Sudah Coba Nasi Ungu? Ini 3 Keunggulannya Dibanding Nasi Lain!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Di Indonesia, kebanyakan orang merasa belum makan dan belum kenyang jika nasi belum mendarat di dalam perut. Padahal sudah makan roti, mi, atau kentang. Pokoknya tiada hari tanpa makan nasi. Nah, supaya tidak bosan makan nasi terus, Anda bisa coba varian nasi yang cukup unik, yaitu nasi ungu. Yuk, kenali lebih jauh manfaat nasi ungu dan perbedaannya dengan jenis nasi lainnya.

Apa itu nasi ungu?

Di dunia, ada begitu banyak viarietas beras. Jenis beras bervariasi dari tekstur, ukuran, bentuk, aroma, bahkan warnanya. Nasi ungu adalah salah satu jenis nasi yang seringnya tumbuh di negara-negara Asia. Nasi ini akan berwarna semakin gelap setelah dimasak, mendekati warna hitam.

Nasi ungu termasuk sumber karbohidrat dari jenis gandum utuh seperti nasi cokelat atau nasi merah. Beras ungu tersedia dalam dua bentuk, bentuk benih yang panjang, dan tekstur biji yang lebih lengket. Kedua jenis ini bebas dari gluten. Itu artinya, orang dengan penyakit Celiac atau alergi gluten boleh mengonsumsi nasi jenis ini.

Nasi dari beras ungu mengandung kalori yang mirip dengan nasi lainnya dari beras putih atau cokelat. Namun, bedanya adalah nasi ungu kaya akan protein, antioksidan, dan serat. Lebih jauh soal manfaat nasi ungu, simak penjelasan di bawah ini.

Apa manfaat nasi ungu bagi kesehatan?

1. Antioksidan

Studi dalam Journal of Agriculture and Food Chemistry menyatakan bahwa nasi ungu memiliki lebih banyak kandungan antioksidan dibandingkan dengan nasi biasa. Antioksidan yang dominan ada pada nasi ungu ini adalah zat antosianin. Zat ini sama dengan antioksidan yang ada pada buah dan sayur berwarna ungu lainnya, seperti blueberry dan terong.

Antosianin memiliki kemampuan yang baik untuk menangkal kerusakan sel sehingga dapat mengurangi risiko penyakit kanker, penyakit jantung, dan diabetes. Antioksidan dalam nasi ungu ini juga dapat membantu meningkatkan jumlah kolesterol baik (HDL) dalam tubuh.

Dilansir dari laman Medical News Today, antioksidan yang terdapat dalam nasi ungu diduga juga dapat meningkatkan fungsi hati. Ini termasuk membantu memperbaiki fungsi hati setelah mengalami kerusakan akibat alkohol.

2. Serat

Nasi ungu juga mengandung serat yang tinggi. Setiap 50 gram nasi ungu mengandung 2,4 gram serat. Dibandingkan nasi putih, dengan takaran yang sama mengandung 0,06 gram serat. Serat sangat penting untuk menjaga kelancaran proses pembuangan feses dan dapat menjaga kesehatan usus secara keseluruhan.

Sumber serat dari nasi ungu juga dapat mencegah terjadinya sembelit (buang air besar) dan masalah sistem pencernaan lainnya.

Serat yang tinggi dalam nasi ungu bisa menjadi pilihan bagi orang yang sedang menurunkan berat badan. Sebab, efek kenyang yang diberikan oleh nasi ungu jauh lebih besar dibandingkan jenis nasi putih.

3. Protein

Nasi ungu juga kaya akan protein. Dalam 50 gram nasi ungu mengandung 5,82 gram protein, sedangkan nasi putih 3,56 gram dan nasi coklat 3,77 gram protein. Hal ini membuat nasi ungu sangat cocok dikonsumsi oleh vegetarian yang rentan kekurangan asupan protein.

Protein sangat penting untuk regenerasi sel di dalam tubuh, memperbaiki jaringan otot yang rusak, dan menjaga kekuatan tulang.

Cara memasak beras ungu

Seperti beras pada umumnya, beras ungu juga dimasak dengan cara yang persis. Direbus selanjutnya dikukus, atau menggunakan rice cooker biasa.

Sebelum dimasak, beras ungu sebaiknya dicuci 3-4 kali dengan air bersih. Segelas beras ungu membutuhkan air sebanyak 2,5 gelas. Jika Anda ingin merebusnya, biarkan campuran air dan beras ini mendidih selama 20-30 menit.

Untuk memperkaya nutrisi dan manfaat nasi ungu, Anda bisa merebus atau menanaknya dengan kaldu ayam, kaldu sayuran, atau bahkan air kelapa jika menginginkan rasa nasi yang cenderung manis. Untuk tekstur nasi yang lebih lembut, masak atau tanak nasi 10 menit lebih lama dengan tambahan ¼ gelas air.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda memiliki bintik atau bercak putih di puting susu atau sekitarnya? Tak usah khawatir, kenali penyebab dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Payudara Terasa Sakit, Apa Penyebabnya Selalu Kanker?

Penyebab payudara sakit kerap dikaitkan dengan kanker. Namun, apakah anggapan itu benar? Bagaimana penjelasan lengkapnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kanker Payudara, Kanker 14 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit