5 Manfaat Virgin Coconut Oil, Lebih Unggul dari Minyak Kelapa

5 Manfaat Virgin Coconut Oil, Lebih Unggul dari Minyak Kelapa

Virgin coconut oil (VCO) alias minyak kelapa dara dipercaya memiliki manfaat yang lebih banyak karena kualitasnya dianggap lebih tinggi dibandingkan minyak kelapa biasa. Lantas, apakah klaim ini benar?

Perbedaan virgin coconut oil dan minyak kelapa biasa

Minyak kelapa dara melewati proses ekstraksi yang berbeda, langsung dari santan kelapa segar. Ada beberapa cara pembuatan VCO biasa dilakukan. Apa saja?

  • Memfermentasi santan: proses fermentasi menggunakan bakteri Lactobacillus fermentum dan Lactobacillus plantarum.
  • Sentrifugasi: daging buah kelapa dihancurkan dan ditempatkan di mesin pemutar agar mengeluarkan minyak.

Proses tersebut membuat sifat alami minyak kelapa dara tetap terjaga.

Sementara itu, minyak kelapa biasa melewati proses pemanasan, penyulingan, pemutihan, dan pengharuman. Ini akan menghilangkan kandungan-kandungan penting pada kelapa.

Kandungan virgin coconut oil

Kandungan serta manfaat virgin coconut oil

Manfaat virgin coconut oil tentu berasal dari zat gizi yang terkandung. Dalam satu sendok makan virgin coconut oil, ada 13 gram lemak total.

Sebanyak 11 gram berasal dari lemak jenuh. Jenis lemak jenuh yang ditemukan pada minyak kelapa dara adalah asam laurat atau lauric acid.

Studi terbitan Processes (2020) menemukan bahwa kadar asam laurat pada minyak kelapa dara setara 53,70 – 54,06 persen.

Sementara itu, minyak kelapa biasa hanya mengandung asam laurat sebanyak 2,81% dari seluruh kandungan.

Karena langsung diolah dari santan, VCO pun mengandung karbohidrat dan protein.

Selain itu, VCO mengandung fitokimia atau senyawa khusus pada tanaman, yakni alkaloid dan saponin.

Minyak kelapa dara juga terbilang unik karena mengandung bakteri baik, yaitu Lactobacillus paracasei dan Lactobacillus plantarum.

Apa saja manfaat virgin coconut oil?

manfaat menulis untuk kesehatan

Beberapa manfaat VCO adalah sebagai berikut.

1. Mempertajam fungsi kognitif

Salah satu manfaat virgin coconut oil ini berasal dari kandungan triasilgliserida rantai sedang atau medium-chain triacylglycerides (MCT).

MCT tidak hanya lebih mudah diserap oleh hati dibanding jenis asam lemak lainnya, tetapi juga dimetabolisme lebih cepat. Artinya, asam lemak sehat ini dapat diolah lebih lanjut menjadi keton.

Lantas, bagaimana hubungan antara kognitif dan VCO?

Perlu diketahui, lansia mengalami penurunan tingkat metabolisme gula pada otak. Hal ini akan membuat otak kekurangan energi sehingga memicu risiko Alzheimer.

Untuk menggantikan penggunaan glukosa sebagai sumber energi, otak pun bisa menggunakan sumber energi alternatif, seperti keton.

Didampingi dengan pola diet rendah karbohidrat, asupan keton dapat menyediakan hingga 70% dari kebutuhan energi otak.

2. Membunuh mikroorganisme berbahaya

Manfaat virgin coconut oil ini berasal dari asam laurat. Lebih dari 50% asam lemak dalam virgin coconut oil adalah asam laurat.

Ketika asam laurat dicerna, asam lemak sehat ini akan berubah menjadi zat yang disebut monolaurin.

Asam laurat dan monolaurin diketahui dapat membunuh patogen berbahaya penyebab infeksi, seperti bakteri, virus, dan jamur.

Kedua zat dalam minyak kelapa ini terbukti mampu membunuh patogen berbahaya. Inilah beberapa bakteri yang berpotensi mati akibat kedua zat berikut.

  • Staphylococcus aureus: infeksi kulit dan pneumonia.
  • Pseudomonas aeruginosa: bakteremia dan pneumonia.
  • Klebsiella: pneumonia.
  • S. epidermidis: lepuhan kulit.
  • Escherichia coli: diare dan gejala saluran pencernaan.
  • Listeria monocytogenes: keracunan makanan.

3. Mengurangi frekuensi kejang

Kandungan MCT dalam virgin coconut oil dikirim langsung ke hati untuk diproses menjadi keton yang dikirim ke otak sebagai sumber energi utama.

Minyak kelapa dara yang dikonsumsi rutin bersama diet rendah karbohidrat akan meningkatkan konsentrasi keton di dalam darah.

Ternyata, keton membantu mengurangi kejadian kejang. Inilah beberapa cara kerja keton untuk mengurangi kejang.

  • Mengurangi stres oksidatif akibat paparan radikal bebas pemicu kejang.
  • Meningkatkan fungsi bagian sel yang memberikan energi.
  • Menjaga keseimbangan senyawa di otak.

4. Mempermudah proses pencernaan

Manfaat virgin coconut oil berperan besar membantu sistem pencernaan yang lebih baik.

Karena kaya akan lemak, asupan ini membantu tubuh menyerap vitamin larut lemak, seperti vitamin A, D, E, dan K.

Beberapa studi pun menunjukkan bahwa MCT dalam kandungan minyak kelapa dara bisa membantu pemecahan dan lemak.

Hal ini dikarenakan MCT akan diserap liver dan diubah menjadi keton. Senyawa keton pun dihasilkan ketika hati sudah memecah lemak dalam jumlah besar.

5. Membantu menurunkan berat badan

Kandungan MCT pada minyak kelapa dara ini memberikan manfaat dengan cara mengurangi rasa lapar.

Dalam hal ini, MCT mampu melepas hormon yang meningkatkan rasa kenyang, yakni peptide YY dan leptin. Jadi, manfaat virgin coconut oil bisa mengurangi nafsu makan.

Saat menjalani diet keto, asupan rendah karbohidrat dan tinggi MCT akan memicu produksi keton.

Proses pembentukan keton berasal dari pembakaran lemak sehingga membantu menurunkan berat badan Anda.

Selain itu, manfaat VCO membantu mengoptimalkan pertumbuhan bakteri baik atau mikrobiota usus dan memperkuat lapisan usus.

Bakteri baik ini nantinya memengaruhi proses pemecahan dan penyerapan zat gizi sehingga tubuh tidak menyimpannya dalam bentuk lemak.

Cara mengonsumsi virgin coconut oil

Perlu Anda ketahui, kandungan VCO tersusun atas lemak. Anda tetap perlu mengonsumsi minyak kelapa dara dengan hati-hati meskipun memiliki potensi manfaat yang besar.

Lantas, bagaimana cara mengonsumsi VCO dengan aman? Belum ada aturan mengenai batas maksimum konsumsi VCO. Akan tetapi, 4 – 7 sendok makan atau 60 – 100 ml adalah batas aman konsumsi VCO.

Jangan lupa, minyak kelapa dara memiliki kalori yang tinggi.

Jika Anda ingin mengurangi berat badan, pastikan Anda menghitung asupan VCO sebagai asupan seluruh lemak yang direkomendasikan dalam sehari, bukan asupan lemak tambahan.

Manfaat virgin coconut oil memang berpotensi menjaga kesehatan Anda dari banyak aspek. Meski demikian, pastikan Anda tetap mengonsumsinya dengan hati-hati.

Minyak kelapa dara bukanlah satu-satunya cara untuk menurunkan berat badan atau obat untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Virgin coconut oil by ORGANIC nutrition facts and analysis. (2022). Retrieved 17 May 2022, from https://www.nutritionvalue.org/Virgin_coconut_oil_by_ORGANIC_601635_nutritional_value.html?size=1+tbsp+%2815.0+ml%29+aprx+%3D+13.8+g

Kardinasari, E., & Devriany, A. (2020). Phytochemical identification of bangka origin virgin green coconut oil: Anti-inflammatory and anti-bacterial potential. Enfermería Clínica, 30, 171-174. doi: 10.1016/j.enfcli.2019.10.062

Suryani, S., Sariani, S., Earnestly, F., Marganof, M., Rahmawati, R., Sevindrajuta, S., … & Fudholi, A. (2020). A comparative study of virgin coconut oil, coconut oil and palm oil in terms of their active ingredients. Processes, 8(4), 402.

White, H., & Venkatesh, B. (2011). Clinical review: Ketones and brain injury. Critical Care, 15(2), 219. doi: 10.1186/cc10020

Lin, T., Liu, H., & Hung, T. (2021). The Ketogenic Effect of Medium-Chain Triacylglycerides. Frontiers in Nutrition, 8. doi: 10.3389/fnut.2021.747284

Barker, L., Bakkum, B., & Chapman, C. (2019). The Clinical Use of Monolaurin as a Dietary Supplement: A Review of the Literature. Journal of Chiropractic Medicine, 18(4), 305-310. doi: 10.1016/j.jcm.2019.02.004

Poff, A., Rho, J., & D’Agostino, D. (2019). Ketone Administration for Seizure Disorders: History and Rationale for Ketone Esters and Metabolic Alternatives. Frontiers in Neuroscience, 13. doi: 10.3389/fnins.2019.01041

St-Onge, M., Mayrsohn, B., O’Keeffe, M., Kissileff, H., Choudhury, A., & Laferrère, B. (2014). Impact of medium and long chain triglycerides consumption on appetite and food intake in overweight men. European Journal of Clinical Nutrition, 68(10), 1134-1140. doi: 10.1038/ejcn.2014.145

Rial, S., Karelis, A., Bergeron, K., & Mounier, C. (2016). Gut Microbiota and Metabolic Health: The Potential Beneficial Effects of a Medium Chain Triglyceride Diet in Obese Individuals. Nutrients, 8(5), 281. doi: 10.3390/nu8050281

The Use of Medium-Chain Triglycerides in Gastrointestinal Disorders. (2022). Retrieved 18 May 2022, from https://med.virginia.edu/ginutrition/wp-content/uploads/sites/199/2014/06/Parrish-February-17.pdf

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ajeng Quamila Diperbarui Jun 03
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro