backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

5 Manfaat Susu Beras Dibandingkan Susu Nabati Lain

Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri · General Practitioner · Integrated Therapeutic


Ditulis oleh Andisa Shabrina · Tanggal diperbarui 23/04/2021

    5 Manfaat Susu Beras Dibandingkan Susu Nabati Lain

    Banyak orang mencari pilihan susu yang lebih rendah lemak. Salah satu susu nabati pengganti susu sapi yang kini marak dikonsumsi adalah susu beras atau rice milk. Sebenarnya, apa sih, manfaat susu beras?

    Manfaat susu beras

    Susu beras pada umumnya dibuat dari beras merah dan disajikan ala kadarnya tanpa gula. Meski begitu, banyak juga yang mempermanisnya dengan sari tebu, atau diberi perasa seperti vanila ataupun coklat.

    Bagaimanapun cara mengonsumsinya, susu beras memiliki manfaat yang tak kalah menyehatkan. Simak daftarnya di bawah ini.

    1. Rendah alergen

    Dibanding susu almond atau susu kedelai, susu beras merupakan produk susu nabati yang minim risiko untuk memicu alergi. Oleh karena itu, susu ini dapat bisa dikonsumsi baik oleh orang yang intoleran terhadap laktosa maupun yang alergi kacang.

    2. Rendah lemak tak jenuh dan kolestrol

    Susu beras yang dibuat sendiri hampir sama sekali tidak mengandung lemak trans dan kolesterol. Pada produk jadi atau kemasan, mungkin terdapat dua zat tersebut sebagai efek samping proses produksi atau tambahan perasa dan/atau gula.

    Meski begitu, kenaikannya tak begitu drastis. Rata-rata kandungan lemak tak jenuh pada produk susu beras langsung minum berkisar 1 gram per cangkir.

    Artinya, kandungan lemak trans dari susu beras paling sedikit dibandingkan dengan semua susu nabati pengganti susu sapi. Oleh karena itu, susu beras baik dikonsumsi untuk orang-orang yang ingin diet rendah kolestrol dan rendah lemak.

    Karena rendah lemak dan kolesterol, minum susu nabati ini juga bisa menyehatkan jantung. Apalagi kandungan mineral magnesium di dalam susu beras juga berkhasiat untuk mengontrol tekanan darah.

    3. Kaya kalsium dan fosfor

    Satu cangkir susu beras dapat memenuhi 30 persen kalsium dan 15 persen nilai fosfor harian yang dibutuhkan tubuh. Kedua mineral dalam susu beras memiliki manfaat untuk memelihara tulang dan gigi yang kuat.

    Selain itu, kalsium membantu menjaga tekanan darah tetap normal, mendukung fungsi otot dan membantu menjaga selaput sel. Sementara fosfor merupakan komponen dari semua membran sel dan diperlukan untuk mengaktifkan vitamin B.

    4. Kaya akan vitamin

    Susu beras diperkaya dengan  4% vitamin A, 10% vitamin D, dan 25% vitamin B12 untuk memenuhi kebutuhan harian tubuh Anda. Vitamin A diperlukan untuk fungsi sistem kekebalan tubuh dan penglihatan yang sehat.

    Vitamin D berfungsi untuk menjaga sistem kekebalan tubuh, tulang dan gigi yang kuat. Selain itu, vitamin D juga dapat membantu mengurangi risiko berkembangnya jenis kanker tertentu.

    Sementara vitamin B12 sendiri membantu menunjang sistem saraf dan memproduksi sel darah merah.

    5. Mengandung banyak antioksidan

    Susu nabati ini mengandung lebih banyak mangan dan selenium daripada alternatif susu nabati lainnya. Keduanya termasuk dalam antioksidan kuat yang membantu melindungi Anda dari segala jenis infeksi dan kanker.

    Susu beras juga memiliki manfaat meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia.

    7 Makanan Sumber Antioksidan Tinggi untuk Lawan Radikal Bebas

    Bagaimana cara membuat susu beras?

    Untuk mendapatkan manfaat susu beras, Anda bisa membuatnya sendiri di rumah. Yang Anda perlukan hanya satu liter air dan 200 gram beras merah yang sudah tanak (nasi merah). Simak langkah mudah membuatnya di bawah ini.

    1. Blender air dan nasi merah sampai halus seperti susu cair.
    2. Diamkan cairan dalam blender selama setidaknya setengah jam.
    3. Saring cairan perlahan ke dalam wadah lain, sehingga susu tampak jernih tanpa endapan.
    4. Biarkan untuk sementara waktu, lalu susu beras siap untuk diminum. Susu beras bisa disajikan dingin.

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Tania Savitri

    General Practitioner · Integrated Therapeutic


    Ditulis oleh Andisa Shabrina · Tanggal diperbarui 23/04/2021

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan