Berapa Banyak Sayur dan Buah yang Harus Kita Makan Dalam Sehari?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda sudah makan buah dan sayur setiap hari? Ya, anjuran untuk makan buah dan sayur pasti sudah sering Anda dengar sebelumnya. Bahkan Anda mungkin telah menerapkannya, dengan menambahkan sayur dalam menu makan serta makan buah sebagai camilan. Tapi, seberapa banyak yang Anda makan? Apakah sudah sesuai dengan ketentuan yang seharusnya? Berikut adalah panduan porsi makan buah dan sayur yang tepat.

Berapa anjuran porsi makan buah dan sayur dalam sehari?

World Health Organization dan Kementerian Kesehatan RI, telah menentukan porsi makan buah dan sayur yang ideal bagi orang yang sehat, yaitu:

Porsi makan buah

Dalam sehari, Anda harus mengonsumsi buah sedikitnya 150 gram buah. Dalam 150 gram buah tersebut Anda bisa mendapatkan 150 kalori dan 30 gram karbohidrat.

Satu porsi buah setara dengan satu buah apel merah kecil, atau sebuah jeruk medan sedang, atau satu potong melon, atau satu buah pisang ambon kecil. Anda dapat membagi jatah buah Anda menjadi beberapa kali makan, entah itu dibagi menjadi tiga kali atau lebih.

Misalnya, Anda memutuskan untuk menghabiskan jatah buah Anda dalam tiga kali makan, maka Anda bisa makan buah satu porsi dalam sekali makan. Anda pun bisa mengganti-ganti jenis buah yang Anda makan, semakin beragam buah yang dimakan akan semakin baik gizinya.

Porsi makan sayur

Sayur memiliki porsi yang lebih banyak, Anda harus menghabiskan sayur setidaknya 250 gram  atau setara dengan dua setengah porsi. B

ingung dengan perhitungan satu porsinya? Begini, satu porsi sayur sama saja seperti satu gelas belimbing sayur yang sudah dimasak dan ditiriskan airnya. Anda dapat membaginya menjadi tiga kali waktu makan. Misalnya, di pagi hari Anda mengonsumsi setengah porsi sayur, siang makan satu porsi, dan malam hari menghabiskan satu porsi sisanya.

100 gram atau satu gelas sayur bayam, kangkung, terong, kol, kembang kol, brokoli, dan buncis, mengandung 25 kalori, 5 gram karbohidrat, dan 1 gram protein. Sedangkan untuk bayam merah, daun melinjo, nangka muda, daun singkong, dan daun pepaya memiliki kalori yang lebih tinggi dalam ukuran 100 gramnya, yaitu sekitar 20 kalori, 10 gram karbohidrat, dan 3 gram protein.

Namun, Anda bisa bebas makan ketimun, selada air, lobak, atau jamur kuping, karena jenis sayuran tersebut tidak memiliki kalori.

Kenapa porsi makan buah lebih sedikit ketimbang porsi sayur?

Sesuai dengan prinsip gizi seimbang yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, Anda harus makan banyak sayuran dan cukup buah-buahan.

Kenapa sayuran harus dimakan lebih banyak, sementara konsumsi buah hanya secukupnya saja? Memang, sayuran dan buah-buahan mempunyai nilai zat gizi yang sama, banyak mengandung vitamin, mineral, serta serat. Namun hati-hati dengan buah-buahan, sebab beberapa jenis buah memiliki jumlah gula yang tinggi.

Gula yang ada di dalam buah disebut dengan fruktosa, salah satu jenis karbohidrat sederhana yang dapat meningkatkan gula darah Anda. Semakin matang buah, maka akan semakin tinggi jumlah fruktosa dan glukosanya, sehingga menimbulkan rasa yang manis.

Untuk beberapa kelompok orang – seperti penderita diabetes mellitus – hal ini harus diperhatikan sebab mengonsumsi buah yang sangat manis bisa membuat gula darahnya naik dengan cepat. Bukan berarti makan buah tidak baik, tetapi sebaiknya Anda mengikuti anjuran porsi makan buah dan sayur yang sudah ditentukan – bagi orang yang normal dan sehat. Jika Anda mengalami suatu kondisi medis tertentu, maka mungkin saja porsi makan buah dan sayur Anda akan berbeda dengan orang yang sehat.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

Cacingan, toksoplasmosis, dan malaria adalah contoh penyakit infeksi parasit yang cukup umum di Indonesia. Bagaimana cara mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Infeksi, Infeksi Jamur dan Parasit 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Badan Sakit Setelah Olahraga, Apakah Artinya Olahraga Anda Ampuh?

Badan sakit setelah olahraga sebenarnya pertanda apa? Apakah ini baik atau justru sebaliknya? Cari tahu jawabannya di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Olahraga Lainnya, Kebugaran 26 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

6 Cara Mengurangi Rasa Tidak Enak Badan saat Demam

Ketika demam menyerang, Anda pasti tidak enak badan. Mau istirahat atau makan jadi susah. Tenang saja, ini enam solusi yang tepat supaya Anda lebih nyaman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Sehatkah Kalau Makan Makanan yang Sama Terus Setiap Hari?

Adakah dampak kesehatan tertentu jika kita makan makanan yang sama tiap harinya? Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebiasaan tersebut?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Tips Makan Sehat, Nutrisi 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

fakta tentang hati manusia

3 Fakta Tentang Hati (Liver) Manusia yang Ternyata Menakjubkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
berhenti makan junk food

7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
buah yang bisa bikin gemuk

Hati-Hati, 5 Buah-buahan Ini Justru Bisa Bikin Gemuk

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
gula darah turun

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit