Tips Menjaga Kesehatan Jika Anda Pecinta Makanan Pedas

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bagi Anda pecinta makanan pedas, hidup Anda mungkin akan terasa kurang lengkap jika menyantap lauk-pauk tanpa kehadiran cabai atau sambal untuk teman makan. Sensasi kepedasan dengan muka memerah dan keringat mengalir deras di dahi adalah kenikmatan yang tiada tara. Sayangnya selain nikmat, makanan pedas juga bisa membuat lidah Anda terbakar dan perut juga jadi mulas.

Tapi jangan khawatir, tips di bawah ini bisa jadi cara ampuh mengurangi efek samping tersebut jika Anda adalah pecinta makanan pedas. Apa saja?

1. Jangan makan pedas saat perut kosong

Jika Anda berniat untuk makan makanan pedas, sebaiknya Anda tidak mengonsumsi makanan tersebut saat perut kosong. Perut yang kosong akan kaget jika tiba-tiba diisi dengan makanan pedas. Akibatnya, ini akan menyebabkan asam lambung naik dan membuat Anda sakit perut. Terutama apabila Anda memiliki ulkus lambung, sindrom iritasi usus (IBS), atau gangguan pencernaan lainnya.

Dalam beberapa kasus, mengonsumsi makanan pedas saat perut kosong dapat mempengaruhi atau memperburuk kondisi medis tersebut, dan akan meningkatkan intensitas gejala.

2. Perhatikan porsi makan

Bagi sebagian orang, makanan pedas bisa membuat selera makannya meningkat. Tidak jarang, hal ini membuat banyak orang makan makanan pedas dengan kalap tanpa memperhatikan porsi makannya. Oleh karena itu, bagi Anda yang mempunyai riwayat gangguan pencernaan, penting untuk memperhatikan porsi makan Anda saat makan makanan pedas.

Meski begitu, Anda yang dalam kondisi sehat pun sebaiknya juga memperhatikan porsi makan Anda. Pasalnya, segala hal yang berlebihan pasti tidak baik dan bisa merusak. Itu sebabnya, makanlah secukupnya. Jangan makan berlebihan ataupun kekurangan.

3. Hindari makan pedas sebelum tidur

Konsumsi makanan pedas sebelum tidur dapat menyebabkan gangguan pencernaan yang bisa mengganggu tidur Anda. Hal ini disebabkan karena senyawa capcaisin yang terkandung dalam cabai dapat mempengaruhi tidur Anda melalui perubahaan suhu tubuh.

Tidak hanya itu, makan pedas sebelum tidur juga akan meningkatkan risiko refluks asam lambung di malam hari, karena isi perut akan lebih banyak mengalir ke kerongkongan saat Anda berbaring. Hal tersebutlah yang bisa mengganggu tidur Anda. Jika Anda ingin mengonsumsi makanan pedas di malam hari, makanlah minimal tiga jam sebelum tidur.

4. Minum susu

Senyawa capsaicin dalam cabai mengaktifkan pelepasan zat P, yaitu senyawa yang memicu rasa nyeri dan sensasi terbakar di mulut juga pencernaan Anda. Sayangnya, air saja tidak bisa mengurangi sensasi kepedasan tersebut dengan baik. Pasalnya senyawa capsaicin berbahan dasar minyak dan tidak akan bisa dihilangkan hanya dengan air. Sebagai gantinya, cobalah minum susu.

Menurut American Chemical Society protein kasein yang terkandung dalam susu mampu mengikat capsaicin dan mengeluarkan senyawa penghasil panas dari mulut, membolak-baliknya melalui sistem pencernaan Anda sehingga membantu mulut Anda jadi lebih dingin. Itu sebabnya, minum susu merupakan cara tercepat untuk meredakan kepedasan dan sensasi terbakar yang muncul di dalam mulut.

5. Gosok gigi setelah makan pedas

Gosok gigi setelah mengonsumsi makanan pedas bukan hanya ampuh untuk meringankan sensasi kepedasan, tapi juga bisa membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut. Makanan pedas membuat mulut Anda panas dan napas jadi tak segar. Oleh karena itu, jangan biarkan sensasi tersebut mengganggu aktivitas Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Keracunan Makanan

Keracunan makanan adalah gangguan pencernaan umum. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, serta cara mengobati dan mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan, Keracunan Makanan 6 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Infeksi Bakteri E. coli

Infeksi bakteri E. coli adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang biasanya hidup di dalam usus manusia dan hewan. Apa obatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pencernaan, Keracunan Makanan 6 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Penyebab Paling Umum Sakit Perut Sebelah Kanan

Beberapa dari Anda mungkin sering merasakan sakit perut sebelah kanan. Hati-hati karena ini bisa menjadi tanda suatu penyakit pada organ di rongga perut.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Pencernaan 6 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Kolesistitis

Kolesistitis adalah penyakit yang menyerang batu empedu.. Cari tahu apa obat penyebab, ciri, gejala, dan cara mengatasi kolesistitis di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Empedu 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sakit gejala usus buntu

Cara Membedakan Sakit Perut Gejala Usus Buntu dan Maag

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
sakit maag adalah

Maag (Dispepsia)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
penyakit pada sistem pencernaan

11 Penyakit yang Paling Sering Terjadi pada Sistem Pencernaan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
ilustrasi mengatasi perut kembung

Ragam Cara Mudah Mengatasi Perut Kembung yang Cepat dan Ampuh

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit