home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Minum Suplemen Boleh Saja, Tapi Jenis Ini Jangan Diminum Bersamaan

Minum Suplemen Boleh Saja, Tapi Jenis Ini Jangan Diminum Bersamaan

Suplemen memang diandalkan untuk membantu penuhi kebutuhan gizi seseorang. Ada orang yang minum suplemen dalam jumlah dan variasi yang banyak. Padahal, mungkin saja ada reaksi yang timbul jike dua atau lebih suplemen diminum bersamaan. Ya, bukannya saling mendukung, suplemen justru menjadi tidak bekerja secara efektif atau bahkan bisa menyebabkan keracunan. Lalu, apa saja jenis suplemen yang tidak boleh diminum bersamaan? Berikut daftarnya.

Jenis suplemen yang tidak boleh diminum dengan suplemen lain

1. Suplemen tembaga dengan suplemen zink

Tubuh membutuhkan tembaga untuk pembentukan enzim dan produksi sel darah. Orang yang mengonsumsi suplemen tembaga, sebaiknya tidak mengonsumsi suplemen zink.

Bila keduanya bercampur, zink akan mengganggu penyerapan tembaga di tubuh. Mengonsumsi suplemen zink dengan dosis tinggi dan dalam jangka panjang, misalnya 50 miligram atau lebih dalam 10 minggu atau lebih, juga akan menyebabkan kekurangan tembaga.

2. Suplemen zat besi dengan suplemen teh hijau

Zat besi dibutuhkan untuk menyalurkan oksigen ke setiap sel-sel supaya tubuh tetap berenergi. Kekurangan zat besi dalam tubuh bisa dipenuhi dengan mengonsumsi suplemen.

Begitu juga dengan teh hijau, yang ampuh untuk meningkatkan kesehatan kulit, tersedia juga dalam bentuk suplemen. Namun, ketika Anda mengonsumsi keduanya bersamaan, zat besi tidak bisa diserap dengan baik oleh tubuh. Efeknya sama, bila Anda mengonsumsi suplemen zat besi dan minum teh hijau.

3. Suplemen niacin dengan suplemen ragi beras merah

Suplemen niacin dan suplemen ragi beras merah sama-sama berkhasiat untuk menurunkan kadar kolesterol. Namun, mengonsumsi keduanya secara bersamaan tidak akan menambah khasiatnya.

Menurut Todd Sontag, DO, seorang dokter spesialis di Orlando Health Physician Associates di Florida seperti dilansir dari Reader’s Digest, mengatakan bahwa mengonsumsi keduanya justru berisiko mengganggu fungsi hati.

4. Vitamin K dengan vitamin larut lemak lain

Suplemen vitamin K memberi perlindungan ganda pada kesehatan tulang. Saat Anda mengonsumsi vitamin ini, sebaiknya tidak mengonsumsi vitamin lain yang larut dalam lemak, seperti vitamin A, vitamin D, dan vitamin E.

Mengonsumsi vitamin K dengan vitamin lain, akan mengganggu proses penyerapan vitamin K. Sebaiknya beri jeda ketika ingin mengonsumsi keduanya, setidaknya selama dua jam.

Jenis suplemen yang tidak boleh diminum dengan obat lain

1. Suplemen minyak ikan dengan obat pengencer darah

Suplemen minyak ikan mengandung asam lemak omega 3 yang bisa mengurangi peradangan pada tubuh, sekaligus meningkatkan suasana hati. Sementara obat pengencer darah biasanya berasal dari gingko biloba atau bawang putih, dapat mencegah penggumpalan darah. Bila keduanya diminum bersamaan, efek pengenceran darah akan meningkat dan bisa menyebabkan pendarahan.

Jadi, Anda harus berhati-hati mengonsumsi suplemen minyak ikan dengan obat lain, seperti aspirin, ibuprofen, atau naproxen. Mengonsumsi suplemen minyak ikan dalam dosis tinggi, juga menimbulkan efek yang sama, yaitu dapat memperlambat pembekuan darah dan menyebabkan pendarahan.

2. Suplemen zink dengan antibiotik

Minum suplemen zink membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh supaya tidak mudah sakit. Sementara antibiotik dikonsumsi untuk menghentikan perkembangan bakteri dan mencegah infeksi.

Bila suplemen dikonsumsi dengan antibiotik, seperti tetracycline, quinolone, atau penicillamine secara bersamaan, akan mempersulit tubuh untuk menyerap obat. Ini tidak akan memberikan hasil yang maksimal dari antibiotik. Sebaiknya, antibiotik diminum dua jam sebelum atau empat hingga enam jam setelah minum suplemen.

Tetapi, ada juga suplemen yang boleh diminum bersamaan

Walaupun begitu ada beberapa suplemen yang boleh diminum bersamaan, misalnya suplemen zat besi dengan vitamin C.

Keduanya bekerja sama dengan baik di dalam tubuh. Vitamin C membantu tubuh menyerap zat besi dan mengurangi efek samping dari suplemen zat besi, seperti mual dan sembelit.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

13 Supplement or Medication Combos You Should Never Mix. http://www.health.com/health/gallery/0,,20439590,00.html#be-cautious-of-these-combos-0. Diakses pada 13 April 2018.

Warning: Do Not Mix These Supplements. https://www.rd.com/health/wellness/supplement-medication-combos-never-mix/. Diakses pada 13 April 2018.

Mixing & Matching Supplements: Which Vitamins Should (NOT) go Together. https://www.drcolinobrien.ca/mixing-matching-supplements-which-vitamins-should-not-go-together/. Diakses pada 13 April 2018.

 

Foto Penulis
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 11/06/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x