4 Khasiat Angkak Merah, Atasi Kolesterol dan Demam Berdarah

    4 Khasiat Angkak Merah, Atasi Kolesterol dan Demam Berdarah

    Angkak merah adalah salah satu jenis beras yang belum banyak diketahui. Padahal, angkak merah memiliki manfaat yang luar biasa untuk kesehatan.

    Beras jenis ini dipercaya menurunkan kolesterol dan membantu penyembuhan demam berdarah. Simak selengkapnya penjelasan riset modern soal khasiat kesehatan dari angkak merah.

    Kandungan angkak merah

    Angkak adalah hasil fermentasi beras putih dengan jamur Monascus purpureus. Proses ini yang membuat beras angkak memiliki warna merah tua keunguan yang khas.

    Biasanya beras angkak digunakan sebagai pengawet makanan, agen pewarna makanan, campuran rempah masakan, dan bahan dalam anggur beras.

    Di samping pamornya dalam dunia kuliner, beras angkak telah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan tradisional China.

    Masyarakat percaya beras angkak warna ini bermanfaat untuk meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi gangguan pencernaan, seperti diare.

    Mengutip penelitian yang dimuat dalam jurnal Frontiers in Pharmacology, khasiat angkak merah diperoleh dari berbagai kandungan yang terbentuk setelah proses fermentasi.

    Berikut kandungan aktif angkak merah yang memiliki khasiat untuk pengobatan.

    • Monacolin K atau lovastatin untuk menghambat enzim pembentukan kolesterol.
    • Gamma-aminobutiric acid (GABA), yakni asam amino yang baik bagi sel saraf.
    • Polisakarida sebagai sumber dan cadangan energi.

    Manfaat angkak merah

    angkak merah

    Sama halnya dengan jenis beras lainnya yang memiliki manfaat berbeda-beda, beras ragi merah ini memiliki khasiat tersendiri.

    Berikut beberapa khasiatnya untuk kesehatan.

    1. Menyembuhkan demam berdarah (DB)

    Di Indonesia, angkak merah menjadi salah satu obat-obatan herbal yang paling populer untuk pengobatan alami pasien demam berdarah yang marak muncul selama musim penghujan.

    Beras angkak dapat menaikkan trombosit darah secara signifikan berkat efek anti-inflamasi atau antiradang.

    Hal ini terbukti dalam sebuah penelitian dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang melaporkan bahwa adanya penurunan drastis dari kadar TPO (trombopoietin).

    Kadar TPO ini merupakan tolak ukur utama keparahan infeksi DB. Dari kadar TPO, dokter juga dapat mendeteksi adanya perdarahan sumsum tulang belakang pada pasien demam berdarah.

    2. Menurunkan tekanan darah

    Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu kondisi medis kronis yang berpotensi membahayakan nyawa.

    Mengutip situs National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH), penelitian pada manusia menunjukkan bahwa beras ragi merah ini dapat memperlancar aliran darah.

    Kandungan beras ini membantu melebarkan pembuluh darah dan mengurangi peradangan berkat sifat antiradangnya.

    Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk menentukan efek samping penggunaan angkak warna ini pada pasien penyakit jantung.

    3. Menurunkan kolesterol

    Saat menjalani pemeriksaan kesehatan seperti medical check-up, penyakit kolesterol tinggi biasanya jadi salah satu yang menjadi perhatian.

    Angkak pada umumnya mengandung sejumlah senyawa yang mirip dengan bahan aktif dalam obat penurun kolesterol.

    Dokter biasanya meresepkan statin untuk menurunkan kadar kolesterol buruk (LDL) dan membantu mengurangi risiko penyakit jantung.

    Masih menurut NCCIH, terjadi penurunan total kolesterol sebanyak 20-25% pada orang yang mengonsumsi ekstrak angkak merak dosis tinggi, yaitu sekitar 2,4 gram per hari.

    4. Manfaat lain dari angkak merah

    Selain tiga kondisi di atas, beras ragi merah digunakan untuk membantu mengatasi kondisi kesehatan lainnya,

    Meski begitu, efektivitas angkak dalam mengobati kondisi berikut belum diketahui secara pasti. Beberapa khasiat beras ragi merah lainnya, yaitu:

    • kolesterol tinggi yang berkaitan dengan HIV,
    • masalah gula darah dan diabetes melitus,
    • gangguan hati, seperti perlemakan hati,
    • penyakit jantung koroner, dan
    • masalah metabolisme dan pencernaan.

    Aturan konsumsi angkak merah

    angkak merah

    Penggunaan angkak untuk kondisi kesehatan di atas masih berdasarkan tradisi dan teori-teori ilmiah yang masih terbatas.

    Seringnya, teori-teori ini belum diujikan secara menyeluruh pada manusia, sehingga kemanjuran dan keamanannya tidak selalu terjamin.

    Meski demikian, ada beberapa aturan yang perlu diperhatikan saat hendak mengonsumsi beras ragi merah.

    Berikut aturan konsumsi yang perlu diperhatikan.

    • Tidak dianjurkan dikonsumsi oleh ibu hamil dan anak-anak.
    • Konsultasikan dengan dokter bila Anda sedang mengonsumsi obat-obatan lain.
    • Umumnya, konsumsi wajar ekstrak angkak merah adalah 600 mg/hari sebanyak 2 kali.
    • Hindari mengonsumsi beras angkak berlebih untuk mendapatkan manfaatnya secara instan.
    • Bila Anda memiliki riwayat penyakit kronis, konsultasikan dengan ahli medis untuk mendapatkan dosis yang tepat.

    Bila mengonsumsinya dengan cara yang kurang tepat, Anda berisiko mengalami efek samping.

    Konsultasikan dengan dokter terlebih dulu saat menggunakan angkak sebagai obat herbal.

    Efek samping angkak merah

    Di balik berbagai khasiat angkak merah, masih diperlukan penelitian lanjutan untuk membuktikan kemanjurannya.

    Penelitian yang ada kebanyakan dilakukan terhadap masyarakat China. Jadi, peneliti masih perlu menguji penggunaan angkak pada kelompok ras lain yang memiliki pola makan berbeda.

    Di samping itu, karena tingginya kandungan monacolin K, FDA tidak menyetujui suplemen angkak merah sebagai obat medis karena tingginya kandungan monacolin K.

    Pasalnya, suplemen angkak merah bisa menimbulkan efek samping dan bahaya interaksi obat yang sama dengan lovastatin.

    Menurut FDA, menjual atau mempromosikan suplemen beras ragi merah yang mengandung kadar zat penurun kolesterol yang melebihi batas termasuk kegiatan ilegal.

    Selain itu, penggunaan obat herbal seperti beras angkak tanpa pengawasan dapat berbahaya bagi kesehatan.

    Beberapa efek samping angkak merah yang perlu diperhatikan:

    Selain efek samping di atas, beras angkak berpotensi menyebabkan beberapa masalah kesehatan yang cukup serius seperti berikut ini.

    • Kandungan monacolin K dapat berhubungan dengan gangguan fungsi hati atau nyeri otot kronis bila digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan obat lain.
    • Proses fermentasi beras ragi merah yang tidak tepat dapat menyebabkan kontaminasi zat citrinin yang meningkatkan risiko gagal ginjal.

    Penggunaan angkak merah sebagai pengobatan herbal memerlukan pengawasan ahli medis untuk mencegah risiko gangguan kesehatan.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Red yeast rice (Monascus purpureus) http://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/red-yeast-rice/evidence/hrb-20059910 accessed January 3 2017

    M., S., & Triyono, E. (n.d.). Effect of Red Yeast Rice (Monascus Purpureus) Extract to the Thrombopoietin Level in Dengue Infected Patients. Retrieved January 3, 2017, from http://www.journal.unair.ac.id/filerPDF/fmi0187523c38full.pdf

    Red Yeast Rice and Plant Stanols for Cholesterol Reduction. (2022). Retrieved 4 July 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/17417-cholesterol-reduction-red-yeast-rice-and-plant-stanols

    Red Yeast Rice. (2022). Retrieved 4 July 2022, from https://www.mskcc.org/cancer-care/integrative-medicine/herbs/red-yeast-rice

    Zhu, B., Qi, F., Wu, J., Yin, G., Hua, J., Zhang, Q., & Qin, L. (2019). Red Yeast Rice: A Systematic Review of the Traditional Uses, Chemistry, Pharmacology, and Quality Control of an Important Chinese Folk Medicine. Frontiers In Pharmacology, 10. doi: 10.3389/fphar.2019.01449

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Ajeng Quamila Diperbarui Jul 29
    Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan