home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

4 Manfaat Sehat Tepung Maizena, Salah Satunya Bebas Gluten

4 Manfaat Sehat Tepung Maizena, Salah Satunya Bebas Gluten

Tepung maizena merupakan satu jenis tepung yang banyak digunakan dalam berbagai olahan makanan. Anda bisa memperoleh sejumlah manfaat kesehatan dari tepung maizena asalkan tidak mengonsumsinya secara berlebihan.

Kegunaan tepung maizena

Tepung maizena atau corn starch adalah produk tepung yang terbuat dari pati dalam jagung. Pati tersebut berasal dari bagian biji jagung (endosperma).

Jadi, tepung maizena sepenuhnya terbuat dari endosperma jagung, berbeda dengan tepung jagung yang menggunakan seluruh bagian jagung.

Tepung jagung terbuat dari kulit (bran), lembaga (germ), dan endosperma jagung yang kemudian diolah melalui proses penggilingan.

Inilah mengapa tepung jangung memiliki tekstur yang lebih kasar dan berwarna lebih kekuningan dari tepung maizena.

Sebaliknya, tekstur tepung maizena lebih halus dan warnanya lebih putih karena hanya tersusun dari pati jagung.

Umumnya, orang menggunakan tepung maizena sebagai bahan pengental untuk memperkaya tekstur saus atau sup, seperti dalam masakan China.

Tepung maizena juga bisa Anda campurkan ke dalam adonan kue basah untuk menghasilkan tekstur yang lebih lembut dan kenyal.

Kandungan gizi tepung maizena

Menurut Data Komposisi Pangan Indonesia, dalam 100 gram tepung maizena memiliki kandungan nutrisi sebagai berikut ini.

  • Kalori: 341 kkal
  • Protein: 0,3 gram (g)
  • Lemak: 0 g
  • Karbohidrat: 85 g
  • Serat: 7 g
  • Kalsium: 20 miligram (mg)
  • Fosfor: 30 mg
  • Zat besi: 1,5 mg
  • Kalium: 9 mg
  • Natrium: 6 mg
  • Tembaga: 0,22 mg
  • Zinc: 1,6 mg
  • Thiamin (Vit. B1): 0 mg
  • Riboflavin (Vit. B2): 0,09 mg
  • Niacin (Vit. B3): 1,3 mg

Meskipun tepung maizena tersusun atas berbagai kandungan gizi, Anda mungkin sulit memperoleh manfaatnya secara optimal.

Pasalnya, tepung maizena umumnya hanya ditambahkan dalam porsi kecil pada masakan atau adonan.

Untuk mengentalkan saus atau sup misalnya, Anda cukup menggunakan 1–2 sendok makan (8–16 gram) tepung maizena saja.

Artinya, Anda hanya mendapatkan sekitar 20% kandungan gizi dari manfaat optimal yang terdapat dalam 100 gram tepung maizena.

Manfaat tepung maizena bagi kesehatan tubuh

Tepung dari biji jagung ini menawarkan sejumlah manfaat kesehatan untuk tubuh.

Walaupun hanya mengonsumsinya dalam porsi kecil, bukan berarti Anda melewatkan seluruh potensi manfaat tepung maizena.

1. Menambah energi

kebutuhan protein untuk otot

Konsumsi makanan yang diolah dari tepung maizena bisa memberikan asupan energi tambahan, terutama untuk para atlet atau Anda yang gemar berolahraga.

Sistem pencernaan akan memecah karbohidrat dalam tepung maizena menjadi glukosa. Tubuh kemudian akan membakar glukosa menjadi energi.

Rendahnya kandungan nutrisi lain pada tepung maizena, seperti serat, protein, dan lemak, tidak akan menghambat pembakaran energi. Tubuh justru bisa memperoleh energi lebih cepat.

2. Mengelola hipoglikemia

Manfaat tepung maizena juga bisa dirasakan bagi orang dengan hipoglikemia, yakni kondisi saat kadar gula darah tubuh (glukosa) lebih rendah dari batas normal.

American Diabetes Association meninjau sejumlah penelitian mengenai pemberian suplemen tepung maizena pada orang dengan hipoglikemia nokturnal.

Dalam tinjauan tersebut, sebuah riset melaporkan asupan tepung maizena mentah mampu mengurangi hipoglikemia selama tidur dengan menyediakan cadangan glukosa di usus.

Tubuh akan mencerna glukosa dalam tepung secara perlahan selama 6–8 jam pada malam hari.

Riset lain juga menunjukkan pasien diabetes tipe 1 yang mengonsumsi suplemen dari tepung maizena sebelum tidur selama 4 minggu mengalami penurunan hipoglikemia hingga 70 persen.

Walaupun begitu, penelitian tersebut sebagian besar hanya melaporkan kasus hipoglikemia ringan.

Maka dari itu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut terhadap manfaat tepung maizena untuk kondisi hipoglikemia.

3. Membantu orang dengan kesulitan menelan

Disfagia susah menelan

Tepung maizena juga dapat bermanfaat bagi orang dengan kesulitan menelan atau disfagia.

Disfagia lebih umum terjadi seiring bertambahnya usia. Kondisi ini juga berkaitan dengan gangguan medis tertentu, misalnya stroke.

Agar lebih mudah menelan, orang dengan disfagia perlu mengonsumsi makanan yang bertekstur halus atau bahkan cair.

Jika Anda mengalami disfagia, menambahkan tepung maizena bisa membuat makanan lebih kental dan kenyal sehingga lebih mudah masuk ke saluran pencernaan bawah.

Selain itu, konsumsi makanan yang lebih kental perlahan bisa membantu mengembalikan kemampuan menelan Anda.

4. Bebas gluten

Jagung yang menjadi bahan tepung maizena termasuk biji-bijian bebas gluten. Gluten adalah protein yang ditemukan dalam padi-padian dan serealia, seperti gandum.

Konsumsi makanan yang mengandung gluten bisa menyebabkan gangguan pencernaan serius pada orang yang memiliki penyakit Celiac,

Jika Anda memiliki gangguan autoimun ini, konsumsi makanan mengandung gluten dapat memicu respon sistem imun untuk menyerang jaringan sehat usus.

Untuk itu, tepung maizena bisa menjadi alternatif untuk tepung terigu atau tepung gandum bagi Anda yang sensitif terhadap kandungan gluten.

Meski begitu, tetap perhatikan label gluten free pada kemasan tepung maizena karena beberapa produk mungkin mengandung bahan tambahan gandum.

Hati-hati saat mengonsumsi tepung maizena

Beberapa orang mungkin perlu berhati-hati saat mengonsumsi tepung maizena dalam porsi besar.

Tepung maizena memiliki indeks glikemik tinggi yang bisa meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Hal ini tentu berisiko bagi Anda yang memiliki diabetes tipe 2.

Selain itu, jenis tepung ini merupakan karbohidrat olahan (refined carb) yang minim zat gizi karena proses pengolahannya.

Sebuah studi dalam jurnal PLoS One menyebutkan diet kaya karbohidrat olahan dengan indeks glikemik tinggi terkait dengan risiko obesitas, hipertensi, penyakit jantung, dan diabetes.

Sejumlah penyakit tersebut bahkan memicu sindrom metabolik yang meningkatkan risiko kematian.

Untuk memperoleh manfaat dan menghindari bahayanya, sebaiknya Anda membatasi konsumsi tepung maizena sebanyak 1–2 sendok makan (8–16 gram) per hari.

Di samping itu, Anda perlu menjalani pola makan sehat dengan nutrisi seimbang untuk memastikan kebutuhan gizi harian tetap terpenuhi.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Duyff, R. (2012). Flour Power: Learn about Different Kinds of Flours. Food & Nutrition Magazine. Retrieved 18 October 2021, from https://foodandnutrition.org/summer-2012/flour-power-learn-different-kinds-flours/

Maizena, tepung. Data Komposisi Pangan Indonesia. (2018). Retrieved 18 October 2021, from http://www.panganku.org/id-ID/view

Hypoglycemia (Low Blood Glucose). American Diabetes Association. Retrieved 18 October 2021, from https://www.diabetes.org/healthy-living/medication-treatments/blood-glucose-testing-and-control/hypoglycemia

Dysphagia. American College of Gastroenterology. Retrieved 18 October 2021, from https://gi.org/topics/dysphagia/

Celiac Disease: Symptoms, Causes, Treatment & Diagnosis. Cleveland Clinic. (2020). Retrieved 18 October 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14240-celiac-disease

Is Modified Corn Starch Gluten-Free?. Beyond Celiac. Retrieved 18 October 2021, from https://www.beyondceliac.org/gluten-free-diet/is-it-gluten-free/modified-corn-starch/

Dong, T., Guo, M., Zhang, P., Sun, G., & Chen, B. (2020). The effects of low-carbohydrate diets on cardiovascular risk factors: A meta-analysis. PloS one, 15(1), e0225348. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0225348

Vilardell, N., Rofes, L., Arreola, V., Speyer, R., & Clavé, P. (2016). A Comparative Study Between Modified Starch and Xanthan Gum Thickeners in Post-Stroke Oropharyngeal Dysphagia. Dysphagia, 31(2), 169–179. https://doi.org/10.1007/s00455-015-9672-8

Evert, A. (2014). Treatment of Mild Hypoglycemia. Diabetes Spectrum, 27(1), 58-62. https://doi.org/10.2337/diaspect.27.1.58

Roberts, M. D., Lockwood, C., Dalbo, V. J., Volek, J., & Kerksick, C. M. (2011). Ingestion of a high-molecular-weight hydrothermally modified waxy maize starch alters metabolic responses to prolonged exercise in trained cyclists. Nutrition (Burbank, Los Angeles County, Calif.), 27(6), 659–665. https://doi.org/10.1016/j.nut.2010.07.008

Olausson, E., & Kilander, A. (2008). Glycaemic index of modified cornstarch in solutions with different viscosity. A study in subjects with diabetes mellitus type 2. Clinical Nutrition, 27(2), 254-257. https://doi.org/10.1016/j.clnu.2007.12.008

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui 27/10/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan