Daftar Gandum dan Biji-bijian Gluten Free untuk Penderita Penyakit Celiac

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Gluten dalam makanan dapat memicu sistem kekebalan di dalam tubuh penderita penyakit celiac untuk merusak usus kecil. Sehingga, bagi Anda yang menderita penyakit celiac, Anda harus menghindari makanan tertentu yang mengandung gluten. Biji-bijian merupakan makanan yang biasanya mengandung gluten, tapi tidak semua biji-bijian. Biji-bijian apa saja yang gluten free dan masih bisa dikonsumsi penderita penyakit celiac?

Penderita penyakit celiac harus makan makanan gluten free

Penderita penyakit celiac mempunyai sistem kekebalan tubuh yang abnormal. Sistem kekebalan tubuhnya tidak dapat mengenali gluten sebagai zat makanan. Sehingga, sistem kekebalan tubuh pada penderita penyakit celiac akan bereaksi jika ada protein gluten masuk ke dalam tubuh.

Saat penderita penyakit celiac mengonsumsi makanan yang mengandung gluten, vili-vili (jaringan kecil) dalam usus bisa rusak dan menyebabkan peradangan pada lapisan usus. Hal ini membuat usus tidak dapat menyerap nutrisi dalam makanan dengan baik. Akibatnya, Anda bisa mengalami kekurangan nutrisi-nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Pada anak kecil, hal ini tentu dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangannya.

Biji-bijian yang harus dihindari penderita penyakit celiac

Gluten merupakan protein yang biasanya ditemukan dalam biji-bijian (tapi tidak semua), sehingga sulit bagi penderita penyakit celiac untuk memilih biji-bijian mana yang harus dihindarinya. Anda tidak bisa menghindari semua biji-bijian saat punya penyakit celiac. Karena biji-bijian termasuk sumber makanan yang penting bagi tubuh. Di dalamnya terkandung karbohidrat, berbagai vitamin dan mineral, serta serat.

Bagi Anda yang mempunyai penyakit celiac, Anda perlu mengetahui mana biji-bijian yang mengandung gluten dan mana yang tidak. Sehingga, Anda tidak perlu menghindari semua biji-bijian. Berikut ini merupakan jenis biji-bijian yang harus dihindari penderita penyakit celiac:

  • Gandum, termasuk dalam bentuk tepung gandum (tepung terigu, tepung durum, tepung, semolina, dan tepung farina), dedak gandum, biji gandum,
  • Barley
  • Rye (gandum hitam)

Mungkin mudah bagi Anda untuk bisa menghindari gluten dari biji-bijian tersebut. Namun, akan sulit bagi Anda untuk mengetahui adanya kandungan gluten pada makanan olahan. Anda mungkin perlu menanyakan makanan tersebut terbuat dari apa, dari tepung apa, memakai campuran apa saja, dan sebagainya saat ingin mengonsumsi makanan olahan, seperti biskuit, kue, kue basah, siomay, dan lainnya. Pastikan makanan olahan yang Anda makan bebas gluten atau biji-bijian yang mengandung gluten.

Bagaimana dengan oat?

Sebenarnya oat tidak mengandung gluten dan tidak membahayakan bagi banyak orang dengan penyakit celiac. Namun, biasanya proses produksi oat bersentuhan atau terkontaminasi dengan gandum, mulai dari masa panen sampai pengolahannya di pabrik (dari alat-alatnya yang sama). Jadi, bagi Anda penderita penyakit celiac dan ingin mengonsumsi oat, sebaiknya pilih produk oat dengan klaim “bebas gluten” atau “gluten-free”.

Jangan lupa untuk selalu membaca daftar “bahan-bahan” yang ada dalam kemasan produk. Pastikan produk oat atau apapun itu yang Anda beli tidak mengandung gluten.

Biji-bijian yang bisa dikonsumsi oleh penderita penyakit celiac

Beberapa jenis biji-bijian yang tidak mengandung gluten dan bisa dikonsumsi oleh Anda yang mempunyai penyakit celiac adalah:

  • Beras putih, merah, maupun hitam
  • Sorgum
  • Kedelai
  • Tapioka
  • Jagung
  • Singkong
  • Ararut atau garut
  • Soba
  • Jawawut
  • Quinoa

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyakit Celiac

Penyakit celiac (celiac disease) adalah penyakit yang menyerang sistem pencernaan. Pelajari lebih dalam seputar penyakit ini berikut.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 27 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

7 Jenis Makanan yang Aman untuk Penderita Batu Empedu

Orang dengan batu empedu perlu memperhatikan asupan agar tetap sehat. Apa saja makanan yang aman untuk penderita batu empedu?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Empedu 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Saat Anda sakit, makan dan minum apapun jadi tak selera. Hal ini karena mulut dan lidah terasa pahit. Nah, ini dia alasan dan cara ampuh mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Mengulik Agranulositosis, Defisiensi Sel Darah Putih yang Bisa Berakibat Fatal

Agranulositosis adalah kondisi langka ketika kadar granulosit menjadi sangat rendah. Ini bisa terjadi karena keturunan ataupun didapat saat dewasa.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Penyakit Kelainan Darah, Kelainan Sel Darah Putih 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit


Direkomendasikan untuk Anda

probiotik meningkatkan daya tahan tubuh

Ingin Meningkatkan Daya Tahan Tubuh? Coba Konsumsi Makanan Probiotik

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
enzim pada pencernaan

Mengenal Berbagai Enzim Pada Pencernaan Manusia Serta Fungsinya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 4 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
Emboli paru (pulmonary embolism) adalah penyumbatan yang terjadi di salah satu arteri paru Anda. Pada banyak kasus, emboli paru disebabkan oleh gumpalan darah beku yang mengalir ke paru-paru dari kaki, atau yang lebih jarang dari bagian tubuh lain (trombosis vena dalam).

Emboli Paru

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 2 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
anatomi tubuh manusia

Anatomi Tubuh Manusia: Mengenal Sistem-Sistem Organ Manusia

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 28 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit