Ketahui Jenis Vitamin yang Tidak Boleh Diminum Bersamaan

Ketahui Jenis Vitamin yang Tidak Boleh Diminum Bersamaan

Suplemen vitamin bisa membantu penuhi kebutuhan zat gizi harian. Ada orang yang minum banyak suplemen sekaligus. Padahal, mungkin saja ada reaksi yang timbul jika dua atau lebih suplemen diminum bersamaan. Apa saja jenis vitamin yang tidak boleh diminum bersamaan?

Suplemen vitamin yang tidak boleh diminum bersamaan

Ada beberapa vitamin yang jika diminum bersamaan justru membuat kinerjanya menjadi tidak efektif atau menyebabkan keracunan.

Berikut ini adalah sejumlah vitamin dengan suplemen mineral lain yang tidak boleh diminum secara bersamaan.

1. Suplemen tembaga dengan suplemen seng

penyerapan vitamin C

Tubuh membutuhkan tembaga untuk pembentukan enzim dan produksi sel darah.

Orang yang mengonsumsi suplemen tembaga, sebaiknya tidak mengonsumsi suplemen zinc atau seng.

Bila keduanya bercampur, seng akan mengganggu penyerapan mineral tembaga di tubuh.

Mengonsumsi suplemen seng dengan dosis tinggi dan dalam jangka panjang, misalnya 50 miligram atau lebih dalam 10 minggu, menyebabkan defisiensi atau kekurangan tembaga.

2. Vitamin K dengan vitamin larut lemak lain

Saat Anda mengonsumsi vitamin K, sebaiknya tidak mengonsumsi vitamin lain yang larut dalam lemak, seperti vitamin A dan vitamin E.

Mengonsumsi vitamin K dengan vitamin larut lemak lain akan mengganggu proses penyerapan vitamin K.

Sebaiknya beri jeda ketika ingin mengonsumsi keduanya, setidaknya selama dua jam.

Anda boleh mengonsumsi vitamin K bersama vitamin D. Ini akan memberi perlindungan ganda pada kesehatan tulang.

3. Vitamin B9 (asam folat) dan vitamin B12

Meskipun kedua vitamin B ini penting, mengonsumsi terlalu banyak asam folat dapat menimbulkan gejala kekurangan (defisiensi) vitamin B12.

Saat tubuh kekurangan vitamin B12, muncul sejumlah gejala seperti kulit pucat, tubuh lemas, tubuh terasa seperti ditusuk jarum, hilang keseimbangan, hingga mudah sariawan.

Jadi, bicarakan dengan dokter Anda untuk memastikan kadar vitamin dalam tubuh sebelum mengonsumsi suplemen ini ke dalam diet sehari-hari.

4. Suplemen kalsium dan zat besi

Anemia defisiensi besi adalah jenis anemia yang berkembang ketika Anda tidak mendapatkan cukup makanan kaya zat besi.

Selain meningkatkan asupan zat besi melalui makanan, dokter mungkin menyarankan konsumsi suplemen zat besi.

Mengonsumsi suplemen kalsium bersama zat besi tidak memungkinkan tubuh secara efektif menyerap semua zat besi.

Jadi, Anda disarankan untuk mengonsumsi suplemen zat besi 2 jam sebelum atau 4 – 6 jam setelah minum suplemen kalsium.

5. Suplemen kalsium dan vitamin D

Kalsium dan vitamin D umumnya direkomendasikan diminum bersamaan karena perannya yang bermanfaat dalam kesehatan tulang.

Selain itu, mineral kalsium penting untuk menjaga kesehatan jantung.

Namun, sebuah ulasan dari Annals of internal medicine (2019) menunjukkan bahwa ada peningkatan risiko stroke ketika kedua suplemen ini dikonsumsi bersamaan.

Temuan ini didasarkan pada data dari Women’s Health Initiative (WHI), sebuah studi kesehatan nasional jangka panjang yang melibatkan lebih dari 160.000 wanita.

6. Vitamin A dengan makanan kaya vitamin A

Selain konsumsi beberapa suplemen bersamaan, perhatikan ketika Anda mengonsumsi makanan yang tinggi vitamin tertentu.

Sisa kelebihan dari vitamin A biasanya akan disimpan di dalam tubuh. Jadi, Anda tidak perlu mengonsumsi vitamin A setiap hari.

Terlalu banyak asupan vitamin A dapat menyebabkan kelemahan tulang dan meningkatkan risiko mudah patah tulang seiring bertambahnya usia.

Ini juga bisa berbahaya bagi janin yang belum lahir. Jika sedang hamil dan mengonsumsi vitamin A, hindari makan hati ayam karena mengandung vitamin A yang tinggi.

Vitamin yang tidak boleh diminum bersamaan obat

Anda juga harus mengetahui vitamin mana saja yang tidak boleh diminum bersamaan obat-obatan medis.

Berikut ini adalah daftar suplemen vitamin dan mineral yang mungkin bisa berinteraksi dengan obat-obatan tertentu.

1. Suplemen minyak ikan dengan obat pengencer darah

minyak ikan hiu

Suplemen minyak ikan mengandung asam lemak omega-3 yang bisa mengurangi peradangan pada tubuh, sekaligus meningkatkan suasana hati.

Sementara obat pengencer darah biasanya berasal dari ginkgo biloba atau bawang putih, yang dapat mencegah penggumpalan darah.

Bila keduanya diminum bersamaan, efek pengenceran darah akan meningkat dan bisa menyebabkan perdarahan dalam tubuh.

Jadi, Anda harus berhati-hati mengonsumsi suplemen minyak ikan dengan obat lain, seperti aspirin, ibuprofen, atau naproxen.

2. Suplemen zinc dengan antibiotik

Minum suplemen zinc membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh supaya tidak mudah sakit.

Sementara itu, antibiotik dikonsumsi untuk menghentikan perkembangan bakteri dan mencegah infeksi.

Bila suplemen dikonsumsi dengan antibiotik, seperti tetracycline, quinolone, atau penicillamine secara bersamaan, tubuh akan sulit menyerap obat-obatan.

Itu tidak akan membantu kerja antibiotik. Sebaiknya, antibiotik diminum dua jam sebelum atau 4 – 6 jam setelah minum suplemen zinc.

Vitamin yang tidak boleh diminum dengan suplemen herbal

Anda perlu mewaspadai minum vitamin bersama dengan suplemen herbal.

Berikut ini adalah sejumlah vitamin dan mineral yang tidak boleh diminum bersamaan dengan suplemen herbal

1. Suplemen zat besi dengan suplemen teh hijau

manfaat kandungan khasiat teh hijau

Zat besi dibutuhkan untuk menyalurkan oksigen ke setiap sel-sel supaya tubuh tetap berenergi.

Kekurangan zat besi dalam tubuh bisa dipenuhi dengan mengonsumsi suplemen.

Begitu juga dengan teh hijau yang ampuh untuk meningkatkan kesehatan kulit, tersedia juga dalam bentuk suplemen.

Namun, ketika Anda minum teh hijau bersamaan suplemen zat besi, zat besi tidak bisa diserap dengan baik oleh tubuh.

2. Suplemen niacin dengan ragi beras merah

Suplemen niacin (vitamin B3) dan suplemen ragi beras merah sama-sama berkhasiat untuk menurunkan kadar kolesterol.

Namun, mengonsumsi keduanya secara bersamaan tidak akan menambah khasiatnya.

Ini sama seperti ketika Anda mengonsumsi obat-obatan penurun kadar kolesterol, seperti simvastatin.

Selain itu, mengonsumsi niacin bersama ragi beras merah justru berisiko meningkatkan gangguan fungsi hati atau liver.

Cara aman konsumsi vitamin

Konsultasikan dengan dokter cara mengonsumsi suplemen vitamin yang tepat.
Dokter akan memberi tahu efek samping dan interaksi vitamin dengan suplemen, obat, makanan, atau bahan herbal lain.
Selain itu, ketahui waktu minum vitamin yang tepat agar mendapatkan manfaat optimal.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Kivelä J. M. (2020). Effects of Nutritional Supplements and Dietary Interventions on Cardiovascular Outcomes. Annals of internal medicine172(1), 73–74. https://doi.org/10.7326/L19-0714

Calcium. (n.d.). Office of Dietary Supplements (ODS). Retrieved October 18, 2022 from https://ods.od.nih.gov/factsheets/Calcium-HealthProfessional/

Dietary Supplements: What You Need to Know. (n.d.). Office of Dietary Supplements (ODS). Retrieved October 18, 2022 from https://ods.od.nih.gov/factsheets/WYNTK-Consumer/

Niacin. (2021). MedlinePlus. Retrieved October 18, 2022 from https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682518.html

Vitamin B12. (n.d.). Office of Dietary Supplements (ODS). Retrieved October 18, 2022 from https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminB12-HealthProfessional/

Vitamin K. (2021). MedlinePlus. Retrieved October 18, 2022 from https://medlineplus.gov/ency/article/002407.htm

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana Diperbarui Oct 28
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro