia alasan dan cara ampuh mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Berhubungan Seks Sehari Setelah Haid, Apakah Bisa Hamil?

Banyak orang mengira sebelum dan setelah haid bukan menjadi masa subur wanita. Tapi apakah berhubungan seks setelah haid bisa menyebabkan kehamilan?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Wanita, Menstruasi 25 Januari 2021 . Waktu baca 2 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ciri dan gejala infeksi parasit

Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
badan sakit setelah olahraga

Badan Sakit Setelah Olahraga, Apakah Artinya Olahraga Anda Ampuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
tidak enak badan

6 Cara Mengurangi Rasa Tidak Enak Badan saat Demam

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
makan makanan yang sama

Sehatkah Kalau Makan Makanan yang Sama Terus Setiap Hari?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit