5 Kelebihan Susu Beras Dibanding Susu Non-Sapi Lainnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Belakangan ini banyak orang yang mulai minum susu nabati sebagai pengganti susu sapi. Alasannya pun beragam, mulai dari mencoba menjadi seorang vegetarian, karena punya intoleransi laktosa, hingga mencari pilihan susu yang lebih rendah lemak. Salah satu susu nabati pengganti susu sapi yang kini marak dikonsumsi adalah susu beras atau rice milkSusu beras pada umumnya dibuat dari beras merah dan disajikan alakadarnya tanpa gula. Tapi banyak juga yang mempermanisnya dengan sari tebu, atau diberi perasa seperti vanila ataupun coklat. Sebenarnya, apa sih, manfaat susu beras?

Manfaat susu beras

1. Rendah alergen

Dibanding susu almond atau susu kedelai, susu beras merupakan produk susu nabati pengganti susu sapi yang minim risikonya untuk memicu alergi. Oleh karena itu, susu ini dapat bisa dikonsumsi baik oleh orang yang intoleran terhadap laktosa maupun yang alergi kacang.

2. Rendah lemak tak jenuh dan kolestrol

Susu beras yang dibuat sendiri hampir sama sekali tidak mengandung lemak trans dan kolesterol. Pada beberapa produk jadi, kadar lemak dan kolesterol mungkin ada sebagai sampingan proses produksi maupun perasa dan/atau gula tambahan. Meski begitu, kenaikannya tak begitu drastis. Rata-rata kandungan lemak tak jenuh pada produk susu beras langsung minum berkisat hanya 1 gram per cangkir.

Artinya, kandungan lemak trans dari susu beras paling sedikit dibandingkan dengan semua susu nabati pengganti susu sapi ini. Oleh karena itu, susu beras baik dikonsumsi untuk orang-orang yang ingin diet rendah kolestrol dan rendah lemak. Karena rendah lemak dan kolesterol, minum susu nabati ini juga bisa menyehatkan jantung. Apalagi kandungan magnesium di dalam susu beras juga berkhasiat untuk mengontrol tekanan darah.

3. Kaya kalsium dan fosfor

Satu cangkir susu ini dapat memenuhi 30 persen kalsium dan 15 persen nilai fosfor harian yang dibutuhkan tubuh. Kedua mineral tersebut diperlukan untuk memelihara tulang dan gigi yang kuat. Selain itu, kalsium membantu menjaga tekanan darah tetap normal, mendukung fungsi otot dan membantu menjaga selaput sel. Sementara fosfor adalah komponen dari semua membran sel dan diperlukan untuk mengaktifkan vitamin B.

4. Kaya akan vitamin

Susu nabati pengganti susu sapi ini diperkaya dengan  4% vitamin A, 10% vitamin D, dan 25% vitamin B12 untuk memenuhi kebutuhan harian tubuh Anda. Vitamin A diperlukan untuk fungsi sistem kekebalan tubuh dan penglihatan yang sehat. Vitamin D berfungsi untuk menjaga sistem kekebalan tubuh, tulang dan gigi yang kuat. Selain itu, vitamin D juga dapat membantu mengurangi risiko berkembangnya jenis kanker tertentu. Vitamin B12 sendiri membantu menunjang sistem saraf dan memproduksi sel darah merah.

5. Mengandung banyak antioksidan

Susu nabati ini mengandung lebih banyak mangan dan selenium daripada alternatif susu nabati lainnya. Keduanya adalah antioksidan kuat yang membantu melindungi Anda dari segala jenis infeksi dan kanker. Susu beras juga bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda.

Bagaimana cara membuat susu beras?

Untuk membuat susu beras sendiri di rumah, Anda hanya memerlukan satu liter air dan 200 gram beras merah yang sudah tanak (nasi merah). Cara membuatnya cukup mudah:

  1. Blender air dan nasi merah sampai halus seperti susu cair.
  2. Diamkan cairan dalam blender selama setidaknya setengah jam.
  3. Kemudian saring cairan perlahan ke dalam wadah lain, sehingga susu tampak jernih tanpa endapan.
  4. Biarkan untuk sementara waktu, kemudian siap untuk diminum. Susu beras bisa disajikan dingin.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Manfaat Mandi Susu untuk Kulit dan Cara Melakukannya di Rumah

Mandi susu dikenal sebagai perawatan rutin para putri raja yang katanya memiliki manfaat. Lantas, apakah benar manfaat mandi susu bisa buat kulit cantik?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 27 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Pinguecula, Ketika Bintik Kuning Muncul pada Mata

Pinguecula adalah bintik kuning pada mata yang muncul pada konjungtiva, terutama di sisi mata yang dekat hidung. Berbahayakah kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: dr. Ivena
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Niacinamide untuk Kulit, Apa Manfaatnya?

Niacinamide adalah zat turunan vitamin B3 (niacin) yang kerap dipakai sebagai bahan aktif untuk kulit. Apa yang perlu diperhatikan dari bahan ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 9 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Apa Bedanya AHA, BHA, dan PHA Sebagai Bahan Aktif dalam Produk Skincare?

Perhatikan koleksi produk skincare yang Anda miliki saat ini. Mungkin ada yang mengandung AHA, BHA, dan PHA. Apa fungsinya masing-masing?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Gladys Mangkuliguna
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 9 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pilihan beras untuk menurunkan berat badan

Beras Merah vs Beras Shirataki, Mana yang Efektif untuk Diet?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
buah untuk penambah darah

12 Buah-buahan Penambah Darah untuk Bantu Atasi Anemia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
vitamin untuk otak

Daftar Nutrisi dan Vitamin yang Bisa Bantu Menjaga Kesehatan Otak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
minum vitamin pagi atau malam

Lebih Baik Minum Vitamin Pagi Hari atau Malam Hari?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 5 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit