home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

5 Manfaat Kentang Merah, Si Umbi Langka Tinggi Serat

5 Manfaat Kentang Merah, Si Umbi Langka Tinggi Serat

Ada banyak sekali jenis kentang di luar sana. Salah satunya yang tidak boleh Anda lewatkan ialah kentang merah. Tidak kalah dengan manfaat kentang biasa, kentang merah memiliki nilai gizi dan khasiat yang luar biasa bagi kesehatan.

Kandungan gizi kentang merah

kentang-merah

Kentang merah adalah kentang yang mempunyai kulit khas berwarna merah dengan daging umbi berwarna putih. Ukurannya bervariasi, tapi kentang merah biasanya lebih kecil dibandingkan kentang berkulit cokelat yang umum dikonsumsi.

Kentang bernama ilmiah Solanum tuberosum ini memiliki tekstur yang lembab dan lembut. Rasanya sedikit manis karena kandungan gula alami di dalamnya. Setelah dimasak, teksturnya akan menjadi lebih lunak seperti lilin.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa kentang merupakan sumber karbohidrat yang baik. Bahan pangan serbaguna ini juga mengandung vitamin dan mineral yang tubuh Anda butuhkan untuk menjalankan fungsinya.

Di bawah ini kandungan gizi dari satu buah kentang merah berukuran sedang.

  • Energi: 150 kkal
  • Karbohidrat total: 34 gram
  • Protein: 4 gram
  • Lemak total: 0,3 gram
  • Serat pangan: 3,6 gram
  • Natrium: 38,3 miligram
  • Kalium: 969 miligram
  • Vitamin C: 30% Angka Kecukupan Gizi (AKG)
  • Vitamin B6: 20% AKG
  • Magnesium: 11% AKG
  • Zat besi: 8% AKG
  • Kalsium: 2% AKG

Kandungan gizi kentang merah dapat bervariasi, tergantung jenis kentang dan cara memasak kentang itu sendiri. Perlu diingat pula bahwa mengupas kulit kentang bisa menghilangkan sebagian besar kandungan serat, vitamin, dan mineral umbi ini.

Manfaat kentang merah bagi kesehatan

menghitung berat badan ideal

Di bawah ini sejumlah manfaat yang bisa Anda dapatkan dari mengonsumsi kentang merah.

1. Menurunkan tekanan darah

Jika Anda sedang mencari cara alami untuk menurunkan tekanan darah, cobalah makan kentang merah. Satu buah kentang merah ukuran sedang mengandung hampir satu miligram kalium atau sekitar 20% dari Angka Kecukupan Gizi orang dewasa.

Salah satu penyebab tekanan darah tinggi adalah konsumsi makanan tinggi natrium. Kalium pada kentang merah dapat menyeimbangkan kadar natrium dalam tubuh Anda sehingga tekanan darah berangsur turun ke tingkat yang lebih sehat.

2. Mengurangi risiko anemia

Kentang merah punya manfaat besar bagi orang-orang yang rentan mengalami penyakit anemia. Pasalnya, kentang berukuran mungil ini mengandung sekitar 1,2 miligram zat besi yang dapat membantu memenuhi kebutuhan harian Anda.

Tubuh perlu zat besi untuk membentuk hemoglobin, yakni protein pada sel darah merah yang berfungsi mengikat oksigen. Bila tubuh kekurangan zat besi, sel darah merah juga akan kekurangan hemoglobin sehingga Anda berisiko mengalami anemia.

3. Membantu menurunkan berat badan

Ada alasan tertentu mengapa kentang menjadi favorit banyak pegiat diet. Kentang, termasuk kentang merah, merupakan makanan tinggi serat yang mengenyangkan. Satu buah kentang merah bahkan bisa memenuhi 10% kebutuhan harian Anda.

Serat pada makanan membuat Anda kenyang lebih lama sehingga Anda tidak tergoda untuk makan secara berlebihan. Sejalan dengan hasil penelitian dalam Journal of The American College of Nutrition, hal ini berpotensi menurunkan berat badan Anda.

4. Membantu melawan radikal bebas

Makan kentang merah ternyata memberikan beberapa manfaat tak terduga, contohnya melawan radikal bebas. Radikal bebas merupakan zat dari proses alami tubuh maupun lingkungan yang dapat merusak sel tubuh dan meningkatkan risiko penyakit.

Khasiat ini berasal dari kandungan vitamin C, senyawa flavonoid, dan asam fenolat pada kentang merah. Ibarat benteng yang kuat, berbagai antioksidan ini membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan dan peradangan akibat radikal bebas.

5. Membantu mengontrol gula darah

Kentang mengandung sejenis serat yang disebut pati resisten. Tubuh Anda tidak dapat mencerna serat ini dengan sempurna. Sebagai gantinya, pati resisten akan bergerak menuju usus untuk menjadi makanan bagi bakteri-bakteri yang bermanfaat.

Pati resisten juga dapat mengurangi resistensi insulin. Ini merupakan kondisi ketika sel tubuh tidak merespons hormon insulin dengan baik sehingga gula darah sulit turun. Dengan mengurangi resistensi insulin, Anda pun mengurangi risiko diabetes.

Seperti kentang pada umumnya, kentang merah juga menyimpan banyak manfaat bagi kesehatan. Bahan pangan ini mengandung karbohidrat kompleks, vitamin, mineral, dan antioksidan yang melindungi tubuh dari risiko berbagai penyakit.

Untuk meraup manfaatnya, Anda hanya perlu menambahkan kentang merah ke dalam menu harian. Anda bisa menyulapnya menjadi kentang tumbuk, sup sayuran, ataupun hidangan lainnya yang Anda sukai.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

7 Health and Nutrition Benefits of Potatoes. (2021). Retrieved 3 August 2021, from https://www.healthline.com/nutrition/benefits-of-potatoes

Clark, M., & Slavin, J. (2013). The Effect of Fiber on Satiety and Food Intake: A Systematic Review. Journal Of The American College Of Nutrition, 32(3), 200-211. doi: 10.1080/07315724.2013.791194

Traber, M., & Stevens, J. (2011). Vitamins C and E: Beneficial effects from a mechanistic perspective. Free Radical Biology And Medicine, 51(5), 1000-1013. doi: 10.1016/j.freeradbiomed.2011.05.017

Vinson, J., Demkosky, C., Navarre, D., & Smyda, M. (2012). High-Antioxidant Potatoes: Acute in Vivo Antioxidant Source and Hypotensive Agent in Humans after Supplementation to Hypertensive Subjects. Journal Of Agricultural And Food Chemistry, 60(27), 6749-6754. doi: 10.1021/jf2045262

Lee, S., Oh, S., Hwang, I., Kim, H., Woo, K., & Woo, S. et al. (2016). Antioxidant Contents and Antioxidant Activities of White and Colored Potatoes (Solanum tuberosum L.). Preventive Nutrition And Food Science, 21(2), 110-116. doi: 10.3746/pnf.2016.21.2.110

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 12/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan