5 Kunci Mempertajam Indra Penciuman dan Pengecapan, Seiring Usia Bertambah Tua

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Efek penuaan tidak hanya mengubah penampilan fisik, tapi juga fungsi panca indra Anda. Namun, bukan berarti Anda boleh menyepelekan perubahan ini. Indra penciuman yang sudah mulai kurang tajam mencium bau dilaporkan terkait dengan meningkatnya risiko gangguan kognitif otak, seperti demensia atau penyakit Alzheimer. Sementara itu, gangguan fungsi indra pengecap dapat menyebabkan hilangnya kemampuan untuk membedakan rasa dan tekstur makanan yang pada akhirnya dapat memengaruhi kebiasaan makan dan kondisi kesehatan tubuh.

Selain karena bertambahnya usia, sakit juga dapat menghambat fungsi hidung dan mulut untuk mengecap makanan. Ketika mengalami peradangan atau infeksi, kadar protein TNF-α dalam tubuh akan meningkat untuk melawan penyakit tersebut. Meningkatnya kadar protein ini menyebabkan gangguan pada fungsi lidah yang membuat apa pun Anda makan atau minum terasa lebih pahit dari biasanya. Saat flu atau pilek, hidung juga jadi tersumbat oleh ingus sehingga jadi kurang tajam untuk mencium bau.

Bagaimana caranya meningkatkan fungsi indra penciuman dan pengecap kita?

Berkurangnya kemampuan indra penciuman dan pengecap bisa berakibat buruk bagi Anda untuk mendeteksi bahaya. Anda jadi tidak bisa membedakan makanan yang basi atau pun mencium kebocoran gas.

Nah, agar hidung dan lidah Anda tetap sehat dan selalu berfungsi baik, yuk ikuti tipsnya berikut ini.

1. Cukupi kebutuhan zat besi dan omega-3 setiap hari

manfaat omega 3

Tanpa disadari, asupan nutrisi dari makanan kita sehari-hari dapat mendukung kebaikan fungsi panca indra Anda. Zat besi khususnya membantu ketajaman fungsi hidung untuk mencium bebauan, sementara omega-3 menjaga fungsi lidah untuk mendeteksi tekstur makanan dan membedakan rasa.

Anda bisa mendapatkan asupan dua mineral penting ini dari berbagai jenis ikan berlemak seperti salmon, tuna, dan sarden; kerang; daging sapi tanpa lemak; kacang-kacangan; dan sayuran berdaun hijau gelap seperti bayam atau sawi hijau.

2. Perhatikan kebiasaan makan Anda

produktivitas kerja

Bukan hanya pilihan makanan, kebiasaan makan Anda juga harus diperhatikan. Kebiasaan makan yang kurang baik dapat memengaruhi fungsi hidung dan lidah.

Nah untuk mengasah fungsi kedua indra tersebut, pastikan Anda makan saat hidung sedang bekerja sangat baik, yaitu ketika lapar. Coba hirup aroma makanannya terlebih dulu sebelum mulai makan dan resapi benar dari mana aroma tersebut berasal. Misalnya tebaklah, apakah wangi remah tersebut berasal dari jinten atau kunyit?

Kemudian saat makan, kunyah perlahan dengan tenang supaya lidah Anda dapat mengenali tekstur dan rasa makanannya lebih baik. Hindari makanan yang terlalu panas atau pun terlalu dingin.

3. Berhenti merokok dan hindari asap kendaraan

merokok saat buka puasa

Merokok adalah kebiasaan yang merugikan diri sendiri (juga orang lain, tentunya!). Merokok membuat Anda jadi lebih mudah terkena penyakit gusi, sariawan, dan penyakit lainnya yang bisa mengganggu fungsi lidah Anda.

Selain itu, asap rokok juga bisa mengacaukan kinerja reseptor yang ada di hidung dan juga lidah. Dalam jangka panjang, saraf olfaktori yang ada di belakang hidung sebagai pencium bau bisa rusak permanen.

Selain asap rokok, asap kendaraan juga harus Anda hindari. Jauhi orang yang sedang merokok dan gunakan selalu masker hidung saat bepergian keluar.

4. Cukupi asupan air dan olahraga rutin di pagi hari

minum air penyebab usus buntu

Banyak minum air putih mencegah Anda dari dehidrasi yang ditandai dengan mulut kering. Tanpa air liur yang cukup, lidah tidak bisa bekerja baik untuk mengecap makanan.

Biasakan juga untuk melakukan olahraga sederhana, seperti jalan santai, jalan cepat, atau lari selama 30 menit setiap hari. Akan lebih baik jika dilakukan di pagi hari. Olahraga pagi memberi Anda pasokan udara yang lebih segar dan bersih, yang ikut memelihara kebaikan fungsi hidung dalam menghirup udara.

5. Hindari bau menyengat dan makanan berpengawet

makanan ringan

Mencium bau menyengat seperti bau sampah, parfum, atau semprotan pembasmi hama, bisa memengaruhi kesehatan hidung Anda. Berlama-lama mencium bau yang menyengat dapat menyebabkan sakit kepala berat, pusing, hingga mual. Sebagai gantinya coba hirup aroma yang lebih menenangkan, seperti minyak aromaterapi peppermint atau kayu manis, yang bisa meningkatkan rangsangan saraf hidung jadi lebih tajam.

Selain itu, kurangi makanan berpengawet yang mengandung garam dan gula tambahan. Jika Anda terbiasa mengonsumsi jenis makanan ini, lidah Anda tentu jadi tidak dapat mendeteksi makanan yang sebenarnya terlalu asin atau terlalu manis. Makanan yang terlalu asin atau manis juga membuat mulut Anda jadi cepat haus dan mudah kering.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mulut Terasa Asam Padahal Anda Bukan Perokok? Ini Sebab dan Cara Mengatasinya

Terkadang, Anda mungkin pernah merasa mulut asam atau seperti logam. Ternyata ini bisa menjadi tanda dari kondisi kesehatan Anda. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 4 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Anosmia

Anosmia adalah kondisi yang terjadi saat Anda kehilangan indra penciuman. Dalam kata lain, hidung Anda tidak bisa mencium apa-apa

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Mimisan

DefinisiApa itu mimisan? Hidung berdarah atau biasa disebut mimisan adalah gejala umum yang ditandai dengan darah yang keluar dari hidung. Ini disebabkan karena pecahnya pembuluh darah dalam hidung. Biasanya, darah ...

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 2 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Sinusitis

Sinusitis adalah penyakit yang diderita banyak orang di Indonesia. Cari tahu obat sinusitis, penyebab, ciri, pengobatan dan gejala sinusitis lainnya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 28 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hati-hati gangguan indra pengecap

Jangan Anggap Remeh Gangguan Indra Pengecap

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
lidah terasa pahit saat sakit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
polip hidung

Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
cara membersihkan lidah

Mengatasi Gangguan Lidah dengan Menjaga Kebersihannya, Bagaimana Caranya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 5 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit